Calon Adik Ipar Ku Adalah Jodohku

Calon Adik Ipar Ku Adalah Jodohku
BAB 19. KECELAKAAN LAGI


__ADS_3

Yungky dan rana masuk kedalam, didalam tuan kim dan yang lain sudah berkumpul, lebih tepat nya dari tadi mereka tidak pergi dari ruang keluarga hanya tuan Kim, Rana dan yungky yang pergi meninggalkan ruang keluarga.


"Bagaimana?apa kalian sudah mengambil keputusan? apa pilihan kalian?" tanya tuan Kim


"Kami setuju untuk menikah ayah" sahut yungky yang membuat semua orang menjadi lega.


"Kamu mengambil keputusan yang tepat, baiklah kalau begitu kalian akan menikah besok pagi"


Semua orang terkejut mendengar ucapan tuan Kim "Apa besok pagi" ucap mereka serentak.


"Ayah tidak salah bicarakan?" tanya yungky.


"Tidak ayah tidak salah bicara, bukannya lebih cepat lebih baik, agar semua berita miring itu bisa hilang secepatnya." jawab tuan Kim.


Ditempat lain seorang pria sedang tersenyum bahagia karena rencananya membuat yungky terlibat dengan skandal seputar percintaan berhasil "Kita lihat sampai kapan kalian akan bertahan dan mengikuti permainan ku, hahahaha" ucap pria itu dengan angkuhnya. "Dua anak mu sudah masuk kedalam jebakan ku, tuan Kim yang terhormat" Gumamnya.


Jason sedang bersiap-siap untuk kembali ke Jakarta setelah mendapat berita kalau kakaknya akan menikah besok pagi tiba-tiba mendapat telepon dari akbi yang mengeluh dengan hadiah yang diberikan oleh Jason untuknya. Akbi mengeluh setelah membuka kado dari Jason yang berisi sepasang sepatu roda sebab ia tidak bisa menggunakan sepatu roda.


"Haloo, ada apa bi?"


"Paman jas kenapa paman memberikan ku sepatu roda, aku kan tidak bisa menggunakan nya" keluhnya pada Jason.


"Haha,,, maafkan paman, paman tidak tau kalau kamu tidak bisa bermain sepatu roda, baiklah paman akan mengajarimu nanti ya setelah paman kembali dari Jakarta"


"Paman akan kembali ke Jakarta?"


"Iya bi, paman akan kembali ke Jakarta malam ini"


"Apa? malam ini?" sahutnya terkejut.

__ADS_1


"Apa paman akan lama di jakarta?"


"Tidak bi, paman hanya dua hari saja di Jakarta, paman janji setelah pulang dari jakarta paman akan mengajarimu sepatu roda saat paman tidak sibuk"


"Baiklah paman hati-hati di jalan ya, bye-bye"


. . . . .


Setelah menutup sambungan teleponnya jason segera berangkat ke Jakarta dengan mengendarai mobilnya tanpa menggunakan sopir. Saat diperjalanan ketika melintasi tikungan Jason tiba-tiba melihat kilasan bayangan seorang laki-laki yang sedang gelisah mencari seseorang "Apakah orang itu dirinya?" pikirnya, dan tanpa sadar ia hampir menabrak mobil dari arah berlawanan karena memikirkan hal itu. Jason langsung membanting setir kearah kiri dan menabrak sebuah pohon dan pingsan.


Warga yang melihat hal langsung berkerumun berusaha untuk menolong Jason dan mengeluarkan nya dari dalam mobil. Hanna yang sedang melintas setelah membelikan susu untuk anaknya tanpa sengaja melihat kerumunan warga, karena penasaran hanna menghampiri mereka, betapa terkejutnya Hanna saat melihat Jason yang mengalami kecelakaan.


Spontan Hanna langsung menghampiri Jason dan memangku kepalanya "Apa yang terjadi kenapa kamu bisa mengalami kecelakaan lagi" tangis Hanna pecah melihat keadaan Jason saat ini.


"Kami lihat pria ini menghindari sebuah mobil yang melaju dari arah berlawanan dan membanting stir kemudi ke arah kiri hingga mobilnya menabrak sebuah pohon." jawab salah satu warga yang melihat kejadian tersebut.


"Bisakah kalian membantu ku membawa nya kerumah sakit terdekat, mobil ku disebelah sana" tunjuk Hanna kearah mobilnya.


Sampainya dirumah sakit Jason langsung dibawa keruang ICU "Maaf Bu Hanna kami pamit pulang dulu" pamit salah seorang bapak-bapak yang ikut mengantar jason kerumah sakit.


"Iya pak, terimakasih sudah membantu saya untuk membawanya kerumah sakit" ucapnya, mereka pun pulang meninggalkan Hanna sendiri dirumah sakit bersama Jason. sudah satu jam Jason berada diruang ICU tapi baik dokter ataupun perawat belum ada terlihat keluar dari ruangan itu.


Hanna yang cemas sampai tidak ingat memberitahu anak-anak nya. Hingga akhirnya ia mendapat telepon dari bibi yang bekerja dirumahnya "Halo, nyonya anda dimana? akbi dan akeu menanyakan keberadaan nyonya, mereka bilang kenapa nyonya lama sekali membeli susunya" tanya bibi tersebut.


"Saya sekarang ada dirumah sakit bi, temen saya ada yang mengalami kecelakaan, tolong bibi jaga mereka sampai aku pulang ya bi, dan jangan beritahu mereka soal ini, katakan saja pada mereka kalau saya akan pulang terlambat karena ada beberapa urusan mendesak." mintanya pada bibi itu


"Baik nyonya saya akan menyampaikan nya kepada mereka"


"Terimakasih bi, saya tutup dulu ya telepon nya"

__ADS_1


"Iya nyonya"


Setelah mematikan telepon nya dokter dan perawat keluar dari ruang ICU. Hanna langsung menghampiri dokter "Bagaimana keadaannya dok?" tanyanya kuatir.


"Keadaan nya baik-baik saja nyonya, hanya luka lecet saja di kepalanya akibat benturan, pasien akan kami pindahkan keruang rawat, jadi nyonya bisa menjenguk nya disana." Jelas dokter itu.


"Maaf nyonya bisa menyelesaikan biaya administrasi pasien terlebih dahulu di resepsionis yang ada didepan sebelum pasien kami pindahkan keruang rawat inap" ucap seorang perawat rumah sakit.


"Baik sus, Terimakasih"


Dokter dan perawat itupun pergi begitupun dengan Hanna yang pergi ke resepsionis untuk membayar biaya administrasi Jason.


. . . . .


Di kediaman keluarga Kim kini tengah sibuk mempersiapkan acara pernikahan yungky yang akan dilakukan besok pagi di halaman belakang rumah mereka. Halaman belakang yang sangat luas dan indah disulap menjadi sebuah altar pernikahan yang terlihat sederhana namun terkesan berkelas. Pernikahan mereka diselenggarakan secara tertutup hanya beberapa kolega dan keluarga Daniel saja yang diundang.


"Jim apa kamu sudah menelpon Jason untuk pulang malam ini?" tanya nyonya Kim.


"Iya mah, aku sudah menelepon nya tadi, dia bilang akan pulang, kenapa ma"


"Perasaan mama tidak enak sayang, mama kuatir dengan keadaan Jason"


"Mama sudahlah, Jason pasti baik-baik saja mungkin dia akan pulang besok pagi jika ia tidak pulang malam ini" ucap Jimmy berusaha menenangkan mamanya.


Dirumah sakit hanna menghampiri Jason di ruang rawatnya. Hanna duduk disebelah tempat tidur Jason. Tanpa sadar lagi-lagi air matanya menetes melihat keadaan Jason yang sedang tak sadarkan diri. Air matanya menetes di punggung tangan Jason. Jason bisa merasakan hal itu.


Sebenarnya Jason sudah sadar sebelum Hanna masuk ke kamar nya tapi ia pura-pura masih tak sadarkan diri. Mendengar tangisan Hanna yang tidak kunjung berhenti Jason memutuskan untuk pura-pura baru sadar dari pingsannya " Haaannaa" seru Jason.


Mendengar namanya dipanggil hanna buru-buru menyeka air mata nya "Oh jas kamu sudah sadar, apa ada yang sakit, tunggu ya aku panggilkan dokter"

__ADS_1


Tiba-tiba Jason..........


__ADS_2