
Deg!!
Ketemu...
Dari kejauhan aku melihat seorang gadis mungilku. Memakai rok selutut dan jaket bewarna dusty. Rambutnya di kuncir kuda dan poninya sengaja di jepit kedua arah.Penampilan simple yang aku sangat suka darinya.
Adel...
"Haha... aku mikir apa sih? ".
"Dah... dah... sekarang bukan waktunya mikir yang gak mungkin. Fokus!!!! Japan im coming!!! ".
Tap...
Langkah pertama untuk menuju hidup yang baru!
"ADEL...!!!! ".
Dheg!!!
Terdengar suara yang begitu familiar ditelingaku. Suara berat yang terkesan lembut memanggil namaku dengan begitu keras diantara kerumunan kerumunan manusia yang berlalu lalang.
Suara ini!!! Mas dirga?!!!
Siapa lagi jika bukan Mas dirga suamiku. Darahku mendesir. Ada begitu banyak buih buih bahagia yang mengalir di setiap aliran darahku. Tanganku sekejap mendingin tubuhku terdiam kaku. Air bening mulai memburamkan pandanganku.
Aku menoleh kebelakang. Kulihat sesosok pria bersetelan jas bewarna hitam berlari kearahku. Saat itu aku berpikir... Hari ini beneran hari terbaik buatku.
Saking senangnya aku pun meneteskan air mata. Mas Dirga yang berlari kearahku berhenti sekirar dua meter didepanku. Ia nampak sangat terkejut melihat aku menangis wajahnya nampak sangat kebingungan. Namun aku merasa sangat bahagia sangat amat sangat, aku tidak tau kenapa aku sesenang ini melihat mas dirga.
"Hik... Mas... ".
"Mas...Dirga... ". Suara bergetar memanggil Masku. Aku langsung berlari kearahnya dan langsung memeluknya begitu erat.
"Mas... Adel.. hik... Adel pikir mas gak bakalan datang... hiks... hiks... Maafin adel mas... ". Aku menangis tersedu sedu didekapan hangat mas dirga. Tak kupedulikan tatapan tatapan orang sekira melihat adegan kami. Saat ini aku hanya ingin melampiaskan kekesalan dan juga kebahagianku.
"Sayang... udah cup... cup... cup... Mas udah disini jadi kamu jangan nangis lagi ya... ". Mas dirga mengelus lembut kedua pipiku yang memerah.
"Udah... kok kamu yang minta maaf sih harusnya kan mas yang minta... ".
"Lagian ngapai cobak mas bikin bikin surat segala...! ".
Blush!!!...
Wah... wajah mas dirga sangat merah... aku sangat terkejut melihatnya, baru pertama kali aku melihat wajah mas dirga seperti ini.
"...Itu... Ada deh buat bikin surprise tauk... ".
"Haha... apaansih gak seru ah, adel kan gak ulang tahun... ".
Mas... mas... pakek acara ngeles segala...
"Iya iya... Terus ngomong ngomong kok kamu segitu senengnya liat mas disini... ".
Dheg!!!
Wajahku memanas. Kali ini aku yakin wajahku lebih merah dari wajah mas dirga tadi. Gr... pasti mas sengaja ganti topik kan..!
"Ehm.. anu.. hmmm... ".Mulutku gelagapan sendiri. Pikiranku kacau aku tidak bisa menyelaraskan antara mulut, pikiran dan juga isi hatiku.
__ADS_1
"Hahahaa... Jangan jangan kamu udah naksir ya sama Mas... ".
"Egh... ma-mana mungkin... adel cuman seneng aja ada yang... yang... ".
"Yang apa ayoo... ".
"Huh!!! Udah ah adel pergi aja... Mas nya gak seru.. ".
Grep!!
"Eits... jangan pigi dulu dong sayang... Masa kamu mau pigi gitu aja, kita gak bakal ketemu sampe kamu lulus lo di Jepang, emang kamu gak kangen sama saya? ".
Mas dirga kembali mendekapku dari belakang. Punggungku terasa begitu hangat. Cukup untuk menenangkan hatiku dari ketegangan yang dari semalam kurasakan.
Blushing......
Dan lagi lagi wajahku memerah....
"Ma-mas... ".
"Hmm?? ".
"Mas gak marah sama adel? ".
Tiba tiba dekapan mas dirga yang erat melonggar, kemudian ia melepaskan pelukannya. Sungguh aku tidak berani untuk meihat wajahnya.
Perlahan Mas dirga memutar tubuhku. Kini wajah kami saling berpandangan. Mas dirga menatap lekat kedalam mataku. Namun aku mengalihkan pandanganku darinya. Aku takut.
"Adel... ". Mas dirga memanggil namaku begitu lembut. Sangking lembutnya aku hampir saja meneteskan air mata .
"Apa kamu ingat isi surat yang saya kasi kekamu? ".
"Semuanya adalah isi hati saya... ".
Dheg!!!.
Mataku langsung tertuju ke wajah Mas dirga. Kukira isi surat itu hanyalah sekedar pelengkap untuk surprisenya.
"Saya jujur, sebenarnya saya tidak ingin melihat kamu pergi ke Jepang. Karena itu saya menulis surat dan bukan ngomong langsung sama kamu... ".
"...".
"Ingat semua isi surat itu adalah curahan hati Mas... mas harap kamu bisa selalu ingat mas yang nunggu kamu disini, karena itu... Mas putuskan untuk tidak ikut ngantar kamu dan cuma ngasi surat.... ".
"Tapi mas malah tambah gelisah, mas takut nyesal kalo gak nemui kamu sekarang. Jadi karna itulah saya memutuskan untuk datang kesini... ".
Aku hanya bisa terdiam kaku. Terlalu senang mendengar semua perkataan mas dirga. Kami saling berpandangan. Kian suasana semakin sunyi, seakan hanya tinggal kami berdua disini.
Mas Dirga menatapku begitu dalam. Begitupun aku yang menatap mas dirga penuh pertanyaan. Perlahan mas dirga mendekatkan wajahnya kearahku. Aku lumayan terkejut, dan menutup kedua mataku. Sentuhan lembut mendarat di bibirku.Sangat lembut. Aku mengikuti irama yang mengalir diantara kami berdua. Tak terlalu lama juga tak terlalu cepat. Kecupan lembut darinya usai. Ia menyentuh lembut kedua pipiku. Menatapku. Kemudian mendaratkan kecupan manis dikeningku seraya berbisik...
"Kau sangat cantik, tersenyumlah.... aku menunggumu disini adel... ".
Aku pergi masuk kedalam pesawat. Mas dirga masih berdiri disana melambaikan tangan padaku sambil tersenyum. Senyuman yang paling Indah bagiku. Senyumannya seakan membakar sesuatu didalam tubuhku. Senyuman yang mengingatkanku kepadanya.
*********
Malam itu aku seharian nangis didalam kamar karena mamaku baru saja meninggalkanku dari dunia ini.
"Huhu... Ma... mama... ".
__ADS_1
"Adel, kamu harus senyum kaya gini... ".
"Tapi adel lagi sedih kak... ".
"Eit, kalo kamu sedih, nanti mama kamu juga bakal sedih kalo liat kamu dari atas... ".
"Dari atas..? ".
"Iya... coba liat kelangit, ada apa cobak? ".
"Ada Bintang....".
"Kamu tau gak Bintang itu apa? ".
"Hmmm... lampu kelap kelip yang bikin langit cantikkan".
"Bukan.... Dulu bundaku bilang kalo bunda bakal makin cantik pas udah jadi Bintang, tapi pas bunda jadi bintang, bunda udah gak bisa lagi didunia ini... Jadi bunda merhatiin aku dari langit".
"Pasti mama kamu juga udah jadi Bintang, del... makanya kamu jangan nangis mulu... mama kamu nanti jadi jelek lagi... gak bisa cantik kayak bundaku... ".
"Beneran kak... ".
"Iya bener..! ".
Malam itu dia tak henti henti tersenyum sambil menatap bintang dilangit. Senyumannya sangat menawan dan menenangkan. Dan juga dia sama sekali enggak melepaskan genggamannya dariku.
**********
"Hyamnn... Ehmmm.... ".
Dah lama aku gak mimpiin dia... sekarang dia ada dimana ya, pasti seru kalo bisa ketemu...
"Hei kamu dah bangun ".
"...!.".
"Kata pramugarinya kita bakal mendarat 5 menit lagi... wooohh.. aku udah gak sabar jalan jalan di Jepang ".
Ni orang siapa?
Beberapa menit kemudian pesawat kami mendarat dengan lancar di bandara Haneda, Tokyo.
"Uwah... Jepang... aku beneran di Jepang... senengnya.... ".
"Okey tenang tenang, pertama aku ke apartemen dulu... Hmm... wah apartemennya gak jauh ya dari Kampusku... ".
"Mas dirga emang tau banget aku susah bangun pagi... Eheheheh... ".
"Okelah kuy langsung kesono... ".
______
Hai readers...
jangan lupa di like, komen dan difavoritkan bagi yang belum ya... juga sekalian follow me...
Hehhe... cerita hari ini saya lagi semangat banget mikirin mereka berdua.. π₯°π₯°π₯°
Nantikan kelanjutannya ya...
__ADS_1
See you.. muaachhππππ