
Pagi ini dua anak keluarga Kim, Jimmy dan Dustin terlihat sangat bersemangat, karena mereka tidak akan pergi ke kantor untuk bekerja, melainkan mereka akan melakuka hal lain yang membuat mereka sangat bersemangat. Mereka mengajukan diri untuk menjadi SPY untuk mengawasi rana kepada yungky, setelah yungky menceritakan soal Rana kepada mereka.
"Apa kamu sudah siap Dustin"
"Seratus persen aku siap" ucap Dustin dengan mantap. "Ayo kita pergi" timpalnya.
. . . . .
"Krusuk...krusuk...krusuk" suara gemerusuk terdengar jelas dari balik semak-semak.
"Shutttttt.... Bisakah kamu sedikit tenang?" Jimmy berbisik kepada Dustin.
"Aku sudah tenang dari tadi?!" Sahutnya. Meski ia berkata sudah tenang tapi ia tetap saja terus bergerak. Jimmy hanya memutar bola matanya malas.
"Kamu kenapa tidak bisa tenang sedikit saja?" Jimmy mengomel kepada Dustin karena dari tadi Dustin terus saja bergerak.
"Badanku terasa gatal semua.. apa aku tidak boleh menggaruk badan ku yang terasa gatal?" Sahutnya dengan kesal karena sedari tadi Jimmy selalu mengomeli nya. Bukan maksud dirinya ingin bergerak tapi rasa gatal dilehernya dan badannya sangat mengganggu baginya.
"Kemarilah biar kulihat apa yang terjadi pada mu" Dustin mendekat dan memperlihatkan lehernya yang sudah memerah karena ruam. "Astaga Dustin.. apa yang terjadi dengn lehermu ini.. kenapa ini sangat merah" ucap Jimmy karena kaget melihat leher Dustin.
"Aku juga tidak tau.. tiba-tiba saja sudah terasa gatal" ucap Dustin.
Saat Jimmy dan Dustin sedang sibuk mempertanyakan leher Dustin yang ruam. Ponsel Jimmy berdering.
"Siapa?" Tanya dustin penasaran.
"Kak yungky" sahutnya. Dustin memberi isyarat kepada Jimmy untuk mengeraskan suara telepon nya.
"Halo kak"
"Apa yang sedang kalian lakukan?!"
"Bekerja sesuai perintah darimu" ucap Dustin.
"Aku tidak menyuruh kalian bersembunyi ditempat seperti itu" ucapnya ketus. Jimmy dan Dustin reflek langsung clingak-clinguk melihat sekitar mereka.
"Keluar dari semak-semak itu sekarang juga" Jimmy dan Dustin saling memandang satu sama lain."Tidak usah bingung.. cepat kalian keluar dari sana sekarang"
"Baik kak kami keluar" saat berbalik badan betapa terkejutnya mereka karena ternyata yungky sudah berapa tak jauh di belakang mereka. Jimmy mematikan teleponnya.
"Kakak ada disini? Sejak kapan kakak ada disini?"
__ADS_1
"Sejak kalian ribut karena Dustin yang tidak bisa berhenti menggaruk leher dan badannya." Mereka pun hanya bisa tersenyum kikuk kepda yungky.
"Aku menyuruh kalian untuk mengawasinya bukan malah main petak umpet di semak-semak seperti ini. Apa kalian tidak lihat disana banyak serangga. Sekarang lihat leher mu sudah mulai ruam itu karena kamu terkena ulat bulu" jelas yungky.
"Ulat bulu?!" Teriak mereka berdua "Dimana" tanya dustin
"Dipundak mu" ucap yungky dengan santai sambil menunjuk kearah pundak dustin.
Jimmy yang melihat langsung beranjak menjauh dari Dustin. Sedangkan Dustin ia jingkrak-jingkrak seperti orang kesurupan saat melihat ulat bulu yang lumayan besar menempel dipundaknya. Yungky langsung mengambil sebatang ranting untuk menyingkirkan ulat bulu tersebut.
"Ahhhh… terimakasih kak" ucap Dustin.
"Kalian seperti anak TK saja yang bermain di semak, bahkan keponakan kita saja tidak suka bermain di semak-semak" sindir Yungky kepada kedua adiknya karena tingkah konyol mereka.
Jimmy dan Dustin sedikit salah tingkah dengan ucapan yungky, mereka saling melempar senyum kikuk karena malu.
///Yungky POV
Setelah apa yang telah dikatakan oleh Jimmy kemarin. Akupun menceritakan mengenai Rana kepada mereka, setelah ku pikir-pikir lebih baik aku memberitahu mereka. Jimmy dan Dustin menawarkan diri untuk menjadi spy sehari untuk mengawasi gerak-gerik Rana esok hari.
Saat sedang rapat hatiku merasa gelisah memikirkan kedua adikku yang aku suruh untuk mengawasi gerak-gerik Rana. Setelah rapat selesai aku memutuskan untuk mencari keberadaan mereka melalui gps yang terpasang di mobil yang mereka gunakan.
Tak lama kemudian aku datang ketempat mereka. Namun aku heran kenapa hanya ada mobil mereka, dimana mereka? pikirku. Tapi sesaat kemudian aku mendengar suara dari semak-semak yang berada tak jauh dari mobil mereka, betapa terkejutnya aku saat melihat ternyata merekalah yang sedang berada disana.
//POV END
"Lebih baik kita pergi dari sini sebelum ada yang melihat kita disini." yungky mengajak mereka untuk meninggalkan apartemen pria misterius itu. Mereka berdua mengangguk setuju.
Dirumah, selesai membersihkan diri Jimmy dan Dustin pergi menemui yungky di ruang kerjanya. Disana saudara mereka sudah berkumpul.
"Apa ada yang kalian temukan atau curigai saat mengawasi nya?" Tanya Sean penasaran. Jimmy dan Dustin menggeleng.
"Kami tidak menemukan informasi apapun, tapi…." Jimmy menggantung ucapannya.
"Tapi, apa?!" Tanya Juna.
"Tapi orang yang bersama Rana bukankah dia temannya Hanna!" Ucap Jimmy. Semua orang terkejut dengan ucapan Jimmy. "Kenapa kamu tidak memberitahu" ucap Dustin.
"Awalnya aku ragu saat pertama melihatnya, tapi saat kamu memotret wajahnya dan memperbesar fotonya aku baru nyakin" jawabnya. "jika kalian tidak percaya.."
"Jas kemari dan lihat foto ini apa aku benar kalau dia adalah Rendy teman Hanna" Jimmy memperlihatkan foto yang diambil oleh Dustin kepada Jason.
__ADS_1
"Iya benar ini adalah Rendy, teman Hanna. Tapi bagaimana dia bisa ada di Jakarta bukannya dia ada di Bandung" ucap Jason.
"Jakarta dan Bandung kan tidak terlalu jauh jas, seharusnya kamu tidak menanyakan hal itu tapi kamu seharusnya bertanya apa hubungan antara Hanna, Rendy dan Rana?" Ucap Juna menyela perkataan Jason.
"Kenapa ini semua semakin rumit" komentar Dirly.
"Apa hubungan terjalin diantara mereka?" Kali ini Juna yang berkomentar.
"Semua ini tidak masuk dalam kapasitas memori otakku" ucap Dustin.
"Andai ingatan mu sudah kembali jas, mungkin kita bisa mendapat sedikit petunjuk dari ingatan masa kecil mu" ucap Sean.
"Tapi apa hubungan antara ingatan masa kecil Jason dan semua ini kak Sean?" Tanya dustin.
"Aku belum yakin pasti tapi kurasa semua ini berhubungan Dus" jawab Sean.
"Andai saja ada sedikit titik terang untuk masalah ini" ucap Juna.
"Oh aku punya ide" teriak Jimmy. Semua orang lalu melihat kearahanya "Apa" sahut mereka serentak.
"Bagaimana jika kak yungky mencoba mencari informasi soal Rendy dari kakak ipar rana dan kamu jas mencoba mencari informasi soal Rendy dari Hanna"
"Bagiamana caranya?" Tanya yungky.
"Kalian kan suami istri pikirkan sendiri caranya kak.. mungkin kakak bisa dengan membuatnya mabuk agar dia bisa menceritakan semuanya."
"Lalu bagaimana dengan ku?" Tanya Jason.
"Hanna bukanlah orang yang sulit untuk diajak bicara, kamu bisa basa-basi dan berpura-pura bertanya soal temannya itu ketika mereka di Bandung" jelasnya.
"Apa itu tidak terlalu mencurigakan" tanya yungky.
"Lebih baik kalian coba saja siapa tau kita bisa mendapat informasi jika kalian berhasil" ucap Dirly. "Baiklah akan kami coba" ucap Jason.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Jangan lupa like, comment, favorit dan vote nya😉😉 sorry author cuma bisa kasih wink✌️😁