Can I Love Him

Can I Love Him
BAB 13


__ADS_3

"Keputusanku udah bulat, ini pilihanku!!! ". Aku bertekad kuat didalam lubuk hatiku yang paling dalam. Keputusan ini adalah milikku tidak ada yang bisa mengganggunya.


Ting!


Om Dirga


Adel kamu udah pulang?


Aku sedikit heran tiba tiba Om dirga ngirim chat. Biasanya dia kan selalu muncul ntah darimana. Baru kali ini dia nanya kabarku.


Balas dululah. Lagian masih ada satu kelas lagi.


BRAK!!!


"Hellou my prend! ".


"MASIH ADA KELAS O-... ".


Hampir aja keceplosan...


Jantungku rasanya mau meledek. Reva tiba tiba menggebrak mejaku disaat aku lagi serius seriusnya. Apa ni anak masih dendam samaku?.


"Aa.. Reva gue kaget tauk!!!! ".


"Hihihi... sorry tadi gadak maksud kok. Beneran ".


Aku memutar bola mataku tak percaya dengan ucapan Reva. Dia pasti masih kesal sial kejadian yang udah berpuluh puluh tahun lamanya itu. Waktu aku ngagetin dia pas lagi sibuk ngapal bahan untuk persentasi.


"Iya iya. Up to you lah".


"Eee... Adel le le le... ".


"Reva pliss to the point aja mau apa?! ". Aku mendongak melihat Reva yang berdiri tepat didepan mejaku.


"Itu... aku gak nyatat tadi jadi... ".


Tuk!!


Aku meletakkan buku catatan bahasa inggrisku diatas mejaku tepat didepan Reva.


"Tuh.. kalok mau disalin salin aja, gak usah pake acara lebay segala".


"Jutek amat sih nyonya besarku ini".


"Gak mau nih". Aku langsung menarik buku ku yang baru saja mau diambil Reva.


"Eeitss... Becanda lo del, sensi amat sih lo".


"Heh... makanya jangan ngebacot kalo dikasi ati".


"Iya iya... noh bapak lo udah dateng tuh".


Puncuk bibir Reva mengisyaratkan kearah pintu kelas kami. Mataku terbelalak begitu besar sampai mau keluar rasanya karena yang masuk adalah Pak Lukman.


"WHAT'S!!! ". Pekikku dan langsung memelototi reva yang pura pura sibuk menyalin catatanku.


Satu jam pelajaran paling membosankan ini berlangsung dan akhirnya selesai. Aku cukup lelah dan ingin langsung pulang. Tapi aku merasa melupakan sesuatu.


"Hmm.. apa ya? ".


Aku mencoba memutar kejadian hari ini untuk mencatibapa yang sudah aku lupakan.


"O iya! ".


Kurogoh kembali kantong celanaku dan mengambil sebuah handphone yang terapit didalamnya. Aku batu ingat kalau belum membalas chat Om dirga tadi.


"God, kok aku bisa lupa. Kasian Om pasti udah nunggu lama ini". Gumamku sambil mengetik chat. Dan langsung pergi ke parkiran.


Ting!


Me


Udah om.


Aku melihat sekitaran parkiran mobil Om dirga sama sekali enggak kelihatan.


Me

__ADS_1


Om dimana. Adel udah diparkiran daritadi nungguin om.


Om Dirga


Saya udah di gerbang. Kamu keluar aja


Me


Iya om.


Pantesan Om dirga gak masuk ke kampus ku. Palingan diluar gerbang ini. Aku mempercepat langkahku keluar dari lingkungan kampus. Terlihat sebuah mobil bewarna hitam pekat terparkir agak jauh dari gerbang kampusku. Ada seorang pria yang memperhatikan kearahku yang bukan lain adalah Om Dirga. Tapi setelah melihatku dia langsung masuk kedalam mobil.


"Negor kek. Orang udah kepanasan lagi diparkiran tadi". celotehku didalam hati.


Akupun akut masuk kedalam mobil dan memasang sabuk pengaman.


Brum...


Mobil yang kutumpangi mulai melaju ke tujuan pertama kami untuk melihat gaun gaun yang akan kupakai di resepsi nanti.


Kupikir kami akan ke butiq tapi yang benar aja kami malah kerumag Om Reno yaitu bokapnya Om dirga. Bingung juga ya gini bedain anak sama bapaknya kalok sama sama dipanggil om.


Aku memakai beberapa gaun namun gaun yang kupakai terakhir membuatku terpesona sendiri. Aku terlihat sangat menawan dengan gaun itu. Om dirga juga terus memandangiku tapi wajahnya hanya datar tidak ada ekspresi yang lain.


"Alah... del kamu juga capek kan Buru" kayak gini".


Aku terkejut dengan pertanyaan yang dilontarkan Om Reno. Aku bingjng harus menjawab apa .


"E.. lumayan om hehe... ".


"Ya udah Dirga langsung cabut ya yah , Assalamualaikum".


"Iya iya. Wa'alaikum salaam ". Om dirga menyalim ayahnya yang wajahnya jengkel melihat tingkah Om dirga terburu buru seperti ini.


"Adel juga pamit ya Om. Assalamualaikum ".


"Iya del waalaikum salaam ". Aku juga ikut menyalim Ayah Om dirga dan sedikit tersenyum meski aku merasa agak canggung.


**********


Setelah itu kami pergi untuk prewed. Aku terkejut untuk kedua kalinya. Ke pikir kami akan pemotretan didalam studio. Memakai gaun dan setelan jas juga. Tapi ternyata kami pemotretan dirumah dengan gaya sederhana yang klasik. Aku suka dengan susana disana.


Gak nyampe 2 jam kami udah selesai. Dan itu membuatku lega.


Brummm!!...


"Del, mau makan apa? ".


"Pingin yang pedes pedes om".


"Ma-mau makan mie pedes gak? ".


"Mau mau Om. Cocok banget itu! ".


Ckit...


Tak lama kami sampai restoran emi yang tidak terlalu mewah namun masih enak dipandang. Disana terdapat menu lengkap untuk hidangan pedas.


"Om, ini bukannya resto yang lagi viral itu? ".


"Iya, katanya menu pedas disini lengkap".


Gak nyangka Om dirga update juga tentang tempat kaya begini.


Kami memilih meja diatap. Meski angin cukup kuat dan terasa dingin tapi pemandangan dari atap sangan Indah. Lampu kota terlihat seperti lampu kelap kelip yang menghiasi kota ini. Indah.


"Mau pesan apa? ". Om dirga memberikan daftar menu padaku.


Sebenarnya aku udah lama mau ke sini cuma selalu gak sempat karena gadak teman. Reva gak kuat makan pedas. Kak dewa... aku sudah gak kontakan sama dia. Makanya aku udah tau harus pesan apa.


"Mbak... Saya mau mie pedas gilanya satu, ayam pedas level 3 terus kentang goreng bumbu balado, sama hmm... Ooo, ini mbak timun iris dua porsi".


"Minumannya? ".


"Air anget aja mbak yang banyak".


"ooo iya mbak, Kalo kakaknya mau pesen apa? ". Suara pelayan itu seperti menggoda Om dirga. Jijik rasanya. Aku sedikit kesal apa dia gak tau aku siapa.

__ADS_1


Ya, mana dia tau bego. Emangnya dia dilan bisa ngermal.


*********


Aku hampir lupa tujuanku makan sama Om dirga karena makanannya terlalu enak.


"Jadi... seteleh nikah nanti Adel mau kuliah keluar negeri".


Aku yakin dengan keputusanku. Ini yang terbaik


"Kamu mau kemana? ".


"Ke Jepang. Disana pendidikan bagus".


"Mmm... Silahkan kalau kamu mau kuliah di Jepang. Biayany-".


"Tenang Om, kalo soal biaya udah siap kok. Adel bakal mandiri jadi Om gak mesti repot repot ngeluarin uang".


"Biar saya aja yang bayar. Kamu fokus aja kuliah. Toh kalo kamu jadi istri saya kamu bakal jadi tanggung jawab saya. Jadi nggak usah sungkan".


Perasaanku aja atau emang Om dirga lebih dingin dari biasanya.


"Kalo udah siap makan, ayo biar langsung pulang".


"Iya Om dikit lagi".


"Om ngomong apa? ".


Aku sedikit takut. Aku merasa Om dirga marah samaku. Tapi kenapa dia marah?


"Enggak enggak. Udah cepat abisin! ".


"Iyaaaa".


__________


Sudah 5 hari sejak aku ngasi tau Om dirga keputusanku. Setelah hari itu om dirga gak pernah lagi datang kerumahku. Padahal besok adalah pernikahan kami. Ada apa dengannya? Biarlah lebih baik begini untuk apa aku khawatir dengannya.


Berkas berkas untuk kepindahanku juga udah beres. Setelah pernikahan ini aku akan segera terbang ke jepang.


__________


Tok tok tok


"Assalamualaikum ".


Eh, suara ini bukannya Om dirga. Aku yang bersantai diruang tamu langsung membukakan pintu rumahku. Kulihat seorang pria yang familiar berdiri tepat didepan ku. Memakai baju lengan panjang bewarna hitam yang digulung sampai siku celana keeper bewarna abu abu.


Om dirga terlihat berbeda dari biasanya. Nampak muda.


"Del, ini undangan untuk teman teman kamu ". Om dirga memberi 10 lembar undang kami. Dibagian depan undangan terlihat poto yang kami pilih kemarin.


"I-iya Om".


"Saya langsung balik ya".


"Om gak mampir dulu? ".


"Enggak. Besok kita pasti sibuk hari ini istirahat aja dulu".


Om dirga langsung pergi dari rumahku. Hari ini dia masih terlihat aneh. Jauh lebih dingin bahkan terlihat malas untuk bicara padaku.


Deg!!!


Gimana caranya aku ngasi undangan ini sama Kak dewa???


___________


Hellouuuu Readers sekalian maaf ya telat upnya 🙏🙏🙏🙏🙏🙏. Semalem ngapal struktur tulang banyak banget. Pas mau mulai ngetik mata udah macam ketarek magnet gak bisa dibukak... Jadi malah ketiduran deh 😅😅😅


Jangan marah yooo.


Nah untuk para readers Yang menantiku. Jangan lupa buat selalu like Dan comment. Yang belum like sama koment silahkan di like Dan dikoment... (Kok keknya ngulang mulu ya kata katanya... loss dah).


Sebagai permintaan maaf....


Nih aku kasi bonusss si dirga gak pakek baju formal 😘🥰🥰

__ADS_1



__ADS_2