
//Dikediaman keluarga Kim
Jason terbangun dari tidur nya dengan keringat dingin sepertinya Jason baru saja mengalami mimpi buruk. "Kenapa aku selalu mimpi hal yang sama, meskipun aku sudah tau kalau wanita itu adalah Hanna?!" Jason mengusap wajahnya kasar lalu beranjak dari tempat tidur.
Dilain tempat, sebuah kamar dengan ukuran minimalis dengan dinding berwarna merah muda seorang anak perempuan tengah terlelap dalam mimpinya hingga, "Tringgggg….. tringgggg….. tringgggg….. tringgggg….. " suara jam Beker yang nyaring mengusik ketenangan akeu dari tidur nyenyaknya. Dengan mata yang masih sedikit terpejam akeu berusaha meraih jam Beker itu dan mematikan nya.
Perlahan akeu membuka matanya saat tangannya sudah bisa meraih jam Beker "Oh tidak sudah jam 7. Bagaimana bisa aku kesiangan, hari ini kan ayah akan datang" Akeu langsung beranjak bangun dari tempat tidurnya dan bergegas untuk mandi.
Sama seperti Jason setelah bangun tidur akeu akan langsung bergegas untuk mandi, meski diluar hari sedang hujan dan udara terasa dingin itu bukan alasan untuk tidak mandi baginya.
Selesai mandi dan berpakaian akeu langsung berlari menuju kamar akbi. Tanpa mengetuk pintu akeu langsung memasuk kedalam kamar akbi. "Kakak…. Eihhh dimana Kaka, kok tidak ada disini. Mungkin Kaka sedang bersama kak Davi."
Akeu lalu menuju kamar Davi. "Kak… kak Davi, kak akbi.. mereka juga tidak ada disini, dimana mereka?! Mungkin mereka dibawah."
"Mama… " teriak akeu sambil berlari menuruni anak tangga.
"Sayang jangan lari nanti kamu bisa jatuh" ucap Hanna kuatir saat melihat akeu yang berlari.
"Mama, dimana kakak?" Tanyanya.
"Mungkin sedang dikamar nya sayang"
"Gak ada ma, tadi akeu udah kesana tapi kak akbi gak ada, akeu juga udah cari kekamar kak Davi tapi ternyata kak Davi juga gak ada" ucap akeu sambil cemberut.
"Sayangnya mama kok cemberut gitu sih, mungkin kak akbi sama kak Davi lagi main diluar"
"Sebel deh kak akbi gak bangunin akeu, kan akeu jadi kesiangan bangunnya" gerutunya. Hanna hanya tersenyum melihat tingkah putrinya yang menggemaskan.
"Ma-"
"Iya sayang kenapa?"
"Ayah jadi kesini hari ini kan ma?"
"Iya, bentar lagi juga ayah pasti datang"
"Asyikkkk… akeu kangen banget sama ayah."
"Emmm jadi akeu kangen banget sama ayah" sahut Jason yang tiba-tiba muncul di pintu.
"Ayah… " akeu berlari menghampiri Jason. Jason merentangkan kedua tangannya dan menggendong nya.
"Ayah jarang main kesini, ayah sibuk banget ya kerjanya?" Ucap akeu.
Jason tersenyum. "Maaf ya gadis manis nya ayah, ayah jarang main kesini"
__ADS_1
"Ayah.." panggil akbi dari arah belakang.
"Oh jagoan ayah, darimana?"
"Aku dari taman belakang bersama Tante viona dan kak Davi" sahutnya.
"Apa kalian sudah siap?" Tanya Jason kepada akeu dan akbi.
"Kami sudah siap sejak tadi ayah" ucap akbi. "Ayah,, apa kak Davi boleh ikut dengan kita?" Tanya akbi.
"Tentu.. disana juga ada kak Sena kalian pasti senang jika banyak teman kan" ucap Jason.
"Horee ada kak sena, terima kasih ayah, jadi akeu gak cewek sendiri" ucap akeu.
"Ya sudah kalian pergi kemobil duluan ya sama ayah, mama mau ambil tas dulu" ucap Hanna.
"Siap ma" ucap akbi dan akeu serempak. "Ayo kak" ucap akeu menarik tangan akbi dan Davi. Jason mengikuti dibelakang mereka.
Semua orang tersenyum melihat melihat tingkah ketiga anak kecil itu yang terlihat menggemaskan di mata mereka. "Kak aku pergi dulu ya" Hanna berpamitan kepada viona.
"Iya hati-hati ya Han, titip Davi tolong jaga dia ya" ucap viona.
"Iya pasti kak, sebelum jam makan malam kami pasti pulang" ucap Hanna. Viona tersenyum begitupun dengan Hanna.
Di butik Sena, Vina dan Rana sudah berkumpul menanti kedatangan mereka. "Kenapa mereka lama sekali" ucap Vina.
"Mama ku yang cantik, jangan cemas mereka pasti sebentar lagi datang" ucap Sena yang sudah hafal dengan sifat mama nya yang tidak sabaran.
"Iya sayang" sahut Vina.
"Nah itu mereka datang" ucap rana yang melihat kedatangan mereka Hanna dan Jason.
"Kak Sena" teriak akeu menghampiri Sena.
"Hai akeu, kenapa kalian lama sekali datangnya?" Tanyanya.
"Apa kamu lupa kalau kita ini ada dijakarta?" Davi berkomentar mendengar pertanyaan Sena.
"Apa maksudmu tentu saja aku tau kita ada di Jakarta" sahut Sena.
"Jadi kamu pasti tau kan kenapa kita terlambat!" Ucap Davi. Akbi dan akeu hanya menjadi penonton diantara perdebatan mereka berdua.
"Tidak, aku tidak tau" jawab Sena pada Davi dengan ketus.
"Sena gak boleh gitu sayang, kita ini keluarga jadi gak boleh berantem ya, dan Davi dia lebih tua dari Sena kan" Vina menegur Sena.
__ADS_1
"Dia cuma lebih tua sehari aja ma dari Sena" komentarnya.
"Tetap saja Sena harus sopan kepada Davi oke" ucap Vina. Tak ingin berdebat dengan ibunya Sena meng-iyakan ucapan ibunya.
"Dasar pria menyebalkan" gumam Sena tapi masih bisa didengar oleh Davi yang berada didepannya.
"Dasar perempuan aneh" ucap Davi dengan nada lirih tapi masih bisa didengar oleh Sena.
"Kak Sena sama kak Davi jangan berantem ya, akeu nanti jadi sedih kalau kalian berantem" ucap akeu yang mendengar gerutuan dari Sena dan Davi.
"Maaf kan aku akeu karena sudah buat kamu sedih" ucap Sena. Akeu hanya mengangguk dan tersenyum.
"Kak Davi janji gak berantem lagi sama kak sena sekarang tapi gak tau nanti, kakak gak bisa janji buat nanti" ucap Davi pada akeu.
"Sudahlah lebih baik kalian berdua berdamai saja untuk saat ini, aku bosan melihat kak Sena dan kak Davi bertengkar setiap kali bertemu" komentar akbi.
Ketika para orang dewasa asik mengobrol mereka asik makan kue yang dibawa oleh Vina dari rumah. Saat sedang asik makan Rana menghampiri mereka.
"Hai anak-anak apa kalian mau ikut Tante?" Ucap rana.
"Tante memang mau kemana?" Tanya Sena.
"Tidak kemana-mana" jawabnya.
"Tapi tadi mommy rana tanya apa kita mau ikut sama Tante, berarti kita akan pergi bukan?" Sahut akbi.
"Emm no.. no.. no.. Tante gak mau ajak kalian pergi, tapi Tante mau ajak kalian nyobain baju buat acara pernikahan paman Jason dan Tante Hanna" jawab Rana. "Jadi ap kalian mau ikut?" Tanyanya.
"Tentu saja mommy rana, kami pasti ikut" ucap akeu.
"Oke kalau gitu ikut mommy rana kedalam yuk" ajaknya.
Rana memberikan sepasang tuksedo untuk di pakai oleh davi dan akbi. Sedangkan untuk sena dan akeu, Rana memberi sebuah gaun cantik berwarna pastel dengan panjang selutut yang sangat indah.
"Sekarang kalian coba bajunya ya, nanti bibi yang ada disana akan bantu kalian untuk pakai bajunya" ucap rana. Mereka semua mengangguk dan pergi untuk berganti baju.
Ketika rana sedang menunggu mereka berganti pakaian, ponselnya tiba-tiba berdering menampilkan nama seseorang dilayar ponselnya. "Ada apa dia menelepon ku di jam segini?" Batin Rana.
.
.
.
.
__ADS_1
.
#Staysafe