Cinta Bernoda Darah

Cinta Bernoda Darah
Hawa Dingin 3


__ADS_3

" Cevdav maaf itu tadi tak seperti yang kau lihat aku bisa menjelaskannya…" Kemal dengan nada paniknya segera ingin menjelaskan apa yang terjadi di ruangannya agar wanita itu tak salah paham.


" Tak perlu Kemal, untuk apa kau menjelaskannya padaku. Kau sendiri dan dia juga sendiri kenapa tak jalan bersama?" 


Deg!!


Kemal kini langsung terdiam dia baru sadar bahwa dia tak berhak menjelaskan apapun kepada sahabatnya itu. Meskipun dia yang ingin menjelaskan pakar masalah tadi kini dia langsung diam seribu bahasa dia sadar bahwa dia tak berhak menjelaskan apapun.


" Kemal kenapa malah diam?" 


" Ah.. apa yang kau katakan benar. Aku sendiri dan dia juga sendiri, tapi untuk saat ini aku masih ingin sendiri masih ingin menata hati dan lebih fokus ke pekerjaan…" Senyumnya begitu kecut dia kecewa tentu saja. 


Dia sadar dia hanya sebatas teman dengan Cevdav, bahkan tak ada rasa cemburu sedikitpun yang  tersirat di mata wanita itu. Padahal dia berharap bahwa Cevdav memiliki rasa cemburu meskipun hanya seujung kuku. Tapi sepertinya itu adalah hal yang begitu mustahil baginya. Dia yang terlalu berharap tapi tidak untuk Cevdav, dia hanya menganggap Kemal adalah sahabatnya.


" Menata hati? Kemal maafkan aku, dengan maksud menata hati karena aku meninggal-"


" Tidak Cev bukan karena kamu…" Kemal segera memotong apa yang ingin dikatakan olehnya. " Aku memiliki rasa dengan seorang dan sempat menjalin hubungan dengannya setelah kita berpisah tapi dia lebih memilih mengejar karirnya di negara orang lain dan meninggalkan aku di sini. Kau tahu sendiri rasanya ditinggal oleh orang yang kita sayang."


" Aku tak pernah mendengar tentang masalahmu ini! Astaga maafkan aku!" Katanya dengan menyesal.


" Aku sangat mencintainya tapi sayangnya kami berdua bukan dijadikan sepasang kekasihnya yang akan segera menikah…" Kemal tersenyum getir dia tak memang kecewa dan terluka itu tak bisa dipungkiri. Tapi semua cerita itu hanya bohong.


Dia memang mencintai sosok wanita itu tapi bukan karena karier tapi karena laki laki lain yang dicintai. Kemal rela berkorban untuknya asal orang yang dicintai bisa bahagia dengan seutuhnya.


" Kemal…" Pamggilnya dengan nada sedih.


" Sudahlah jangan bahas dia lupakan saja tentang wanita itu…" Kemal mengalihkan pembicaraan ini dia tak ingin malah terjebak dalam ucapannya sendiri. " Kamu datang kemari ada perlu apa?"


Cevdav kini menggeleng dia juga merasa sedih saat ini. Dia yang kecewa tak mungkin berbagi cerita kepada Kemal tapi dadanya terasa sesak penuh. Kemal yang menatap sahabatnya itu bisa menebak apa yang terjadi.


" Kau bertengkar dengan Aslan?" Tebaknya langsung.

__ADS_1


Tapi lagi lagi Cevdav hanya menggeleng dia tak ingin cerita kali ini dia hanya menunduk. " Cev ada apa? Jangan berbohong padaku. Kau bertengkar dengan Aslan? Katakan ada apa?" Desaknya dengan Kemal yang paham betul wajah sahabatnya yang sedang sedih saat ini.


" Kau bisa cerita apapun kepadaku Cev! Kita masih menjadi sahabat bukan?" 


" Tapi jangan katakan apapun kepada kedua orang tua ku? Aku takut mereka akan marah kepada Aslan!" Pintahnya.


" Tergantung kesalahan Aslan!"


" Kemal."


" Oke aku tak akan mengatakan apapun kepada mereka aku sendiri nanti yang akan bicara kepada Aslan…" Katanya dengan sedikit kesal dia paham pasti ada masalah tentang rumah tangga mereka.


" Apa aku salah ingin membantu suamiku?" Sebuah pertanyaan yang membuat Kemal mengerutkan keningnya.


" Tak ada yang salah sebenarnya. Seorang pasangan pasti akan suka membantu pasangan lainnya dan sebaliknya pasti mereka akan senang jika pasangannya berpikir ingin membantu…" Perkataan dari Kemal malah membuat hati cevdav terluka. 


" Tapi Aslan berbeda, dia tak ingin aku membantunya sedikitpun…" Matanya berkaca-kaca ketika dia ingat pertengkaran pertama mereka yang hingga sampai detik tak ada yang saling tegur sapa.


" Cevdav ada apa sebenarnya? Kenapa kalian bertengkar?" Hatinya terluka rahangnya mengeras melihat wanita yang ia cintai kini hampir meneteskan air matanya saat ini.


Selama mereka menjadi sahabat baru kali ini dia melihat wanita ini meneteskan air mata kesedihan, tepatnya untuk kedua kalinya dia melihat air mata itu. Air mata yang membuat sesak dada Kemal, air mata yang membuat Kemal tak tega saat ini. 


" Aku dan Aslan bertengkar hebat dari kemarin, Aslan…" Cevdav mulai bercerita tentang masalah rumah tangganya, dadanya terasa sesak mengingat bahwa mereka bertengkar seperti itu.


Kemal cukup diam tapi rahangnya mengeras tatapan iba serta tatapan marah menjadi satu. Cevdav terisak ketika dia bercerita tentang pertengkaran mereka dari kemarin. Kemal tak memberikan komentar apapun dia hanya mendengarkan apa yang dikatakan oleh sahabat nya dengan sesekali memberikan kekuatan kepada sahabatnya itu.


\=\=\=\=\=\=


" Akhirnya aku menemukan satu investor yang akan membantuku untuk bangkit lagi…" Aslan bernafas lega setidaknya hari ini ada satu hotel mewah yang akan memberikan dia pekerjaan. 


Sedangkan Aslan yang berjalan keluar dari hotel tersebut tak pernah melunturkan senyumnya dari tadi dia mengembangkan senyumnya berulang kali karena dia mendapatkan apa yang ia mau saat ini. 

__ADS_1


" Untuk apa kau datang ke hotel saya?" Suara bariton dingin dari orang yang berdiri di depannya membuat Aslan diam dengan kaku.


Hotel nya… jadi ini hotel miliknya..


Aslan menelan ludahnya dengan kasar menatap orang itu dengan kaku, sedangkan orang itu menatapnya dengan dingin. Tentu saja dia tak suka melihat Aslan berada di sekeliling nya.


" Hari yang sial karena harus bertemu denganmu di sini!" Umpatnya dengan kesal. " Siapa yang mengizinkan mu masuk ke sini heh? Bukankah jelas aku melarangmu menginjakan kaki di sini!" Ucapnya dengan pedas.


" Maaf saya tidak tahu jika ini milik anda!" Dia menunduk lesu sekarang.


" Selamat datang Tuan Yurcel.. selamat datang…kenapa anda tidak memberitahu saya jika anda datang kemari…" Manager dari hotel itu kini menyambut kedatangan pemilik hotel besar tersebut.


Sedangkan Yurcel hanya diam dengan menatap Aslan yang tak bergeming di sana. Jantungnya tak normal, dia merasa semuanya akan hancur saat ini juga.


" Tuan Aslan, anda juga mengenal Tuan Yurcel atau gimana?" 


" Kau mengenalnya?" Yurcel langsung menatap sang manajer dengan tatapan dingin.


" Tuan Aslan orang yang saya katakan kepada anda tadi, orang yang akan membuat kue-kue di sini, saya yakin anda menyukai kue buatannya karena sanga-"


" Saya menarik lagi kata-kata saya yang tadi. Saya tidak ingin bekerja sama dengan orang ini."


" Maaf?" Sang manajer sedikit tak mendengar apa yang dikatakan oleh bosnya.


" Kau tidak mendengarkanku?"


" Tapi Tuan kue nya sangat lezat aku rasa semua orang yang di sini pasti akan menyu-"


" Jika kau tetap memaksa ingin mempekerjakannya tak masalah, dia yang bekerja tapi kau yang keluar dari sini."


Yurcel langsung pergi meninggalkan kedua laki laki yang terkejut dengan apa yang dia dengar.

__ADS_1


__ADS_2