
" Sayang maaf aku baru pulang…" Cevdav yang baru pulang malam itu merasa sangat lelah.
" Tak apa Sayang, kau pasti menghabiskan waktu bersama dengan Kemal…" Aslan tersenyum kecut mengatakan hal tersebut.
" Maksudnya dengan menghabiskan waktu bersama?" Cevdav malah bingung dengan apa yang didengar.
" Terkadang seorang sahabat saling bertukar cerita sampai melupakan waktu."
" Aslan Sayang apa kau cemburu dengan Kemal saat ini?" Godannya.
" Tidak! Tentu saja tidak!" Dia berbohong padahal hatinya saat ini tengah tak karuan dia merasa sesak ketika membayangkan dari tadi kebersamaan istrinya dengan laki laki lain. " Mana mungkin aku berani menyimpan rasa cemburu kepada Tuan Kemal, aku tau kalian hanya sahabat dia juga sangat baik kepada kita jadi aku tak mungkin cemburu kepadanya."
Cevdav tersenyum. " Dia bukan hanya baik Sayang dia salah satu orang yang sangat berjasa dengan hubungan kita."
Aslan mengangguk dengan dia membalas senyum sang istri, apa yang dikatakan oleh Cevdav benar Kemal banyak berjasa untuk hubungan mereka berdua, tapi dia juga tak bisa berbohong bahwa ada rasa cemburu yang memenuhi hatinya, di tambah dia melihat sendiri tatapan Kemal yang begitu tulus bahkan dia rela melakukan apapun untuk Cevdav.
Dia menghela nafasnya dengan kasar ketika apa yang dikatakan oleh mertuanya tadi seakan masih terdengar jelas di telinganya, dia memang tak ada apa apa nya dibanding dengan Kemal, dia hanya seorang laki laki miskin yang memiliki kedai kecil sedangkan Kemal namanya menjadi trending di setiap berita bisnis, pengusaha mudah yang sukses di beberapa tahun ini.
Drt!! Drt!! Drt!!
Getaran ponsel yang ada di meja kamarnya mengalihkan mata Aslan, dia tau itu bukan ponsel miliknya. Dia mencoba melihat siapa yang malam malam begini menghubungi istrinya. Dia yang merasa penasaran kini mencoba melihat siapa yang mengirimkan pesan padahal untuk pertama kalinya Aslan berani membuka ponsel milik istrinya.
Kemal
Terima kasih untuk hari ini, sekarang aku sudah membaik. Maafkan aku karena sudah membuatmu merawatku, tapi besok kau tak perlu datang lagi. Aku akan baik baik saja karena perawatku tadi sudah merawatku sangat baik.
__ADS_1
Pesan singkat itu membuat hati Aslan bergemuruh dia tak tahu bahwa istrinya merawat laki laki yang bernama Kemal itu.
Drt!! Drt!!
Kini giliran ponsel miliknya yang bergetar. ada sebuah nama yang membuatnya mengerutkan keningnya ketika nama itu mengirimkan sebuah foto. Aslan dengan cepat membuka foto itu.
Deg!!
Jantungnya berdetak cepat, rasa sesak kini memenuhi hatinya, dadanya bergemuruh tak karuan ketika melihat foto yang sengaja di kirim oleh nama yang dikenal olehnya.
Papa Mertua
Kau lihat sendiri kedekatan Cevdav dengan Kemal, mereka begitu dekat. Ikatan hati mereka nanti akan menyatukan mereka kembali. Mungkin kemarin putri ku tak sadar dengan ketulusan Kemal tapi lihat sekarang mata Cevdav begitu tulus merawat sahabatnya yang bernama Kemal.
" Sampai kapanpun sepertinya aku tak akan mampu menjadi sepertimu…" Gumamnya dengan tersenyum sinis.
" Siapa yang ingin kau tiru Sayang?" Aslan langsung gugup dia langsung meletakkan kedua ponsel itu ketika mendengar suara dari istrinya.
" Tak ada!" Dia tersenyum meskipun hatinya saat ini sakit ketika melihat foto itu.
Tapi dia berusaha untuk menepis rasa cemburu serta rasa yang begitu menggebu-gebu ingin marah. Dia sadar marah pun percuma tak ada gunanya dia marah. Yang terpenting saat ini adalah dia dan Cevdav tetap bersama dalam ikatan cinta serta pernikahan yang bahagia.
" Aku merindukanmu Sayang, sangat merindukanmu…" Aslan memeluk tubuh Cevdav yang saat ini masih memakai baju tipis nya untuk dia yang tidur.
" Aku juga sangat merindukanmu! Tapi aku lelah bisakah kita langsung tidur malam ini."
__ADS_1
" Tentu Sayang, kita bisa melakukannya kapanpun, aku juga begitu lelah hari ini begitu banyak peristiwa yang menguras tenaga…" Aslan yang ingin melakukan nya kini terpaksa harus menahan dirinya ketika istrinya mengatakan dia lelah.
Mereka kini berbaring dengan lengan Aslan di jadikan bantal seperti biasanya. Bukan maksud Cevdav menolaknya tapi hari ini dia begitu lelah, badannya terasa sakit semua.
" Selamat malam Sayang!"
" Selamat malam Istriku!" Aslan mencium kening Cevdav sebelum Cevdav benar benar terlelap dalam memejamkan matanya.
Dia yang sudah begitu lelah dan langsung tertidur dengan tenang di dekapan sang suami, sedangkan Aslan masih saja menatap keatas langit langit kamarnya. Dia juga lelah, tapi entah kenapa matanya enggan untuk terpejam. Hari ini semuanya penuh dengan drama semuanya menguras tenaga serta pikirannya.
Aslan berusaha keras untuk memejamkan matanya tapi mata itu masih saja terjaga dengan berbagai pikiran yang ada di otak nya. Dia yang ingin menunjukan kepada keluarga istrinya bahwa dia juga mampu melakukan hal yang sama seperti Kemal. Tapi sepertinya itu akan membutuhkan waktu yang begitu lama, membutuhkan modal yang cukup banyak untuk membuat sebuah restoran berbintang.
Sepertinya sampai kapanpun aku tak akan mampu berada di posisi Kemal, dia yang selalu dipuja oleh keluarga Cevdav bahkan namanya dan sepak terjangnya tak perlu diragukan lagi. Semua pebisnis sangat mengenalnya, sedangkan aku hanya orang miskin yang mengharapkan bulan itu memelukku meskipun bulan kecil sudah aku gapai dengan cinta ku.
Sampai kapan keluarga Cevdav tak mau menerima ku, sampai kapan mereka menganggap ku orang hina di mata mereka. Aku sadar bahwa aku salah telah merebut Cevdav dari Kemal tapi tak ada yang bisa disalahkan ketika cinta kami kuat untuk bersatu.
Aslan merasa lelah memikirkan hal yang tak penting saat ini, dia merasa tak ada gunanya memikirkan hal yang tidak berguna saat ini. Meskipun keluarga Cevdav tak menerima nya saat ini dia akan berusaha keras untuk membuat keluarga Cevdav menerimanya suatu saat nanti.
Aslan kini terlalu lelah dengan pemikirannya sendirinya hingga dia mudah terlelap menyusul sang istri yang nafasnya sudah teratur di dekapannya.
Sedangkan di apartemen besar itu Kemal merasa dirinya sudah membaik dia merasa senang, dari tadi pagi tak ada hentinya wajahnya berbunga. Dia tahu wanita itu memiliki suami tapi tak ada salahnya dia hanya menyimpan rasa cinta itu sampai kapanpun untuk Cevdav, sahabat yang dicintai olehnya.
" Terima kasih setidaknya aku masih merasakan bahwa kau tetap sahabatku meskipun kau sudah menikah…" Katanya dengan melihat foto Cevdav yang tadi terlelap di kursi kamarnya ketika dia sedang merawat dirinya.
Erik sang asisten juga merasakan kebahagian ketika melihat bosnya yang dari tadi tak murung, untuk pertama kalinya semenjak ditinggal menikah ini adalah senyum yang baru muncul kembali ketika gelap menerjang bosnya.
__ADS_1