Can I Love Him

Can I Love Him
BAB 26


__ADS_3

Senyumanmu masih terukir jelas dalam ingatanku. Mata sabitmu yang melengkung Indah dan bibir manismu saat tersenyum padaku. Hari itu hari terakhir aku melihatmu. Seandainya malam itu aku tidak rewel dan kekeh mengajak semua orang ke perayaan malam tahun baru, aku yakin semua pasti akan baik baik saja.


Flashback ON


"Bunda.... Kok banyak banget masaknya? ".


"Hihi... ini kan hari pertama kamu di Indonesia jadi bunda mau buat perayaan, sekalian ngundang tetangga sebelah... ". Senyuman hangat yang dipancarkan bunda adalah senyuman terbaik selamanya.


"Kenapa harus ngundang mereka, kita aja kan bisa". Dirga cemberut. Tidak ingin berbagi kebahagiaan nya dengan orang lain.


Ya hari ini adalah pertama kalinya dirga datang ke Indonesia. Sejak kecil ia memang tinggal di Amerika dengan keluarganya karena perusahaan Ayahnya yang semakin berkembang disana. Namun setelah Kak Sello menikah ayahnya yaitu Reno memberikan perusahaan itu kepada suaminya Willem dan semenjak itu mereka kembali ke Indonesia dan mengurus perusahaan baru yang dibeli Reno.


"Eits... Dirga kamu gak boleh gitu". Reno selaku ayah Dirga yang sedari tadi memperhatikan dirga yang cemberut akhirnya angkat suara. Mencoba membujuk putra sulungnya itu tersenyum saat tamu yang diundang datang.


"But... dad this is our time". Dirga memalingkan wajahnya dan segera masuk kekamarnya yang berada di lantai dua.


Yah memang begitulah Dirga. Dia memang pinya sifat yang introvert dan lebih suka sendirian. Ia tidak akan dengan mudah menerima orang baru untuk masuk ke kehidupannya.


"Im sorry, honey... ". Keluh Reno kepada istrinya yang sedang menyiapkan meja makan.


"it's alright... everything will be fine".


------------


Tok


Tok


Tok


"Wah, akhirnya mereka datang~~". Dengan girang Laura membuka pintu dan menyambut tamunya. Namun ada yang aneh dengan situasi itu. Laura tak henti henti cengengesan kepada sosok wanita yang berdiri disamping suaminya sambil menggandeng seorang gadis kecil yang nampak masih sangat polos.


"Hehehe... ". Cengengesan itu masih berlanjut, beberapa menit didepan pintu. Sampai akhirnya...


"Lis... masi ingat aku? ". Tanya Laura.


"...".


"Ini siapa lagi?... Oo!!!!! ". Keluh Lisya didalam hatinya. Tak berapa lama Lisya mengernyitkan dahinya, mengingat hanya satu orang yang suka cengengesan gak jelas didepannya.


"Laura?!!! Kamu Laura kan! ". Lisya mengarahkan jari telunjuknya kepada Laura yang berdiri dihadapannya.


Siapa lagi kalau bukan Marissa Laura yang sekarang menjadi Nyonya Wijaya. Teman yang dulu selalu menganggu Lisya jikalau dia suka bengong sendirian. Setengah bule setengah Indonesia. Mata hitam pekat yang hanya dimiliki oleh orang asia itu diturunkan oleh ibunya Laura.


"Hahaha... akhirnya kamu ingat juga Lis... ".


Reuni itu mereka lanjutkan di taman belakang rumah Reno dan Laura. Canda dan tawa menghiasi suasana yang nampak tak asing ini. Laura tertawa seperti saat masih gadis dulu sedangkan Lisya bertingkah laku anggun seperti saat muda dulu. Ya meski sampai sekarang juga sifat mereka ga ada yang berubah juga sih.


"Ayah manggil Dirga dulu ya... ".


"Iya... ".


"Lis... udah berapa tahun coba kita gak ketemu? ".


"Udah lama bangetlah, terakhir kita ketemu ya pas lulusan SMA kan".

__ADS_1


"Hehehe... iya iya. Aku rindu banget sama kamu tau gak sih". Laura sangat bersemangat mengenang masa muda saat bersama dengan Lisya dulu. Bisa dibilang mereka ini berteman cukup lama. Tepatnya semenjak kelas 1 smp, pertama kali Laura ke Indonesia.


"Eh, ini adel ayok salam tante Laura... ".


Gadis kecil itu hanya sedikit tersenyum dan kembali bersembunyi dibalik punggung Ibunya.


"Aduh bentaran ya Aku juga mau ngenalin anak aku, tapi dia orangnya gak suka rame agak nyebelin jugak sih ".


"Hahah... iya gak papa, namanya juga anak anak pasti kepingin dekat terus sama ayah ibunya kan".


"Tapi dia itu.... ".


----------


Tok


Tok


Tok


"Dirga kamu jangan kaya anak kecil gitu, dah ayok turun semuanya udah ada di bawah".


Cklek


"...!!".


Reno terkejut melihat dirga yang berdiri dihadapannya hanya memakai kaos oblong dan juga celana selutut. Bukanya memakai baju yang lebih bagus tapi Dirga sengaja memakai baju asal asalan karna acara ini tidak terlalu penting baginya.


"Yah, gak ikut turun? ". Dirga berjalan meninggalkan Reno yang terpatung didepan pintu kamar dirga.


Heh! Biarin aja aku kayak gembel gini, lagian ini kan bukan acaraku!


Aku berjalan menuruni anak tangga dengan santainya sambil melihat keramaian yang berada di pekarangan belakang.


Males banget aku....


----------


"Dirga, kamu lama banget sih, Masa kamu bikin tamu kita nunggu".


"Eh, Gak papa kok Ra... ".


"Eh, anaknya udah segede ini toh, kirain masih seumuran adel? ". Pikir Lisya didalam hatinya


"Maaf Tan, Om... saya ketiduran tadi".


"Iya iya gak papa".


"Apa lagi baju kamu itu?! ". Bunda menarik kerah kaos oblongku yang membuat leherku tercekik.


Ohogh!!!


"Bunda mau bunuh aku ya!! ". Aku memegangi leherku sambil terbatuk batuk.


Bunda bikin malu aja, akh... gak tau apa itu Om ngeliat serem amat daritadi...

__ADS_1


"Heh!! Ya udah kamu duduk itu sana disamping Adel! ".


Adel?


"Bun, Adel itu siapa? ".


"Egh!!!!! ".


Kenapa lagi cobak. Apa aku salah ngomong? dalah aura bunda serem amat...


"Di-dirga kan masih belum tau Bun... ".


"Huh... itu disebelah sana... ".


Bunda menunjukkan kearah bangku kosong yang disampingnya ada seorang anak kecil yang duduk manis diatas bangkunya. Aku berjalan kearah bangku itu dan segera duduk disampingnya, daripada Bunda marah marah lagi aku gak kuat nahan malu.


Akhirnya acara makan malam ini pun dimulai. Para ibu ibu sibuk dengan masa mudanya dan bapak bapak sibuk dengan bisnisnya. Sedangkan kamu yang hanya anak anak dimata mereka hanya diam dan makan.


"Uhuk... uhuk..!! ". Anak kecil yang disampingku tersedak, aku segera memeberikan air putih kepadanya.


"Kalo makan hati hati dong".


"...".


Glek... glek... glek...


Anak itu hanya meminum minumannya tanpa menghiraukan ku. Kesal sih tapi sudahlah dia kan cuman anak kecil doang.


"Hah.... ".


"Te-te... ".


"Hmmmm...? ".


"Terimakasih ka-kak".


Meski sangat kecil namun terdengar sangat jelas. Gadis kecil itu berterima kasih kepadaku. Suaranya terdengar sangat lembut. Mata polos dan berbinar itu menatapku. Dia melihatku. Ntah kenapa aku tidak bisa berkata apa apa. Seakan suaraku tercekat di tenggorokan aku tidak bisa mengeluarkannya. Hingga tanpa sadar semuanya sudah selesai. Makan malam ini selesai dan mereka akan pulang.


Aku bersama dengan orangtuaku mengantarkan mereka kedepan pintu ,menyudahi perayaan kecil kecilan ini. Setelah itu aku masuk kedalam kamar dan berbaring diatas kasur.


"Adel? ". Gumamku kecil


Dia gak senyebelin yang kupikirkan. Hemmm....


Mataku mulai berat, perlahan aku membiarkan diriku untuk terlarut didalam mimpi indahku.


___________


Halo readers


Gimana pasti kalian udah nunggu lama. Tapi maaf Author baru aja belik paket jadi baru bisa up... dan kebiasaan author adalah disitu terpikir disitu diketik jadi saya gak bisa ngidangin banyak bab barunyany...


Tapi terus dukung saya ya...


Dan saya akan sangat berterima kasih dengan pengertian dan juga kesetiaan kalian. menunggu bab baru CAN I LOVE HIM...

__ADS_1


see you...


__ADS_2