
Mentari mulai naik dan memancarkan cahayanya. Langit begitu Indah dan sangat cerah. Namun apa ini? Kegelisahan yang kurasakan seharusnya tidak ada.
Adel beranjak dari kamarnya dan turun kebawah. Betapa kagetnya ia ketika melihat meja makan yang kosong. Padahal ini masih jam tujuh kurang dan biasanya Dirga akan duduk di ruang tamu menyeruput kopi hitam sambil membaca koran dengan santainya. Namun pagi ini jalankan kehadiran dirga diruang tamu, bahkan sarapan pun tidak tersedia dimeja makan. Berarti Dirga sama sekali tidak menunggu Adel turun untuk sarapan bersama.
Bik siti yang menyadari Adel yang berdiri di tangga sambil menatapi ruangan ruangan tertentu pun menghampirinya.
"Permisi Nya... ".
Deg!
"Eh... iya bik? ".
"Ini ada pesan dari Tuan". Bik siti memberikan selembar kertas yang dikoyak begitu rapi. Adel benar benar terkejut. Pertanyaan pertanyaan langsung bermunculan didalam kepalanya. Gelisah. Khawatir.
Kenapa Mas Dirga ngasi surat?... Bukannya Mas dirga bisa ngomong langsung aja sama aku , kalaupun mas gak mau ngomong langsung kan bisa lewat chat... Kenapa?
"Nya? ".
"I-iya bik, Makasih ya...".
"Mau sarapan apa Nya? ".
"Hmm... Na— Roti bakar aja bik".
"Oke Nya...Biar bibik masakin... ".
Aku sarapan sendirian. Sepi rasanya menyantap makanan tanpa ditemani orang lain. huh... apa nanti aku bakal makan kayak gini terus dijepang... sendirian...
Setelah sarapan Aku langsung kembali kekamarku, Huh... rasanya hari ini berjalan lebih cepat, entah kenapa terbesit dipikiranku apakah ini adalah keputusan yang benar? Apakah hal ini yang terbaik untukku? Apa lebih baik aku tidak pergi ke Jepang...
Ntah berapa lama aku termenung didalam kamar. Begitu sunyi dan senyap. Detak jarum jam menggema di dalam kamarku. Perlahan aku membuka lipatan kertas yamg diberikan Bik Siti padaku. Terlihat tulisan yang tidak terlalu rapi namun ditulis dengan begitu hati hati.
° Adel, Saya minta maaf atas perilaku saya semalam. Saya tidak bisa berpikir jernih, saya takut kalau saya ngomong saya bisa marah sama kamu. Maaf... untuk keberangkatan kamu hari ini, saya tidak bisa mengantarkan kamu kebandara. Maaf... saya tidak sanggup untuk menatap kamu dari belakang. Saya tidak sanggup melihat punggung kamu yang kian menghilang dan pergi meninggalkan saya. Karena itu lebih baik saya tidak melihat kamu pergi. Saya tidak bisa. Saya tidak bisa menghilangkan perasaan ini. Saya sangat mencintai kamu adel entah kamu ingat atau tidak sejak dulu saya sudah jatuh Cinta padamu. Senyumanmu telah menyelamatkan saya dari keputusasaan. Genggaman tangan mungilmu benar benar telah menghangatkan hati saya. Karena itu saya akan mendukung semua hal yang kamu inginkan asal kamu bahagia. Saya akan memberikan kebebasan untuk kamu adel. °
Mas...
Tanpa kusadari tetesan air bening menyucur dari pelipis mataku. Entah apa yang membuatku merasa begitu sesak. Apakah karena rasa bersalah ataupun karena akan pergi jauh dari yang namanya rumah?
Hik... hik... hik...
Aku berjalan kearah beranda kamarku. Jendela yang mengarah langsung ke parkiran dan pintu gerbang. Termenung. Memikirkan segala hal yang seharusnya tidak kupikirkan saat ini...
Tok... tok... tok...
Deg!
Suara ketukan pintu membuyarkan semua lamunanku. Aku kembali ke kenyataan yang seharusnya kujalani.
"Nya... supirnya udah nunggu dibawah... ".
Udah waktunya... Ayok adel.... ayo berangkat..!
__ADS_1
Aku mengambil koper dan juga tas tasku serta barang barangku yang lain untuk dibawa pergi. Cukup banyak, tentu saja aku dibantu sama Bik siti buat bawak kebawah. Mana sanggup aku bawak sebanyak ini.
Harusnya kamu bantuin aku mas bawakin ini semua, berat tauk!
"Makasih ya bik... kalok gitu adel berangkat dulu ".
"Iya Nya... Hati hati dijalan ya Nya.. ".
"Hehe... Iya bik... ".
Meski tak berlangsung lama, aku lumayan dekat dengan bik Siti. Dia sangat baik dan lembut. Aku seperti mendapat kehangatan seorang ibu dari dirinya.
Bik siti dan Pak supir segera membantuku memasukkan semua barang barangku kedalam bagasi mobil dan sebagian juga ada ku taruh aja disampingku, kemudian Aku masuk kedalam mobil yang dikendarai oleh supir Mas Dirga itu. Ia mulai menyalakan mobil dan bersiap menjalankan mobil ini. Perlahan ia mobil ini bergerak, Bik siti masih melambaikan tangannya padaku. Masih dekat akupun membalas lambaian tangannya ditambah dengan senyuman terbaik yang bisa aku berikan saat ini padanya dan juga Mas Dirga. Itupun kalau dia ada disini sekarang.
Kecepatan mobil yang kunaiki semakin meninggi. Aku memperhatikan rumah yang beberapa waktu itu kutinggali. Semakin jauh dan semakin tertutup oleh dedaunan pohon pohon yang berada di pinggiran jalan. Meski sebentar namun cukup banyak kenangan yang tertinggal disana.
Tring...!
Reva
Oi, del udah berangkat?
Me
Ya udahlah...
Reva
Hmm...
Me
Ish... udh berapa kali gw bilang... gw sendiri aj
Reva
Ya udh deh kalo emang itu keputusan lu... gw. mah ikut aja, asal lu jangan yg aneh" ya dijepang...
Me
Wkwkwkwkw... Apaan sih lu, lagian gw cmn mau blajar doang... udah deh, lu banyak ngaconya...
Reva
Hedah!! iya iya, hati hati lu piginya... jangan gak ngabarin gw ya... awas aja lu kalo lost contact... lu balik ke Indonesia kagak gw anggap sahabat gw lagi
Me
Ish... bebs dont marah" dong... gw pasti. ngabarin kmu kok😘😘
Reva
__ADS_1
🤮🤮🤮
Udah ah gw mau ngampus dulu, ntar kalo elu dah nyampek kabarin ya..
Me
Wkwkwkwkwk... Oke oke
Sebenarnya Reva pingin banget ngantar aku. ke Bandara, tapi karena dia juga ngajak Kak Dewa aku jadi nolak Reva. Aku tidak mau bertemu kak dewa. Cukup kemaren kemaren aku udah jadi rapuh karena dia. Sekarang aku harus kuat dan bener bener fokus sama tujuanku.
Kupikir hari ini akan menjadi hari yang Indah dan perpisahan yang manis, dengan senyum dan tawa dimana mana saat mereka mengantar kepergianku. Namun, ekspetasi tidak akan sesuai dengan realita, kan. Aku malah ketemu Kak dewa disaat aku lagi jalan sama Mas dirga. Padahal saat itu aku mau ninggalin kesan baik untuk Mas Dirga, tapi karena ketemu Kak Dewa aku jafi gak tau arah. Aku gak tau harus gimana hingga tanpa sadar perilaku begitu mengecewakan Mas Dirga. Aku tidak bisa mengontrol diri dan akhirnya membuat mas dirga marah dan sakit hati padaku.
Hari apalagi cobak kalok bukan hari ini yang terburuk didalam hidupku!!!
"Non... Udah nyampek ini".
"Eh!! iya pak! ".
"Cepet banget ya pak ".
Segala lamunanku terbuyarkan ketika aku sadar aku sudah sampai dibandara. Sendirian. Pak supir cuma nemenin aku sampe dipintu utama doang, sisanya ya aku sendirian.
Ketika aku sedang menunggu antrian untuk masuk menuju kedalam pesawat. Aku menoleh kebelakang cukup lama, berandai andai. Seandainya Ia muncul dari kerumunan orang orang itu dan menunjukkan senyumannya yang begitu tampan sambil melambaikan tangan yang terdapat buket ditangannya itu, bukankah hal itu akan lebih baik lagi?
"Haha... aku mikir apa sih? ".
"Dah... dah... sekarang bukan waktunya mikir yang gak mungkin. Fokus!!!! Japan im coming!!! ".
Tap...
Langkah pertama untuk menuju hidup yang baru!
--------------
Brmmm....
Udah jam berapa ini? Akh... sebenarnya gue kenapa cobak... heh!!!
Deg!!
Dari kejauhan aku melihat seorang gadis mungilku. Memakai rok selutut dan jaket bewarna dusty. Rambutnya di kuncir kuda dan poninya sengaja di jepit kedua arah.Penampilan simple yang aku sangat suka darinya.
Adel...
___________
Hai readers...
salam sapa...
jangan bosen ya, terutama dengan jadwal up yang gak teratur ini... gpplah anggap aja suaya lebih greget kan...
__ADS_1
so jangang lupa like, comment and ditambahkan ke favorit kalian okeeeyy!!!
See you next time