
Jam dinding sudah berdenting sebanyak tiga kali itu menandakan tengah malam telah lewat. Namun, seorang wanita masih setia duduk di sofa ruang tamu dengan wajah cemas karena menunggu seseorang yang tidak kunjung pulang.
Dia adalah hanna, dengan cemas ia menunggu suaminya yang belum pulang. Meski jam dinding menunjukkan pukul 23.15 malam tapi masih belum ada tanda-tanda Jason pulang.
Setelah mendapat kabar hilangnya Jimmy Jason langsung pergi setelah izin dan memberitahu kalau Jimmy kakaknya menghilang. Hanna dan Daniel yang ingin ikut membantu dilarang oleh Jason. Sudah hampir tengah malam Jason tidak pulang ataupun memberi nya kabar.
"Ting-Tong....ting-tong...." hanna yang melamun dikejutkan dengan suara bel rumahnya.
"Jas, apa kamu baik-baik saja? Darimana saja kamu aku sangat mencemaskan mu dari tadi?!" Ucap Hanna.
"Maaf karena aku tidak bisa menemukan mu waktu itu, aku benar-benar minta maaf Han." Ucap jason.
"Apa yang kamu katakan jas.. aku tidak mengerti."
"Maafkan aku Han, karena aku tidak bisa menepati janjiku waktu itu." ucap Jason yang masih berada dipelukan Hanna.
"Jas kamu sedang mabuk.. lebih baik kita kekamar dan istirahat saja."
Tiba-tiba Jason menahan Hanna dan semakin mengeratkan pelukannya pada Hanna. "Aku mengingat nya!!!" Ucap Jason dengan suara seraknya. "Dan tidak sedang mabuk." sambungnya.
//DEGG
"Apa maksudmu jas? Apa ingatanmu sudah kembali?". air mata Hanna tumpah saat ingatan Jason benar-benar sudah kembali.
"Iya han, ingatanku sudah kembali" jawabnya dengan suara serak dan sedikit parau.
"Kamu serius kan, kamu gak lagi bercanda kan jas, apa ingatanmu benar-benar sudah kembali semua, apa kamu mengingat hal lain selain kenanganmu lima tahun yang lalu ?" tanyanya dengan hati-hati karena penasaran.
"Aku mengingat semuanya han, aku bahkan ingat masa kecil kita dulu, maafkan aku karena pernah membencimu karena kamu bertunangan dengan kak yungky" jawabnya sambil menunduk lesu.
Hanna pun penasaran dengan apa yang dikatakan Jason barusan "Apa yang dimaksud Jason, masa kecil? memang kenapa dengan masa kecil kita?" batinnya, lagi-lagi Hanna hanya bisa membatin, Hanna hanya diam mematung tak mengerti apa yang dimaksud Jason tentang masa kecil mereka. Hingga ia kembali membuka mulutnya.
__ADS_1
"Aku sangat senang mendengar nya jas, ini adalah kabar gembira.. semua orang pasti senang jika mereka tau ingatanmu sudah kembali sepenuhnya." jawabnya dengan senyum yang mengembang. Meski sebenarnya hatinya sangat penasaran dengan apa yang baru saja dikatakan oleh Jason.
Jason yang melihat ekspresi senyum Hanna menjadi bingung. "Apa kamu tidak penasaran dengan apa yang baru saja aku katakan." Tanyanya dengan kening yang berkerut.
"Aku penasaran.. sangat penasaran tapi kita masih punya banyak waktu untukmu menceritakan semuanya besok." Ucapnya.
"T-tapi…." Belum sempat Jason menyelesaikan perkataannya Hanna sudah lebih dulu memotong perkataan nya.
"Lebih baik kita kekamar dan beristirahat, oke.." ucap Hanna yang masuk meletakkan jari telunjuknya dimulut Jason.
Dikamar Jason memandangi wajah Hanna dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Kenapa?" tanya Hanna yang merasa dipandangi dari tadi. "Apa sudah dapat informasi tentang keberadaan kak Jimmy?" tanya lagi.
"Sudah" Jason mengangguk.
"Lalu bagaimana kondisi kak Jimmy sekarang?"
"Kami masih belum tau, kami baru menemukan lokasinya tapi belum mendatangi nya." jelasnya.
"Hann.... apa aku bisa meminta tolong sesuatu?" tanya Jason yang masih setia memandangi nya.
"Apa? kalau aku bisa, aku pasti akan membantumu" jawab Hanna dengan senyum manisnya yang tidak pernah luntur diwajahnya.
"Aku akan jujur kepadamu-" Jason menjeda ucapannya dan menarik nafas panjang.
"Sebenarnya aku punya saudara lain selain keenam kakak ku... aku punya saudara kembar yang baru kuingat setelah lebih dari 20 tahun namanya Johan... dia hidup di panti asuhan sejak kecil. Dulu kami sering bermain bersama apa kamu tau kita dulu sering bermain bertiga ketika masih TK hingga kejadian penculikan itu terjadi." Mata Jason mulai berkaca-kaca bahkan hampir menitikan air mata.
"Maksud mu kita sudah mengenal sejak dulu? bahkan saat kita masih anak-anak?" Jason mengangguk.
"Tapi kenapa aku tidak ingat apapun tentang kalian? dan penculikan? penculikan apa yang kamu maksud? siapa yang diculik dan mengapa?" tanya Hanna beruntun seperti seorang pengacara saja.
__ADS_1
"Dulu aku dan kembaran ku Johan tinggal dibandung dengan oma dan opa. Sedangkan ke enam kakakku tinggal di Jakarta dengan orang tua kami. Sejak lahir kami sudah dirawat oleh oma dan opa. Sebulan sekali orang tua kami berkunjung ke Bandung untuk bertemu dengan kami, saat liburan sekolah tiba mama dan ayah akan membawaku ke Jakarta untuk bertemu ke enam kakakku tapi mereka tidak pernah membawa kakakku yang lain yaitu Johan. Tapi Johan dia selalu optimis dan selalu terlihat ceria meski hatinya sangat sedih. Suatu ketika aku bertukar posisi dengan Johan tanpa sepengetahuan orang lain, dia mengantikan aku untuk bertemu keenam kakak kami tapi tragedi penculikan itu terjadi kepadaku dan dirimu." jelasnya.
"Jadi anak yang seharusnya mereka culik adalah Johan tapi mereka malah menculik ku karena mereka kira aku adalah Johan. Johan adalah anak yang jenius dia bisa segala hal maka dari itu mama dan ayah menyembunyikan." sambungnya lagi. Bahkan fakta tentang kehadiran Johan sebagai saudaranya tidak diketahui oleh ke enam kakaknya hingga sekarang.
"Tunggu.... jadi alasan kamu takut saat melihat tali tambang itu karena trauma masa kecil?" sergah Hanna, Jason mengangguk.
"Johan yang sudah kembali ke Bandung dan menyadari kalau aku diculik lantas dia dengan kecerdikan dan kepintaran berhasil menolong kita tapi sayang perempuan itu berhasil menangkap Johan" ucap Jason dengan sedih mengingat pengorbanan kakaknya alias saudara kembarnya dulu ketika menolongnya.
"Oke.. lebih baik nanti saja kamu lanjutkan ceritanya, sekarang lebih baik kita menolong kak Jimmy." sarannya. karena ia pikir hari esok masih ada dan Jason bisa menceritakan segalanya tapi kak Jimmy tidak bisa menunggu hingga hari esok atau bisa-bisa mereka malah terlambat untuk menyelamatkan Jimmy.
Jason mengangguk "Aku ingin kamu datang bersama polisi ke alamat ini dan bersiap membantu kami jika kami tidak keluar dalam waktu dua jam." jelasnya kepada Hanna.
"Disana aku akan berpura-pura menjadi Johan dan Johan akan berpura-pura menjadi aku, berakting lah yang baik agar topeng dari penjahat asli yang selama ini tertutup bisa terbuka." ucap Jason.
"Lalu bagaimana dengan kakakmu yang lain ap mereka tau rencana ini?" tanya Hanna.
"Ini rencana rahasia kita, hanya aku, kamu, kak Daniel dan Johan yang tau rencana ini." ucapnya.
"Kakak...."
"Iya kak Daniel tau semuanya dialah orang yang mempertemukan aku dan Johan dan kak Daniel juga yang membuat aku bisa mengingat kembali masa kecil kita dulu, baiklah aku akan pergi sekarang. Ingat hubungi polisi sekarang dan ikuti kemana kami pergi secara diam-diam" jelas Jason sebelum pergi.
Hanna mengangguk sembari tersenyum "Berhati-hatilah aku tidak ingin terjadi sesuatu kepadamu" ucapnya mewanti-wanti suaminya sebelum suaminya itu benar-benar menghilang dari balik pintu.
.
.
.
.
__ADS_1
.
(...)