
Sudah sangat lama sejak Rana masuk kedalam kamar mandinya untuk membersihkan dirinya. Rana yang baru saja selesai mandi terkejut melihat yungky yang hampir menabrak dirinya.
"Maaf apa aku mengejutkan mu?" tanya yungky yang melihat wajah terkejut Rana.
Rana hanya mengangguk, dia sedikit malu karena ia belum menggunakan pakaian dan hanya menggunakan sehelai handuk.
Yungky yang melihat semburat merah di wajah Rana membuatnya mengulas senyum tipis diwajahnya merasa gemas dengan istrinya itu. Meski ia masih belum bisa mempercayai siapapun selain saudara nya.
Namun, Rana yang tadinya merasa malu kini ia tiba-tiba menjerit dan memeluk yungky dengan erat. Yungky terkejut dengan tindakan Rana yang tiba-tiba memeluknya. Matanya membulat karena terkejut.
"Hei.. ada apa?"
"Aku takut kumohon selamatkan aku?!" alis yungky mengkerut tak mengerti dengan ap yang Bru di ucapkan Rana, istrinya.
"Apa maksudmu... siapa orang yang ingin mengganggu atau mencelakai mu... katakan aku akan membuat orang itu menjauh darimu atau mungkin menghilang dari muka bumi ini." ucap yungky dengan nada yang sedikit geram.
"Ah tidak, tidak ada yang menggangu ku atau ingin mencelakai ku.. ini lebih dari itu" Rana dengan setia masih menyembunyikan wajahnya di dada suaminya tapi memperhatikan wajah suaminya yang semakin bingung dibuatnya.
"Lalu apa yang kamu takutkan? aku harus menyelamatkan mu dari apa?" tanya yungky dengan herannya.
Dengan tangan yang gemetar Rana menunjuk kearah dinding yang berada tidak jauh dari tempat mereka. Sontak mata yungky melihat kearah mana Rana menunjuk.
"Hahaha hahaha......" tawanya pecah saat melihat apa yang ditunjuk oleh Rana.
Merasa bingung kenapa suaminya malah tertawa dengan kerasnya Rana memberanikan dirinya untuk melihat wajah sang suami.
"Kamu takut dengan itu?" tunjuk yungky. Rana mengangguk dan enggan untuk beranjak dari posisinya saat ini.
Yungky yang berusaha untuk menahan tawanya berusaha untuk fokus fokus untuk mengusir tokek itu karena Rana yang langsung memeluknya padahal ia hanya menggunakan handuk.
"Aku sudah mengusirnya" ucapnya datar. Seperti nya yungky sudah kembali ke mode muka datar lagi. Yungky memberitahu Rana kalau tokek itu sudah pergi entah kemana membuat Rana masih terlihat cemas.
"Kemana dia pergi... apa dia benar-benar sudah pergi." tanyanya dengan celingak-celinguk melihat kanan kiri kalau saja tokek nya masih ada disana.
Melihat tingkah istrinya seperti itu membuat mode muka datar yungky berubah menjadi muka jahil, sepertinya otaknya sedang memikirkan sesuatu.
__ADS_1
"Ini......" yungky dengan sengaja menakuti Rana dengan menyodorkan tangannya seakan tokek tadi sedang ia pegang. Padahal sebenarnya yungky juga sedikit takut dengan tokek ralat bukan takut tetapi geli saat ia melihat kulitnya yang berbintik-bintik.
"Ahhhhhhh...... buang itu, cepat..." Rana menjerit sambil menutup matanya dan berusaha untuk menjauh dari yungky.
Yungky terkejut dengan reaksi berlebihan yang ditujukan oleh Rana. Yungky berusaha untuk menenangkan Rana tetapi tidak sengaja handuk yang digunakan Rana terlepas sehingga Rana membeku ditempat dan menyuruh yungky untuk menutup matanya.
Yungky pun mengikuti perintah Rana untuk menutup matanya. "Apa salah kalau aku melihatnya, toh aku juga sudah pernah melihat tubuhnya tapa sehelai benangpun. Tapi sekarang dia malah menyuruh ku untuk menutup mataku. Aku ini suamimu, huhu. Aku jadi tidak bisa melihat pemandangan indah didepan mataku." gerutu yungky didalam hatinya.
Tidak berapa lama yungky keluar dari kamar mandi dan masuk kedalam kamar. Keningnya mengerut karena melihat Rana yang tiba-tiba saja membungkus dirinya dengan selimut yang tebal.
"Sedang apa kamu? apa kamu tidak kepanasan dengan selimut tebal itu..?" yungky heran dengan tingkah istrinya ini, bahkan AC kamarnya saja tidak dinyalakan tapi istrinya malah membungkus dirinya dengan selimut yang sangat tebal.
"Tidak" jawabnya singkat.
"Baiklah aku lelah karena bekerja seharian, aku akan menyalakan AC nya dan tidur." setelah menyalakan AC dengan suhu yang pas, yungky merebahkan dirinya tepat di sebelah Rana yang masih setia dengan selimut yang membungkus tubuhnya.
"Dasar aneh.. apa ini sifat asli Rana yang belum aku tau?" batin yungky sebelum akhirnya memutuskan untuk memejamkan kedua matanya.
Tapi sepertinya ketengan tidak berpihak kepada yungky malam itu. Karena tidak lama setelah yungky memejamkan matanya Rana kembali menjerit dan merapatkan tubuhnya ke badan yungky.
Yungky heran dan melihat kearah langit-langit yang ditunjuk oleh Rana. Ternyata ada tokek di langit-langit kamar.
"Apa yang harus kita lakukan sekarang?" Rana yang takut bertanya pada yungky.
Yungky yang memang notabenenya takut eh salah maksudnya geli, tapi pura-pura gak takut.
"Aku juga tidak tau, dia berada sangat tinggi diatas kita" ucapnya sambil melihat wajah Rana yang bersembunyi dibalik selimut.
Setelah selimut yang menutupi wajahnya di buka oleh yungky. Rana merasa bingung karena tokek itu tiba-tiba menghilang dari tempatnya.
Karena masih merasa terancam Rana melihat kesana sini "Kemana tokek nya pergi" ucapnya.
Tiba-tiba rana shock karena melihat tokek itu berada di atas selimut mereka. Yungky juga melihatnya dan keduanya berteriak histeris "Aaaaaaaaaaaaaaaaaaa....." karena tokek gede itu ada di dekat mereka. Keduanya melempar selimut dan meninggalkan tempat itu.
Malam semakin larut, Yungky memutuskan untuk tidur di luar tepatnya diruang tengah apartemen yungky. Karena taku rana ikut tidur disana, ia berlari membawa bantal untuk tidur di luar bersama yungky.
__ADS_1
Pada akhirnya mereka tidur berdua diruang tengah dengan beralaskan karpet dan selimut serta bantal yang dibawa oleh Rana.
"Gara-gara tokek aku harus tidur disini" gerutu Rana karena harus tidur diluar bukan karena dirinya manja hanya saja ia sedikit kurang nyaman tidur di ruangan yang terlalu luas.
"Sudah tidak usah menggerutu, dulu ketika aku tinggal sendiri di sini aku tidak pernah bertemu tokek, kenapa sekarang tiba-tiba ada tokek yang tinggal di apartemen mewah?!"
"Apa maksudmu tokek itu ada karena aku?" rana merasa kalau perkataan yungky seperti menyindirnya.
"Aku tidak mengatakan nya.... kamu saja yang merasa" ucapnya ketus.
"Seharusnya aku menolak saat aku kamu ajak pindah kesini" rana mencoba untuk menggoda suaminya karena kesal dengan jawaban suaminya yg terkesan ketus itu.
"Apa kamu menyesal?"
"Sedikit karena ada tokek besar disini, itu membuatku jadi was-was." Rana masih saja berusaha untuk menggoda suaminya.
"Apa kamu sudah selesai mengeluh? kalau sudah lebih baik kamu tidur, ini sudah malam aku lelah dan mengantuk besok aku harus bekerja lagi." ucapnya dingin.
Rana yang mendengar nya hanya memutar bola matanya malas. Merasa jengah karena suaminya itu bisa berubah hanya dalam sekejap. Yang awalnya manis bisa berubah menjadi dingin seperti es, seperti nya ia memang belum cukup mengenal yungky meski mereka sudah berteman sejak lama. "Aku juga harus bekerja besok pagi" batinnya.
Begitupun dengan yungky yang merasa belum mengenal Rana dengan baik, bahkan ia baru tau kalau Rana sangat takut dengan tokek.
Malam ini sepertinya bukan malam yang tenang untuk pasangan suami istri itu karena kehadiran penghuni lain di apartemen mereka.
.
.
.
.
.
Ini edisi spesial pasangan rana dan yungky dengan tokek sebagai penghuni lain di apartemen mewah milik yungky😁😁
__ADS_1