
" Tuan Kemal anda tak bisa begitu saja membawa istri ku begitu saja…" Aslan yang ingin mengejarnya lagi lagi harus dihalangi oleh sang ibu.
" Erik jalan…" Kemal tak peduli bahwa laki laki itu berteriak memanggil namanya dan sahabatnya.
" Aslan biarkan Cevdav pergi bersama Kemal nak! Kalian butuh waktu untuk menenangkan pikiran dan hati kalian…" Cegah sang ibu yang membuat Aslan diam.
" Tapi Kemal yang membawa Cevdav bu! Tidak ini tak bisa aku biarkan…" Dia menggeleng tak menyetujui apa yang dikatakan oleh sang ibu.
" Lalu kenapa jika itu Kemal? Dia sahabatnya dari kecil dan keluarga mereka begitu dekat. Biarkan Kemal membawa nya untuk menenangkan hati dan pikirannya. Kau juga butuh waktu untuk menenangkan hati dan pikiranmu juga."
" Ibu dia Kemal laki laki yang mencintai Cevdav! Bagaimana bisa aku membiarkan dia membawa Cevdav…" Katanya dengan nada tinggi. " Jika… jika dia bisa mengambil hati Cevdav lalu dia pergi meninggalkan ku bagaimana bu? Aku sangat mencintainya!" Katanya dengan risau.
Aslan sangat kacau apa yang terjadi dengannya membuat dirinya begitu berantakan. Pertengkaran dengan Kemal tadi membuat penampilan sangat berantakan. Bahkan semua orang yang berlalu lalang di sana melihat ke arah mereka tapi tak membuat dirinya malu.
Sang Ibu tak menjawabnya dia malah hanya menarik tangan putranya agar masuk ke dalam kedainya. Dia merasa saat ini putranya sudah kehilangan akal.
" Aslan kenapa dengan pikiranmu sebenarnya?" Sang Ibu langsung bertanya ketika mereka berdua sudah berada di dalam kedai miliknya. " Jika kau takut istrimu jatuh cinta dengan Kemal kenapa kau dari tadi bersikeras untuk tidak meminta maaf kepada mereka?"
" Ibu tahu aku tak mungkin berbohong dalam hal itu, jika aku minta maaf sama saja aku mengakui bahwa aku hanya mengarang cerita. Dan tuduhan Kemal bahwa aku ingin menjauhkan Cevdav dengan keluarganya pasti akan mereka jadikan alat untuk memisahkan aku dengannya."
__ADS_1
" Aku tahu nak kamu tak mungkin berbohong dalam hal itu tapi semuanya menjadi kacau hanya karena kau tak ingin meminta maaf. Apa salahnya jika kau hanya meminta maaf dan menerima semua yang dikatakan oleh mereka, yang terpenting Cevdav tak pergi dan Ibu yakin dia wanita yang bijak, dia tak mungkin mengira kau ingin menjauhkan nya dengan keluarganya…" Kali ini Aslan diam.
" Aslan kau tahu bahwa memang dari awal keluarga Cevdav tak menyukai kita, Ibu juga tahu tapi Ibu hanya bisa diam. Ibu tau kau mendapatkan hinaan dari mereka tapi Ibu juga diam karena Ibu tak ingin membuat keributan yang pada akhirnya membuat kamu menyesal. Cevdav sekarang istrimu tapi dia juga memiliki keluarga yang tak akan terima jika kau menjelekan kedua orang tua nya tanpa ada bukti…" Sambungnya dengan sang Ibu menatap ke arah putranya yang saat ini tampak sangat kacau.
" Ibu tau saat ini pikiranmu sedang kacau tapi harusnya kau memikirkan apa yang akan terjadi jika kau berbuat nekat seperti ini. Jika aku berada di posisi Cevdav mungkin Ibu akan menamparmu dan langsung meninggalkan mu karena semua ucapanmu itu. Tapi lihatlah dari tadi Cevdav masih di sini dia masih ingin bertahan dia masih ingin mendengarkan alasannya darimu…" Aslan diam apa yang dikatakan oleh sang Ibu benar.
" Harusnya kau bisa buktikan kepada mereka meskipun kau tak mendapatkan restu dari mereka, kau mendapatkan hinaan kau tetap bisa berdiri dan saling bergandengan dengan Cevdav. Bukan kau malah melampiaskan semua kekesalan kepada Cevdav yang membuatnya harus di bawah pergi dari mu…" Aslan mengusap wajahnya dengan kasar.
Dia yang tadi berdiri kini langsung duduk dengan raut wajah yang begitu gusar. Hatinya gelisah dia sekarang bisa mencernah apa yang dikatakan oleh Ibunya benar. Kali ini dia benar benar keterlaluan karena melampiaskan semuanya kepada Cevdav yang tak tahu apapun.
" Lalu sekarang apa yang harus aku lakukan Bu? Apa perlu aku datang menjemput Cevdav? Aku takut mereka malah menyuruh kami berpisah dan kembali menjodohkan Cevdav dengan Kemal…" Suaranya sudah melemah apa yang dikatakan Ibunya kini masuk ke dalam pikirannya. Sedangkan dari tadi apa yang disuruh sang Ibu ia tolak mentah-mentah.
" Ibu aku sangat mencintai Cevdav, aku tak siap jika dia pergi. Aku tak ingin kehilangannya…" Nada nya begitu sedih.
" Ibu yakin dia tak mungkin juga pergi dari mu. Kalian hanya butuh waktu untuk saling menenangkan diri. Sekarang lebih baik kau menenangkan diri sebelum kau datang kesana untuk menjemput Cevdav pulang…" Sang Ibu menepuk pundak putranya yang saat ini sangat terlihat begitu menyesal.
Aslan berulang kali menarik rambutnya sendiri karena frustasi dan menyesal karena tak mendengar apa yang dikatakan oleh sang Ibu nya tadi. Semua orang yang melihatnya saat ini hanya bisa mengasihi tanpa bisa melakukan apapun.
Aslan begitu gusar hati nya gelisah dan cemas apa yang dia pikirkan takut terjadi. Dia tak ingin kehilangan cintanya tapi hanya karena emosinya dari tadi membuat semuanya hancur berantakan seperti sekarang. Menyesal pun percuma karena tak ada gunanya saat ini.
__ADS_1
\=\=\=
" Kemal aku tak ingin ikut denganmu, turunkan aku disini…" Cevdav terus berulang kali meminta Kemal untuk menurunkannya tapi laki laki itu tak menghiraukan apa yang dikatakan oleh wanita itu.
" Kemal aku ingin kembali, suamiku membutuhkan aku. Aku tak ingin kembali pulang kerumah Mama aku ingin kembali ke rumah suamiku. Kemal kumohon aku ingin kembali…" Dia memohon tapi tetap tak dihiraukan oleh Kemal saat ini.
" Aku tahu dia bersalah dengan mengatakan yang tidak tidak tapi please biarkan aku kembali dan mendengar alasan semua nya kenapa dia bisa berkata seperti itu. Jadi kumohon aku ingin kembali aku tak ingin ikut denganmu…" Dia menyentuh lengan Kemal tapi tak ada jawaban dari laki laki itu.
Kemal tak peduli dia pura-pura tak mendengarkan permohonan dari sahabatnya dia mencoba untuk tega saat ini meskipun air matanya Cevdav adalah kelemahannya saat ini dia berusaha untuk kuat melihatnya, ini juga demi kebaikan wanita itu sendiri.
" Kemal ku mohon… aku mencintainya aku tak ingin pergi-"
" Cukup!" Kemal membentak Cevdav dengan nada tinggi membuat wanita itu langsung diam dengan kata kata permohonan nya. " Cukup! Cukup!" Sambungnya dengan pelan.
" Aku tak ingin ikut denganmu!" Cevdav beringsut mundur dengan nada yang pelan.
" Kau ingin kembali dengan laki laki brengse* sepertinya? Kau menerima dia menjelekan keluargamu dan keluargaku hanya karena kedai nya sepi?" Katanya dengan menekan kata kata nya.
Ramaikan kolom komentar ya kita beri konflik ringan sebelum kita beri konflik berat 😁 terima kasih 🙏
__ADS_1