Calon Adik Ipar Ku Adalah Jodohku

Calon Adik Ipar Ku Adalah Jodohku
BAB 24. AKBI SADAR


__ADS_3

Disebuah bangunan bekas gedung tua ada seorang anak kecil yang sedang menangis dan berteriak meminta tolong tapi tidak ada yang mendengar suara teriakannya.


Tiba-tiba pintu terbuka dan menampilkan sesosok pria yang berpakaian rapi menggunakan jas mendatanginya dan berkata "Percuma saja kamu berteriak tidak akan ada yang akan mendengar suaramu, teriakan mu itu hanya akan sia-sia saja."


Pria itu mendekat kearah gadis kecil itu dan membelai rambutnya "Hai anak manis, apa kabarmu sayang" tampak seorang pria sedang bertanya kepada seorang anak kecil yang tak lain adalah akeu.


"Paman jahat kenapa paman bawa akeu kesini" sahutnya sambil menangis ketakutan, akeu ingin melawan tapi tidak berdaya dia hanya anak kecil yang masih berusia 5 dengan kedua kaki dan tangannya diikat, sekuat apapun dia berusaha tetaplah ia tidak mampu untuk mencoba kabur.


"Jangan takut sayang, paman gak bakal apa-apain kamu kok"


"Paman bohong, paman jahat akeu gak benci sama paman" teriak akeu.


"Shutttttttt akeu yang manis gak boleh ngomong gitu sayang, akeu kan anak baik"


"Aku benci paman, antar akeu pulang, akeu gak mau disini" tangis akeu semakin keras.


"Shutttttttt paman bilang D I A M, jangan menangis lagi atau paman akan memukul mu" bentak pria itu menekan kata 'diam' ia geram dengan akeu yang tidak mau berhenti menangis. Bentakan itu membuat akeu menjadi tambah ketakutan tangisnya berhenti seketika seluruh tubuhnya bergetar karena rasa takutnya.


Dirumah sakit kondisi akbi sudah mulai membaik. Akbi sudah melewati masa kritisnya karena donor darah dari Dirly. Namun akbi masih belum juga sadarkan diri.


Pagi tiba semua orang masih tertidur diruang rawat akbi. Hanya Jason dan Hanna yang tidak tidur sama sekali karena menjaga akbi semalaman dengan hati yang cemas memikirkan keadaan akeu.


Ruang rawat inap yang super besar itu disulap menjadi kamar yang sesuai dengan kamar anak-anak dengan dekorasi khusus untuk anak-anak. Ya tentu saja kamar rawat inap nya mewah karena akbi adalah cucu dari keluarga Kim dan keluarga Park yang bergelimang harta.


Jason tiba-tiba berdiri dari duduknya dan beranjak pergi setelah mencium kening akbi yang masih belum sadar. Hanna mengikuti Jason keluar kamar.


"Kamu mau kemana?" tanya Hanna yang melihat Jason akan pergi meninggalkan rumah sakit akbi.


"Aku akan menepati janjiku padamu tadi malam Han"


"Kamu mau pergi?"


"Aku akan membawa akeu kembali, aku sudah berjanji padamu"


"Tapi kamu mau cari dia kemana jas, aku tau kamu sangat menghawatirkan keselamatan akeu tapi kita tidak bisa memulai pencarian kalau kita sedang emosi jas, aku tidak mau kamu celaka lagi jas, dan sangat minim informasi jas." ucap Hanna mencoba untuk meredakan amarah Jason.


"Tapi Han..."


"Hanna, Jason akbi sudah sadar" belum sempat Jason menjawab ucapan Hanna Daniel sudah memanggil mereka karena akbi sudah sadar. Hanna dan Jason segera masuk untuk melihat keadaan putranya.

__ADS_1


"Akbi panggil Hanna" Hanna memeluk akbi dan terus-menerus menciumi keningnya yang membuat akbi menjadi risih karena banyak yang melihatnya "Mama sudah, akbi malu mama cium terus, akbi itu udah gede ma" komentarnya yang membuat semua orang menjadi tertawa mendengar nya.


"Apa kamu puas sudah buat mama hampir jantungan karena memikirkan kondisi mu hah" ucap Hanna.


"Mama, akeu"


"Iya mama sudah tau sayang, mama sudah melaporkan ke polisi, akeu pasti akan ketemu" ucap Hanna menenangkan putranya.


"Akbi, apa kamu ingat ciri-ciri orang yang membawa akeu" tanya yungky.


"Akbi tidak begitu mengenali ciri-ciri nya paman, tapi akbi ingat plat mobil yang membawa akeu" sahutnya.


"Apa kamu yakin, bisa kamu sebutkan nomor plat mobilnya bi?" tanya yungky memastikan.


"Iya paman akbi inget banget nomornya itu D1234ABT"


"Akbi pintar sekali dengan ini kita bisa tau siapa yang sudah culik akeu"


"Iya dong akbi kan emang anak pintar iya kan ma" ucapnya dengan percaya diri.


"Tapi kamu masih sering kalah kalau main game sama aku tuh" sahut davi tak mau kalah dengan adik sepupunya itu.


"Iya-iya kalian berdua sama-sama pintar udah ya, Davi jangan ajak adik mu berdebat dulu kasian akbi kan masih sakit sayang" viona menengahi Davi dan akbi sebelum mereka memulai perdebatan nya.


Akbi malah menjulurkan lidahnya untuk mengejek kakak nya yang terlihat kesal dengan tingkahnya "Sudah-sudah akbi gak boleh gitu sama kak Davi ya, inget apa kata mama kalau sama orang yang lebih tua harus apa?"


"Harus sopan dan juga menghormati nya ma"


"Nah gitu pintar anak mama" semua orang terlihat senang dengan keadaan akbi saat ini, kini dipikiran mereka hanyalah mencari keberadaan akeu dan membawanya pulang.


. . . . .


Seorang pria lari tergesa-gesa untuk menemui seseorang "Dimana tuan" tanyanya pada seorang penjaga "Tuan ada didalam" jawabnya.


"Katakan padanya aku ingin menemuinya dan menyampaikan berita penting"


Penjaga itu pun pergi untuk menyampaikan pesan pria itu tak lama kemudian penjaga itu kembali dan menyuruh pria itu masuk kedalam.


"Lapor tuan, ini gawat sangat sekali tuan"

__ADS_1


"Apanya gawat cepat katakan aku paling tidak suka dengan orang yang bertele-tele."


"Mereka sudah melacak tempat ini tuan"


"Bagaimana bisa mereka menemukan tempat ini?"


"Anak kecil itu mengingat plat mobil yang menculik adiknya tuan dan polisi sudah mengetahui posisi kita dari GPS yang terpasang di mobil tuan"


"Ahhh sial, kenapa aku bisa lupa akan hal itu, cepat kalian siapkan mobil yang lain kita pergi dari tempat ini secepatnya" perintah pria itu.


"Baik tuan"


Pria itu langsung mendatangi akeu. Akeu yang sedang tertidur terkejut karena suara pintu yang dibanting "Paman,, paman mau ngapain"


"Sudah diam, jangan banyak tanya"


"Paman lepasin akeu, akeu mau dibawa kemana lagi" akeu terus memberontak di gendongan pria itu.


"Kamu bisa diam tidak, kamu berisik sekali" pria itu langsung membungkam mulut akeu dengan menggunakan lakban hitam "Nah gini kan lebih baik" ucap pria itu.


Karena badannya yang kecil akeu di pangkul di pundak pria itu seperti karung beras. Tapi sayang nya sebelum ia bisa membawa akeu pergi polisi sudah berkumpul dan berada didepan gedung tua itu. Semua penjaga yang ada disana sudah berhasil dilumpuhkan oleh polisi.


Pria itu bingung karena melihat jumlah polisi yang sangat banyak, disana juga ada Jason, yungky, Jimmy dan juga Dustin. Akeu yang melihat keberadaan Jason disana berusaha untuk melepaskannya lakban yang ada dimulutnya dengan tangannya. Karena usahanya lakban itu akhirnya terlepas dari mulutnya seketika akeu berteriak sekuat tenaga untuk memanggil Jason.


"Paman Jason, akeu disini" teriaknya.


Jason yang mendengar teriakkan akeu langsung berlari mencari keberadaan akeu ditempat itu.


"Paman, akeu ada disini" teriaknya lagi. Jason dan yang lainnya melihat akeu bersama pria itu di atas gedung.


"Akeuuu" teriak Jason.


"Jangan mendekat, atau aku akan menembaknya didepan matamu sekarang juga" ancam pria itu ketika melihat Jason mendekat kearahnya.


"Tidak jangan lakukan itu, tolong kembalikan akeu padaku" mohonnya.


"Tidak semudah itu jas"


"Kamu tau nama ku? siapa kamu sebenarnya?"

__ADS_1


"Kamu gak perlu tau siapa aku jas karena itu semua gak penting"


Tiba-tiba saja "Tidakkkkkkk" semuanya berteriak dikala pria itu berusaha menembak akeu.


__ADS_2