
"Ya udah bajunya aja mas".
Tanpa pikir panjang aku kasi aja kaos oblongku pada adel. Palingan juga bakal jadi daster kalo dipakek sama dia.
"Mas... udah siap. Adel langsung tidur ya".
Adel keluar dari dalam kamar mandi. Aku menelan berat air liurku. Seperti yang kuduga kaos oblong yang kuberikan pada adel kebesaran. Namun yang membuatku terpaku adalah bagian lingkar leher kaos itu terlalu besar untuk ukuran adel hingga membuat bahu dan tulang dada adel kelihatan jelas.
Lekuk tubuh adel samar samar terbentuk dibalik kaos oblongnya itu membuatku semakin bersusah payah untuk mengalihkan pandanganku.
Pikiran pikiran nakal mulai bermunculan didalam otakku. Seperti apa tubuh adel? rasa penasaran membuatku semakin susah mengendalikan diriku.
Akh... kalo aku-
"Ada apa mas? ".
Glek!
"Gak papa".
Lamunan ku buyar setelah adel memanggilku, tapi aku merasakan sesuatu yang begitu menyesakkan di balik celanaku.Gawat!!!. Aku langsung berdiri mengambil baju tidur dilemari. Dan masuk kedalam kamar mandi.
"Adel kamu tidur duluan aja, saya mau ganti baju dulu".
Adel mengangguk. Aku segera menutup pintu kamar mandi. Kuhidupkan air shower deras, kemudian kuturunkan celana ku yang agak ngepas. Begitu celana melewati area selangkangan. Adikku langsung mengancung tegak ke atas. Ia sangat menegang. Kubiarkan shower tetap hidup. Aku harus. menuntaskannya jika tidak aku bisa menyerang adel nantinya.
Perlahan kupejamkan kedua mataku. Aku mengelus ujung adikku aku mulai memainkan tangan ku turun naik berulang ulang.
"Sshhh.... shhhh.....".
Desahan kecil keluar dari mulutku. Kupercepat irama permainan tanganku. Napasku semakin memburu berulang kali aku melenguh.
"Mmmphh... hushmmmm... ".
Sekuat tenaga aku menahan desahanku agar tidak terdengar keluar. Tubuhku mulai mengejang. Aktifitas tanganku semakin ke percepat sampai akhirnya aku mendesah panjang.
"Hmmmm... Shhhhhhshhhh..... Hosh... ".
Bersamaan dengan desahan panjang itu. Cairan putih keluar yang panas dari dalam tubuhku.
akhirnya tuntas....
Aku segera membersihkan hasil dari aktifitasku barusan setelah itu aku mandi dan memastikan aroma tubuhku harum.
Cklek...
Aku keluar dari kamat mandi kulihat adel sudah terlelap didalam tidurnya. Aku melangkah ke arah tempat tidur ku yang kini ada adel disana. Aku duduk di tepi ranjang tepatnya di samping adel. Aku menatap wajahnya intens.
Mulai dari mata nya yang besar serta bulu mata yang tebal dan begitu lentik. Hidung yang kecil dan mancung. Sampai pandanganku berhenti dibibir adel yang imut. Bagian atas bibirnya tipis sedangkan yang bagian bawah tebal. Jarang ada yang kaya dia.
Bibir adel imut. Kalo aku cium pasti manis. Tarus dia kan jarang pake perawatan bahkan aku gak pernah liat barang make up nya dia. Kenapa mukanya mulus kali ya?
Aku semakin lekat memandangi wajah adel. Semakin besar hasratku untuk menciumnya. Perlahan aku menurunkan wajahku mendekati wajah adel. Semakin dekat dan semakin dekat. Kini aku bisa merasakan hembusan nafas adel.
Cup...
Aku mengecup singkat bibir adel yang santa lembut. Awalnya aku hanya ingin mengecupnya namun hasrat ini sudah tak terbendung. Kugigit kecil bagian bawah bibir adel yang agak tebal. Gigitan kecil itu kian merubah menjadi lumatan lumatan kecil. Tiba tiba bibir adel merapat. Aku membelalak mata.
**Adel bangun!!!!!
__ADS_1
Harus gimana ini!!!!
Meski sudah kepergok aku harus tetap menjaga image. Aku menghentikan aktifitasku. Aku menatap tajam kearah adel tapi bukan untuk mengintimidasi nya. Aku hanya meminta izin. Adel diam saja tak bergeming. Aku mengartikan itu sebagai sikapnya yang mengizinkan aku untuk lanjut.
Kembali aku melumat bibir adel. Tapi adel sama sekali tidak membalas ciumanku. Aku terus lanjut. Lumatan itu semakin memanas. Meski adel tidak membalas namun aku memaksanya untuk mengikuti permainan ku.
"Mmmh.... ". Lenguh adel yang mulai habis nafasnya.
Kesempatan....
Aku terus melumat bibir adel. Hingga ia kehabisan nafas. Adel memukul dadaku namun aku sama sekali tidak memperdulikan nya. Tidak tahan lagi Adel membuka mulutnya sebentar untuk mengambil nafas. Hal itu kumanfaatkan sebisa mungkin. Aku langsung memasukkan lidah ku kerongga mulut adel.
"Mmmmphmm!!!!! ".
Adel terkejut dengan apa yang aku lakukan. Namun anehnya dia menutup matanya dan tidak memukulku lagi. Ia memberikan akses untukku.
"Mmhhmmm... ". Adel melenguh membuatku terkejut. Kayanya adel suka. Itulah yang kupikirkan. Aku menarik tengkuk adel. Membiarkan lidah kami saling bertaut dirongga mulut adel.
Ciumanku turun ke bagian leher jenjang adel. Aku menciumi leher adel dan. memberikan tanda kissmark dileher adel.
Cup!
Cup!
Cup!
"Nghhh.... ". adel kembali melenguh.
Tak berhenti disitu. Tanganku mulai turun kebawah membuka selimut adel dan menyusup kedalam kaos oblong yang dikenakannya.
"Enghhh.... ".
Tanganku menggila meraba lingkar perut adel.
"Masss.. Udahhhh.... ".
"Mmmhhh... ".
"Mas... ". Suara adel bergetar. Mungkin dia ketakutan.
"Tenang mas bakal pelan pelan... ". Aku kembali melumat bibir adel.
"Nghhhhhhh.... Ssshhh... ". Desah adel tak berhenti.
Aku melepaskan ciumanku dan langsung melahap ganas salah satu pu*****g adel. Kuhisap kuat pu****g miliknya itu yang membuat adel tak berhenti menggeliat.
"Nghhhh... massss... udah-... Nghhhhh".
Aku mengigit kecil miliknya dan melainkan lidahku memutari pu****gnya yang imut itu. Tanganku yang satunya *** remas dada adel dan juga memainkan pu*****gnya dengan jari jariku.
"Ssshhhh.... Massss...... ".
Aktifitas ku dibagian atas adel masih belum cukup. Aku menurunkan salah satu tanganku kebawah. Aku menyusupkan tanganku masuk kedalam celana dalam adel. Terasa sesuatu yang basak dibalik celana dalamnya.
Udah sebecek ini?
Aku mengelus ngelus permukaan ******* adel. Desahan adel semakin menggila. Adikku juga semakin sesak didalam celanaku. Padahal tadi aku sudah menuntaskannya. Aku memasukkan satu jariku kedalam ******* adel.
"Ekh!!! Mas sakit". Pekik adel
__ADS_1
"Sebentar lagi juga kamu bakal nyaman. Tunggu ya".
Aku memainkan jariku didalam ******* adel. Aku juga sekaligus menghisap dan memainkan lidah ku didada adel. Desahan diiringi pekikan bersahut sahutan dimulut adel.
"Ekh.. sakit massss! ".
Adel memukul kepalaku namun kubiarkan saja aku benar benar menikmati permainanku sendirian hingga tanpa kusadari adel sudah meringis menahan rasa sakit akibat perbuatanku.
"Mas.. hik... ".
Dheg!!!
Aku memberhentikan semua aktivitas ku. Kulihat air mata adel berlinang membasahi kedua pipi chubbynya. Aku terkejut.
"Adel? ".
"Mas udah... hik... ". Suara adel begitu bergetar. Mencoba menahan isak tangis. Aku langsung memeluknya dan mengelus elus puncuk kelapanya.
"Iya... iya mas berhenti... ".
"Kamu jangan nangis lagi ya".
"Hik.. hik.. Adel takut mas... adel takut! ".
"Maaf adel. Saya lepas kendali. Saya pikir tadi kamu ngizinin saya karena kamu diam". Aku mempererat pelukanku.
"Hiks... hiks... ". Aku menurunkan baju adel kembali seperti semula. Aku memakaikannya selimut. Merebahkan tubuhnya ke kasur kembali.
Aku duduk disampingnya menghadap kearah adel. Aku menatap adel yang menundukkan pandangannya dariku. Aku memegang kedua pipi adel. Menarik wajahnya agar melihat kearahku.
"Adel.... Saya minta maaf".
"...".
"Kamu marah? ".
"...". Adel hanya menggelengkan kedua kepalanya.
"Saya akan ngontrol diri saya. Saya janji gak akan lepas kendali kaya tadi lagi".
Akhirnya Adel melihatku. Matanya agak sebam. Aku benar benar menyesal sudah melukai adel.
"Udah kamu tidur aja. Saya gak akan nyentuh kamu".
Setelah pandangan sayu itu melihatku. Aku menjadi tak sanggup untuk memandang diriku sendiri. Rasa bersalah benar benar terukir didalam hatiku.
Akh... dirga lo kok bego amat sih!!!!!
Kutinggalkan adel dengan pandangan sayunya dengan senyuman ku yang semoga dapat menenangkannya.
_______________
Hai readers ini spesial buat kalian. Baru kali ini nulis yang beginian jadi mesti olah otak dulu π π
Makanya jangan ketinggalan ya sama cerita mereka mereka ini.
Jangan lupa di like, komen dan juga divote... soalnya saya ikut lomba itututuhh.. tau kan. Makanya dukung terus ya.... so jgn di unfavoritkan karena upnya lama banget. okeyyy
Iloveyouminnaπππππ
__ADS_1