Calon Adik Ipar Ku Adalah Jodohku

Calon Adik Ipar Ku Adalah Jodohku
BAB 38. TRAGEDI


__ADS_3

Saat semua orang sedang asik mengobrol dan menikmati hidangan yang tersedia, tiba-tiba Jason yang sedang memperhatikan anak dan keponakannya yang sedang asik bermain melihat lampu gantung yang berada tepat di atas putra bergerak dan "Pyarrrrrrrrrrr" suara lampu gantung yang jatuh menggema di seluruh aula pernikahan.


Semua orang yang ada terkejut saat mendengar suara yang begitu nyaring dari lampu gantung yang terjatuh tepat menimpa seseorang yang berada di bawahnya.


"Ahhhhhhhhh...." teriak seseorang yang tertimpa lampu gantung.


"RANAAAAA....." teriak yungky dan Randy bersamaan. Semua orang terkejut dan shock ketika melihat keadaan Rana.


Randy yang baru datang di acara pernikahan Hanna langsung berlari ke arah Rana.


"RANDY ??" batin Hanna


Yungky dan yang lainnya berusaha memindahkan lampu gantung yang menimpa Rana.


Setelah mereka berhasil memindahkan lampu gantung itu Randy langsung menggendong Rana tanpa memperhatikan ekspresi semua orang dan langsung membawanya kerumah sakit.


Tanpa berkata apa-apa yungky ikut berlari bersama Randy yang membawa Rana yang tengah terluka.


"Ayah.. ayah bangun.." akeu yang berada di pelukan ayahnya berusaha membangunkan Jason yang pingsan dengan menepuk wajah ayahnya tapi tidak ada respon dari Jason.


Setelah mendengar suara akeu semua orang baru menyadari jika Jason juga terluka.


Saat melihat lampu gantung yang akan jatuh Jason langsung berlari untuk menolong akeu, dan ternyata disisi lain Rana juga melihat lampu gantung yang akan jatuh dan berlari ke arah Jason dan akeu.


Saat Jason berhasil membawa akeu dalam pelukannya kemudian Rana menyelamatkan Jason dengan mendorongnya dan akhirnya Rana lah yang tertimpa lampu gantung tersebut. Dan kepala jason terbentur kursi dibelakangnya.


"Jas.. jas bangun Jas!" semua orang berusaha membuat Jason sadar dari pingsannya tapi usaha mereka nihil. Jason tetap tidak sadar akhirnya mereka membawa Jason kerumah sakit.


Dirumah sakit semua orang terlihat cemas menunggu kondisi Rana dan Jason yang belum sadarkan diri.


Di satu sisi yungky sangat cemas kondisi Rana dan Jason tapi disisi lain ia penasaran bagaimana bisa Randy berada disana. Dan ayah dan mama yungky, kenapa mereka tidak terlihat. Apa mereka tidak ikut ke rumah sakit?


"Aku perlu bicara dengan mu" ucap yungky kepada Randy. Randy menganggukkan kepala dan mengikuti yungky yang berjalan menjauh dari ruang tunggu.


"Bukankah kamu pria yang ada di minimarket waktu itu?" Tanya yungky menyelidik. Randy mengangguk membenarkan.


"Lalu bagaimana kamu bisa berada disana dan bagaimana bisa kamu mengenal Rana?" Tanyanya.


"Sebenarnya-"


"Sebenarnya apa? Cepat katakan dengan jelas." Ucap yungky kesal karena Randy tidak langsung menjawab pertanyaan nya.


"Sebenarnya.. Rana adalah adikku, aku kesini atas perintah dari ayahmu." Ucapnya.

__ADS_1


//DEGG


"Ayahku? Apa maksudmu sebenarnya?"


"Tuan Kim menyuruhku untuk menjatuhkan lampu gantung yang berada tepat diatas anak-anak Jason, tapi karena rasa sayangku kepada akbi dan akeu membuatku tidak tega melakukannya, kuputuskan untuk menghubungi Jason dan mengatakan segalanya. Tapi yang ku tak mengerti kenapa lampu itu tetap jatuh." Jelasnya.


"Itu tidak mungkin, tidak mungkin mereka ingin mencelakakan cucu mereka sendiri." Yungky tidak percaya dengan penjelasan Randy.


"Tapi itulah kenyataannya Yung… bahkan kamu tidak mengenal siapa mereka dengan baik. Apa kamu tau dua kali Jason mengalami kecelakaan mobil itu bukanlah kecelakaan biasa Yung, itu semua sudah direncanakan oleh ayahmu." Ucap Randy.


"Ini tidak mungkin.. apa alasan mereka untuk melakukan itu kepada Jason." Yungky masih tidak percaya dengan ucapan Randy.


"Karena aku yang mencoba melenyapkan Jason… aku terpaksa melakukan nya karena tuan Kim memaksaku untuk melakukannya dengan mengancamku menggunakan adikku rana."


"Rana?? Maksudmu Rana adalah adikmu?"


"Iya Rana adalah adikku"


"Aku sangat bingung, aku tidak mengerti dengan semua ini"


"Aku akan menceritakan semuanya, tapi kumohon rahasiakan hal ini dari Rana untuk sementara waktu." Mohonnya.


"Kak yungky, mereka berdua sudah sadar." Ucap Jimmy yang datang menghampiri yungky dan Randy.


"Rana-"


"Y-yungky…." Sahut Rana dengan suara yang lemah.


"Syukurlah kamu baik-baik saja dan tidak ada luka yang serius" ucap yungky dengan wajah dinginnya meskipun sebenarnya hatinya sedang cemas.


"Jas.. bagaimana dengan keadaanmu?" Tanya yungky pada Jason yang tempat tidurnya bersebelahan dengan Rana.


"Aku baik-baik saja kak… Kakak ipar Rana maafkan aku gara-gara aku kakak jadi ikut terluka." Sesal Jason.


"Ini bukan salahmu jas, ini adalah kecelakaan." Ucap rana sambil tersenyum.


"Oh iya ran.. kamu kok bisa ada disini?" Tanya Hanna yang melihat Randy masih berada disana.


"Apa kamu lupa Han? Kamu kan memberikan ku undangan pernikahanmu ketika masih di Bandung dan membuat ku berjanji untuk datang ke pernikahanmu." Jelas Randy. Semua yang mendengar penjelasan Randy tidak ada yang curiga sama sekali, karena apa yang dikatakan oleh Randy itu juga benar hanya saja mereka tidak tau motif sebenarnya dari kehadirannya disana.


"Astaga aku lupa.. terima kasih ya ran, karena sudah datang ke pernikahanku." Ucap Hanna sambil tersenyum manis.


"Kalian semoga cepat sembuh.. aku harus pulang karena besok aku harus berangkat pagi-pagi sekali untuk kembali ke Bandung." Ucap Randy beralasan untuk pamit pulang karena ia tidak ingin berlama-lama disana.

__ADS_1


"Baiklah hati-hati dijalan ya." Ucap Hanna. Yang dibalas dengan senyuman dan anggukan dari Randy.


"Tunggu.. apa kamu membawa kendaraan? Jika tidak salah satu adik ku akan mengantarmu pulang." Tawar Sean.


"Tidak tuan, saya akan naik taksi saja." Jawab Randy.


"Oke.. hati-hati dijalan." Ucap Sean.


Sebelum pulang ternyata Randy memberikan kartu namanya kepada yungky secara diam-diam. "Hubungi aku jika kamu ingin mengetahui segalanya" bisik Randy sebelum benar-benar meninggalkan ruangan itu.


Ternyata tanpa Randy dan yungky sadari Rana dari tadi memperhatikan mereka berdua. "Apa yang sedang mereka bicarakan? Kenapa mereka sedikit mencurigakan?" Batinnya.


"Bagaimana keadaan akbi dan akeu?" Tanya Jason kepada semua orang.


"Mereka baik-baik saja jas.. aku tidak memperbolehkan mereka ikut dan menyuruh mereka pulang kerumah bersama Vina, ayah dan mama." Jelas Sean.


"Syukurlah jika mereka baik-baik saja?!" Ucap Jason.


"Dimana Juna dan Dustin?" Tanya Jimmy yang menyadari jika kakak dan adiknya tidak berada disana.


"Aku menyuruh mereka untuk mencari tau penyebab jatuhnya lampu itu, jadi mungkin sekarang mereka kembali ke hotel." Jelas yungky.


"Sudah jangan mengobrol lagi biarkan mereka berdua istirahat, dan kamu Han lebih pulang bersama Jimmy biar aku kak Sean dan kak yungky yang menemani jason dan Rana." Ucap Dirly.


"Tapi kak-" saat Hanna ingin menolak tiba-tiba Jason menggenggam tangannya.


"Pulanglah Han bersama kak Jimmy, kasihan akbi dan akeu mereka pasti shock dengan kejadian tadi." Ucap Jason dengan lembut. Hanna Pun mengangguk.


"Aku pulang dulu ya kak" pamit Hanna kepada Rana.


"Iya hati-hati ya Han." Jawab Rana.


Akhirnya Hanna pulang bersama Jimmy, dan tersisa Sean, yungky dan Dirly yang menjaga Jason dan Rana di rumah sakit.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Maaf ya kalau kalian agak bosen soalnya part nya panjang jadi aku buat jadi beberapa bab. Tapi kalian jangan bosen buat vote, like, comment dan jangan lupa di favorit kan😉😁


__ADS_2