
"Gadak cara lain lagi".
Aku keluar dari ruangan istirahat dan memanggil ibuk ibuk yang sedang menata meja.
"Buk! ".
Wanita paruh baya itu langsung menoleh kearahku yang tidak terlalu jauh dari posisinya .
"Iya ada apa ya Pak? ".
"Bisa mintak tolong gak buk". Aku. berjalan semakin mendekati ibuk itu dan berbisik di telinganya.
"Bantuin saya gantiin baju istri saya dong buk. Saya masih segan". Bisikku sedikit malu pada ibuk ibuk itu.
Tentu saja di menatapku heran padahal akukan suaminya apa yang perlu ditakutkan.
"Howalah. Bisa kok nak, kamu ini sama istri sendiri kok takut. Pie toyo? ".
Ibuk itupun segera masuk kamar istirahat kami. Adel sudah kembali terlelap diatas kasur. Bajunya masih tersusun rapi diatas meja sama sekali belum disentuh. Ibuk itu mulai mengganti baju adel.
Aku yang masuh berdiri didekat pintu refleks keluar saat kulihat adel gaun adel di bukan oleh ibuk itu.
Ujian ujian.....
15 menit kemudian ibuk itu keluar dari ruang istirahat kami. Ia mengisyaratkan kalau tugasnya udah selesai dan mau kembali kerja.
"Makasih banyak ya buk". Aku menyalami tangan ibu itu yang membuatnya sedikit terkejut.
"Eh!! I-iya nak sama sama".
**********
Aku masuk kedalam kamar istirahat kembali dan benar adel masih tidur terlelap yang kini pakaiannya sudah diganti.
Imut banget mukanya.
Aku menatapi wajah adel dari samping tempat tidur. Cukup lama aku diam disitu sampai akhirnya pemilik gedung datang.
"Permisi pak".
"Oh iya? ".
"Gedungnya udah mau ditutup".
"Iya pak. Kami juga udah mau pulang".
Aku menggendong adel ala bridal style. Adel sedikit menggeliat ketika kugendong.q Syukurnya tubuh adel ramping jadi gak perlu takut kalo dia bakal jatuh.
"Ma...". Gumam adel ketika aku meletakkannya di kursi mobilku.
Aku mengelus puncuk kepala Adel dan mencium lembut keningnya.
Aku keluar dan masuk ke bangku supir. Memakai sabuk pengaman dan men starter mobil ku. Aku melaju dalam kecepatan rata rata. Lampu jalan menghiasi suasana malam kota ini.
**********
Akhirnya kami sampai dirumahku. Satpam dengan ligat membuka gerbang rumah ku. Aku langsung masuk dan memarkirkan mobil ku diparkiran pelantaran rumahku.
Setelah itu aku menggendong adel lagi. Seperti yang kuduga Adel kembali menggeliat ketika kuangkat. Kali ini aku benar benar sudah siap.
Aku masuk kedalam rumah. Menaiki anak tangga dan berjalan keujung lorong kamarku berada. Aku terkejut melihat keadaan kamarku.
Pasti ini kerjaannya Bik siti nih.
Aku tersenyum. Kamarku tertata sedemikian rupa. Tempat tidur ku dihiasi kelopak mawar merah dan mawar putih. Sprei tempat tidurku digantu bewarna merah maroon warna kesukaan adel. Lampu lilin hias ditata rapi di setiap sudut kamar dan di sekitaran tempat tidur. Lampu kamarku sengaja dimatikan dan dipasang lampu lampu hias bewarna oranye.
Makasih bik udah gantiin peran bunda.
Aku berjalan kearah tempat tidur dan merebahkan adel disana. Aku masih canggung untuk tidur disamping adel. Tapi aku juga gak sanggup untuk tidur disofa. Pasti ga bakalan bisa tidur.
"Udahlah. Tidur disini aja besok masih sibuk. Lagian gue kan cuma tidur doang ". Gumamku kecil dan langsung rebahan di samping Adel. Aku sengaja meletakkan bantal guling ditengah tengah kami. Takut aku bakal meluk dia pas udah tidur nyenyak.
__ADS_1
----------
"Hemmmm". Adel memgenyak ketika baru bangun.
"Kok berat amat sih. Aku gak bisa gerak". Aku berusaha menggeliat tapi rasanya tubuhku benar benar gak bisa bergerak. Aku membalikkan badan terkejut bukan main.
"Om kok??!!! ". Mataku terbelalak begitu lebar. Gak nyampe satu jengkal wajahku dari wajah Om dirga. Bahkan nyaris bersentuhan. Sebentar aku tertegun menatap wajah Om dirga. Meski udah tua tapi wajahnya masih tetap muda kaya masih dua puluh tahunan.
"Lama lama diliat ganteng juga ya". Gumamku kecil.
Dheg!!!!
Adel loe ngomong apa barusan!!! Gilak lo ya mikir mikir mikir!!!
Om dirga tiba tiba mengenyat aku langsung menutup mata kembali dan pura pura tidur. Pertanyaannya kenapa aku harus pura pura tidur.
-----------
"Hemnyynnn.... ".
Apa ini gerak gerak. Gue gak meluk adel kan!
Aku sebentar membuka mataku. Benar hal yang kutakutkan terjadi aku memeluk adel semalam.
Bantal gulingnya kemana?
Lucu. Bantal gulingnya udah ada dibelakangku bukan didepanku.
Semalam gue ngapain aja sih. Kok bisa jadi meluk adel?
Tiba tiba adel menggeliat dan memutar badannya kearahku. Otomatis mataku langsung tertutup dan bersikap natural layaknya orang tidur pada umumnya.
Aku tidak tau apa yang lagi dilakukan Adel. Dan hal yang enggak mungkin terjadi!
"Lama lama diliat ganteng juga ya". Gumam Adel kecil namun jelas terdengar ditelinga. Aku merasakan nafas adel yang tidak terlalu jauh dari wajahku.
Dheg!!
Aku sengaja mengenyat. Aku yakin wajahku akan memerah dan pasti adel bakal pura pura tidur supaya gak ketauan.
Tuh kan betul. adel pura pura tidur juga.
Aku melepaskan pelukan ku dari pinggang adel dan berbalik membelakangi nya. Gak lama aku mendengar suara ketukan pintu dari luar.
Tok
Tok
Tok
"Den dirga, udah jam delapan. Sebentar lagi resepsi mau dimulai ".
Deg!!!
O iya. Masak gue lupa hari ini resepsi
"Iya bik Saya siap siap dulu".
Aku bergegas bangun dan pergi mandi.
Kurang dari 10 menit ku sudah siap untuk berangkat ke gedung resepsi kami.
Kupikir adel masih pura pura tidur ternyata waktu aku mau bangunin dia. Adel balik tidur nyenyak.
Ya ampun malah bangkong. Semalam pasti capek banget kan del.
"Adel, Bangun udah jam lapan lewat itu".
"Hmm...? ". Kali ini adel cukup mudah dibangunkan.
"Kamu siap siap ya. Saya tunggu dibawah jangan terlalu lama". Aku mengelus kepala adel dan langsung pergi turun kebawah.
__ADS_1
"Den mau sarapan apa? ".
"Nasi goreng aja bik. Satu buat yang agaak pedas ya buat adel".
"Iya den".
Aku duduk di ruang tamu sambil menyeruput kopi hitam yang sudah di siapkan bik siti tadi.
25 menit kemudian Adel turun dari kamarku. Adel memakai dress casual bewarna hitam.
Kemudian adel duduk didepanku. Tak berapa lama Bik siti membawa dua piring nasi goreng yang disiapkan tentunya untuk kami berdua.
"Makasih ya bik".
"Iya non".
Adel menyuapkan sesendok nasi goreng kemulut nya. Matanya langsung terbelalak dan melihat kearahku.
"Yang pedes om? ".
Om?? Udah jadi suami juga masih aja dipanggil Om. Hadehh....
"Iya kamu kan suka yang pedas pedas ".
"Hihi.. makasih ya om".
Adel memakan lahap nasi gorengnya. Sesudah selesai sarapan kami langsung berangkat ke gedung resepsi. Adel nampak masih ngantuk jadi kusuruh aja dia tidur karena gedungnya cukup jauh dari rumahku.
Setelah 30 menit diperjalanan akhirnya kami sampai digedung resepsi. Orang orang yang menunggu kami langsung mengerumuni mobilku. Salah satu dari mereka adalah Pak Aldi, designer gaun adel.
"Kenapa kalian lama banget. cepat cepat udah jam 9 itu!!! ".
Mereka langsung menarik adel keruang make up dan mendandani adel. Sedangkan aku hanya diurus oleh satu hair stylist.
Namanya juga cowok gak seribet cewek.
Pastinya aku lebih dulu selesai dari adel .Aku memakai setelan jas bewarna abu abu. Cukup simple.
Gak berselang lama adel pun selesai dress adel sangat imut. Ada pita dibagian belakangnya. bukan hanya itu rambutnya ditata sangat Indah membuat penampilan adel semakin menawan.
Kami berjalan berdampingan keatas panggung pelaminan yang dipenuhi bunga dan hiasan yang glamour.
(Kira kira begini nih)
Jarum jam sudah menunjukkan pukul 11.00 para tamu mulai berdatangan. Namun adel nampak sangat tegang. Aku mengenggam tangan adel berusaha menenangkannya. Lagi dan lagi hal tak terduga terjadi. Adel memberikan sebuah senyuman yang sangat manis.
Ingin rasanya aku memeluknya dan mengurungnya dlam dekapanmu namun kuurungkan niat itu. Aku hanya mengecup lembut kening adel yang membuat matanya membelalak menatapku.
"Om-".
"Sssttt... jangan panggil saya om lagi. Saya sudah jadi suami kamu".
Blush.....!!!
_____________
Hai readers sekalian makasih udah bca karya aku ya... senang banget rsanya kalo kalian ngasih likenya mmmuachhh...
Baca terus karya aku ya supaya kalian tau kisah simple mereka bedua ini
dan jangan lupa like dan komen yaaa....
Ini sesuai janji gaun kebaya adel waktu akad yuuuuooo😘😘😘😘😉
__ADS_1