
"Adel cuci sayurannya ya, biar kakak motongin dagingnya ".
"Iya kak". Aku mengambil berbagai macam jenis sayuran yang tersedia dikulkas. Menghidupkan kran air dan mencuci satu demi satu sayurannya.
"Del! ". Panggil kak sello yang tengah memotong motong dadu dagingnya.
"Iya kak? ".
"Apa yang kamu suka dari si dirga? ".
Dheg!!!
Aku harus jawab apa???
"Se-semuanya kak".
"Yah... Masak gadak yang spesifiki gitu? ".
"Mas dirga baik kak". Kak sello yang tadinya memotong daging dibelakangku kini menatapku agak kecewa.
"Ke-kenapa kak? ".
"Gak papa ?".
Suasana menjadi semakin canggung. Aku tidak tau harus gimana.
Egh... canggung banget. Mau ngomong tapi gak tau mau ngomong apa.
"Del... kamu udah malam pertama? ".
Dheg!!!!!!!
Pertanyaan macam apa ini? Gue mesti jawab apa....
Wajahku memanas. Aku yakin pasti wajahku udah merah padam. Pertanyaan Kak sello memang hal wajar untuk Pasutri baru. Namun ini tabu untukku, terlebih aku gak pernah bayangin kami bakal ngelakuin ritual malam pertama.
"Si dirga enak gak jago gak mainnya? ".
Buset!!! Main apaan cobak. Ih.. si kakak demen amat cerita beginian.
"Del?! ".
"E... anu kak... e-".
"Kak sel, panggangnya udah siap. Lama amat bikin bumbu doang ".
Tiba tiba mas dirga datang dan menyuruh kami untuk segera ke pekarangan belakang untuk mulai manggang.
Selamet. Untung mas dirga datang... kalok gak abis gue diintrogasi sama kak sello.
"Del, kamu udah siap motongin sayurnya kan".
"Em.. udah sih kak... tapi... ". Aku menunjukkan hasil pekerjaanku pada kak sello.
"Ya ampun adel...! Ini kamu apain kok gak berbentuk kayak gitu?! ".
"...".
"Mau jadi istri kok gak pande masak. Terus selama ini siapa yang masakin dirga... bik siti?! ".
Sepertinya Kak sello kecewa padaku. Namun kalimat itu sangat cukup untuk membuatku kehilangan rasa percaya diri sekaligus semangatku.
"Kak udah dong. Kebelakang aja ayok". Mas dirga mengajak kak sello untuk segera kebelakang namun kak sellk tetap kekeh dan. memilih untuk menceramahi ku.
__ADS_1
"Kamu nikah tapi bukan dipersiapkan dulu... Jadi istri itu gak mudah. Kalo masak aja kamu gak pande gimana mau ngurus suami? ".
"Akh...Kak udahlah, ngapain diperpanjang jugak sih. Adel ayok kebelakang... mari sayurnya".
Mas dirga nampak sangat kesal. Ia menarik tanganku dan mengambil sayuran yang tak jelas bentuknya lalu pergi meninggalkan kak sello didapur sendirian. Aku hanya menunduk. Rasanya benar menyesakkan dada. Kak sello tak tau apapun. Jalankan untuk belajar masak untuk merawat suami. Untuk saling mengenal satu sama lain aja aku gak punya kesempatan. Semua terjadi begitu cepat. akupun masih baru mulai untuk menerima semua ini. Tapi kenapa kak sello ngomong segitunya?
**********
"Adel". Kulihat adel menjadi sangat diam. Aku yakin ucapan kak sello sudah menyakiti hatinya. Aku merasa gadisku sudah direndahkan. Kalau bukan kakakku mungkin dia sudah tidak punya muka lagi untuk hidup.
"Iya mas... ". Suara adel terdengar sangat lesu. Pasti dia jadi malas untuk melanjutkan acara ini.
"Kamu mau pulang aja? ".
Adel tiba tiba mendongak melihatku. Dia terkejut sekaligus bingung.
"En-enggak ah mas... lagian ayah udah nunggu dari kemaren kan. Masak sekarang malah pulang ,adel gak mau! ".
Meski adel mencoba untuk menutupi kesedihannya. Aku tau jelas gadis ini pintar menyembunyikan perasaannya. Meski ekspresinya berseri seri namun, tatapan matanya mendung. Sedih dan Ingin menangis .
"Ya udah, kalo gitu kamu jangan pikiri apa yang barusan dibilang sama kak sello ya".
Aku menatap lembut adel. Berusaha menenangkannya meski itu tidak bekerja. Mana mungkin tidak dipikirkan.
"Iya mas".
----------
Lumayan lama untuk memanggang BBQ nya. Namun ketika sudah selesai semua terasa terbayarkan.
"Yah dah siap ini langsung makan aja ya". Ucap kak sello tanpa rasa malu ataupun jaim.
"Heish.. kamu ini makan mulu. Kita harusnya berdo'a dulu supaya rumah tangga dirga menjadi rumah tangga yang sakinah mawaddah warahmah."
"Ya udah langsung makan aja ayok. Adel kamu makan yang banyak. Ayah liat kamu kok makin kurus aja, dirga gak ngasi kamu makan? ".
"Eh, Ngasi kok yah. Malahan hampir setiap hari dibeliin makanan enak". Balas adel cepat sambil cengengesan melihat ayah.
"Jangan sering sering makan yang banyak penyedap nya. Banyakin makan yang sehat".
"Hehe... iya yah". Adel terlihat malu malu karena dinasehati ayah. Sukurlah dia nampak gembira. Semoga omongan kak sello tadi gak jadi beban buat adel.
"Adel ini makan". Aku mengambilkan beberapa daging dan juga sayuran kepada adel. Kulihat Kak sello terus memperhatikan kami seperti tidak senang.
"Iya mas. Makasih.. ".
"Mas tolong sausnya cabehnya".
Ibu tiriku memberikan kepadakj saus yang diminta adel. Ia tersenyum padaku namun aku sama sekali tidak memperdulikannya. Ayah menatapku tajam namun hal itupun tidak kuhiraukan.
Sepertinya suasana meja makan menjadi sedikit dingin tanpa ada pembicaraan. Bukan masalah untukku namun adel nampak canggung untuk meneruskan makan.
"Kak wil, Ninda kok gak diajak? ".
"Gak bisa dianya. Lagi nyusun skripsi buat wisuda".
"Oh, gak terasa ya udah mau lulus aja".
"Ia, kakak juga gak nyangka. Tau tau dia udah gede da dewasa. Terus nanti juga bakal ada yang datang ngelamar-".
"Hush... Papa ngomong apa sih! Ninda itu mesti sukses dulu baru nikah".
"Ma... Papa kan cuma ngayal doang. Lagian anak kita itu udah gedek juga. Kita dulu nikahnya juga pas masik kuliah".
__ADS_1
"Tapi kan Ninda beda pa... Dia harus sekolah dulu!". Kak sello menekan kata terakhir. Memastikan kata katanya dapat dipahami dengan mudah. Dan dicamkan.
"Beda gimana? Ninda kan sudah dewasa juga. Malah dulu kamu ngebet banget mau nikah padahal kuliah aja belum selese".Tiba tiba ayah membantah ucapan kak sello.
"Ayah~~~ ngapain sih bawak bawak masa lalu ".
"Tapi kan bener".
"Hahaha... ". Ayah, kak willem dan juga ibu tiriku tertawa cukup lepas. Adel pun juga ikut tertawa mesti masih malu malu.
Akhirnya meja makan ini terasa susana kumpul keluarganya.
Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul jam dua belas lewat. Hidangan didepan kami juga sudah berubah menjadi makanan pencuci mulut dan beberapa manisan.
Udara diluar sudah cukup dingin jadi kami pindah ke ruang tamu dan berbincang bincang banyak hal. Adel nampak mulai mengantuk. Beberapa kali ia mengucek ngucek matanya supaya tidak tertidur.
"Yah, kami pulang dulu ya. Udah ngantuk banget soalnya".
"Pulang??? Ngapain kamu pulang. Udah nginep disini aja besok baru pulang. Udah malam jugak, kasian adel kalo gak bisa nyenyak tidur ".
"I-iya yah. Yaudah kamj diluan kekamar ya ".
"Iya iya ".
Aku menuntun adel menuju salah satu kamar yang dulunya adalah kamarku. Sudah lama sekali aku tidak tidur dirumah ini. Karena sejak ayah menikah lagi aku memilih keluar dati rumah dan tinggal di apartemen yang sudah disediakan ayah.
Jangan salah sangka. Aku tidak memberontak dan pergi dari rumah. Aku bicara empat mata dengan ayah. Aku tidak bisa tinggal dengan orang asing yang mencoba mengganti posisi ibuku. Maka dari itu aku minta ijin keayah untuk pergi dan ayah maklum dan tanpa sepengetahuan ku ia membelikan apartemen di sebuah kawasan elit lumahan jauh dari rumah ini.
Heh... gimana ya kamarku sekarang?
Cklek...
Nget...
Terkejut bukan main. Kamarku masih sama dengan yang kutinggalkan dulu. Barang barangku sama sekali tidak diganggu. Ruanvanya bersih dan harum, tidak ada debu. Terawat dengan rapi.
Siapa yang bersihin ya? ah... yaudalah gak nyangka gue...
"Adel kamu mau mandi atau langsung tidur? ".
"Langsung tidur aja mas... dah gak sanggup buat mandi". Adel langsung berjalan ke arah tempat tidur. Begitu sampai ditepi tempat tidur adel langsung menjatuhkan tubuhnya ke tempat tidur. Pasti dia udah ngantuk berat banget ini.
"Baju kamu gak diganti dulu? ".
"Pake apa mas? Adel gak bawak baju ganti".
"Sebentar saya liat dulu ".
Aku berjalan ke lemari dan melihat baju lamaku. Semua masih sama. Aku mengambil satu kaus oblong yang dulu biasa kupakai. Sepertinya muat sama adel. Namun aku merasa bingung celana apa yang bisa dipakek adel.
"Adel".
"Hmm... ".
"Kamu pake celana didalem? ".
"Cuman shot doang mas? Kenapa? ".
"Celena saya gadak yang muat buat kamu".
"Ya udah bajunya aja mas".
__________
__ADS_1
Seperti biasanya jangan lupa like, komen, dan favoritkan bagi yang belum memfavoritkan. Okey ya readers 😘🥰🥰🥰