Can I Love Him

Can I Love Him
BAB 20


__ADS_3

Aku mempercepat laju mobilku. Ini sudah hampir terlambat. Ayah baru saja mengirim chat padaku. Dia. bilang kalo sebelum jam 8 udah harus nyampek tapi inj udah jam setengah delapan. Kami nyampe rumah aja belum.


"Mas jangan ngebut ngebut dong". Aku melihat adel yang mencengkram erat jok mobil dan sabuk pengaman miliknya.


"Kamu tenang aja gak bakal kenapa kenapa kok".


Bukannya memperlambat laju mobilku aku malah semakin mempercepatnya. Sebenarnya aku sangat suka melihat ekspresi adel yang sangat lucu saat aku menyalip mobil mobil yang ada didepanku.


"MAS!!!!... Huuu.... ".


"Kita udah telat adel makanya saya balap kaya gini".


"Iya mas tapi ini cepat banget".


"Ntar lagi kita sampek kok".


"Hu.... ".


Adel merengek ketakutan. Ya tega gak tega sih. Cuman emang benar kami udah telat. Aku gak mau dengar ceramah panjang kak Sella. Telingaku bisa pecah kalo denger celoteh panjang kak Sella sepanjang malam.


**********


"Adel.. udah nyampek.. buka aja mata kamu".


Adel yang memeluk jok yang didudukinya. Perlahan adel memicing matanya. Mencoba mengintip apakah benar kami sudah sampai dirumah.


"Sayang... saya gak bohong. Ayo turun-". Aku mendekatkan tubuhku ke arah adel. Tangan kananku mengelus lembut puncuk kepala adel. Kulihat air mata yang sedikit keluar dari pelipis mata adel.


"Adel kamu nangis?!! ".


"Hik... Adel takut mas... hik... ".


Aku langsung menarik tubuh adel yang ternyata sejak tadi gemetaran. Ku peluk erat tubuhnya. Kugenggam erat tangannya.


Dingin!!!! Akh... bego banget guaa!!!


Hiks.... hiks....


"Adel maafin saya. Lain kali saya gak bakal balap balap lagi".


"Beneran ya mas... Adel gak sukak kalo mobil balap kayak gitu... Adel takut... ". Suara adel bergetar hebat. Sepertinya rasa takut benar benar menguasainya.


"Ush.. ush... Iya sayang... saya gak bakal ngulangin lagi".


Aku masih memeluk erat tubuh adel yang tak berhenti gemetar. Aku mengangkat wajahnya menghadapku. Aku benar benar terkejut, wajah adel sangat pucat. Matanya sembab.


"Adel, maafin saya ya... ". Aku menatap lembut wajah adel. Adel menundukkan pandangannya. Perlahan ia melihat mataku. Tanpa berbicara dan menanggapi ucapanku.


"Ya adel, saya minta maaf". Sekali lagi aku meminta maaf kepada adel yang sudah melihatku. Ia mengangguk pelan meski airmatanya masih menetes.


"Tapi bener ya mas janji gak gitu lagi... Gak balap balap lagi... ". Dengan suara bergetar dan terdengar seperti suara anak kecil yang imut ditambah ekspresi adel yang menggemaskan membuat adel menjadi terlihat sangat imut.


"Iya sayang, saya janji". Aku mencium mata kanan dan kemudian mata kiri adel yang masih berlinang air mata. Selanjutnya aku mencium lembut kening adel. Aku mengusap air mata yang tersisa dipipi Adel.


"Dah tenang kan? ".


"Udah... ".


"Ya udah yuk kedalam kita siap siap kerumah ayah".


"Iya mas".


Aku keluar dari mobil diikuti adel yang kutunggu disamping pintu joknya.


Setelah adel keluar aku langsung mengambil tangan adel dan menuntunnya masuk ke dalam rumah. Menaiki anak tangga dan sampai di depan kamar tepat disamping kamarku.


"Ini kamar kamu. Barang barang kamu juga udah dibereskan. Kalo ada yang kurang kamu bisa panggil saya".


"Iya mas".


Adel masuk kekamarnya begitupun denganku. Aku masuk kekamarku dan langsung mandi. Badanku sangat lengket karena keringatan. Setelah selesai mandi aku memeriksa lemariku, mencari pakaian yang pas dengan adel.

__ADS_1


"Pake yang ini lah".


Tok...


Tok...


Tok...


"Adel kamu udah siap? ".


"Bentar mas dikit lagi ". Salut adel dari dalam kamarnya.


"Aduh gimana sih ini. Tanganku gak nyampe ngancingnya". Geram adel sendiri didalam hatinya.


...


"Ma-mas boleh minta tolong gak... ".


"Ada apa!! ". Tentu aku langsung panik, takut adel kenapa napa.


"Masuk dulu ".


Cklek...


"Ada apa del? ".


"I-ini... tolong kancingin... ". Adel menunjukkan punggung nya yang terpampang cukup terbuka. Aku harus menelan berat air liurku.


Lord!!! kalo liat istri sendiri nafsu pasti gak bakal dosa kan.


"Saya kira ada apa tadi. Ya udah sini biar saya kancing".


Harus stay cool. Aku gak bakalan sanggup grogi didepan adel. Cukup tadi siang dia mempermalukan ku habis habisan. Kali ini aku akan kembali menjadi cowok cool dan menawan.


"Oke udah siap. Terus rambut kamu? ".


"Ini mah simple mas, tinggal diginiin terus diginiin jadi deh".


"Kamu gak make up? ".


"E.... enggak deh".


"Kenapa? ".


"So-soalnya adel gak pande make up".


"Loh... udah pake yang kayak biasa aja".


"Eh beneran ini mas? ". Adel langsung mendongakkan kepalanya dan membelalak. Apa yang aneh dengan ucapanku. Aku merasa ucapanku jelas dan pasti bisa dimengerti.


"Saya tunggu disitu ya". Aku menunjuk kearah ranjang adel. Aku berjalan kesana dan kemudian duduk di tepi tempat tidurnya.


Kulihat adel membuka tas kecil yang bisa dibilang sangat kecil untuk tas make up. Aku tak tau apa yang sedang ia gunakan. Tapi sepertinya cukup sulit.


20 menit adel berdandan. Cukup lama. sedangkan notif dari kak sello sudah memenuhi layar handphone ku.


Mak Lampir


Kamu dimana sih!! udah jam berapa ini?!


Mak Lampir


Woi dirga!!! Awas aja lo kalo udah nyampek nanti!


Mak Lampir


Ish... ni anak emang. Gak bisa cepet apa!!!!


Akh mending gak usah kubaca. Sakit kepala ngeliatnya.


"Mas adel udah siap".

__ADS_1


Adel berdiri disampingku dengan dandanan yang seperti biasa. Benar. Seperti biasa.


"Maaf mas, soalnya ini juga diajarin sama reva. Dulu adel gak pernah make up".


"Iya adel. Saya gak marah kok. Ya udah kita langsung berangkat aja ya".


"Iya mas".


Kami keluar dari kamar adel dan menuruni anak tangga. Berjalan terus sampai didepan mobil. Aku membukakan pintu untuk adel selayaknya seorang Putri yang dijemput pangerannya. Meski aku juga gak bakal dianggap pangeran sama adel sih. Adel masuk kedalam mobil dan langsung memasang sabuk pengaman.


Begitupun denganku. Aku juga bergegas masuk kedalam mobil. Memasang sabuk pengaman dan langsung menghidupkan mobil.


Brum...


"Mas jangan ngebut lagi ya... ". Adel menatapku. Dahinya mengerut dan bibirnya. manyun kedepan. Itu sangat mengemaskan. Aku langsung mengusap kasar kepala adel yang membuat rambutnya sedikit berantakan.


"Ih, Mas adel udah capek capek natanya".


"Hahah... gapapa kamu tetap cantik kok".


Hah. Kadang aku kelepasan dan gak bisa ngontrol diri. Syukurnya adel gak ilfil padaku karena terlalu sering sok manis sama dia.


Brummm....


Keadaan kota malam ini sama seperti biasanya. Padat dan macet. Ini sudah jam 8 lewat tapi kami belum sampai juga. Aku tau pasti yang paling ribut adalah Kak Sello.


Dikeluarga kami yang paling cerewet itu Kak Sello, Bahkan ibu kandung kami aja gak seheboh dia. Aku juga heran ntah dari siapa sifat cerewet killer itu nurun sama Kak sello.


Seteleh melewati padatnya tengah kota. Akhirnya kami masuk kedalam area rumah elit. Tempat tinggal ayah. Aku menjalankan mobilku sedikit lebih cepat namun batasan wajar. Dan segera masuk kedalam pelantaran rumah ayahku. Memarkirkan mobil dan keluar.


Kulihat seorang wanita berdiri tegap didepan pintu rumah ayah. Siapa lagi kalau bukan Kak Sello.


"Kak... ".


"Masih datang toh, Kirain tadi gak jadi". Kak sello mengintrogasi kami dengan gaya songongnya.


"Ish... macet tau kak".


"Alah alesan aja kamu".


"Kalo kakak gak percaya tanya adel aja sana".


"Adel be-".


"Sello! Bukannya nyuruh langsung masuk kedalam malah kamu ceramahin".


Tiba tiba ayah muncul dari belakang dan memarahi kak sello. Lega rasanya gak jadi dengar celoteh berakarnya.


"Adel ayo masuk nak".


Ayah mempersilakan kami segera masuk. Sedangkan Kak sello mengikuti kami juga. Wajahnya benar benar membuatku ingin tertawa terbahak bahak. Dia sangat kesal. karena Ayah membela kami yang sudah datang terlambat dan malah menghiraukan dia yang menunggu dengan sabar disini.


"Kalian pasti capek kan. Yang nyiapin biar Kak Sello sama bik siti aja".


"Eh enggak usah yah.. Adel bantuin juga ya".


"Ya udah kalo kamu maunya gitu".


"Sini del, ada banyak makanan dibelakang masi mentah sih... ".


"Kita BBQ-an kan kak? ".


"Iya, makanya kita nyiapin bumbunya dulu sama nyiapin bahan ".


"Oh oke kak".


__________


Kaya biasa jangan lupa like, komen dan favorit kan yaa 😘🥰🥰


âž¿ Double âž¿

__ADS_1


__ADS_2