
+62***-****-****
Tunggu aku disana
"Ha??? tunggu?? siapa?? ".
"Ah palingan nomor nyasar... ".
Aku menghiraukan pesan singkat yang pengirimnya tidak diketahui. Aku tidak tahu pesan itu akan membuat hidupku yang mulai menentram menjadi semakin rumit dan ruwet.
Setelah selesai membuat list aku langsung menuju super market membeli sayur, ikan dan juga buah buahan dan sedikit makanan ringan buat teman nongkrong kalo bisa dirumah gak tau mau ngapain.
Dan langsung kembali kerumah ya tentunya selama perjalanan ini aku dipandu oleh supir taksi yang mengenal wilayah ini dengan baik.
Sesampai dirumah aku lansung selonjoran dan membuka layar handphoneku dan kemudian membuka toko online shop. Lalu segera memesan peralatan dapur yang pengirimannya cepat. Maklum ajalah, gak. mungkin aku bisa beli perlengkapan sendiri ditempat asing kaya gini.
"Okey, clear...! ".
"Sekarang tinggal ngurusin barang barangku".
Ting!
Masku
Udah belanja?
Me
Udah mas
Bahkan tak samai sepersekian detik jari jemariku menjawab pesan Mas Dirga.
Masku
Capek?
Me
Lmayan lah Mas. Sekarang Mas lagi ngapain?
Tririring....
menelpon "masku".
"Ha-halo Mas... ".
Woohh rasanya kok da lama banget ya aku gak dengar suara Mas Dirga.
"Udah makan? ". Tanya suara berat nan lembut dari negara disebrang sana.
"Heheh... belum mas, baru aja siap belanja... tapi tadi udah sarapan kok... ". Ucapku masih membela diri padahal udah salah.
"Adel, kamu ini jangan suka telat makan, makan dulu sana...! ". perintahnya tegas padaku.
"Masih capek Mas, baru aja aku pulang belanja. Lagian apartemennya jauh banget dari pasar yang murah... Mas adel pingin ke apartemen biasa biasa aja boleh gak? ".
"Enggak! ".
Dih cepet amat jawabnya.
"Mas pasti biaya apartemen ini aja udah lebih ratusan juta pertahunnya kan. Belum lagi biaya kuliah, terus uang makan aku... ".
"Terus apa masalahnya sama Mas? ". Mas cuek bebek menjawab penjelasanku yang udah panjang kali lebar kali volume. Ya jelas, duitnya itu lo mending dikasi anak yatim.
Egh... itu namanya mubazir tauk!!
"Mas... Adel gak sukak terlalu mewah, adel gak nyaman tinggal di Area ini. Terlalu untuk orang kaya". Kembaliku menjelaskan keadaanku.
"Kamu kan juga orang kaya... ".Lagi lagi Mas dirga menjawab secuek cueknya. Membuatku jadi kesal saja.
"Tapi adel gak sukak mas, Mubazir... adel lebih suka yang sederhana aja".
__ADS_1
"Hemsh... ya udah kamu mau tinggal di apartemen yang kaya mana? ". Mas dirga menghembuskan napas berat, dan kemudian menuruti permintaanku. Emang apa sih yang enggak buat aku. Hehehehe...
"Yang biasa aja tapi yang pasti aman, dekat sama supermarket dan deket ama kampus jugak... hehehe... ".
"Ya udah, Mas cariin... nanti kalo udah dapat Mas kasi tau kamu".
"Beneran Ya Mas, kalo mas bohong aku pindah sendiri dari sini.. ". Ancamku takut mas dirga cuman mengiyakan biar udah diiyain aja.
"Eit...! Iya iya... sayang Mas gak bakal bohong. Udah dulu ya Mas udah habis jam makan siang, kamu makan cepat... jangan makan yang instan lagi... waktu makan kirim vidionya sama Mas... ".
Hihihihi... baru kali ini aku denger Mas ngomel....
"Iya iya Mas... ".
Tut... tut...
Telepon selesai. Aku memesan fast food yang agak gak instan instan banget. Aku memesan sepaket makan malam yang isisnya pasti nasi, ayam KFC, dan Cola. Di Indonesia juga banyak yang beginian. Maklumlah wong ndeso di kota yo begini...
"Oke pak, jangan lama ya... ". Tentunya dengan bahasa inggris.
20 menit kemudian pesananku datang, Aku menyiapkan satu piring yang tadi kubeli di supermarket lagi obral.
"Bismillahirrahmanirrahim... ".
"Aaa... ".
Aku tercekat mengingat pesan Mas barusan.
"Hufhh... poto dulu baru dimakan... buat laporan sma bos besar... ".
Ckrek!!
Ckrek!!!
Ckrek!!!!
"Udah cukup kali ya, da laper juga... ".
**********
Ting! ting! ting!
Adel?!
"Hahaha... Beneran dikirim ya laporannya. Adel...adel... ". Aku tersenyum malu malu kucing melihat foto yang dikirim Adel.
Bukan apa ya. Bukannya cuman ngirimin foto makanannya doang, aku gak nyangka aja Adel malah poto selfie sambil makan paha ayam KFC sambil mata merem seperempat dan mulut terbuka selebar amazon.
Mukanya itu lo, gak bisa dikondisikan apa? Hahahaha....
Me
Enak makannya. Awas kalo makan fast food lagi....
Wubby
Hehehhe... barang yang aku pesen belum dateng lo Mas, jadi ya mau gak mau aku makan fast food dech ππ
Me
Mau gak mau...
Alesan.
Wubby
Wkwkwk... Mas tau aja deh, ya udahlah Mas juga jangan lupa makan, adel masih sibuk disini Da....
Me
Iya.
__ADS_1
Hahaha...
Imutnya...
Selesai chattan sama Adel. Dirga disibukan dengan urusan kantor yang mendadak semakin sibuk. Ada banyak konstribusi yang harus dilakukan Dirga. Perkembangan perusahaan semakin baik dan menguntungkan banyak pihak. Mungkin ini yang namanya kekuatan Cinta. Mudah mudahan keberuntungan akan kisah percintaan Dirga dan Adel juga akan mendarat dipelukan mereka masing masing.
----------
Tak terasa udah dua minggu semenjak kepindahan adel di Jepang. Akhirnya waktunya bagi adel masuk ke universitas yang merekrutnya. Universitas yang cukup ternama dan menghasilkan dokter dokter yang kompeten bukan main.
Hem... Bismillahirrahmanirrahim... oke adel tujuan udah ada didepan mata. Aku bakal belajar disini selama 3 tahun kurang lagi...
semangat!!!
Benar benar suasana yang menegang. Mata sipit. Kulit putih. Hidung mancung. Semua orang kurang lebih berparas seperti itu. Jarang sekali melihat orang yang berhidung pesek. Adel jantungan bukan main, meski dia anak yang percaya diri dan juga mudah beradaptasi, tetap saja bukan hal yang mudah untuk hidup di negara orang dengan perbedaan tiga ratus enam puluh derajat.
N***** University. Siapa sangka aku bisa ngelanjutin ke Universitas yang hebat kayak gini. Udah berdiri sejak zaman kekaisaran Meiji. Universitas yang punya fasilitas fasilitas mumpuni dan gak bakal ngecewain para mahasiswa dan mahasiswi disana.
Setelah selesai menjumpai dosen dan penanggung jawab waktunya untuk masuk kedalam kelas.
Haah....
Kuhembuskan napas perlahan ketika berdiri tepat didepan pintu kelas. Kuatur napasku dan juga kucoba untuk tidak terlalu grogi.
Srek...
Pintu terbuka.
Jeng! Jeng! jeng!
"Wijaya- San, silahkan masuk". Perintah seorang dosen yang tengah berada didalam kelas,dan mungkin ia sudah mengabari semua mahasiswa dan mahasiswi yang berada didalam kelas.
"I-iya, buk".
Tap... tap... tap...
Woooh... Rasanya aku sedang berjalan diatas panggung besar. Dan setiap pergerakan yang kulakukan diperhatikan disetiap detilnya. Mata dan pandangan mereka hanya tertuju padaku. Hanya aku.
Deg!!
Deg!!
Deg!!
come on!!
"Ha-hai, perkenalkan nama saya Adelia Rana... Wi-wijaya. Kalian bisa panggil saya Adel. Mohon bimbingannya". Ada sedikit gejolak ketika adel menyebut marganya. Aneh rasanya karena biasanya Adel mengenalkan dengan marga Mahendra dan kini berubah menjadi Wijaya.
Wijaya.. Hihihi... Nyonya Wijaya
Perkenalan singkat yang jauh lebih singkat dari yang aku latih tadi malam. Setelah perkenalan nampak para mahasiswa tidak terlalu mengerti dengan apa yang aku katakan, aku yakin itu.
"Silahkan duduk Wijaya-San... ". Senseo. mengarahkan kebangku kosong dibelakang seorang cowok yang tampangnya seperti berandalan, rambutnya bewarna merah dan kulitnya putih. Tatapan matanya seakan tidak suka padaku.
Baru hari pertama aja udah ada yang gak sukak.
BRAK!!!!!
"MAAF...!!! ".
____________
hai readers!!!
janga lupa ya, dilike, dikomen, di favorit kan bagi yang belum ngefavorit yaa..
Dan gak bosan bosannya saya sebagai author gaje minta maaf karena lama banget up nya.... maaf ya psti banyak yang nunggu yaa...
pokoknya jangan bosan dan jangan di unfavoriy okey!!!!
See you Muachhhhhπππππππ₯°
__ADS_1