Cinta Bernoda Darah

Cinta Bernoda Darah
Membandingkan 1


__ADS_3

" Kenapa malah menatapku seperti itu? Apa ada yang salah pada penampilan ku?" Cevdav yang baru selesai menyuapi Kemal kini heran ketika laki laki itu malah menatapnya dengan diam nya.


" Tidak ada yang berubah penampilanmu tetaplah kamu yang dulu. Tetapi aku heran kenapa bisa kamu ada di sini?" Kemal sebenarnya senang jika Cevdav ada di sini tapi dia memiliki beberapa pertanyaan dibenaknya yang tak bisa dikatakan.



" Aku sebenarnya tadi ingin mengantarkan kue untukmu buatan Aslan sebagai permintaan maaf ku pada mu tapi kata Erik kau sakit jadi aku datang kesini…" Jawabnya. " Kemal sekali lagi maafkan aku, selama ini kau selalu membantu ku tapi aku berbuat yang membuatmu sakit seperti ini sekali lagi maafkan aku."


Kemal terdiam dia terkejut ketika tangan Cevdav menggenggam tangan Kemal dengan erat, jantungnya tak bisa diajak kompromi dalam hal ini. Jantungnya seakan ingin lompat ketika sentuhan kulit itu menyentuhnya dengan hangat.


" Cev jangan pikirkan hal apapun, aku baik baik saja tak perlu kamu meminta maaf untuk berulang kali, aku sudah baikan sekarang hem…" Tangan nya kini juga menggenggam tangan wanita itu dengan hangat. " Jangan merasa bersalah lagi."


Cevdav yang merasa sangat bersalah sepertinya tak bisa untuk melupakan kejadian ini tapi dia hanya bisa diam dengan dia yang pura pura tersenyum di dalam rasa bersalahnya.



Sedangkan Erik yang dari tadi di sana menyaksikan setiap adegan yang begitu menyentuh hati nya dengan segera mengabadikan momen dimana akan membuat dua keluarga itu akan merasa senang. 


Adegan yang aku ambil akan membuat kedua keluarga akan bahagia jika perlu laki laki miskin itu merasa dirinya tak pantas untuk Nona dan pergi jika tahu ada laki laki yang benar benar tulus mencintai Nona Cevdav tapi bukan Aslan. 


Sedangkan Aslan yang sekarang berada di sebuah perusahan besar dia yang sekarang membawa kue kue pesanan itu menatap gedung itu yang menjulang tinggi. Dia dengan membawa semua pesanan itu malangkah dengan segera.


" Permisi Nona saya ingin mengantar kue yang telah di pesan atas nama Tuan Yurcel."


" Anda sudah d tunggu Tuan, anda bisa datang ke lantai 15 untuk mengantarnya."


" Baiklah terima kasih jika begitu."

__ADS_1


Aslan kini dengan cepat menuju kesebuah lantai dimana yang telah dikatakan tadi, lantai 15 yang dimana ada ruangan meeting untuk sebuah pertemuan para kolega yang ada di sana.


Saat ini di perusahan itu tengah ada pertemuan meeting yang akan dipimpinin oleh seoarang pengusaha, Tuan Yurcel. Mereka kini sedang membahas tentang pembangunan yang akan mereka lakukan sebentar lagi.


Aslan yang berada di sana kini segera bertanya untuk meletakkan kue kue tersebut. " Tuan anda bisa membantu saya untuk menata kue kue ini ke meja, mereka sebentar lagi akan datang."


" Baiklah…" Aslan yang tak memiliki kecurigaan apapun kini dengan segera membantu para OB yang bekerja di sana untuk meletakkan semua kue kue untuk acara meeting tersebut.


Tak berselang lama para orang orang yang berada di sana kini telah masuk dengan mereka yang siap akan acara nya. Mereka kini masuk dengan langsung duduk di kursi mereka masing masing. Aslan yang ada di sana cukup hanya diam dan melanjutkan dia yang menata kue kue tersebut.


" Semuanya sudah selesai, aku harus pergi…" Dia yang berbisik pelan kepada OB yang ada di sana. 


" Terima kasih Tuan…" Aslan hanya mengangguk.


Aslan yang ingin pergi dia membuka pintu dengan dia yang tak sengaja menabrak kedua orang laki laki tua yang berjalan masuk dengan saling mengobrol. 


" Maaf maafkan saya…" Aslan menunduk membungkan badannya untuk mengormati yang sedang dia tabrak tadi.


Aslan kini segera menatap ke arah orang yang mengenalinya tersebut. Kedua laki laki tua itu kini langsung menatap nya dengan tatapan membenci.


" Papa." panggilnya pelan.


" Sedang apa kau ada di sini?" Tanya dengan sinis.


" Aku mengantar kue yang dipesan."


" Kue? Memalukan…" Cibirnya.

__ADS_1


" Tuan Metin anda mengenal nya?" Timpal salah satu dari orang yang sudah duduk di sana.


" Tunggu dulu sepertinya dia anak menantu dari Tuan Metin…" Salah satu dari mereka kini menjawabnya.


" Apa saya tidak saya mendengarnya? Tuan Metin apa benar yang dikatakan oleh dia?" 


Metin hanya bisa menghela nafasnya dengan kasar dia tak bisa menjawabnya, jika dia menjawab tidak maka urusannya akan panjang tapi jika dia berbohong maka urusannya juga tambah panjang.


" Dia menantu saya…" Metin dengan terpaksa mengakui bahwa Aslan ada menantu dirinya.


Semua orang yang ada di sana kini ada yang terkejut bahkan ada yang hanya biasa menanggapinya. Sedangkan orang yang tak tahu kini secara tiba tiba tertawa kerasa di ruangan itu, tawanya penuh dengan mengejek.


" Apa dia sungguh menantumu Tuan Metin? Apa saya tidak salah dengar? Astaga…" Katanya di sisa tawa mengejeknya.


" Kue mu enak kau dari restoran mana? Siapa tahu kita bisa memesan kue dari restoranmu…" Salah satu dari mereka yang berniat untuk tidak menanggapi apa yang dikatakan oleh mereka kini malah menjadi bumerang bagi mereka semua yang ada di sana.


" Saya tidak memiliki restoran Tuan tapi saya hanya memiliki kedai kecik di pinggir jalan…" Ujarnya dengan tersenyum.


Semua orang yang ada di sana kini tertawa penuh dengan mengejek kepada Aslan juga sekaligus kepada Metin yang ada di sana. Metin terdiam seribu bahasa dia tak bisa membela menantunya itu.


" Metin kau benar benar payah merelakan putrimu satu satunya menikah dengan orang yang hanya memiliki kedai kecil di pinggir jalan, astaga…" Orang itu kini mengejek terang terangan Aslan bahkan di depan Aslan sekalipun.


" Jadi Kemal kalah dengan orang yang hanya pembuat adona kue? Astaga!" Semua orang yang ada di sana kini tanpa memiliki rasa sungkan menghina Aslan.


" Tuan Metin kau adalah pengusaha sukses di kota ini bahkan nama Kemal adalah salah satu nama yang perlu di pertimbangkan di kota ini, dan kau membuang menantu seperti Kemal hanya demi orang pembuat kue seperti dia. Kau sungguh sudah kehilangan akal…" Cibirnya tak ada habis habis nya.


" Ayo ikuti aku!" Metin merasa kesal dan sangat terhina saat ini. Dia mengajak Aslan untuk segera pergi dari sana.

__ADS_1


Aslan membungkukan badannya yang kemudian dia pergi menyusul ayah mertunya yang memasuki ruangan yang tak terlalu jauh dari ruangan yang tadi.


" Kenapa kau selalu membuat masalah bagi keluarga ku hah? Dulu kau menghancurkan nama keluarga ku karena merebut putriku dari tunangannya sekarang kau membuang kotoran kembali di wajahku dengan kau yang ada di sini…" Metin langsung melampiaskan amarahnya yang dari tadi ditahan.


__ADS_2