
" Dia istri ku kau tak berhak membawanya pergi…" Aslan tentu saja tak akan tinggal diam jika istrinya di bawah oleh orang lain meskipun itu sahabatnya.
" Istri kau bilang?" Kemal tertawa keras disana. " Setelah semuanya yang kau katakan tadi kau masih berkata dia istrimu?" Sambungnya dengan nada sinis.
" Kemal hentikan jangan berdebat! Ku mohon…" Cevdav kini melerai kedua laki laki yang saat ini tengah berdebat.
" Cevdav masuk ke dalam…" Perintah Aslan dengan tegas.
" Cevdav pergi dengan ku, karena kau tak bisa menjaganya hanya tangisan yang kau berikan kepada nya."
" Kemal tidak! Aku tidak ingin pergi!" Kemal dengan paksa menarik tangan Cevdav membawanya pergi dari sana.
" Hei lepaskan istriku kau tak berhak membawanya…" Tentu saja Aslan mengejar mereka berdua teriakan dan penolakan yang dia dengar tak menjadi masalah bagi dirinya untuk tetap membawa sahabatnya pergi.
" Kemal hentikan…" Dia memberontak tentu saja. Dia tak akan tinggal diam melihat sahabatnya dengan terang-terangan terluka seperti itu apalagi dia mendengar dengan jelas bahwa Aslan mengatakan yang membuat wanita itu terluka.
" Kau tak bisa membawanya pergi begitu saja…" Aslan akhirnya bisa menangkap tangan istrinya yang satunya.
Aslan juga menariknya hingga membuat Cevdav dan Kemal berhenti. Kemal menoleh ke belakang dengan tatapan tajamnya. Dia tak peduli derai air mata yang keluar dari mata sahabatnya dia menahan nya agar dia tetap bisa membawa sahabatnya pergi dari sana.
Mereka saat ini berada di depan kedai di sana banyak orang yang melihat mereka yang seakan berebut satu wanita. Tangan Cevdav yang satunya ditarik oleh Kemal sedangkan yang satunya di tarik oleh Aslan.
" Kemal aku tak bisa pergi denganmu! Aku disini saja bersama suamiku. Aku yakin ini hanya kesalahpahaman yang harus kami selesaikan…" Ujarnya dengan sisa tangisan.
" Kau masih ingin membela suami yang tak menghargai keluargamu? Kau benar-benar cinta buta kepada suamimu itu…" Katanya dengan sinis.
" Lepaskan tanganmu! Dia istriku kau tak berhak atas Cevdav aku yang berhak dengannya. Jadi lepaskan tanganmu itu!" Aslan menatap sinis ke arah Kemal suaranya juga sama dingin nya.
" Aku tak peduli kau suaminya atau tidak, yang jelas aku tak terima jika kau tak menghargai sahabatku ditambah kau malah menjelekan keluarganya agar dia membenci keluarganya sendiri."
" Aslan minta maaflah kepadanya agar semuanya lebih mudah…" Bisik sang ibu yang mengikuti mereka bertiga.
__ADS_1
" Tidak!" Tolaknya dengan tegas. Aslan tetap bersikeras bahwa dia tak ingin meminta maaf karena apa yang ia katakan adalah kebenarannya. " Aku tak akan pernah minta maaf karena apa yang aku katakan adalah kebenarannya jika aku minta maaf sama saja aku mengakui bahwa semua itu hanya omong kosong."
" Kau dengar sendiri suamimu yang kau sayang itu tetap tak ingin meminta maaf dia ingin kau membenci keluargamu. Orang yang baru kau temui berapa bulan akan membuatmu menjauhi keluargamu yang bertahun tahun ada disisimu…" Kemal masih tetap tak membiarkan Cevdav berada di sana.
" Tuan Kemal maafkan putra saya tapi saya sebagai-"
" Ibu apa yang ibu lakukan jangan meminta maaf kepada nya. Aku berkata sesungguhnya bu…" Potong Aslan dengan cepat menurunkan tangan ibu nya agar sang ibu tak menekuk kedua tangannya pertanda dia meminta maaf.
Sang Ibu tak menghiraukan putranya dia tetap melanjutkan ucapannya. " Tuan Kemal, Cevdav sayang ibu minta maaf nak, maafkan Aslan dia mungkin terbawa emosi dan pikirannya sedang kacau. Dia tak bisa mencernah apa yang terjadi, jadi ku mohon maafkan dia."
" Kemal lepaskan kita semua banyak yang melihat…" Cevdav merasa dirinya menjadi tontonan banyak orang yang berlalu lalang di sana.
" Tidak!" Kemal menolak untuk melepaskan tangan Cevdav karena tekadnya sudah bulat untuk membawa sahabatnya untuk pulang.
Cevdav hanya menggeleng karena dia berontak pun percuma. " Ibu jangan meminta maaf ini bukan salah ibu-"
" Jadi kau pikir ini salahku? Aku sudah katakan berulang kali bahwa apa yang aku katakan adalah benar. Keluargamu memang tak menyukai ku dari awal mereka yang membuat semua kekacauan ini, mereka ingin kita bertengkar dan berpisa-"
Mata mereka beradu pandang dengan tatapan tajam,mereka seakan tersiram api yang membara karena ini semua.
" Mereka memang tak menyukai ku, mereka hanya menyukaimu berharap kau yang menjadi menantunya bukan aku. Mereka juga yang membuat aku kehilang-"
Bug!! Bug!!
Dua pukulan melayang begitu saja membuat Aslan benar benar harus mundur. Pukulan yang cepat tak mampu membuat Aslan menghindar. Kedua wanita itu sama sama berteriak ketika bogem mentah itu melayang mengenai wajah Aslan.
Bug!!
Aslan yang tak terima kini dengan cepat membalas nya dengan juga memukul wajah Kemal. Perkelahian itu tak bisa mereka hindari. Mereka yang terbawa situasi panas kini dengan cepat meluapkan nya dengan pukulan berulang kali.
" Nona jangan kesana anda bisa terkena pukulan!" Sang asisten dari Kemal kini mencegah Cevdav yang ingin melerai mereka bertengkar.
__ADS_1
Hatinya gusar melihat kedua orang laki laki itu bertengkar di depan matanya sendiri. " Mereka bisa babak belur, pisahkan mereka. Ku mohon…" Katanya dengan memohon.
" Mereka sudah sama sama tahu konsekuensinya Nona…" Tentu saja dia tak ingin memisahkan mereka berdua.
Sang asisten tersenyum senang karena pada akhirnya bosnya bertindak melawan laki laki yang telah merebut wanita yang dicintai dari dulu.
Bug!!!
Kemal menendang perut Aslan hingga dia hampir terjatuh terhuyung ke belakang. Aslan bukanlah tandingannya tentu saja.
" Kemal hentikan ku mohon!" Cevdav. berteriak keras tapi mereka tak menghiraukannya saat ini.
" Bawah Cevdav masuk ke dalam mobil…" Perintahnya dengan tegas.
" Mari Nona!"
" Tidak! Aku tidak ingin ikut denganmu, aku ingin di sini bersama suamiku…" Cevdav tentu saja menolak nya dia tak ingin ikut bersama sahabatnya.
" Erik!"
Erik dengan terpaksa sedikit menarik Cevdav agar dia mau tak mau harus ikut bersamanya. " Tidak! Aku tidak ingin ikut dengan mu!" Cevdav memberontak dia tak ingin ikut tapi kekuatan laki laki tentu saja begitu besar dibanding dirinya.
" Kau tak berhak-" Aslan yang ingin maju merebut istrinya di halangi oleh sang ibu.
" Sudah nak biarkan Cevdav pergi untuk sekarang, biarkan kalian saling berjauhan agar kau bisa tahu di mana kesalahanmu."
" Ibu dia membawa istriku…" Tentu saja Aslan tak terima istrinya di bawah pergi begitu saja.
" Aku tak butuh izin mu untuk membawa sahabatmu. Aku menyesal telah memberikan dia denganmu, merelakan menikah denganmu sepertinya adalah kesalahan terbesarku…" Katanya dengan dingin.
" Nyonya sebaiknya anda katakan kepada putra anda bahwa kesalahannya membuat dia harus berpisah dengan istrinya…" Sambungnya dengan sinis lalu pergi meninggalkan tempat tersebut.
__ADS_1
Dia tak peduli Aslan berteriak berulang kali untuk tak membawa istrinya tapi Kemal lebih baik membawa sahabatnya yang di sana tak mendapatkan kebahagian.