Can I Love Him

Can I Love Him
BAB 24


__ADS_3

Ada apa dengan tatapannya? . Mas dirga menatap senduh kearah pekarangan bunga yang ada di halaman belakang itu. Punggung nya tampak begitu kesepian. Aku berjalan. menghampiri nya ntah kenapa kaki melangkah begitu ringan.


Grep....


Ku lingkarkan tanganku ke perut mas dirga yang berdiri tepat didepan jendela itu. Tentu saja mas dirga terkejut.


"Adel!!! ".


"Mas... jangan sedih sendirian... ".


Ayolah ada apa denganku. Kenapa aku jadi bertolak belakang kaya gini. Bukannya hubungan kami cukup sekedar formalitas tidak perlu membawa perasaan.


"Saya gak sedih, hanya... ". Mas dirga berbalik dan mengenggam erat jari jemariku yang mendekapnya begitu erat. Hangat. Tatapan matanya kini berubah begitu hangat menatapku sambil menggenggam kedua tanganku yang sedari tadi memeluknya dari belakang.


"Saya hanya sedang merindukan seseorang yang berharga dihidup saya". Suara mas dirga sangat kesepian. Siapa yang membuatnya sampai sesedih ini? Mas dirga yang biasanya selalu tenang kini seperti gusar. Sedih. Hampa.


Deg!!!!!


Jantungku berpacu. Kenapa ini? kepalaku dipenuhi dengan pikiran pikiran tentang siapa dia yang berani masuk diantara kami. Aku kesal. Sangat kesal. Akh....!


"Si-siapa mas? ".


Masalah gak bakal selesai kalo gak ditanya langsung sama yang bersangkutan!!


"Bunda".


DOENG!!!


HA!!!!!


"Bu-bunda? ".


"Iya, bunda. Ibu kandung saya... ".


"...?".


Bunda nya toh. Akh... malu bangett!!! ish aku kenapa sih jadi kayak gini?!!!


"Dah, yuk kita kebawah aja". Mas dirga menarik tanganku dan menuntunku untuk segera turun ke ruang keluarga. Disana Aku melihat ayah, Ibu tiri, Kak Sello dan Kak Willem yang mungkin sudah sejak lama berkumpul juga saling mengobrol.


Saat langkah kami terdengar semakin dekat kearah mereka yang pertama kali menoleh adalah Kak Sello. Tatapannya beda dengan yang kemarin. Dingin dan cuek.


"Ini udah jam berapa cobak. Masak jadi cewek kok bangkong". Gadak hujan gadak badai omongan Kak Sello seperti nyolot padaku. Ntahlah mungkin hanya perasaanku saja.


"Semalaman adel ngeurut badanku Kak". Belum sempat aku menjawab, Mas dirga langsung membalas omongan Kak Sello yang membuatnya langsung diam tak berkutik.


Mas dirga langsung duduk aja dikursi sofa yang cukup untuk kami berdua.


"Adel juga pasti capek. Kok kamu suruh ngurut ?".


"Hahaha... semalam dirga capek banget yah, jadi adel inisiatif sendiri ngurut dirga".


Hah??? Ngurut??. Mas dirga ngapain harus bohong gitu. Aku kan gak ada ngurut dia semalam. Ditambah lagi yang bikin aku gak nyenyak tidur itu kan Mas Dirga. Aduh mas kalo gini ceritanya mana bisa aku rileks. Bohong didepan mertua itu gak enak banget. Beneran deh!!


"Yah. Aku sama adel pulang dulu ya... ".


Belum sampai 15 menitpun kami mengobrol di ruang tamu. Mas dirg tiba tiba saja minta mau cepat cepat pulang.


"Cepatnya!! Ini masi pagi lo".


"Mau ada urusan lagi yah, besok kan adel udah berangkat".


Mas dirga berdiri dan mengulurkan tangannya kepada ayah. Tentu saja untuk salim.


"...". Ayah mengangguk sebentar dan menyambut tangan mas dirga.


"Ya udahlah. Hati hati dijalan ya".


"Iya yah".


Aku oun bergegas ikut menyalim ayah dan izin undur diri sama Kak Sello dan Kak Willem.

__ADS_1


"Balik dulu ya yah... Assalamualaikum, balik dulu Kak Sel, Kak Wil...".


"Iya waalaikum salaam ". Sahut mereka.


**********


"Mas kenapa Buru Buru sih... ini kan masih pagi kalau mau belanja siang kan juga bisa".


Mas dirga yang sedang mengendarai mobil sport nya menoleh kearahku. pandangannya agak malas meresponku tentu saja aku akan kesal bila diperlakukan seperti itu.


"Ya udah kalok ga mau jawab ya gak usah! ".Celetukku.


"Bukan gitu lo adel... Saya gak suka sama perilaku Kak Sello ke kamu... ".


Deg!


"...".


"Makanya jangan sukak suudzan dulu ".


"Ish... Mas...!".


"Hahaha... iya iya... kita kerumah dulu ya ganti baju".


"Hmm! ".


Malas aku ngejawab Mas dirga. Hampir sepanjang perjalanan aku diam dan hanya memperhatikan gadgetku. Yang bikin aku tambah kesal adalah Mas dirga baik baik aja padahal aku udah diemin dia daritadi. Gadak inisiatif gitu nanyak aku kenapa. Grrr....


Karena masih pagi dan udah lewat jam sibuk jalanan tidak terlalu macet dan kami sampai dirumah dengan cepat.


Begitu Mas dirga mematikan mobil nya Aku langsung keluar dan masuk kerumah. Aku benar benar kesal dengannya. Namun hal mengejutkan terjadi. Jantungku berpacu cepat. Punggungku menghangat tapi aku merasa kedinginan.


"Kamu ngambek? ".


Mas Dirga mengurungku dalam dekapan dadanya yang bidang itu. Ia menaruh wajahnya di belakang pundakku. Samar samar namun jelas bisikannya membuat bulu kudukku merinding dan membuatku meronta ingin segera lari dan pergi meninggalkannya.


"Jangan ngambek dong... Mas daritadi ydah dicuekin... Mas juga pingin dimanja tauk... ".


Uek... kesambet apa kamu mas ngomong kok ngelantur gitu.


Bukan apa ya. Setauku masku ini dingin dan cool terus dia tiba tiba bersikap kaya gini. Egh.. beneran bikin aku merinding banget!!


"Mas.... kenapa sih akh.. aku geli dengarnya".


Aku memutar tubuhku kekanan dan kekiri namun Mas dirga terlalu kuat aku tidak bisa lari darinya.


"Adel~~~".


"AAA... IYA IYA MAS ADEL GAK NGAMBEK LAGI JADI CUKUP JANGAN MAIN MAIN LAGI MAS.... ".


"Hahahahaha.... gitu dong... dah sana mandi siap siap ke belanja". Mas dirga tertawa terbahak bahak dan segera melepaskan pelukannya itu. Wajahku merah padam kesal mau marah tapi takut kalo mas dirga kaya tadi lagi.


"Terus mas... Saya mandinya bentar gak kaya kamu! ".


Hellow... aku mandi lama juga supaya kamu gak malu aku bauk. Gak tau apa kalok aku utu paling malas mandi.


"Heh!!! ". Aku mendengus kesal dan segera masuk kamar mandi. Mas dirga hanya dudu di sofa ruang tamu dan aku mandi dikamar mandu kamar kami.


"Heh... Mas dirga itu. Apa apaan sih!!...".


Aku mengoceh panjang lebar sambil mandi. Memakai shampoo dan juga sabun setelah itu membasuh tubuhku.


"Selese juga.. ".


"Lah... handukku mana?? "


egh... bego!!. Gara gara kesal sama Mas dirga aku jadi lupa kalo belum ngambil handuk.


"Udalah... lagian mas dirga juga lagi nonton dibawah".


Tanpa pikir panjang aku keluar saja dari kamar mandi tanpa menggunakan busana apapun.

__ADS_1


"Hmm... hmmm~~~".


Ckelek.


Dheg!!!!!!!!!!!


"...AAAAAAAAAA....!!!!!!!! ".


BRAK!!!!


Astaga!!!!! itu... itu tadi mas dirga kan... kok aku gak denger dia masuk kedalam kamar?!!!


Saat itu aku benar benar malu. kenapa enggak. Mas dirga melihatku tanpa sehelai kain pun. Badanku terpampang jelas tanpa sensor.


Wajahku bukan lagi memanas tapi merah padam seperti baru selesai dipanggang.


Tok


tok


tok


Kudengar suara ketukan dari luar. Aku tau itu mas dirga dan aku tidak akan membukakakn pintu.


"Adel, ini handuk sama baju kamu... saya mandi dibawah aja".


Samar samar kudengar suara langkah kaki mas dirga yang berjalan meninggalakan kamar kami.


Blam. Dan pintu pun ditutup


"Hush... da pigi ya.. ".


Kreet...


Aku membuka pintu perlahan dan mengintip memperhatikan setiap sudut kamar. Memastikan mas dirga yang sudah keluar dari sana.


"Huh... udah rupanya... " .


Cklek.


Aku segera keluar dari dalam kamar mandi dan cepat cepat memakai pakaian ku yang sudah disediakan mas dirga.


**********


Aku turun dan melihat mas dirga yang tengah menyeruput kopinya di ruang tamu sambil membaca koran harian yang setiap pagi diantar oleh tukang koran.


"Mas... ".


"Oh, kamu udah siap... ".


"Iya... ".


"Kalo gitu kita langsung Pigi ayo".


Grep!


Aku menarik lengan mas dirga. Iya menatapku terkejut. Beberapa detik kami bertatapan. Tatapan itu begitu dalam...


Dheg!


___________


Hai readers...


da lama gak jumpa ya


Huh!!! Lagi ujian soalny ini jadi author mesti keep study makanya gak sempat ngetik...


tenang ya bentar lagi ujian selesai dan liburan pun tiba... jadi buat kalian yang tersayang jangan bosan menunggu dan jangan juga di un-favoritkan ya...


Jangan lupa selalu komen dan juga dilike okeeyyy...

__ADS_1


🥰🥰🥰


__ADS_2