Calon Adik Ipar Ku Adalah Jodohku

Calon Adik Ipar Ku Adalah Jodohku
BAB 43. KOTAK HADIAH


__ADS_3

Dirumah mewah kediaman keluarga Park, Hanna dan juga kakak iparnya viona tengah sibuk memasak hidangan untuk makan malam. Sedangkan anak-anak mereka sedang asik bermain di ruang tengah bersama dengan Daniel.


Meski Hanna sedang sibuk memotong sayuran namun sepertinya pikiran nya ada ditempat lain. Viona yang dari tadi memperhatikan nya akhirnya menegur Hanna ketika jari Hanna hampir saja terkena pisau.


"Hanna… kamu sedang memikirkan sesuatu?" Tanya viona.


"Aku tidak apa-apa kak, hanya saja… perasaanku tidak enak… tiba-tiba saja aku mencemaskan Jason." Wajah hanna terlihat sedikit pucat.


"Apa kamu serius? Wajahmu terlihat sedikit pucat… apa kamu sedang sakit? Tapi tunggu tadi kamu terlihat baik-baik saja?!" Viona menanyai Hanna seperti seorang pengacara yang sedang mengintrogasi.


"Serius kak aku tidak apa-apa… tapi kenapa Jason masih belum sampai sini juga… apa dia…"


"Dia pasti baik-baik saja… aku yakin dia pasti sebentar lagi sampai sini." Daniel yang tiba-tiba mendatangi mereka dan memotong perkataan Hanna.


"Apa kamu membutuhkan sesuatu?" Tanya Viona yang kini mengambil alih tugas Hanna dalam memotong sayuran.


"Aku haus makanya aku kemari… apa ada sesuatu yang bisa diminum? Dari tadi kalian sangat sibuk dan melupakanku dan anak-anak yang ada diruang tengah, kami semua sedang kehausan." Tanya daniel dengan nada sedikit dibuat-buat.


"Baiklah aku akan membuatkan minuman untuk kalian" ucap hanna yang ingin mengambil gelas namun terhenti karena suara teriakan dari putrinya.


"Mamaaaa……" teriak akeu yang sangat menggema diruang tengah.


Hanna bergegas menghampiri akeu yang tiba-tiba teriak memanggil dirinya. Begitupun dengan viona dan Daniel yang langsung mengikuti Hanna.


"Sayang, anak mama kenapa kamu ber-" belum sempat Hanna bertanya atensinya langsung teralihkan dengan sebuah kotak yang berada tidak jauh dari keberadaan putrinya.


"Mama… akeu takut hiks..hiks..hiks" akeu langsung memeluk mama nya sambil menangis.


"Ehh… akeu kenapa? kenapa akeu menangis? Apa ada yang menyakiti akeu?" Hanna berusaha untuk menenangkan putrinya yang menangis dengan mengelus kepala akeu dengan lembut.


Bukannya menjawab akeu malah menunjuk kotak yang tadi sempat menjadi pusat perhatian di mata Hanna. Namun, belum sempat ia tanya apa isi kotaknya. Davi sudah membuka kotak itu.


"Shooky…" ucap davi yang membaca kalung yang terikat dileher seekor kelinci, ternyata kotak itu berisi kelinci peliharaan akeu yang ia pelihara ketika masih di Bandung dulu, kelinci itu mati mengenaskan dengan pisau yang masih tertancap di perut kelinci tersebut.


Semua orang terkejut dengan isi kotak itu. "Davi cepat letakkan kotak itu." viona menyuruh Davi untuk meletakan kotak itu dan langsung menghampiri putranya.


"Siapa yang mengirim ini kesini.. hingga membuat heboh seisi rumah.." Daniel yang kesal tak habis pikir orang gila mana yang mengirim hadiah yang berisi bangkai kelinci.

__ADS_1


Seketika Hanna yang cemas langsung menelpon bi ayu yang ada di Bandung tapi sayang telepon bi ayu tidak bisa di hubungi.


"Ada apa ini… siapa yang melakukan ini" hanna yang cemas dan panik karena tidak bisa menghubungi bi ayu berusaha untuk menghubungkan Jason tapi nihil, ponsel Jason juga tidak bisa di hubungi.


"Tunggu… dimana akbi?" Daniel yang daritadi tidak melihat akbi pun bingung.


"Aku disini paman" akbi menyahuti pamannya sambil berjalan menuruni anak tangga.


"Kenapa akeu menangis ma?" Akbi yang bingung melihat adiknya yang menangis di pelukan mamanya karena seingatnya tadi akeu sedang bermain dengan kakaknya davi sambil tertawa-tawa tapi kini adiknya itu menangis tersedu-sedu dipelukan mamanya.


"Han lebih baik bawa akeu kekamar dan tenangkan dia." Suruh Daniel. Dan Hanna hanya mengangguk.


Setelah Hanna dan akeu tidak terlihat lagi, akbi kembali bertany kepada pamannya. "Paman kenapa dengan akeu?"


"Akeu dia…" Daniel menceritakan semua yang baru saja terjadi.


Akbi dengan ekspresi wajah datarnya seperti memikirkan sesuatu setelah mendengar cerita dari pamannya. Tak berselang lama Jason datang. Jason yang baru datang terkejut melihat bangkai kelinci yang masih tertusuk pisau berada dikotak hadiah.


Ditempat lain sepasangan suami istri yang hampir terlelap dalam tidurnya harus di ganggu lagi dengan suara dering telepon milik yungky yang terus-menerus berdering. Setelah peristiwa kehadiran penghuni lain di apartemen mereka yang tak lain adalah tokek.


Alisnya mengkerut ketika melihat nama Jimmy yang menelpon dirinya "Kenapa dia menelpon semalam ini.. tak biasanya dia menelpon ditengah malam... apa terjadi sesuatu?"


Tanpa banyak berpikir lebih panjang lagi yungky langsung menjawab panggilan itu.


"Hallo...." ucap yungky.


"Hallo.. maaf apa ini dengan tuan yungky?"


"Benar saya yungky... ada apa? dan kenapa ponsel adik saya bisa berada ditangan anda?" tanya yungky menginterupsi. Karena yungky terkejut ketika seseorang yang menelpon dirinya bukanlah adiknya melainkan orang lain.


"Maaf tuan kami dari kantor kepolisian menerima laporan salah seorang warga yang menemukan ponsel ini didekat mobil yang tengah mengalami kecelakaan tunggal di daerah XXX." jelas polisi tersebut.


//Deg...


Jantung yungky seperti ingin copot dari tempatnya ketika mendengar kata kecelakaan. Dan apa ini, Jimmy kecelakaan? bagaimana bisa!


"Lalu bagaimana keadaannya sekarang pak, dan dirumah sakit mana adikku dirawat?" tersirat kemarahan di wajah yungky meski hatinya sangat mencemaskan kondisi adiknya.

__ADS_1


Rana yang sejak tadi bangun dan mendengarkan percakapan mereka ikut terkejut mendengar berita itu. Suara orang diseberang panggilan telepon itu memang terdengar jelas karena yungky menaikkan volume suara pada panggilan telepon nya. Rana berusaha untuk menenangkan suaminya itu yang terlihat sedang menahan emosinya.


"Maaf pak.. tapi warga yang menemukan mobil itu tidak menemukan siapapun didalam mobil tersebut. Karena merasa takut jadi beberapa warga memilih untuk melaporkan nya pak."


"Apa.... jadi maksud mu adikku tidak berada di lokasi kecelakaan itu?" emosi yungky semakin menjadi dikala ia tau jika adiknya tidak berada di lokasi kejadian.


"Maaf pak kami akan mengusut kasus ini, kami menelpon untuk mencari informasi karena dari semua daftar panggilan telepon nomor bapak lah yang sering korban hubungi."


"Baik pak terimakasih" tanpa berbasa-basi-basi lagi yungky langsung mematikan panggilan telepon secara sepihak.


Yungky kini sedang menahan emosinya melihat kearah Rana. "Ini semua gara-gara kakakmu" tuduhnya.


Merasa kakaknya yang tidak bersalah dituduh oleh suaminya, rana tak terima. Saat rana ingin melayangkan protes, yungky lebih dulu membekap mulutnya agar ditindak protes.


Dengan sedikit geram yungky menelpon kakaknya dan adik-adiknya yang lain untuk memberikan informasi tentang Jimmy yang menghilang.


Rana yang sejak tadi memberontak akhirnya bisa melepaskan tangan yungky yang membekap mulutnya. "Ap maksudmu menuduh kakakku seperti itu hahhh?" bentaknya tak terima.


"Sudah diam.. lebih baik sekarang kita ganti pakaian dan ikut aku sekarang juga" perintahnya tegas pada Rana. Namun lebih seperti bentakan menurut rana, karena nada suara yungky yang tinggi dan wajahnya yang berusaha untuk mengontrol emosi nya terbaca jelas oleh Rana.


Rana yang tak berani membantah akhirnya hanya bisa menurut saja.


Disisi lain seseorang menyeringai puas melihat kondisi Jimmy yang mengenaskan terkulai lemas dilantai tanah.


"Tidak dapat adiknya, kakaknya juga tidak masalah, hahahaha....." suara tawa pria itu menggema di seluruh ruang yang berukuran cukup luas.


.


.


.


.


.


(....)

__ADS_1


__ADS_2