Can I Love Him

Can I Love Him
BAB 19


__ADS_3

Ckit....


Setelah selesai mengisi perut kami langsung menuju mall terkece ditengah Ibukota.


"Kita parkir didalam aja ya".


"Iya mas".


Setelah selesai memarkirkan mobil Mas dirga menuntunku masuk kedalam mall. Meskipun aku anak orang kaya tapi harga harga di mall ini cukup membuat jantungku berdetak kencang. Tentu saja harga barang barang dimall ini sangat mahal. Bahkan kurasa buang buang duit kalau belanja disini.


"Kamu pilih sana mau pake gaun yang mana".


"Eh... Adel sendiri mas... ".


"Iya.. ".


"...". Aku hanya mengangguk dan mulai memperhatikan gaun gaun yang dipajang didalam butik. Mas dirga hanya mengikutiku dari belakang sesekali ia memeriksa notif di handphonenya.


Wooo... cantik banget!!!!


Mataku tertuju pada salah satu gaun yang tampak sangat menawan. Motif brokat di bagian dadanya sangat detil dan Indah. Gaunnya nampak begitu simple tapi aku merasa itu sangat elegan.


Tanpa disadari Adel ternyata dirga sudah membayar gaun yang dari tadi kupandangi.


"Nyonya mau langsung dipakai atau dibungkus? ".


Ha???


"Eh.. saya masih liat liat aja kok mbak".


"Sudah saya bayar". Tiba tiba suara mas dirga menyahut dari belakangku.


Akh... pasti mas dirga tau kalo aku ngeliatin gaun ini dari tadi.


"Mbak gaunnya di bungkus aja".


"Tapi mas-".


"Pasti cocok sama kamu". Senyuman hangat mas dirga lagi lagi ia tunjukkan padaku. Tatapannya sudah jauh berbeda dengan yang sebelumnya.


Saat ini pikiranku dipenuhi oleh mas dirga. Pertanyaan demi pertanyaan terus berlomba lomba didalam kepalaku. Pusing rasanya.


"Kamu mau kemana lagi, Ini masih jam 2 siang".


O iya ya ke timezone aja!!! acaranya kan jam 8 saat untuk ngelepasin stress


"Mas ke Timezone yuk! ".


Mas dirga menatapku agak lama.


"Timezone??? ".


"Iya mas...! ".


"Ya udah kita kesana aja ya, gak jauh kan".


"Haha... ya enggaklah mas, disini juga ada". Mas dirga menatapku heran. Dia nampak sangat bingung.


"Ma-mas tau gak timezone dimana? ".


Mas dirga hanya diam. Tak mau menatapku. Telinganya bewarna merah.


Eh??? Masa mas dirga gak tau timezone?? Dasar miliarder.


"Hihi... ".


Tawa kecilku terdengar oleh mas dirga yang membuatnya langsung menatap tajam kearahku. Namun bukan karena marah. Dia merasa malu pada dirinya dan terkejut mendengar aku tertawa.


"Sini ikut... biar adel yang nunjukin jalan ".


Aku menarik tangan Mas dirga yang mengikutiku seperti anak kecil yang baru pertama kali datang ke mall. Melihat kekanan dan kekiri. Memperhatikan setiap toko toko yang kami lewati.


Mas ngapain kamu liatin itu. Timezone bukan toko baju...


"Nah... sampek juga akhir nya ". Lebih dari dua puluh menit kami mengelilingi mall, dan akhirnya kami menemukan letak timezone nya.


"Yok Mas masuk".


Karena ini bukan hari libur jadi pengunjung tidak terlalu ramai. Kami tidak perlu mengantri untuk naik ke permainan yang kuinginkan.


"Mas main itu yuk!! ". Aku langsung mengajak mas dirga ke permainan favoritku. Tembak tembakan. Kalau lagi banyak pikiran paling cocok itu main yang bikin kita bebas.


Dor...


Dor...


Dor...


Sudah ronde ke 5 aku main permainan yang satu ini. Mas dirga hanya memperhatikanku dari belakang, sama sekali tidak menyentuh permainan itu.


"Mas gak mau main? ".


Mas dirga nampak terkejut saat aku mengajaknya bermain.

__ADS_1


Hihi.. kayaknya bener nih mas dirga gak pernah ke timezone.


"Ini mas". Aku memberikan salah satu pistolnya kepada Mas dirga. Mas dirga mengambil pistol yang ada di tanganku. Mas dirga nampak kikuk didepan monitor game. Ia memperhatikan pistol yang ada di genggamannya sekarang.


"Oke mas siap kan... ".


"Three... two... one... GO!!! ". Sistem menghitung mundur permainan dimulai.


Dor!


Dor!


"Mas mas itu disebelah kanan....! ".


Dor!!


"YOU WINNER".


"Yuhuuu... menang!!!! Mas sih udah dibilangin dipencet jugak".


"Kamu gak ngajarin saya sebelum main".


"Ho... ho... Nantangin nih mas".


"Oke satu ronde lagi". Tantang mas dirga.


"Oke... tapi kalo kalah mas harus beliin adel yang beginian dirumah ya mas! ".


"Baik, tapi kalo kamu yang kalah... kamu harus turuti apa yang saya suruh! ".


Dheg!!!


Mas dirga memperlihatkan senyum menantang padaku, tentu saja aku tidak akan menolak. Aku paling jago sama permainan ini pasti aku yang bakal menang.


-10 menit kemudian....


"YOU ARE LOSER".


What!!! gue kalah??


Aku sedikit mengintip kearah mas dirga yang berdiri disampingku. Lord!!!! ternyata mas dirga dari tadi udah ngeliatin aku. Terus ngapai juga senyum senyum.


"Mau main lagi??". Mas dirga menyeringai padaku. Dan itu benar benar membuat ku kesal.


"Hufth... Adel mau main itu". Aku menunjukkan ke permainan yang lebih ringan. Permainan yang menguji kelincahan kaki.


**********


Tak terasa matahari mulai terbenam kearah barat. Kami juga sangat lelah karena hampir seharian ini kami main diluar.


"Yah... udah mau pulang mas? ".


"Iya, ini udah sore nanti malam kita masuh ada acara lagi".


"Hmm.... ". Aku sedikit kecewa karena waktu terasa benar benar cepat berputar. Aku mengikuti Mas dirga yang berjalan meninggalkan area timezone.


"Eh!!!!! ".


"Mas... mas... kesitu dulu ayukk~~!!". Aku refleks menarik Mas dirga ke box picture. Aku tidak sadar aku menarik bajunya seperti menarik anak kucing.


"Ayok mas kita poto dulu".


Aku masuk kedalam kotak itu diikuti mas dirga dibelakangku. Aku langsung memasukkan koin koin kedalam mesinnya . Memilih filter dan efek yang Bagus untuk kami.


"Mas agak nunduk dikit, muka mas cuma setengah nih yang keliatan ".


"...".


"Oke mas... 1...2...3...".


Ckrek!


"Loh??! Mas kok gak senyum sih???!! ".


Aku mendongak dan memelototi mas dirga yang menatapku kikuk.


"Sekali lagi...!!! senyum ya mas! ". Aku mempertegas kalimat terakhir yang kuucapkan.


"1... 2 ... 3 ....".


"Mas nunduk lagi... senyum dong!!!! ".


Begitu sistem mengambil gambar kami. Aku menarik Mas dirga agar terlihat di kamera dan membuatnya malah menatap kearahku terkejut.


Cklik... nyiiit....


"That's your picture. Let's have fun~". Sistem berbicara. Hasil dari gambar kami berdua pun keluar.


"Mas.... ".


"Udah siap kan... ayo pulang".


"Iya iya... ".

__ADS_1


Mas dirga langsung mengambil langkah yang panjang dan cepat. Buru buru keluar dari box itu. Aku sedikit baper ngeliat poto kami berdua.


Kalo dipikir-pikir bukannya ini kencan??


Blush...


Pipiku memerah. Rasanya ini adalah kencan. pertama kami berdua. Aku cukup merasa senang hari ini.


Kencan... apa mas dirga juga bakal kepikiran gak ya kalo ini sama kaya lagi kencan.


"Adel".


"Eh iya mas... ".


Aku segera mempercepat langkah karena tertinggal lumayan jauh dibelakang Mas dirga.


**********


"*Adel kamu masih marah sama saya? ".


Enggak enggak!!


"Adel kamu senang gak? ".


Engggakkk!!!!! Bukan kaya gitu*.


Kepalaku dipenuhi pertanyaan pertanyaan yang berlimpah. Aku udah nyatain perasaan ku sama Adel. Akupun masih gak nyangka sama diriku sendiri. Rencananya aku mau bikin adel jatuh Cinta dulu sama ku baru aku nembak dia. Tapi gara gara emosi yang gak terkontrol aku jadi nembak dia.


"Heh... ". Aku menghembus kan napas kasar. Membuat adel yang asik mendengarkan lagu dari radio mengalihkan perhatiannya padaku.


"Eh, Mas capek banget ya... ". Tanya adel yang duduk disampingku.


"Enggak saya cuma haus aja".


Ngeles kok gak professional banget dah.


"Haus??? Ya udah didepan kan ada minimarket, berenti aja bentar biar adel beliin". Ucap adel sambil menunjuk mini market yang kira kira 5 meter didepan kami.


"Iya".


Aku meminggirkan mobilku ketepi jalan. Memberi akses pada kendaraan yng lain agar tidak terganggu dengan parkiran sembrono ku ini.


"Mas mau minum apa? ".


"E... Pocari aja... ".


"Eh, sama sekalian roti keju satu! ". Ucapku cepat saat adel baru mau keluar dari dalam mobil.


"Udah nih mas, gadak yang lain lagi? ".


O iyaa!!!


"Pake ini". Aku memberikan salah satu kartu kreditku kepada adel. Gak etis banget kalo cowok makan uang cewek.


"Eh tapi-".


"Udah pakek aja, ini uang kamu juga".


Adel yang masih bingung masuk kedalam mini market itu. Dia cukup lama berada didalam hampir 20 menit dan saat dia keluar dari dalam minimarket mataku seperti ingin keluar melihat makanan makanan yang ia beli disana.


"Tu anak belik apa aja? ". Gumamku sendiri .


Bruk...


Adel masuk kedalam mobil dan meletakkan semua belanjaan dibangku belakang.


"Ini mas minumnya".


Aku mengambil minuman yang kupesan sama adel dan langsung meminumnya. Rasa asam yang menyegarkan benar benar pas saat sedang kelelahan.


"Ah... ".


"Itu kamu beli apa aja sampe 3 kantong gede kayak gitu? ".


"Hihi... tadi kan adel keliling rencananya mau beli snack tapi ada banyak banget yang bikin adel ngiler jadi-".


"Jadi kamu borong aja semua supaya gak nyesel! ".


"Hehe... iya mas....".


"Heh... gendut baru nyesal".


"Hmph... gak bakal gendut juga. Udah deh mas ayo cepat pulang ini da mau jam 7 , nanti telat kerumah ayah".


Iya ya... hadeh aku sampe lupa ntar malem masih ada kumpul keluarga di rumah ayah...


"Iya... ".


___________


Hai reader's ada yg kangen gak smaa povnya dirga?


Gimana ya. buat kalian yang udab nunggu lama makasih ya udah terus terusan gemes sendiri. Author jadi semangat ngetik soalnya.

__ADS_1


Nah tapi jangan sampe gak dibaca lagi ya... dan juga jangan di unfavoritkan😨😨😨... saya. pasti up kok yah meski waktu nya gak jelas. 😅😅


Sooo... jangan lupa untuk like, komen dan favorit yaaa 😘🥰🥰🥰


__ADS_2