Calon Adik Ipar Ku Adalah Jodohku

Calon Adik Ipar Ku Adalah Jodohku
BAB 32. LAKI-LAKI MISTERIUS


__ADS_3

Seorang pria misterius melihat berita tentang Jason anak bungsu dari Kim Group yang akan menikah dengan adik pemilik Park Group.


Tiba-tiba bel rumahnya berbunyi pria itu melihat ke depan pintu dan membukanya. Ternyata Rana yang datang kerumah pria itu.


Rana langsung memeluk dan mencium pria misterius itu. "Kenapa kamu wajahmu terlihat sangat kesal?" tanya pria itu.


"Berapa lama aku harus bersama nya.. Haa?" tanya Rana dengan nada kesal kepada pria misterius itu.


"Sabar sayang.. sekarang masih belum waktunya untukku muncul diantara mereka" jawab pria itu.


"Aku lelah terus berpura-pura didepannya?"


"Tenanglah ini hanya sementara saja... oke" pria itu berusaha membujuk Rana yang sedikit kesal. Mereka kembali berpelukan "Baiklah aku akan menuruti mu.. kamu tau kan aku sangat mencintaimu jadi aku akan selalu membantumu" ucap rana, pria itu tersenyum manis kepadanya "Aku juga sangat mencintaimu rana"


Tiba-tiba Rana mendapat telepon dari yungky. "Tunggu sebentar yungky menelpon ku" bisik nya kepada pria itu, pria itu memberi kode untuk menyala speaker ponselnya.


"Ran-"


"Iya Yung ada apa?"


"Apa kamu sedang sibuk.. aku ingin mengajakmu pergi bersama"


"Pergi kemana Yung?"


"Aku ingin mengunjungi keponakan ku apa kamu mau ikut?"


"Maaf Yung, butik sangat ramai hari ini jadi aku tidak bisa ikut" Rana meminta maaf kepada yungky karena tidak bisa ikut dengan alasan butiknya sedang sangat ramai.


"Baiklah ran.. aku akan pergi sendiri.. sampai jumpa dirumah" ucap yungky. Tanpa diketahui oleh Rana ternyata yungky mengikutinya dan menelpon nya hanyalah sebuah alasan saja.


"Sebenarnya siapa yang dia temui di tempat ini? apa aku harus menunggu hingga dia keluar?" gumamnya.


Disisi lain Jimmy sedang melamun sambil memainkan pulpen ditangannya. Foto Hanna dan anak laki-laki itu terus saja mengganggu pikirannya. "Apakah anak itu beneran dia? tapi kenapa Hanna tidak mengenalinya saat sudah dewasa? ah semua ini membuatku gila karena aku terus memikirkan nya.. "Batin Jimmy.


"Aku akan mencari tau kebenaran nya" ucapnya.


"Kebenaran apa yang mau kamu cari Jim?" ucap Dirly yang tiba-tiba masuk dan tanpa sengaja mendengar ucapan Jimmy. Jimmy pun kaget mendengar pertanyaan kakaknya.


"Ahh... bukan apa-apa kak" elaknya.

__ADS_1


"Tidak usah bohong Jim.. kamu bukanlah orang yang mudah menyembunyikan sesuatu" ucapnya. Jimmy tampak menimbang-nimbang dan akhirnya ia menceritakan hal yang mengganggu pikirannya, setelah melihat foto masa kecil Hanna dan seorang anak laki-laki.


"Apa bahkan mereka pernah diculik oleh orang yang sama?" Dirly terkejut mendengar hal yang cerita oleh Jimmy.


"Tapi Hanna tidak ingat siapa nama anak itu.. padahal dengan melihat fotonya saja aku tau anak itu siapa" ucap Jimmy.


"Apa kamu yakin anak itu adalah..." tanya Dirly memastikan kebenaran ucapan Jimmy.


"Aku yakin sekali kak.. aku bahkan memotret foto itu" Jimmy menyodorkan ponselnya dan memperlihatkan foto Hana bersama anak itu.


"Kenapa semua ini terasa sangat membingungkan. Masa lalu yang tidak kita ketahui sekarang mulai muncul" ucap Dirly.


"Kurasa masalah yang terjadi di keluarga kita seperti terhubung satu sama lain"


"Kamu benar Jim. Kurasa kita harus membicarakan hal ini kepada yang lainnya. Aku yakin seseorang pasti sudah menjadi penghianat di antara kita" tegas Dirly yang di angguki oleh Jimmy.


Di mobil yungky masih setia menunggu Rana keluar dari apartemen. "Kenapa dia masih belum keluar?" ucap yungky yang sudah merasa bosen menunggu Rana yang tak kunjung keluar dari apartemen itu. "Sebenarnya ini apartemen siapa.. Aku semakin penasaran dengan apa yang dilakukan Rana didalam sana" yungky bergumam sendiri di dalam mobilnya.


Tak lama kemudian yungky melihat Rana yang keluar bersama seorang pria dari dalam apartemen. Mereka pergi bersama meninggalkan apartemen. Yungky terus mengikuti mobil mereka tapi sayang yungky kehilangan jejak karena ia terjebak lampu merah. "Sial aku kehilangan jejak mereka.. siapa dia sepertinya aku pernah melihatnya tapi dimana" Yungky sedikit memutar memori otaknya untuk mengingat siapa pria itu.


Ketika sedang berpikir tiba-tiba ponselnya berdering. Ternyata Jimmy menelpon nya. "Halo.. kenapa Jim?"


"Baiklah aku akan kesana sekarang" Yungky mematikan teleponnya dan memutar arah untuk kembali kekantor.


Beberapa saat kemudian yungky sudah sampai dikantor "Ceklek" yungky membuka pintu ruangan Jimmy, ternyata didalam sudah ada saudara-saudaranya nya.


"Kalian juga ada disini?" yungky bingung kenapa semua saudaranya berkumpul di ruangan Jimmy.


"Aku yang mengumpulkan mereka semua kak.." ucap Jimmy. Yungky menutup pintu dan duduk disebelah Dustin.


"Sebenarnya ada apa ini kenapa kamu mengumpulkan kami Jim?" tanya Sean karena penasaran.


"Iya tidak biasanya kamu mengumpulkan kita Jim" ucap Juna. Jimmy melirik ke arah Dirly seakan meminta persetujuan. Dirly mengedipkan kedua matanya menandakan ia setuju. Setelah mendapat persetujuan Dirly baru Jimmy menjelaskan tujuannya mengumpulkan mereka semua.


"Jad-"


"Jadi gini......" Jimmy menceritakan maksudnya mengumpulkan mereka semua.


"Apa maksud perkataan mu kak.. aku tidak mengerti.. bagaimana mungkin anak kecil yang bersama hanna difoto ini adalah aku, bahkan aku tidak ingat kalau aku pernah diculik waktu kecil" mendengar ucapan Jason Sean langsung menjitak kepalanya dengan keras. "Auwwww... sakit" teriaknya.

__ADS_1


"Dasar bodoh, tentu saja kamu tidak ingat kamu kan AMNESIA jasonnnnn" ucap Sean. yang lainnya hanya menggelengkan kepala melihat tingkah kakak tertua dan adik bungsu mereka.


"Hehe.. aku lupa kalau aku amnesia" jawab Jason dengn cengengesan sambil mengelus jidatnya yang sakit.


"Dasar konyol" ucap Juna.


"Andai Jason tidak hilang ingatan mungkin kita bisa tau dan menghubungkan semua kejadian ini" jelas Dirly. Yang lainnya mengangguk membenarkan ucapan Dirly.


"Apa aku juga harus menceritakan tentang rana kepada mereka?, tapi kurasa ini bukan waktu yang tepat?!" batin yungky. "Lebih baik aku cari tau sendiri dulu kebenaran Rana"


"Oh kak yungky bagaimana honeymoon mu bersama kakak ipar.. apa berjalan lancar" celetuk Dustin memecah keheningan yang tercipta sesaat diantara mereka.


"Hei.. kenapa kamu bertanya begitu.. kita tidak sedang membahas hal itu" Jawab yungky. Bukannya langsung berhenti mereka semua malah mulai menggoda yungky.


"Ayolah kak.. bukankah akan lebih ramai lagi rumah kita kalau banyak anak kecil" sahut Dirly.


"Benar sekali ayah dan mama pasti tidak akan kesepian lagi bukan.. selain itu Sena, akbi dan akeu pasti senang jika mereka mempunyai adik bayi" ucap Juna.


"Hei.. sudahlah berhenti menggoda ku. O iya jas kapan rencana mu dan Hanna akan fitting baju?" tanya yungky pada Jason untuk mengubah topik pembicaraan mereka.


"Lusa kak.." jawabnya.


"Dimana kalian akan fitting baju pengantin kalian?" kali Sean yang bertanya pada Jason.


"Kenapa kakak harus cemas dengan hal itu.. kami akan fitting baju di tempat kakak ipar Rana, kami sekalian pesan dengan baju akbi dan akeu." jelasnya.


"Karena kita sudah tidak ada urusan kantor lagi bagaimana kalau kita pulang sekarang aku lelah sekali setelah rapat panjang bersama client" ucap Juna. Mereka pun mengangguk setuju. Mereka semua pulang kerumah dan beristirahat.


.


.


.


.


.


Selalu semangat untuk semua orang yang menjalani hari-hari#dirumahaja💪💪💪

__ADS_1


Semoga kalian tetap setia dan mau membaca novel ini sampai tamat😉


__ADS_2