Can I Love Him

Can I Love Him
BAB 23


__ADS_3

Aku naik keatas tempat tidur disamping adel. Sengaja aku meletakkan bantal guling diantara kami berdua. Supaya aku tidak mendekat kearah adel. Aku takut saat malam aku memeluknya dan membuat adel makin takut denganku.


Aku menatapi langit langit kamar. Kemudian aku perlahan menutup kedua mataku dan mulai terlelap didalam mimpi indahku.


**********


Cit...


cit...


cit...


"Berat...! ".


Apaan sih. gue ketimpah apa? Berat banget.


Aku membuka mataku pelan. Cahaya sinar dari luar jendela mengintip masuk kedalam. kamar kami. Aku menggoyangkan badanku namun seperti ada benda berat yang menimpah dari punggung dan melingkar di perutku.


Tangan siapa ini?


Dheg!!!!


Jantungku berdetak kencang. Aku tersadar akan apa yang semalam terjadi. Kami hampir melakukannya. Hampir....


Aku melihat tangan mas dirga melingkar erat disekeliling perutku. Aku sama sekali tidak bisa bergerak. Aku berusaha memutar tubuhku dan saat aku memutarnya...


Deg!


"Hosh.... Hosh... ".


Nafas mas dirga mengenai wajahku. Jarak antara wajah kami tidak sampai 5 cm. Bahkan aku bisa merasakan setiap hembusan nafas mas dirga.


"Eee!! Dikit lagi woyyy! ".


Karena posisi yang tidak menguntungkan ini aku semakin sulit untuk bergerak hingga akhirnya aku diam dan memperhatikan setiap inci dari wajah suamiku.


"Lama lama diliat... mas dirga ganteng jugak ya... ". Tanpa sadar aku mengucapkan apa yang kupikirkan. Aku terkejut bahkan tak percaya dengan apa yang barusan ku katakan.


Meski memang benar sih. Bulu matanya tidak terlalu panjang tapi lenting. Hidung mancung dan ramping. Tulang rahangnya sangat tegas. Jarang jarang ada orang mukanya yang sesempurna mas dirga.


Apa aku beruntung ya bisa nikah sama dia?


Umurnya juga udah tua kan. Tapi kenapa mukanya muda banget. Akh... malah mukaknya dia lebih seger dari mukaku. Ha!!...


"Mas pasti perawatan kan... ". Gumamku kecil ya meski jika mas dirga bangun dia pasti bakal dengar sejelas jelasnya sih.


"Nghh... ". Mas dirga melenguh. Badannya mulai bergerak. Sontak aku langsung menutup mata dan kembali tidur. Ya meski pura pura sih. Gengsi lah ketauan muji sama dia!.


Mas dirga melepaskan pelukannya dari hingga akhirnya aku bisa leluasa untuk bergerak.


Untung mas dirga gak bangun. Cobak kalo bangun bisa habis aku nahan malu!


-----------

__ADS_1


Grek.... grek...


Apa lagi ini gerak gerak?!.


Aku membuka mataku dan kulihat aku memeluk adel. Jangan bilang kalo semalaman ini aku meluk adel. Aku melihat bantal guling yang kuletakkan ditengah tengah kami semalam kini berada dibelakang ku. Ntah bagaimana cerita sampe bantal guling itu pindah ke belakang ku.


Masak gue yang mindahin? Perasaan semalam gak-


Belum siap berpikir,adel malah membalikkan badanyan dan tentu saja aku pura pura tidur kembali. Supaya adel gak makin geli padaku. Dan aku bisa pura pura gak terjadi apa apa pagi ini.


Kayaknya si adel merhatiin muka ku ni.


"Lama lama diliat... mas dirga ganteng jugak ya... ".


Dheg!!!!!!


Jantungku berpacu keras didalam sana. Secara ya dia selalu bilang benci samaku dan nggak pernah ngeliat mukak sebegininya. Terus pas lagi tidur gini dia malah ngomong kaya gitu. Bisa meledak jantungku.


Muka gue panas....


"Mas pasti perawatan kan... ".


Buahahahahahah.... gilak perawatan apanya. Mana pernah adel. Palingan juga cuma. cuci muka aja setiap bangun tidur pakek G*******r.


Ingin rasanya aku tertawa terbahak. bahak mendengar pernyataan adel itu. Ya... apa mungkin aku setampan itu dimata adel kali ya.


Aku segera berpura pura menggeliat. Karena kalau aku tidak segera berpindah maka aku yang sedang pura pura ini akan ketauhan oleh adel. Aku bisa ketawak kalau tidak segera membalikkan badan.


Saat aku mengintip sebentar kulihat adel yang berada dekat sekali dengan wajahku. Bahkan jika aku bergerak sedikiiit saja maka bibirku dapat menggapai bibir milik adel.


Kupandangi wajahnya. Eh???!! Bulu matanya bergerak. Adel sepertinya tidak cukup ahli berakting.


Segera aku melepas pelukanku dari tubuh adel. Dan membalikkan badanku hingga membelakanginya.


-------------


Aku menutup wajahku dengan kedua telapak tanganku setelah mas dirga membalikkan tubuhnya. Hush... ntah apa yang merasukiku.... la... la... la... Ini benar benar diluar dari skenario hidupku.


Kejadian semalam seharusnya cukup untuk membuatku menjadi takut dan semakin menjaga jarak antara aku dan mas dirga. Tapi kenyataannya kenapa aku malah santai dan ngerasa baik baik aja. Gak ada perasaan was was.


Del mau lo sebenarnya apa sih!!! Kalo lo gak jelas gini mana bisa lo maju...!


Benar. Aku masih merindukanmu sosok Kak Dewa disampingku dan masih belum terbiasa menerima kalau aku sudah menikah. Dan juga aku merasa aman jika berada disamping mas dirga yang dulu sangat kubenci.


Makin lama rasa benci ku pada mas dirga kian menghilang. Mas dirga juga membuatku semakin bingung dengan pernyataan cintanya waktu itu. Dan anehnya kenapa aku gak jijik cobak.


Bayangin aja. Ini orang yang bikin hidupku berantakan harus kehilangan orang yang kusayangi sejak lama dan harus merelakan sisa hidupku untuk menikah dengannya.


Grrr...!! Kalo diingat ingat lagi bikin kesal jugak!!!


Dan sekarang. Aku malah tidur seranjang sama dia dan hampir aja ngelakuin ritual itu dirumah mertuaku.


Malu maluin banget gak sih... Tapi....

__ADS_1


("Maaf adel. Saya lepas kendali. Saya pikir tadi kamu ngizinin saya karena kamu diam")


Saat itu mas dirga nampak memang sangat menyesal. Dia tidak melepaskan pelukannya hingga tangisanku mereda. Mas dirga juga terus meminta maaf sambil mengelus elus kepalaku.


Kenapa aku merasakan kehadiran sosok orang itu didiri mas dirga. Aku gak kenal dia siapa tapi aku ngerasa kami itu dekat. Tapi siapa dia???!


"Nghh... Adel kamu udah bangun? Langsung mandi sana... ". Perintah mas dirga yang sedang mengucek ngucek matanya yang baru saja bangun.


"Hmmm... ".


Males ah... masih mau tidur, semalam aku tidurnya gak nyenyak!


"Ya udah. Saya mandi duluan kamu jangan tidur lagi besok kamu mau berangkat. Jadi hari ini kita belanja perlengkapan kamu".


Dheg!


Iya ya... besok aku udah berangkat ke Jepang.


Mas dirga segera beranjak dari tempat tidur dan menuju ke kamar mandi. Samar samat aku mendengar suara air dari dalam sana. Aku yang masih berbaring ditempat tidur hanya memandangi langit langit kamar termenung.


"Jepang ya.... ". Gumamku pelan


Sedih rasanya harus pergi meninggalkan tanah airku ini. Merantau ke negeri orang juga hal baru bagiku. Aku khawatir bagaimana aku akan berbaur dengan masyarakat di sana. Dan lagi aku sama sekali tidak punya kenalan di Jepang. Aku hanya sendirian disana benar benar sendirian. Aku hanya berharap ini adalah yang terbaik.


Aku tidak bisa tinggal dengan orang yang masih terasa asing dan juga pernikahan ini adalah beban bagiku. Lebih baik aku menjauh dari segalanya. Meski ini adalah cara yang pengecut tapi kalau aku tetap disini, bisa bisa aku akan kehilangan diriku sendiri. Aku tidak akan mau jika hal itu sampai terjadi padaku.


Karena itu... Aku memilih untuk melarikan diri dari segalanya...


Cklek!


"Kamu kok masih tidur. Sana cepat mandi... kita udah kesiangan ini. Ayah pasti udah nunggu dibawah ".


Perintah mas Dirga barusan membuyarkan semua lamunanku. Mas dirga yang tampak segar dengan kemeja hitam dan celana lee yang dipakainya. Aku menatapnya sebentar lalu beranjak dari tempat tidur. Masuk kekamar mandi dan langsung mandilah. Masak aku bengong bengong lagi. Udah siang ini gak sempat mengkhayal lagi.


Setelah selesai mandi aku memakai dress kasual yang semalam dibelikan oleh. mas dirga untukku.


"Cute banget... aku kayak adek adek makenya". Aku terkekes sendiri melihat diriku mengenakan dress itu. Siapa yang percaya coba kalo aku itu udah nikah...


"Hemm... rambutnya dikuncir setengah aja deh. Biar beneran kayak adek adek... hihi... ".


Aku keluar dari dalam kamar mandi setelah selesai dengan urusanku disana. Kulihat mas dirga berdiri didepan jendela yang menghadap langsung dengan halaman belakang.


Ada apa dengan tatapannya? . Mas dirga menatap senduh kearah pekarangan bunga yang ada di halaman belakang itu. Punggung nya tampak begitu kesepian. Aku berjalan. menghampiri nya...


__________


Hai readers....


Kali ini author penggal dikit ya supaya makin penasaran. hehehehe.....


Ingat jangan lupa di like, vote, komen, terus tambahkan ke daftar favorit buat yang belum dan jangan unfavorit sama yang udah. Karena up nya lama yaa... hehehe...


Sekalian kasi tau teman teman, sanak keluarganya buat baca novel saya ya... 🥰🥰😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2