Cinta Bernoda Darah

Cinta Bernoda Darah
Membandingkan 2


__ADS_3

" Papa percayalah dulu aku pernah menolak ini semua tapi Tuan Kemal yang menyerahkan Cevdav kepada ku, aku yang memang mencintainya tak bisa berbuat apa apa selain hanya bisa menerima cinta yang sudah tumbuh di hati kami berdua."


" Cih!! Kau terlalu sombong Aslan, siapa kau hingga kau menolak putri ku hah? Kau mungkin awalnya menolak agar putri ku mengejar dirimu setelah kau mendapatkan nya dan kau bisa bercerita kepada semua orang bahwa putriku lah yang mengejarnya kau jadi bangga pada dirinya sendiri…" Cibirnya dengan memandang rendah laki laki yang ada di depannya.


" Lihatlah kau dan kami berbeda, kau hanya kasta kecil yang sebenarnya tak terlihat di mata kami, tapi karena kau yang pandai merayu putriku hingga dia jatuh cinta denganmu. Buka matamu kau dan Kemal tak ada apa apa meskipun seujung kuku sekalipun, ayolah kau hanya memiliki kedai kecil sedangkan Kemal dan Cevdav memiliiki banyak perusahaan yang tak bisa kau jangkau dengan adonan kue mu itu…" Sambungnya lagi.


" Aku tahu Pa aku hanya orang miskin yang sama sekali tak sebanding dengan kalian semua, jika aku di bandingkan dengan Tuan Kemal memang tak ada di ujung kuku nya tapi setidaknya aku membangun kedai itu dengan keringatku sendiri tidak mengemis kepada siapapun ataupun kepada orang tua ku."


Metin kini tertawa keras mendengar apa yang dikatakan oleh Menantunya itu, dia kini duduk di kursi kebesarannya menatap sang Menantu dengan tatapan hina.


" Kau berkata tak mengemis kepada siapapun?" ulanginya dengan sisa tawa nya yang seakan menghina Aslan. " Kau memang tak mengemis untuk usahamu itu tapi kau mengemis cinta kepada laki laki yang harusnya menjadi suami dari putriku, apa kau tak malu dengan semua itu."


" Aku tahu Papa memang tak menyukai ku atau menyetujui pernikahan ku dengan Cevdav tapi aku yakin suatu saat nanti cinta kami akan membuat hati kalian semua luluh dengan sendirinya.. " Aslan mengucapkan dengan penuh keyakinan dia begitu yakin bahwa cinta mereka nanti akan mengubah pandangan mereka.


" Berusahalah sekuat tenaga mu sampai kapan pun aku tidak akan menyukai mu, aku menikahkan mu dengan putriku jika tidak karena permohonan Kemal yang merendahkan dirinya di depan kami, aku tidak akan pernah menikahkan kalian berdua."


" Pa aku tahu dari awal kalian memang tidak menyukaiku dan aku sadar aku memang orang miskin yang hanya memiliki kedai kecil tak sebanding dengan kalian yang mempunyai gedung tinggi, tapi aku janji aku akan berusaha membahagiakan Cevdav apapun yang terjadi aku akan selalu berusaha membahagiakan dia."

__ADS_1


" Membahagiakan dia dengan menyuruhnya bekerja di kedai mu itu? Apa kau pikir aku menyekolahkan tinggi putriku hanya untuk menjadi pelayan di kedai kecilmu itu? Aslan Aslan kau sungguh sombong dan arogan…" Metin kini menyandarkan punggungnya menatap penuh dengan mengejek ke arah menantunya itu.



" Sebaiknya kamu pergi dari sini sebelum aku tambah malu karena kau tetap berada disini…" Usirnya dengan cepat.


Aslan hanya tersenyum getir dia sadar sampai kapanpun dia memang tak akan mampu menggapai apa yang mereka punya, dia hanya memiliki cinta yang tulus untuk istrinya dan sampai kapan pun dia akan tetap memperjuangkan cinta itu dan berusaha untuk membahagiakan istrinya meskipun seluruh keluarga sang istri tak pernah memandang ke arahnya.


" Dan satu lagi! Bercerminlah bandingkan dirimu dengan Cevdav, kau tak ada apa apa dengan istrimu sendiri sebenarnya, kau hanya kerikil kecil sedangkan Cevdav Batu permata yang akan sulit untuk kau ubah menjadi kerikil…" Metin tertawa keras melihat wajah tegang menantunya.


" Saya permisi Pa.. selamat siang!" Aslan segera pergi meninggalkan ruangan itu.


Sedangkan di dalam kamar laki laki itu saat ini tengah memejamkan matanya,Cevdav yang masih berada di sana merasa dirinya telah bersalah berbuat seperti ini kini merawatnya dengan sungguh sungguh. Kemal yang selalu banyak membantu dirinya sekarang terkapar tak berdaya di depannya karena ulah dirinya.


Dia menguap beberapa kali dia menatap jam yang berada di sana, dia yang ingin meninggalkan Kemal merasa tak tega karena sang asisten belum datang kesana untuk menjaganya. Akhirnya dia berdiri berjalan ke sofa panjang merebahkan dirinya di sana, memiringkan tubuhnya dengan menatap kearah Kemal yang tertidur.


Tak berselang lama Cevdav akhirnya juga memejamkan matanya karena dia memang dari tadi menahan rasa kantuknya, Kemal yang sebenarnya hanya pura pura tidur kini membuka matanya menatap wanita itu yang tertidur di sofa panjang kamar tersebut.

__ADS_1


" Kenapa kau tak pulang saja Cev ini semua akan membuatku lebih sulit…" Kemal menghela nafasnya dengan kasar.


Dia sebenarnya merasa senang tapi sekaligus sulit untuk semuanya, dia berusaha yang ingin melupakan wanita itu kini sekarang dia malah datang kesana dengan tulus merawatnya. Jantung Kemal sebenarnya tak bisa diajak kompromi dalam hal ini tapi dia juga tak mungkin mengusir wanita itu.


Bagaimana jika aku masih tetap mencintaimu Cev, bagaimana jika rasa ini tetap untukmu. Aku tak bisa membuangnya, sejauh apapun aku berusaha untuk melupakanmu dan lari dari ini semua maka semakin membuatku terkurung oleh rasa cintaku sendiri. Ya Tuhan ku mohon maafkan aku yang mencintai istri orang, ku mohon hapuskan rasa cinta ini kepadanya. 


Kemal ingin melepaskan rasa cinta itu tapi semakin dia berusaha untuk melupakannya semakin membuat dia terpenjara oleh rasa cinta nya yang begitu besar. Melupakan orang yang yang dicintai adalah hal yang begitu sulit bagi Kemal.


Lebih baik aku bertarung dengan orang, memukulnya lalu membunuhnya dibanding harus berusaha melupakan kamu. 


Dia menatap langit langit kamar berusaha untuk tidak melihat ke arah Cevdav dia tak ingin usahanya untuk melupakan wanita itu sia sia percuma tapi apalah daya dia sungguh tak bisa berbuat untuk tak melihat ke arah Cevdav yang memejamkan matanya begitu damai.


Sedangkan kedua wanita tua itu merasa senang melihat foto foto yang dikirim oleh Erik saat ini, mereka semua merasa bahagia karena melihat kedekatan anak anak mereka kembali. Kedua wanita itu merasa harus segera mendekatkan mereka kembali.


" Mungkin mereka dulu belum pernah saling mencintai tapi cinta itu akan tumbuh dengan kedekatan mereka seperti ini."


" Kamu benar saat ini kita harus berusaha untuk lebih mendekatkan mereka agar cinta diantara mereka yang harus tumbuh di hatinya." 

__ADS_1


Perjodohan waktu itu mungkin tak berhasil tapi mereka yakin suatu saat nanti cinta itu akan tumbuh dengan mereka yang saling dekat satu sama lain.


__ADS_2