
Hari ini adalah hari terakhir akbi dan akeu bersekolah di Bandung. Mereka terlihat sedih karena harus pindah sekolah dan harus berpisah dengan teman-teman mereka lagi.
"Akbi.. akeu..." teriak beni saat melihat kedatangan mereka di sekolah.
Akbi dan ake menoleh "beni.. kenapa kamu harus teriak.. kan bisa manggilnya gak perlu teriak" ucap akbi.
"Hehe... kalau gak teriak entar kalian gak denger lagi aku panggil" jawab nya sambil cengengesan.
"Tumben kamu datang nya pagi, biasanya kamu kalau bel belum bunyi belum datang" komentar akeu melihat beni yang datang pagi ke sekolah.
"Iya aku terpaksa berangkat pagi karena ayahku harus pergi kerja pagi-pagi sekali karena harus ke bandara" balasnya.
"Oooooooooo...." sahut akeu menyebut kata o dengan bibir yang membulat sempurna hingga membuat wajahnya terlihat lucu dan menggemaskan.
"Yaudah kita ke kelas aja yo, bentar lagi bel masuk pasti bunyi" ajak akbi kepada akeu dan beni.
"Let's go" beni berjalan ke kelas dengan merangkul pundak akbi dan akeu.
Dirumah Hanna sedang sibuk kedatangan dua tamu yang tak lain dan tak bukan adalah Jimmy dan Jason mereka datang untuk membantu Hanna mengangkut barang-barang yang akan hanna bawa ke Jakarta sore ini sebelum mobil barang yang disewa oleh Hanna datang.
"Ting-tong.. Ting-tong.. Ting-tong.."
"Bi ayu bisa tolong bukakan pintu, sepertinya ada yang datang, aku sedang sibuk disini" Hanna yang berada dikamar berteriak meminta bi ayu untuk membuka pintu karena mendengar bel rumah yang berbunyi.
"Iya nyonya" sahut bi ayu yang berjalan dari arah dapur.
"Ceklek..."
"Pak Rendy.." ucap bi ayu saat membuka pintu dan melihat Rendy yang berdiri didepannya.
"Hai bi ayu, apa Hanna ada didalam?" tanyanya.
"Ada.. silahkan masuk pak Rendy" bi ayu mempersilahkan Rendy untuk masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
"Aku kebawah dulu ya kak, jas. aku mau tanya bi ayu siapa yang datang" Hanna pamit kepada Jimmy dan Jason untuk menemui tamunya. Belum sempat Hanna bertanya kepada bi ayu. bi ayu sudah berada didepan pintu kamar untuk memberitahu Hanna kalau yang datang adalah Rendy.
"Hai ren, tumben kamu kesini gk bilang dulu" tanya Hanna sambil menuruni ank tangga.
"Apa aku gak boleh datang kalau gak ksih kabar dulu ke kamu?" Rendy membalas pertanyaan Hanna dengan sebuah pertanyaan.
"Tentu saja boleh" ucap Hanna.
"Kamu beneran pergi nanti sore?" tanya Rendy memastikan.
"Iya aku dan yang lain akan pergi ke Jakarta sore nanti, ada apa?"
"Tidak ada apa-apa Han aku hanya bertanya. apa ada yang bisa ku bantu?"
"Sebenarnya sudah ada kak Jimmy dan Jason yang membantuku, tapi karena kamu sudah disini kamu bisa bantu mereka mengepak buku-buku akbi dan akeu untuk dibagikan kepada mereka yang tidak mampu" ucap Hanna.
Dikamar Jason tanpa sengaja menjatuhkan selembar kertas yang tersimpan di salah satu buku milik Hanna. Jason membuka kertas itu dan ternyata itu adalah foto sepasang anak kecil laki-laki dan perempuan. "Siapa mereka.. mereka terlihat sangat imut sekali. Yang perempuan ini pasti Hanna" gumamnya ketika melihat foto itu.
"Kamu lihat apa jas" tanya Jimmy ketika mendengar gumaman Jason sambil memegang selembar kertas.
"Anak laki-laki itu bukankah... ah tidak mungkin, pasti hanya perasaanku saja" batin Jimmy.
"Kalian sedang membicarakan apa?" Hanna yang tiba-tiba muncul bersama Rendy bertanya kepada Jimmy dan Jason.
"Ini Han.. aku tidak sengaja menemukan foto ini dari dalam buku karena tanpa sengaja terjatuh dari salah satu buku milik mu" Jason mengatakan penemuan nya kepada Hanna.
Hanna mengambil foto itu dari tangan Jason dan melihat foto itu "Oh foto ini, ini foto di ambil saat aku berusia 5 tahun"
"Foto anak laki-laki itu apakah dia kak Daniel?" Jimmy bertanya karena penasaran.
"Dia bukan kak Daniel, aku bertemu dengannya saat kami sama-sama diculik"
"Kamu pernah di culik" Jimmy terkejut mendengar perkataan Hanna "Seperti nya tebakan ku tidak salah anak laki-laki pasti dia" batin Jimmy.
__ADS_1
"Iya kak.. dulu aku pernah di culik oleh seorang wanita saat usia ku 5 tahun aku bertemu dengan anak laki-laki ini disana" Hanna menunjuk foto anak itu "Saat itu kami pernah membuat janji satu sama lain"
"Janji?" kini giliran Rendy yang penasaran.
"Iya janji?"
"Janji apa Han?" tanya Jason.
"Setelah kami berhasil kabur di mengantarkan ku pulang dan kami pernah berjanji jika kami bisa kabur dari orang wanita itu maka kami akan menikah ketika kami sudah dewasa" ucapnya yang sukses membuat mereka bertiga menahan tawanya.
"Kenapa wajah kalian seperti itu, memang ada yang lucu?"
"Janji macam apa itu, anak berusia 5 tahun melakukan janji yang seperti itu" tawa mereka pecah saat Jimmy mengatakan hal itu.
"Apa kamu mengingat namanya" tanya Rendy. Hanna menggeleng kan kepala pertanda kalau dia lupa nama anak laki-laki di foto itu. Kesal karena mereka tidak berhenti tertawa akhirnya Hanna melempar mereka dengan buku yang ada didekatnya.
"Ampun han maaf kan kami karena mengejek mu.. hahaha" ucap mereka bertiga bergantian dengan tertawa sambil mengaduh karena merasa kesakitan terkena lemparan buku dari Hanna. Tapi tetap saja mereka tidak berhenti tertawa.
Karena Hanna tidak berhenti melempar mereka dengan buku Jason memilih untuk menghindar dan beralasan akan menjemput akbi dan akeu karena sudah jam pulang mereka.
Ketika jam pulang sekolah tiba ibu guru mereka memanggil akbi dan akeu ke depan kelas dan menyuruh mereka mengatakan selamat tinggal kepada teman-teman mereka. Karena mereka akan pindah dari sekolah dan akan bersekolah ditempat baru di Jakarta. Semua teman mereka terlihat sedih terutama beni karena kini mereka bertiga sudah sangat akrab dan menjadi teman baik.
Ibu guru menyuruh mereka untuk saling bergantian berjabat tangan sambil mengucapkan salam perpisahan untuk akbi dan akeu. Ketika tiba giliran beni akeu sudah bisa menahan air matanya lagi dan akhirnya menangis. "Akeu kenapa kamu menangis?" tanya Bu guru itu.
"Akeu sedih karena harus berpisah dengan teman-teman" sahutnya. Dengan halus beni menyeka air mata akeu "Jangan menangis kita pasti akan bisa bertemu lagi nanti" ucap beni mencoba menghibur akeu. Akbi juga terlihat sangat sedih ketika melihat adiknya menangis dan harus pergi meninggalkan teman-temannya. Terutama beni. Meski dulu akbi tidak suka dengan beni tapi sekarang ia dan beni sudah menjadi teman baik.
"Akbi maafin aku ya dulu pernah mengejek mu" ucap beni pada akbi.
"Lupakan itu Ben, kita sekarang teman." balasnya. Tak lama kemudian bel pulang berbunyi dan mereka semua pulang di depan gerbang Jason sudah menunggu mereka.
"Good bye.. akbi.. akeu.. semoga kita bisa bertemu lagi ya suatu saat nanti" ucap beni ketika mereka sudah sampai di gerbang sekolah.
"Good bye beni. Aku yakin kita pasti bertemu lagi" ucap akbi. Jason terharu ketika melihat perilaku 3 anak kecil itu ketika mengucapkan perpisahan satu sama lain.
__ADS_1
Akeu tiba-tiba memeluk beni begitupun dengan akbi yang juga ikut memeluk beni. Perpisahan memang sulit apalagi untuk mereka yang masih anak-anak. Diam-diam Jason memotret mereka saat sedang berpelukan sebagai kenang-kenangan dan akan memperlihatkan nya ke akbi dan akeu nanti.