Can I Love Him

Can I Love Him
BAB 11


__ADS_3

"Ssshhh... ".


"Sakit ya kak".


"Lumayanlah, namanya juga digebukin mana mungkin gak sakit".


"Hihihi... Iya juga ya ". Aku kembali membersihkan luka wajah Kak Dewa dan mengoleskan salep di bagian yang memar.


"Del... ".


"Hmmm... ".


"Ngapain Oom itu kesini tadi".


Deg.


"Di-dia anaknya teman papa dulu. Jadi sering mampir kesini". Aku masih belum berani jujur pada Kak dewa. Ya lagian aku juga gak bohong kok. Om Dirga kan emang anaknya temen papa.


"Ooo... ".


Suasana menjadi canggung. Aku tidak tau harus membuka obrolan dengan topik apa.


"Del, Kenap kamu nolak kakak? ".


"Eee... ".


To the point amat kak. Gimana nih harus jawab apa. Ayo adel olah otakmu!!!.


"Gi-gini kak. Adel cuma liat kakak kayak kakak kandung adel sendiri ".


"Kamu yakin? ".


"Iya... ".


"Tatap mata kakak del, bilang kalo kamu gak Cinta dan gak sayang sama kakak".


Deg!!!


Aku harus bisa. Harus bisa. Ngomong senatural mungkin.


Aku menatap lekat wajah kak dewa. Tanganku mendingin dan dipenuhi keringat. Kuulang kat kata yang ingin kuucapkan berkali kali di kepalaku.


"Kak, maaf adel gak Cinta dan gak sa-".


Tess...


Tanpa sadar air mataku menetes. Melewati pipi kiriku. Aku langsung terbelalak dan mengusap air mataku. Kak dewa memandangku tau kalau aku berbohong padanya.


"Adel ka-".


"Adel gak bisa sama kakak!! ".


"Kenapa del? ". Kak dewa mencengkram kedua bahu. Aku merasa tertekan. Kak dewa gak pernah maksa aku kaya gini.


"Ka-karena adel udah ma-mau... hiks...".


"Mau apa del? ".


"Mau ni-nikah kak... hiks... ".


Kak dewa semakin kuat mencengkram kedua bahuku. Dan beranjak pergi dari rumahku dengan luka lebam yang masih belum selesai kuobati. Aku tidak beranjak. Lagian tidak ada yang mau kujelaskan lagi sama Kak dewa.


Maaf kak. Kakak telat satu langkah.


**********


Brak!!!!


Pintu kantorku digebrak keras. Aku tersentak begitupun dengan sekretarisku yang sibuk menjelaskan jadwal jadwal meetingku.


"Oi dir, lo ngundang gue tapi malah sibuk kerja mulu".


"Bentar ga, penting ini".


Haga memutar bola matanya dan menghempaskan tubuhnya di sofa yang terdapat diruang kerjaku.


"Udah beres semua pak. Kalo begitu saya permisi".


"iya, silahkan".


----------


"Ga, ada apa sih. sampe sampe elo nyuruh gue datang ?".


"Gimana ya ceritanya panjang amat sih ini". Ucapku sambil menggaruk garuk kepalaku.


"Intinya aja dah".


"...".


"Gue mau nikah minggu depan ".


"WHAT THE... ". Kulihat haga begitu histeris mendengar aku akan segera menikah. Kenap dia heboh sendiri sih, lebay amat.


"Elo nikah??? Lo kesambet apaan, gadak ujan gadak becek lo malah nikah?? ".

__ADS_1


"Cewek mana yang tahan sama lo? ".


"Itu dia masalahnya". Aku mengusap kasar wajahku. menghela napas cukup panjang.


Haga menyandarkan tubuhnya ke sofa. Sambil memakan makanan yang udah kusiapkan disana.


"Cewek itu gak sukak sam lo? ".


"Sukur kalo cuma gak suka dia itu dah benci sama gue".


"Ha? Terus gimana lo bisa nikah sama dia? ".


"Papanya udah ngasi amanah. Dan dia udah janji bakalan nikah sama gue".


"Terus lu sama dia gimana? ".


"...".


"Ce elah malah bingung. Lu sayang gak sama dia? ".


"Iya, gue cinta sama adel. Gue sayang sama dia".


"Kalo gitunya elo tinggal buktiin aja. Gak susah kan".


"Ngomong mah gampang. Adel gak semudah yang lo bayangin. Keras kepala".


"Lo kan juga keras kepala nyet. Lo gak nyadar emang... wkwkwkw.. ".


Apa sih yang lucu sampe mulut sampah ini ketawa banget. Gak sadar apa gue disini lagi gundah gulana.


"Dalah lu pulang aja gih. Kesel gue lama lama liat muke lu!! " Aku mendorong Haga keluar dari ruangan ku. Dia merontak di tak terima akan perlakuanku padanya.


"Woi elu yang ngundang gue. Lu juga yang ngusir gue sial!! "


"Gak usah bacot dah. Gue ada urusan ini".


Segera kututup pintu ruangan ku dan mengirim pesan chat ke Adel.


Me


Adel kamu udah pulang?


5 menit. 10 menit.


Mungkin adel matiin hapenya karena masih didalam kelas kali ya.


30 menit. 1 jam lewat 15 menit.


Ting!


Adel


Gadak kata maaf atau basa basi karena balas chatku. emang apa yang mau diharapkan jelas jelas dia gak suka samaku. Lebih baik aku gak menuntut lebih sama dia.


Tapi pasti kamu akan jatuh Cinta sama aku del.


Aku keluar dari kantorku dan langsung pergi ke area parkir. Aku masuk kedalam mobilku dan langsung men starternya. Perlahan aku. mundur kemudian aku melajunoada kecepatan normal dijalanan yang tidak terlalu padat.


Tak terlalu lama aku melihat kampus adel. Para mahasiswa keluar masuk dari pintu gerbangnya. Rencana aku mau nunggunadel di area parkir tapi aku yakin pasti adel gak bakalan suka. Jadinya aku nunggu agak jauhan dikit dari gerbang kampus adel.


Ting!


Adel


Om dimana. Adel udah diparkiran daritadi nungguin om.


"Eh, Adel nunggu diparkiran. Kirain dia bakalan datang sendiri keluar ". Gumamku sedikit senang.


Me


Saya udah di gerbang. Kamu keluar aja


Adel


Iya om.


Tak perlu menunggu lama Adel sudah berada tepat didepan mataku. Ingin rasanya aku melambai ramah padanya namun kuurungkan niatku dan langsung masuk kedalam mobil.


Adel pun masuk juga kedalam mobil.


Adel lumayan berkeringat. Pipinya merona alami karena kepanasan. Rambutnya diikat ekor kuda dan poninya di jepit kebelakang. Terlihat imut.


"Om nunggu apa lagi jalan dong".


"Eh... i-iya ".


Brumm...


Mobil melesat cukup kencang. Biasalah kalo lagi Buru Buru susah kalo pingin santai.


Ckit...


Aku sampai dirumah ayah. Adel nampak heran. Jelas. Kan rencananya hari ini ngetes gaun gaun buat resepsi tapi malah kerumahku. Begini sebenarnya Ayah ku punya teman desainer maka dari itulah. Semua baju yang udah dibuat diantar langsung kerumah ayah.


Tok

__ADS_1


tok


tok


"Yah, Assalamualaikum. Anak pulang kok dibiarin nunggu didepan pintu kayak rentenirnya sih yah". Celotehku panjang lebar padahal belum ada satu menitpun aku berdiri didepan pintu.


Cklek.


"Aya-... Lo kok tante yang buka".


Padahal kupikir dia gadak dirumah jam segini. Biasanya dia pasti shopping atau ngeggosip sama tetangga.


"Dirga kamu udah pulang-".


"Ayah dimana? ".


"Itu ada dibelakang lagi ngobrol sama temenya".


"Oh iya". Aku hanya melewati wanita yang tidak terlalu tua itu. Dia adalah istri kedua ayahku. Setelah beberapa tahun sejak Bunda meninggal Ayahku menikah lagi dengan wanita yang bisa dibilang muda.


-----------


"Yah , anak pulang kok gak disambut ".


"Eh, bukannya-... Heleh... iya iya maaf ayah lagi cerita sama temen lama ayah ini. Kenalkan Pak Aldi yang ngedisain semua gaun adel.


"Dirga pak, Ini adel calon istri saya". Ucapku mengenalkan adel yang daritadi tak kudengar suaranya.


"Aldi".


"Iya pak, Saya adel".


"Jadi gaunnya mana. Biar dicoba sama adel". Aku langsung to the point aja soalnya aku penasaran sama adel yang pake gaun pengantin selain kebayanya kemarin itu.


"Itu sudah saya rapikan disana. Silahkan dicoba ".


Mataku terbelalak gaun itu sangat indah dipakai adel. Rasanya aku semakin tidak sabr untuk pernikahan kami. Adel sungguh mempesona. Aku tidak sadar kalau kau terpana menatap adel.


"Gimana cantik kan".


"Iya yang ini aja. Saya suka".


"Dir prewed nya kapan? ".


"Hari ini juga yah".


"Kamu sih pakek ubah ubah segala jadi buru Buru kan".


"Hahaha... gak papa yah namanya juga pengorbanan ".


"Alah... del kamu juga capek kan Buru" kayak gini".


"E.. lumayan om hehe... ".


Aku terkejut adel masih bisa tertawa meski dipaksa dalam keadaan nya yang sekarang ini.


"Ya udah Dirga langsung cabut ya yah , Assalamualaikum".


"Iya iya. Wa'alaikum salaam ". Aku menyalim ayah yang wajahnya jengkel melihat tingkahku.


"Adel juga pamit ya Om. Assalamualaikum ".


"Iya del waalaikum salaam ". Adel juga ikut menyalim Ayahku dengn senyuman manis yang sudah lama tidak kulihat.


Adel kamu kuat. Aku janji bakal selalu bikin kamu senyum terus.


Pandangan sedikit teralihkan oleh seorang wanita yang memeluk ku tiba tiba. Ya dia adalah ibu tiriku yang sok baik kalo didepan ayah.


"Tante saya udah mau pulang ".


"Hati hati dijalan ya sayang".


"...".


Aku menghiraukan nya. Bagiku dia tidak kebih dati angij lewat. Dia yang masuk tanpa diundang ke keluarga kami. Aku gak pernah nganggap dia sebagai ibuku meskipun sekedar ibu tiri. Dia cuma orang asing yang manfaatin kekayaan ayah.


***********


CKREK...


CKREK...


CKREK...


"Aduh gambarnya Bagus, sekali take langsung selesai".


"Ini silahkan dipilih untuk di undangannya ".


________________


Hai readers gimana. Maslhnya panjang amat kan. Tapi tenang setiap permasalahan kan ada penyelesaian nya. Makanya baca terus cerita mereka mereka para bucin ini Wehehehe...


Nah. mulai dari sini suasana akan lebih memanas... makanya lanjut terus ya..


jangan lupa like and comment. 😉😉

__ADS_1


Mana tau dari komenan readers author bisa dapat inspirasi, 🥰🥰🥰


__ADS_2