
Kembali kepada yungky dan rana. Setelah mendengar ucapan kedua adiknya yang sedikit absurd baik yungky ataupun Rana menjadi salah tingkah sendiri. Bahkan setelah Hanna mematikan panggilan videonya mereka berdua makin tambah canggung.
"Dan satu lagi Kakak dan kakak ipar harus pulang dengan kabar bahagia ya. Aku ingin kakak segera bercocok tanam dengan benar" dua kalimat yang diucapkan Jimmy terus saja mengganggu pikiran mereka.
"Bercocok tanam, emang aku lagi berkebun apa" batin yungky menggerutu karena ucapan itu terngiang terus di kepala nya.
"Yung-"
"Ran-"
Mereka saling memanggil secara bersamaan. Suasana hotel menjadi sedikit aneh karena hal itu "Kamu mau ngomong apa?" yungky berusaha untuk mencairkan suasana agar mereka tidak terlalu canggung.
"Em-"
"Yung..ap kita bisa keluar kamar untuk berjalan-jalan, sebentar saja" mintanya.
"Tapi kamu kan masih flu ran, tar kalau tambah parah gimana?"
"Kumohon.. sebentar saja aku bosen dikamar terus" Rana merengek seperti anak kecil.
"Aku gak bakal luluh dengan rengekan mu itu ran, aku gak mau flu kamu tambah parah karena kena udara dingin di luar" Balasnya tegas menolak permintaan Rana. Tapi ternyata yungky tidak tega dengan Rana yang pada akhirnya mereka pergi keluar untuk berjalan-jalan sebentar.
Setelah merasa lelah dan kedinginan Rana mengajak yungky untuk kembali ke kamar mereka. Mereka saling bergantian untuk membersihkan diri. Kini Rana sudah selesai mandi sekarang giliran yungky mandi.
"Yung-" panggil Rana, yungky menoleh " Kenapa, hm?" tanya yungky.
"Ini handuk mu, jangan lupakan handuk mu lagi" Rana memberikan handuk kepada yungky sambil mengingat kan yungky agar tidak lupa untuk membawa handuknya.
"Hehe... terimakasih ran" sahutnya lalu pergi melenggang ke kamar mandi. Dikamar mandi yungky kembali mengingat kejadian ia dengan Rana tadi pagi "Ah memalukan sekali" gerutunya.
Tak berselang lama yungky keluar dari dalam kamar mandi dengan rambut yang masih basah. Ia melihat ran yang sedang melakukan panggilan telepon dengan seseorang. Karena penasaran yungky akhirnya mendekati Rana.
"Nak, gimana honeymoon nya apa kamu suka?" tanya seorang perempuan.
"Aku suka sekali ma, disini pemandangan nya sangat indah" jawab Rana.
"Apa kalian sudah.. em-" tanya wanita itu lagi.
"Em? maksud mama apa?" tanya Rana yang tidak mengerti dengan maksud ucapan dari ibu mertuanya itu.
__ADS_1
"Mama, jangan tanya yang aneh-aneh deh. Mama jangan terlalu kepo ya" sahut yungky yang sudah berada di sebelah Rana sambil menguping pembicaraan Rana dan nyonya Kim sedari tadi tanpa disadari oleh Rana.
"Sejak kapan kamu ada disini?" tanya Rana mendapati suaminya yang tiba-tiba sudah berada di sebelahnya.
"Sejak mama bertanya apa kamu suka disini" balasnya santai.
"Ma.. sudah dulu ya.. jangan ganggu kami. Aku akan matikan telepon nya, bye-bye.. kami sayang mama" yungky mematikan teleponnya secara sepihak. Rana hanya melongo sambil geleng-geleng kepala melihat tindakan yungky yang merebut telepon nya dan mematikan teleponnya.
"Dasar anak nakal. Selalu saja seperti ini" gerutu nyonya Kim karena telepon nya di matikan secara sepihak oleh yungky.
"Apa kamu lapar" tanya yungky kepada Rana. Rana menganggukkan mengiyakan bahwa dirinya merasa lapar.
"Bagaimana jika kita pesan makanan saja dan makan dikamar. Kita tidak perlu repot-repot turun kebawah untuk makan di restoran" yungky memberikan ide.
"Tapi Yung-" belum sempat Rana mengucapkan kalimat nya dengan benar yungky sudah menyelanya "Aku gak mau flu kamu tambah parah. Kamu itu punya alergi dingin jadi jangan bantah.. oke.." jelasnya. Rana hanya bisa mengangguk pasrah mengiyakan ucapan yungky.
Ini adalah malam ketiga mereka di Swiss sisa empat hari lagi mereka akan kembali ke Jakarta. Beberapa menit kemudian pesanan mereka tiba. Yungky memesan dua porsi steak dan sebotol wine untuk makan malam mereka.
Melihat Rana yang kedinginan, Yungky menghampirinya dan menyelimuti nya. Ia berusaha menghangatkan tubuh Rana yang menggigil dengan mematikan pendingin ruangan dan menyalakan penghangat ruangan.
"Yung-" panggil Rana.
Karena tidak mendapat jawaban dari Rana yungky ingin pergi. Namun Rana menahannya lalu mencium bibir yungky. Entah apa yang merasuki ran hingga dia berani untuk mencium yungky. Yungky terkejut dengan tindakan Rana yang tiba-tiba mencium dirinya.
"Ran-" panggilnya berusaha menahan nafsunya karena tindakan Rana.
"Yung.. apa aku bisa menjadi istri yang sempurna untukmu?" ucap rana kemudian mencium kening yungky "Rana kamu ini bodoh... apa kamu tidak takut jika aku sampai bertindak diluar batas" ucap yungky takut tidak bisa mengendalikan dirinya karena kondisi mereka yang setengah sadar karena wine yang mereka minum. Rana hanya menggeleng mendengar ucapan yungky.
Tanpa berpikir panjang yungky mencium bibir rana. Lalu mereka berpelukan dan berciuman lagi. Dan sudah bisa ditebak mereka berakhir di tempat tidur. Itu adalah hasil dari minuman nikmat yang memabukkan.
Pagi hari Rana terbangun dalam pelukan yungky. Ia tersenyum bahagia lalu menyentuh wajah yungky dengan jarinya. Yungky terbangun dan kembali mencium Rana.
"Apa kamu tidak marah" tanya yungky.
"For what?" sahutnya.
"Karena aku tidak menepati janjiku untuk tidak menyentuh mu padahal ini baru satu bulan tapi aku sudah melanggar janjiku" jelasnya, Rana menggeleng kan kepalanya dan tersenyum "Aku yang memancingmu bukan?" ucap Hanna.
"Apa kekasihmu tidak akan marah ran"
__ADS_1
"Siapa yang kamu maksud dengan kekasih Yung, aku tidak memiliki seorang kekasih sekarang"
"Ran.. What do you mean?"
"Aku sudah putus dengan pacarku Yung Karena di ternyata selingkuh dibelakang ku selama ini" jelasnya, yungky sedikit kaget dengan ucapan Rana tapi di satu sisi dia juga merasa lega karena ternyata ran sudah berhubungan dengan pria itu lagi.
"Tunggu... kamu tau darimana kalau dia selingkuh?" tanya yungky.
"Aku tidak sengaja memergoki dirinya ketika kita dibandung"
"Hah kok bisa?"
"Aku gak sengaja ketemu dia di mall pasti pergi sama akeu buat nemenin dia beli mainan"
"Emmm..." yungky mengangguk "Tapi kamu gak menyesal karena aku udah ngambil hal paling berharga bagimu ran. Selain itu aku juga yang membuat mu jadi menikah dengan ku" ucapnya lirih.
"Hei... apa yang kamu katakan sih Yung, kamu suami ku mana mungkin aku menyesal. Dan tau gak aku seneng banget karena..." Rana menjeda perkataan nya.
"Karena apa ran?" tanya yungky penasaran.
"Karena-" Rana sengaja membuat tungku semakin penasaran.
"Ayolah ran cepat katakan, karena apa?" tanya ya semkin penasaran dengan apa yang akan dikatakan oleh Rana.
"Karena sifat dingin dan cuek kamu sudah berkurang sejak Hanna kembali dan kamu semakin dekat dengan akbi dan akeu. Kamu masih savage sih tapi gak separah dulu" ucapnya.
"Emang dulu aku seperti apa?" yungky mengernyitkan dahi nya.
"Dulu kamu seperti kulkas dua pintu yang berjalan sangat dingin bahkan orang lain tidak berani untuk menyapa mu duluan" sahutnya.
"Apa kamu bilang aku kulkas dua pintu yang berjalan, kamu mengejek aku" yungky langsung menggelitik tubuh Rana hingga membuatnya tertawa kegelian karena ulah yungky.
Meski tidak ada ungkapan perasaan diantara mereka tapi mereka terlihat bahagia. Entah mereka saling mencintai atau tidak seperti nya hanya mereka saja yang tau.
"Kuharap ini bukan mimpi" batin Rana.
"Kuharap kamu tau kalau aku mencintaimu" batin yungky.
Sebotol wine pelengkap honeymoon meski tanpa cinta ~ Yungky dan Rana
__ADS_1