
"Waahh!!!! Jepang... Jepang...!! ".
Orang Jepang. Tulisan Jepang. Anak anak Jepang!!!! Melihat kearah manapun yang tampak beneran Jepang semua. Aku terus memandang keluar dari jendela taksi yang kunaiki.
Keren.... Akhirnya aku bisa juga melangkahkan kaki Di negara impianku ini. Ya... meskipun sebenarnya ada konflik dibalik perjalananku ini... hehehe... tapi syukurlah seperti tidak akan terjadi apa apa lagi.
"Hihihi... ". Tiba tiba terlintas dipikiranku adegan romantis yang beberapa saat lalu kulalui dengan Mas dirga.
Aku memegang kedua pipiki seraya bergumam. Hm... masih anget.... Tanpa sadar bibirku melengkung dengan sendirinya. Pipiku pun ikut memanas. Seperti ada gejolak yang masuk tanpa peringatan kedalam diriku. Darahku mendesir. Jantungku berpacu dengan irama yang tidak beraturan.
"Pliss deh... kenapa mukak gak berhenti berhenti merah padamnya".Gumamku pelan
"What happen, Miss? ".
Terkejut bukan main aku langsung mendongak kearah supir yang nampaknya lumayan berumur itu. Sepertinya dia sadar kalau aku senyam senyum sendiri dibangku. belakang. Egh... malunya......
"Ah!...em?!... I-im o-kay, sir... ".
Geh..!!! Masih aja aky gagok kalo ngomong bahasa inggrisnya. Padahal aku udah lumayan fasih berbahasa inggris....
"Ouh... Yes, Miss".
Pria paruh baya itu kembali fokus mengemudikan mobilnya. Sedangkan aku mulai sedikit salah tingkah karena menahan malu.
Aku memperhatikan sekeliling. Terlihat kawasan itu sangat elit. Orang orang yang berlalu lalang disana berpakain dengan sangat modis dan glamour. Bahkan hampir semua toko yang kulewati adalah brand brand terkenal.
Tak berapa lama supir memberhentikan mobilnya didepan sebuah gedung yang menjulang tinggi keatas. Kepalaku sampai mendongak melihat gedung itu. Sangat besar dan tinggi.
"Udah sampai, nona".Ucap supir itu dengan bahasa inggris yang cukup kacau.
Aku membayar biaya taksi yang membuatku hampir saja mengeluarkan kedua biji mataku. Ternyata memang benar biaya hidup dijepang sangatlah mahal. Bahkan dompetku hampir saja kempes hanya untuk membayar ongkos doang.
Tak berselang lama aku masuk kedalam gedung besar itu. Kemudian aku mampir dilobi untuk meyelesaikan beberapa hal. Hingga kemudian aku mendapatkan ID card kamar milikku.
Tap.. tap.. tap...
Aku berjalan masuk kedalam lift dan menekan tombol angka 15. Lantai dimana kamarku berada.
Aku berjalan menyusuri koridor dan berhenti tepat didepan pintu yang bernomor 2106. Jantungku lumayan dag.. dig.. dug... membayangkan bagaimana ruanganku didalam sana. Apalagi ini lantai 15 pasti pemandanganya Indah banget.
Tit...!
Cklek...
Tap....tap... tap...
Tik...
"Wooohhh.... ".
"Keren banget... gede juga... terus simple banget aku suka!!!! Ih.. Mas dirga tau aja aku gimana.. heheh... ".
Ting!
1 pesan dari 2 chat
"Eh... mas dirga!! ".
Masku
Kamu udah nyampek
Gimana apartemennya, kamu suka??
Me
__ADS_1
Udah nyampek kok Mas...
Kok apartemennya mewah banget mas?
Masku
Y gpp. Lagian kamu keamanan di apartemen yang itu terjamin. Jadi saya bisa lumayan tenang dikit disini.
Me
Pasti mahal kan Mas
Masku
Udah gpp
Yang penting kamu itu aman dan nyamn disana.
Masku
Udah dulu ya, kamu juga pasti capek kan, pingin istirahat juga kan...
Me
Iya mas...
Okedeh, nanti hubungin Adel lagi ya mas
Masku
Iya....Dah bye
Me
Bye~~
Tit...
Dheg!!!
Baru kali ini adel nyuruh aku ngubungin dia...
Dirga tak kuasa menahan diri untuk tersenyum dikursi kantornya. Padahal saat itu sang sekretaris tengah membacakan jadwal kerjanya untuk hari ini.
"Pak? ".
"A-a.. ada apa?? ".
"Jadi nanti siang bapak ada lunch sama direktur dari perusahaan A".
"Oke oke... lalu? ".
Bla... bla... bla...
------------
"Hyemmm... Akhirnya selesai juga, pulang pulang...! ".
Dirga mempersiapkan segala sesuatu dan segar pulang kerumah. Ditengah perjalan pulang dan ditengah kemacetan yang amay padat. Yang seharusnya membikin suasana gerah namun tidak bagi dirga...
Ia merasa hari ini sangat sejuk. Bahkan terjebak macet lebih dari sejam sama sekali tidak terasa baginya. Karena hari ini hanya ada adel didalam pikiran dan juga hatinya. Ia bisa merasakan kebahagian yang diterimanya dari adel begitu tulus.
"*Mas...Dirga... ".
Baru kali itu aku liat adel seneng baget liat aku... sampe sampe dia lari kepelukanku*.
__ADS_1
"Mas... Adel.. hik... Adel pikir mas gak bakalan datang... hiks... hiks... Maafin adel mas... ". Adel menangis tersedu sedu dipelukan sambil memelukku dengam begitu erat. Benar benar pilihan yang baik aku pigi kebandara.
Apalagi waktu aku mencium adel. Aku benar benar terkejut, ia menutup kedua matanya dan benar benar menerimaku. Apakah salah jika aku menganggap adel telah membalas perasaanku.
Hahahha... beneran gue udah kaya ABG lagi dimabol Cinta...
Sesampainya dirumah Dirga mulai merasakan sepinya tidak ada kehadiran Adel dirumah itu. Cukup menyakitkan baginya, dan sedikit terbesit bagaimana jika adel tidak akan pernah kembali kerumah ini. Apa aku akan sanggup untuk pulang dan menyaksikan kekosongan didalam rumah ini.
Dirga melangkah masuk dan langsung menuju kamar nya. Ia melemparkan tas kantornya di atas tempat tidur, kemudian melonggarkan dasi tang melingkar dilehernya dan setelah itu Dirga duduk di samping beranda kamarnya yang menghadap ke langit malam yang cukup Indah. Malam ini ada banyak bintang yang berlomba lomba memancarkan sinarnya.
Ia menatap keatas langit. Kemudian memejamkan kedua matanya. Sedikit sunggingan terbentuk dibibirnya.
"Bunda, Kayaknya aku masih punya kesempatan".
"Hari ini dia lebih terbuka sama aku bun... "
"Andai aja kalo bunda ada disini, pasti bunda bakal ikutan gemes liat tingkahnya adel barusan... Hihihi....".
Dirga nampak lumayan kesepian dan sedih ketika bercerita dengan Bundanya lewat pancaran sinar bintang dam bulan dilangit malam nan dingin.
Malam terasa agak lambat. Namun entah kenapa aku merasa amat tenang, meski aku sedih adel pergi ke Jepang tapi sepertinya aku tidak lagi mengkhawatirkan dia yang tidaka akan kembali disini. Jauh didalam hatiku aku sungguh yakin Adel pasti akan kembali.
Tri.. riring...
"Adel?! ".
"Halo... ".
"Mas kok gak ngubungin aku sih, adel udah nungguin dari tadi tauk... ".
Ternyata aku masih bisa suara lembut dan manja adel meski jarak memisahkan kami. Siapa yang nyangka coba adel bakal nelpon aku duluan.
"Ia halo... Maaf mas baru aja pulang kerja.. Gimana kamu udah makan? ".
"Udah mas... ".
"Makan apa? ".
"Hm... tadi aku masak nasi goreng aja, karena belum ada bahan makanan dirumah".
"Besok langsung belanja ya, Mas kirimin uang nanti... Pokoknya gak boleh nolak... ingat kamu tanggung jawab mas.. ".
Dheg!!!
Diseberang sana gadis itu tersipu malu mendengar pernyataan dirga barusan. Hampir saja ia berteriak kegirangan karena terkejut sekaligus baper.
"Ka-kalok mas udah makan belum? ".
"Belum".
"Kok belum sih!! Sana makan dulu, awas aja kalo mas sakit..! ".
"Haha... iya iya... dasar cerewet".
"Heheheh... ".
Sambil menikmati obrolan ringan antara kami berdua. Aku bersantai didekat beranda menatap Bintang Bintang yang seakan ikut bahagia dengan diriku saat ini. Hembusan angin malam yang lebih menusuk kulit terasa lebih nyata. Menyadarkanku bahwa adel memang lebih perhatian dari biasanya.
______
Hai readers...
Maaf ya semalam gak up sebenarnya udah selesai cmn ketiduran dan gak sempat upload.
So jangan lupa di like, komen pendapat kalian tentang dirga sama adel, juga jangan lupa favorit kan bagi yang belum favorit...
__ADS_1
See uss... 🥰😘😘😘😘