
Dirga kini sudah berada di pelantaran rumah adel. Dia memarkirkan mobil sport nya diparkiran yang cukup luas di sebelah timur rumah Adel. Dirga kemudian keluar dari mobilnya dan berjalan ke depan pintu rumh adel.
Tok
Tok
Tok
"Assalamualaikum ".
Cklek. Pintu langsung terbuka tanpa harus menunggu lama.
"Adel dirumah kan Bik? ". Tanyaku pada wanita paruh baya yang cukup tua itu.
"Iya pak. Adelnya ada di kamar".
Bik Ina segera mempersilakan Dirga untuk menunggu adel di sofa.
"Bikin panggilin Adel. Ada hal penting yang mau saya omongin sama adel".
"Iya, saya panggil non adel dulu".
"Iya".
**********
Samar samar aku mendengar suara yang sangat familiar ditelingaku dari arah ruang tamu. Suara Om Dirga. Suara yang saat ini paling tidak ingin ku dengar.
"Ngapain dia kesini?! ".
Tok... tok... tok...
"Non, Pak Dirga nunggu non adel dibawah".
"Suruh pulang aja bik! ".
"Tapi katanya penting non".
"Bilang aja adel tidur bik".
Dirga merasa terlalu lama adel turun dia pun beranjak dari sofa di ruang tamu dan berjalan menaiki anak tangga yang mengarah ke kamar adel.
Dia melihat Bik ini yang terlihat bingung karena adel tidak mau keluar. Dirga pun memberi isyarat untuk segera meninggalkan pintu kamar adel.
"Adel".
----------
Ini bukan Bik Ina. Suaranya terkesan berat tapi lembut. Suara yang udah kudengar.
----------
Cklek
Kreeet...
Adel membuka pintu kamarnya perlahan. Gadis muda itu mulai menunjukkan Batang hidungnya. Matanya sembab. Rambutnya pun acak acakan. Pandangan matanya begitu tajam menatap wajahku, Dia tidak mengalihkan pandangannya sedikitpun.
Del, segitu gak maunya kamu ketemu sama aku?
"Adel kamu-".
"Om... Adel kan udah bilang, jangan temuin adel sampe hari pernikahan nanti".
"Karena mau bicarakan itu saya datang".
Adel mendongakkan kepalanya. Matanya terbelalak begitu lebar. Kalimatnya terhenti seakan terkunci rapat.
"Maksud Om apa? ".
"Kita nikah minggu depan ". Ucapku santai
Pukulan telak mendarat tepat di dadaku. Aku tau kami akan segera menikah tapi tidak secepat ini.
"Om... Om ngubah jadwalnya? ".
"Iya".
Om dirga menjawabnya dengan begitu singkat dan dingin. Pandangan matanya pun sama sekali tidak menunjukkan rasa bersalah.
"Kenapa om ngubah seenaknya aja?! ".
"Ini pernikahan kita. Adel juga punya hak buat ngasi keputusan!! ". suaraku bergetar menahan amarah yang bergejolak di dalam diriku.
"...".
"Kenapa om malah diam. Jawab pertanyaan adel om!!! ". Suaraku meninggi amarahku sudah tak bisa dibendung lagi.
__ADS_1
"Kamu tadi dari mana? ".
"Om jangan ngalihin pembicaraan jawab dulu pertanyaan Adel! ".
"Kenapa kamu jalan sama laki-laki itu? ".
Deg!!!
"Maksud om? ".
"Kamu pergi sama laki-laki itu kan! Saya lihat kamu dibonceng sama dia ke pantai". Om dirga terlihat geram.
"Om ngikutin Adel? ".
"...".
"OM!!! ".
"Tadi saya mau jemput kamu di kampus karena gaun gaun buat resepsi udah selesai. Tapi saya malah liat kamu pergi dibonceng sama laki-laki itu. Terus... ". Om dirga menarik napas nya dalam dalam. Berusaha mengontrol emosinya.
"Saya liat kamu mesra mesraan sama dia disana". Om dira tidak lagi membentakku. Suara terdengar sedikit lirih. Ada sesuatu yang menyakitkan didalam dadaku melihat sikapnya barusan. Tapi egoku masih lebih besar.
Aku menatap lekat wajam Om dirga yang merah padam seperti tomat rebus.
"Om, Apa adel salah jalan sama orang yang udah lama ada disamping adel? ".
"Apa salah kalo adel mendekat sama dia untuk ngucapkan salam perpisahan? Benar. Emang benar adel sayang sama Kak dewa Om. Tapi adel sadar sama posisi adel". Aku menggigit bibir bawahku yang sedari tadi bergetar berbicara sambil membiarkan air mata bercucuran deras di kedua pipiku.
"Dan sekarang Om malah mempercepat pernikahan ini! ".
Hiks... hiks... hiks...
"Om rebut kebebasan Adel. Om rebut kebahagiaan Adel. Asal om tau, Adel udah berusaha lupain Kak dewa... hik... Karena Adel tau Adel gak bakal bisa bersanding sama Kak dewa KARENA PERNIKAHAN INI!!!".
Mulutku mengoceh tak karuan. Aku sendiripun terkejut mendengar perkataanku. Om dirga menatapku tajam. Seakan baru pertama kali menerima penolakanku.
"Kamu mah ngelupain dia. Tapi kenapa kamu mau nerima ciuman yang dia kasi sama kamu waktu itu? ".
Dirga lu kenapa sensi amat sih. Kenapa penjelasan adel daritadi gak bikin lu puas. Apa lu mau adel makin benci sama lu?
"Adel gak nerima Om!!! ".
"Adel sadar posisi adel... hik... hik... Biarpum adel sayang sama kak dewa tapi adel udah janji buat NIKAH SAMA OM!! Harus berapa kali Adel bilang sampe om PUAS ??!". Penekan terdengar sangat jelas dalam kalimatku.
Om dirga mengusap wajahnya dengan kasar sekaligus menghembuskan napas dengan berat.
"Besok kita poto prewed buat undangan. Saya akan jemput kamu ke kampus".
"...".
Deg!!!
Aku terkejut bukan main Om dirga dan Kak dewa berdiri tepat didepan pintu rumahku. Mereka saling berpandangan. Kak dewa terlihat sangat terkejut sedangkan Om dirga menatap kak dewa penuh amarah namun ia tetap tersenyum. entah kenapa dia berperilaku seperti itu.
"Ngapain Om disini? ".
"...". Om dirga diam tidak merespon pertanyaan Kak dewa. Dia hanya pergi lewat meninggalkanku dengan Kak dewa.
Om dirga masih belum jauh. "Del, ngapain sih Om itu dirumah kamu malam malam begini? ".
Langkah kaki om dirga terhenti. Kulihat tangannya sudah mengepal cukup kuat.
"Dia gak ngapa ngapain kamu kan del". Terdengar nada yang meledek dari perkataan Kak dewa barusan.
GREP!!
Om dirga menarik kerah jaket Kak dewa yang sedikit lebih pendek darinya.
"Hati hati sama ucapan kamu! ". Geram om dirga.
"Apaan sih om. Gue kan cuma mastiin adel aman aman aja. secara sekarang banyak banget oom oom ngincar daun muda buat dijadikan mainan".
BUG.
Satu tumbukan diikuti tumbukan lainnya mendarat tepat diwajah kak dewa. Pukulannya semakin banyak kak dewa mulai berdarah. Aku segera menarik kak dewa yang tersungkur dilantai.
"OM UDAH!!! ". Aku malah membentak Om dirga.
"Kamu bela dia? ".
"...".
"Kamu direndahin sama dia tapi kamu malah bela dia. Dimana harga diri kamu? ". Om dirga sangat geram melihat kami berdua. Jantungku berpacu cepat. Mengulang kalimat terakhir yang dilontarkan Om Dirga padaku.
Om dirga beranjak dari rumahku dan segera masuk kedalam mobilnya. Baru dia menyalakan mobilnya tapi Om dirga langsung menggas kendaraanya dan pergi dengan kecepatan yang sangat tinggi. Aku yakin dia bakal berkendara ugal ugalan dijalanan malam ini.
"Kak masuk dulu yuk, biar adel obatin".
__ADS_1
Aku memapah Kak dewa yang lumayan babak belur dibuat Om dirga.
**********
Brummm....
Aku terus menginjam pedal gas mobilku. sudah kecepatan 220 km perjam. Aku berkendara tanpa tau arah. Biarlah kemana angin membawaku.
"Adel, kamu dengar dia ngehina kamu tapi kenapa kamu malah bela dia?! ".
"Akh... ".
TIIIIIIIIN!!!!!
Aku kehilangan arah saat mobil di depanku oleng. Aku berusah memutar setiut menghindar agar tidak tabrakan dengan mobil didepanku.
Ckit!!!!....
BRAK!!!!!!.
Hosh... hosh... hosh....
Alhamdulillah, bemperku cuma nabrak lampu jalan.
Aku mengusap wajahku beberapa kali dan menundukkan kepala kesetiur mobilku.
"Aku harus gimana lagi supaya adel bisa nerima aku? ".
**********
Sampainya dirumah. Bik siti sudah menyiapkan makan malam di meja makan tapi aku sama sekli tidak berselera. Aku hanya melewati makanan makanan yang terlihat lezat dimata kalian dan tidak di mataku.
Aku masuk kedalam kamar. Merebahkan tubuhku diatas ranjang.
"Hari ini sangat melelahkan. Kenapa sesulit ini? ".
Ting.
Sekretaris
Pak untuk meeting besok klien kita minta ketemu di kafe S****** aja ya pak.
Me
Iya terima kasih.
Sekretaris
Knp pak? Bapak lagi sakit?
Me
Bukan urusan kamu. Daripada ngurusin saya lebih baik kalau kamu cancel semua jadwal minggu depan usahakan lusa udah selesai".
Sekretaris
Iya pak
Aku menatap langit langit kamarku. Gelap. Kemudian aku mengutup mataku. Adegan mesra Adel dan dewa langsung muncul dalam bayanganku. Sontak aku langsung membuka mata. Mengambil ponsel dan menchating Haga teman lamaku.
Me
Ga besok datang ke kantor ku
Haga
Ngapai Bro? Lo ada masalah?
Me
Dalah datang aja males gue ngetik panjang"
Haga
Iya iya. Belik banyak sogokan awas aja kalo dikit.
Me
Terserah lo dah.
Tut.
Aku langsung mematikan handphoneku karena aku tau Haga pasti bakal bales chat sampe ayam jantan bertelur. Daripada ngadepin itu mending gangetku ku matikan. Dan langsung tidur.
----------
🥰🥰🥰
__ADS_1
Salam Cinta dari authot buat para readers sekalian. Muachhhh....
❤️❤️❤️