
Pandangan itu semakin dalam melihat kedalam diriku. Tanganku bergerak dan ingin mendekap adel. Ketika tanganku hampir memeluk dan menarik adel dalam dekpanku. Hal mengejutkan terjadi...
"Mas adel lapar mau makan dulu".
Doeng!!!!
Del, kamu natap saya segitu dalemnya cuman karena mau mintak makan doang??....Akh... gue pikir bakal ada sesuatu...
"Lapar? ".
"Iya". Adel mengangguk sangat cepat seperti anak kecil.
"Ya udah kita makan diluar aja ya. Baru ke mall".
"Iya iya! ".
Semangat banget. Gak sadar apa perilaku kamu tadi mengundang saya...
Akhirnya aku membawa Adel ke restoran KFC yang ada di mall aja. Biar gak jauh jauh lagi mondar mandirnya.
Lagian si Adel malah nampak senang juga makan ayam.
"Mau pesan apa pak? ".
"Kamu mau apa? ". Tanyaku singkat kepada adel yang seksama memperhatikan menu menu spesial hari ini.
"Hmm... paket spicy jumbo satu sama minumnya soda aja deh... ".
Ya elah belum jugak siang del kamu makannya udah segerobak.
-------------
Gak berapa lama pesanan kami pun datang. Porsi makananku lebih sedikit dari porsi adel. Bukannya mau diet memang udah kebiasaan ku kalo makan pagi gak banyak.
"Del, gak papa masih pagi udah makan yang pedas kaya gitu? ".
"Gak papa Mas... Lagian ini udah jam berapa cobak! ". Adel menyantap makanannya dengan lahap. Padahal badannya kecil tapi kenapa porsi makanannya sangat besar.
Sekitar 30 menitan kami berada di dalam restoran itu. Adel harus menenangkan perutnya karena terlalu banyak makan.
"Dah bisa gerak? ".
"Udah sih mas, cuma adel mager nih... ".
Egh.... masi juga pagi udah aja mager.
"Kalo gitu ayo langsung belanja. Cepat gerak cepat pulang".
"Hmmm.... ".
"Adel kamu harus packing lagi sampe rumah kan".
"Iya iya! Hesh...! ". Adel mendengua kesal dan. langsung berdiri keluar restoran. Aku kekasir dan membayar makanan kami. Adel ynag berdiri diluar benar benar malas melihatku.
"Ayo". Ajakku tanpa memperdulikannya yang mempelototi aku dengan sangat tajam.
"Kita ke toko baju dulu".
"Iya".
Jawaban singkat. Adel nampaknya tidak terlalu semangat mempersiapkan kepergiannya ke Jepang. Bukannya ini yang selama ini ia nanti nantikan. Adel berjalan didepanku memilih butik yang kelihatan Bagus baginya. Namun tiba tiba adel berhenti terdiam tidak bergerak.
Tatapan matanya tertuju kepada seseorang yang berdiri didepan sebuah cafeteria ala eropa memakai kaos putih dan celana keper bewarna hitam sedang menatapnya juga dari kejauhan.
__ADS_1
Itukan si bocah tengik itu!
"Ade-".
Adel segera berbalik dan menarik tanganku pergi menjauh dari laki laki itu. Lagi lagi aku kecewa. Ekspresi adel masih sama ketika dulu aku memaksa untuk segera menikah denganku. Ketidakrelaan untuk melepaskan seseorang yang amat berharga baginya.
"Mas kita ke toko yang itu aja ya... ".
Senyuman yang dipaksa. Adel bibirmu tersenyum namun alismu sama sekali tidak naik. Apa adel masih mencintai bocah itu? Aku tau ini sulit. Tapi aku sudah menyatakan perasaanku pada Adel meski sampai sekarang masih belum ada jawaban yang ia berikan padaku.
"Iya". Jawabku singkat. Adel langsung masuk kedalam toko itu memilih jaket jaket tebal untuk musim dingin di Jepang.
Apa kau bahagia? atau malah memaksakan diri untuk bahagia.
Sunyi. Bukan suasananya namun hatiku. Darahku mendesir jiwaku gelisah. Kutau alasan adel kejepang adalah untuk menjaga jarak denganku. Itu hal yang wajar. Namun salahkan aku berharap karena sikapnya yang melembut beberapa saat lalu.
----------
"*Aku mau cepat pulang.... ".
Mas dirga maaf. Adel masih belum bisa ngelupain kak dewa. Adel harap Mas bisa ngerti*.
Terasa amat lama. Padahal dulu sewaktu kami jalan jalan waktu terasa jalan lebih cepat namun sekarang aku merasa waktu berjalan. begitu lambat. Kami sudah selesai membeli semua perlengkapan ku dan sekarang kami sedang dalam perjalanan pulang. Suasana begitu hening. Tidak ada yang membuka percakapan. Kurasa Mas dirga marah padaku.
Aku yakin itu.
"Adel". Akhirnya mas dirga membuka mulut dan memulai percakapan.
"Iya mas".
"Apa kamu masih Cinta sama Dewa? ".
Deg!!
Aku harus jawab apa. Kalau dibilang Cinta aku juga gak yakin tapi kalo dibilang gak Cinta juga aku ngak bisa bilang enggak.
"...".
"Apa kamu pergi ke Jepang supaya bisa jauh dari saya? ".
Pertanyaan ini lebih mengguncangku daripada pertanyaan yang pertama tadi. Aku semakin bingung mau jawab apa.
"Maaf, mungkin pertanyaan ini terlalu jelas.. haha".
Mas kenapa kamu ketawa? Kamu pasti kecewa sama adel.
"Maaf saya udah salah paham sama sikap kamu yang baik sama saya".
"Mas-".
"Adel... kalo kamu memang masih ada rasa sama dewa. Saya gak akan ngelarang kamu itu hak kamu adel saya gak akan ngatur kamu".
"...".
Suasana semakin hening ditambah canggung. Aku seperti melukai Mas dirga. Tapi memang benar aku selalu melukainya dan kenapa Mas dirga masih mau mengurusku. Apa hanya karena janjinya dengan ayah? Apa hanya sebatas itu?
Cklek
Kami sampai dirumah, Mas dirga berjalan didepanku membawa semua belanjaan milikku. Ia hanya diam tidak seperti biasanya. Dia masuk kedalam kamarku yang sudah ia sediakan waktu itu. Mas dirga meletakkan barang barang itu diatas tempat tidurku dan langsung keluar hanya dengan mengucapkan selamat malam lalu berlalu meninggalkanku aku terdian didalam kamarku. Untuk pertama kali setelah pernikahan kami berdua. Kami tidak tidur di kamar yang sama. Aku terkejut. Apa semarah itu mas dirga padaku.
Aku mengambil koper dan juga tasku. Duduk dipinggir tempat tidur dan mulai menyusun barang barang yang akan kubawa ke Jepang, padahal aku berencana untuk meninggalkan kesan yang baik di antara kami berdua saat aku berangkat ke Jepang. Namun kenapa disaat saat terakhir harus ada masalah kaya gini lagi. Kenapa aku harus ketemu kak Dewa lagi.
Aku ke Jepang untuk mengubur semua kenangan pahit dan manisku disini dan mulai membuka lembaran baru disana. Tapi kenapa aku untuk meninggalkan ini semua harus sesulit ini.
__ADS_1
Aku memasukkan peti harta karunku kedalam koper. Sebut saja begitu karena didalam kotak kado berukuran sedang itu tersimpan semua barang berharga ketika papa dan mamaku masih hidup.
setelah packing selesai aku langsung rebahan ditempat tidur. Berusaha menutup mata dan terlelap dalam mimpi yang Indah.
Sambil menutup mata aku selalu mengulang satu kalimat didalam pikiranku. Mencoba meyakinkan diri dan tetap pada pendirianku.
Ini yang terbaik. Aku sudah memutuskan ini dari awal!
Akhirnya rasa kantuk menghampiriku aku mulai terlelap didalam tidurku.
-----------
Flashback ON
Sebaiknya aku langsung bertanya saja, meski aku tau apa jawaban adel.
"Adel".
"Iya mas".
"Apa kamu masih Cinta sama Dewa? ".
Tenang aku hanya membutuhkan kepastian. Aku tidak perlu terlalu terkejut dengan jawabannya.
"...".
"Apa kamu pergi ke Jepang supaya bisa jauh dari saya? ".
Akh... pertanyaan ini cuma bikin kami makin canggung. Tapi... cuman ini yang dari tadi. kupikirkan...
"Maaf, mungkin pertanyaan ini terlalu jelas.. haha".
"Maaf saya udah salah paham sama sikap kamu yang baik sama saya".
Benar aku saja yang terlalu ge er. Sementang adel baik aku berpikir kalau dia sudah nerima aku.
"Mas-".
"Adel... kalo kamu memang masih ada rasa sama dewa. Saya gak akan ngelarang kamu itu hak kamu adel saya gak akan ngatur kamu".
Meski sakit. Dan kau juga tak kunjung mengingatku lebih baik aku memberi adel kebebasan sudah cukup aku mengurungnya selama ini.
Flashback OFF
Dirga mengusap kasar wajahnya .menatap langit langit kamar. Pikirannya hanya satu. Apa yang harus kulakukan? hanya itu. Ia terlalu bingung harus bagaimana bersikap pada adel. Bukannya mau mendiamkan adel hanya ia terlalu segan untuk berbicara kepada gadis muda yang ia paksa untuk menikahinya.
"Besok... Mulai besok aku tidak akan melihatmu lagi... ".
Suara lirih itu menambah keheningan didalam kamarnya yang redup. Dirga menutup matanya membayangkan sosok gadis kecil yang tersenyum kepadanya. Hanya padanya. Namun kini senyuman itu malah menyiksanya. Senyuman milik gadis itu bukanlah karena dia.
"Baiklah... aku tidak akan menyerah, aku berjanji akan ada disisimu meski kau tidak mengingatku! ".
_____________
Hai readers....
Sebenarnya ada apa sih sama mereka itu? Hemm... penasaran? Makanya jangan ketinggalan cerita mereka yah...
Jangan lupa juga...
Like πππ
Komen π¬π¬π¬
__ADS_1
And favorit kan β€οΈβ€οΈβ€οΈ
See us next time... Mmuachhππππ₯°