Can I Love Him

Can I Love Him
BAB 29


__ADS_3

Dirga mengusap kasar wajahnya menatap langit langit kamar. Pikirannya hanya satu. Apa yang harus kulakukan? hanya itu, Ia terlalu bingung harus bagaimana bersikap pada adel. Bukannya mau mendiamkan adel hanya ia terlalu segan untuk berbicara kepada gadis muda yang ia paksa untuk menikahinya.


"**Besok... Mulai besok aku tidak akan melihatmu lagi... ".


"Mulai besok kau tidak perlu memaksakan diri lagi untuk tersenyum... adel**... ".


Suara lirih itu menambah keheningan didalam kamarnya yang redup. Namun bukan berarti Dirga akan menyerah dengan perasaan yang sudah begitu lama ia tanam didalam jiwanya itu.


"Baiklah... aku tidak akan menyerah, aku berjanji akan ada disisimu meski kau tidak mengingatku! ".


Dirga bangkit dari tempat tidurnya. Merobek secarik kertas dari lembaran lembaran buku tulis agendanya. Ia duduk dimeja kerjanya dan langsung menulis kalimat kalimat yang ingin ia sampaikan pada adel.


"Untukmu istriku yang manis, besok kamu akan pergi jauh... jarak pasti akan memisahkan kita, tapi tetap saja hatiku masih akan tetap menjangkaumu tidak akan ada yang lain......"


???? hemm... gimana ya nulisnya


"Untuk adel, mulai besok kita gak akan saling berhadapan dimeja makan. Pasti bakal sunyi rasanya tapi gpp, asalkan kita saling mengingat satu sama-.... emang adel bakal ngingat aku??? ".


Entah udah berapa lembar kertas yang dikoyak dirga hanya untuk. mengucapkan selamat tinggal untuk adel. Jam sudah menunjukkan pukul 3 pagi, dirga masih belum menyelesaikan suratnya untuk adel dan nampaknya dirga cukup frustasi untuk. mengutarakan perasaanya.


------------


"...karena itu saya akan mendukung semua hal yang kamu inginkan asal kamu bahagia. Saya akan memberikan kebebasan untuk kamu adel...".


"Selesai! ".


Setidaknya aku menulis jelas perasaanku kepada adel.


"Haduh dah jam 4 lewat lagi, tidur bentar ajalah biar gak ngantuk amat".


Dirga melelapkan diri dimeja kerjanya. Ia sudah tidak sanggup jalan ketempat tidur, ia sangat ngantuk dan lelah.


Dirga tidur kurang lebih 2 jam. Ia segera bangun dan merapikan diri, mengambil surat diatas meja kerja yang sudah ia tulis tadi malam. Ia menatap surat itu dan sejenak. berpikir untuk tidak memberikannya pada adel, namun ia urungkan. Sudah sepanjang malam ia memikirkan isi surat itu dan tidak jadi diberikan pada adel?! itu namanya bodoh, begitulah pikir dirga.


Ia turun kebawah dan segera sarapan. Sebelum berangkat dirga menitipkan surat itu ke Bik Siti.


"Bik, nanti kalok adel udah bangun tolong kasi ini ya bik, saya Buru Buru ada urusan mendesak dikantor".


Tentu saja itu bohong. Urusan apa dikantor sepagi ini.


"I-iya tuan... ".


"O iya satu lagi bik, nanti supir kantor saya yang ngantar adel ke bandara... tolong disampein juga ya bik".


Dirga melangkah berat untuk meninggalkan rumahnya yang pastinya ketika ia kembali pulang tidak akan melihat pemandangan ketika adel sibuk ngemil sambil nonton film horor diruang tamu.


Tidak akan ada lagi senyuman manis khas adel yang akan menyambutnya dengan hangat.


Tidak akan ada lagi yang membuat dirga tertawa sendirian saat mengganggu adel yang mudah cemberut.


Dirga bersegera berangkat kekantor dan menghiraukan perasaannya. Meski sudah sangat yakin tidak ikut mengantar adel adalah pilihan terbaik namun tetap saja, sebagai seseorang yang sangat mencintai adel dirga tidak bisa berhenti sedetikpun untuk tidak memikirkan adel.


Drrrrtt...


Handphone dirga bergetar, ia segera menepikan mobilnya untuk menjawab telepon. Saat ia melihat siapa yang menelpon sungguh ia malas untuk mengangkatnya.


"Halo kak... ".


"Eh... Hari ini Adel berangkat ke Jepang?! ".


"Iya".


"Terus kamu ikut ngantarnya? ".

__ADS_1


"...enggak... ".


"HA!!!! kamu ini ya, udah ngasi istri yang masih semuda itu pigi jauh jauh sekarang kamu malahan gak ikut nganter dia... kamu ini harusnya jadi suami yang tegas, ingatin dia buat jangan jelala-".


"KAK!!!! Adel itu gak kayak ibu kakak yang suka mainin laki laki lain!!!! ".


"Dir-".


Tit!!!!


Dirga langsung mematikan teleponnya. Meski kak sello ramah dengan Adel, namun setiap kali adel tidak ada Kak Sello pasti ngomongin adel ke dirga. Bukannya gak sukak, memang begitulah sifat Kak Sello. Kak Sello cukup dekat dengan ibu tiri mereka. Kak Sello semakin suka nyinyir semenjak ia dekat dengan ibu tiri mereka. Dirga sangat tidak menyukai sifat mereka yang suka menilai orang hanya dari pemikiran mereka sendiri padahal sama sekali tidak mengenal orang tersebut.


**********


Sesampainya di kantor Dirga langsung duduk disofa dan cukup tertekan.


"Kok bisa bisanya Kak sello mikir kayak gitu ke Adel. Tapi... adel juga gak suka samaku...".


udahlah gak usah dipikirin lagi kalok adel pigi ya pigi aku disini aja.


"Akh... aku udah kayak bocah beneran... "


Dirga mengambil handphone dan segera menelpon sahabatnya. Haga.


"Kenapa lu tiba tiba nelpon Dir?! ".


"Lu bisa kekantor gue sekarang gak? ".


"Bisa... emang ada apa? ".


"Dalah buruan dateng, gue tunggu ".


Tit!


"Kenapa harus seberat ini.... ".


Tok... tok...


"Masuk".


Cklek...


"Lu kenapa Dir, tiba tiba nelpon gue bilang pingin ketemu ".


"Lu gak niat jahat kan sama gue, sementang gue sering jahilin lu... ".


"Akh.. apaan sih lu, gue cuman mau cerita doang, sekarang gue lagi ribet banget ini! ".


"O-oh... ya udah ceritalah... ".


Dirga menatap tajam kearah Haga yang masih berdiri didepan pintu. Ia menarik napas panjang dan mulai menceritakan kegelisahannya saat ini.


"Jadi intinya lu kepingin ngucapin bye ke adel? ".


"Heh... gitulah". Dirga mengedipkan bahunya. Ia sendiripun masih belum mengerti dengan keinginannya sendiri.


"Ya... lu tinggal bilang ajalah! ".


"Gak semudah iti bego! ".


"Lu kayak bocah makin lama gua liat. Kalo lo suka sama adel ya bilang. Kalo lo pingin meluk adel ya peluk. Lagian adel juga gak bakalan marah kok kalo lo nganterin dia. Denger ya... dari yang gue lihat dari si Adel, dia gak sebenci yang kayak lo bayangin ke elo! ".


"Darimana lu tau? ".

__ADS_1


"Hah... mata gue gak pernah salah kalo nge nilai cewek cantik apalagi yang baik".


"...".


"Udah sono kejar dia... pakek acara diem segala... lu gak gentle amat sih".


Buk!


Tiba tiba kepalan tinju mendarat diperut Haga.


"Ehogh.. woi sakit tau!!!! ".


"Makasih ya bro sarannya, lain kali tu mulut dijaga.... ".


"Hadeh.. Dir dir... pantesan begini, ngucapin makasih aja mesti ninju dulu... hahaha... good luck ajalah buat lu... ".


"Aduduh... kuat juga tu anak ninju gua


**********


Udah jam berapa ini? Akh... udah jam 9 lagi...


Masih keburu gak ya???.. pasti keburu!!!


Brmmmmm!!!!


Dirga langsung ngebut ke bandara. Ada banyak yang ingin ia sampaikan ke adel. Dirga semakin mempercepat laju mobilnya.Dari kantor dirga ke bandara lumayan jauh tapi tidak sampe 30 menit dirga udah dibandara.


Tap... tap... tap...


Aku berlari kesana kemari, memperhatikan sekeliling mencari sosok gadis yang sangat ingin kutemui. Waktu seakan lebih cepat berputar tidak banyak lagi waktu yang tersisa untuk menemui adel.


Tap... tap... tap...


Adel kamu dimana?


Deg!!


Ketemu...


Dari kejauhan aku melihat seorang gadis mungilku. Memakai rok selutut dan jaket bewarna dusty. Rambutnya di kuncir kuda dan poninya sengaja di jepit kedua arah.Penampilan simple yang aku sangat suka darinya.


Adel...


"ADEL...!!!! ".


_________


Gong xi fa cai....


telat ya..


gpp deh...


Hai readers pasti udah pada kesel ya kelamaan nunggu. Ya saya tau rasanya menanti yang gak pasti itu emang gak enak...


Sebenarnya saya lagi ada kendala untuk kelanjutan ceritanya makanya saya lama banget upnya, dan kemungkinan bakal jarang up juga... soalnya sekuel yg ydah saya pikirkan agak berubah jadi saya buat yang baru... jadi mohon maaf untuk keterlambatannya...


I love you so much para readersku...


Makasih udah ngomentar kapan up... tu bikin aku makin semangat buat nulis..


dan jangan lupa ya selalu komen, like dan selalu favorit jangan di unfavorit karena saya lama upnya.

__ADS_1


see youuu, 🥰🥰😘😘😘😘


__ADS_2