
Beberapa hari berlalu begitu cepat, cuaca yang cerah membuat kedua mata wanita cantik itu menatap lurus dengan tatapan yang sangat datar. Dia yang saat ini sedang berdiri di ambang pintu merasa hatinya seakan di remas oleh pandangan yang sedikit menyakitkan hatinya.
Laki laki yang dirindukan nyatanya kini sedang bercanda tawa dengan wanita yang tak dikenal oleh dirinya, bahkan mereka terlihat begitu sangat dekat.
Siapa dia? Tanyanya dalam hati dengan dia yang bertanya tanya dalam benak dan hatinya.
Dia yang ingin mendekat kini di urungkan ketika hatinya semakin tersiram api yang begitu membara. Cemburu hanya itu yang mampu melukiskan hati wanita cantik yang saat ini hanya diam dengan perasaan yang bercampur aduk.
" Nyonya Cevdav!" Seorang pelayan yang tak sengaja melihat istri dari bosnya kini segera menyapanya dengan senyum yang mengembang.
Aslan dan wanita itu kini langsung menatap kearah depan. Aslan yang melihat istrinya berdiri di sana kini langsung tambah bahagia dia dengan segera berdiri sedikit langkah cepat menghampiri istri yang begitu dirindukan olehnya.
" Sayang kamu datang, kenapa tak memberi tahu aku? Aku bisa menjemputmu!" Aslan yang sangat merindukan istrinya kini secara langsung mendekap tubuh istrinya dengan erat.
Cevdav yang tadi terbakar api cemburu kini dengan cepat menguasai dirinya dia dengan segera tersenyum membalas pelukan suaminya yang begitu dirindukan olehnya.
" Aku ingin memberimu kejutan sebenarnya!" Ujarnya dengan kecut.
Malah aku yang mendapatkan kejutan kau sedang bercanda dengan wanita lain. Hatinya berkata dengan sendiri.
" Tapi kamu bisa menghubungi ku Sayang!" Mereka melepaskan pelukan itu saling menatap. Kedua mata itu tak bisa berbohong bahwa mereka saling merindukan satu sama lain.
Dan jika aku menghubungimu maka aku tak akan melihat pandangan seperti ini. Hatinya yang menjawab pertanyaan dari suaminya sendiri.
__ADS_1
" Apa kamu sibuk? Atau aku mengganggumu?" Dia yang bertanya dengan melirik ke arah wanita yang tadi sedang bercanda dengan suaminya.
" Sejak kapan seorang istri mengganggu suami hem!" Dia yang merasa senang tak peduli dengan mereka yang berada di depan banyak orang. Aslan yang sudah tak bisa membendung rasa rindu itu dengan cepat mencium pipi istrinya.
" Aslan banyak yang melihat kita!"
" Sayang ayo masuk aku kenalkan dengan seorang yang akan menanamkan saham untuk kedai kita.." Ajaknya dengan cepat.
Mereka berdua masuk dengan cepat dengan tangan Aslan berada di pinggang istrinya dengan mesra. Mereka masuk dengan wajah Aslan yang begitu bahagia sedangkan Cevdav sedang berada di fase dia yang sedang menahan rasa cemburunya.
" Sayang perkenalkan dia Ariana dan Ariana dia Cevdav istriku…" Aslan dengan cepat memperkenalkan mereka.
Kedua wanita itu saling berpandangan dengan arti yang berbeda. Tak ada yang ingin saling mengulurkan tangan hanya mereka saling tersenyum dengan kaku serta datarnya.
Ariana yang menganggap Aslan tak memiliki pendamping kini dibanting ke dasar lantai dengan kenyataan pahit.
" Kamu tak mengatakan kepadanya Sayang?" Matanya menatap tajam ke arah suaminya yang kini malah bingung menjelaskannya.
" Maaf Nona Ariana saya tak perlu menjelaskan kepada anda bukan tentang pribadi saya yang memiliki istri atau tidak…" Aslan segera menjelaskan kesalahpahaman ini agar tak ada yang salah paham tentang ini semua. " Kita juga hanya membahas tentang pekerjaan jadi tak ada hubungannya dengan masalah pribadi bukan?"
" Kamu benar! Seharusnya aku bisa menebak ini dari awal…" Ariana tersenyum sinis dan dingin. " Baiklah kalau begitu saya permisi aku rasa pembicaraan kita tadi nanti bisa kita sambung. Saya akan juga akan segera menemui teman saya untuk merekomendasi kue mu!"
" Baik Nona saya akan menunggu kabar dari anda."
__ADS_1
" Kalau begitu saya permisi!" Ariana dengan segera pergi meninggalkan kedai itu dengan perasaan campur aduk.
Dengan langkah cepat dia segera pergi dia yang masuk ke mobilnya dengan pandangan marahnya dan kecewa. Dia menatap kearah kedai itu dengan tajam lalu segera meninggalkan tempat tersebut.
" Sial.. sial.. aku pikir mereka sudah tak bersama nyatanya mereka masih menjadi suami istri…" Nadanya tinggi dengan memukul setir mobilnya sendiri.
Ariana yang sebenarnya tahu bahwa laki laki yang beberapa hari ini ia dekati memiliki istri dan dia yang berpikir bahwa mereka sudah berpisah nyatanya mereka masih saling bersama-sama dan itu membuatnya kecewa.
" Kenapa semuanya terpaku dengan wanita itu?" Dadanya naik turun dengan emosi. " Kemal mencintai wanita itu, Aslan juga mencintai wanita itu. Apa spesial nya wanita itu hah? Apa?" Teriaknya dengan kesal.
Kedua laki laki yang disukai oleh nya nyatanya sampai detik ini mencintai wanita yang sama. " Kemal kau bodoh mencintai wanita yang sudah memiliki orang lain…" Ucapnya dengan nada emosi.
Lalu apa yang ia pikirkan jika dia juga menyukai suami orang, bukankah dia juga sama seperti Kemal jika begitu.
" Tenang Ariana tenang! Semuanya akan ada di tanganmu jika kau mau bersabar sedikit saja…" Dia mencoba menenangkan dirinya sendiri agar dia tak terlalu emosi saat ini.
" Kita fokus untuk mengambil hati Aslan agar dia memiliki simpatik kepada ku, dan dia berpikir bahwa aku yang membantunya bangkit dari keterpurukan ini hingga dia memiliki hutang kepada ku…" Senyumnya begitu licik dia tahu apa yang saat ini dibutuhkan Aslan.
" Harus kau Ariana yang membantu Aslan agar dia tak bisa lari darimu. Jika semua rencanamu berhasil dan dia memiliki hutang budi maka aku akan meminta satu permintaan yang membuatnya tak akan menolak ku…" Ariana begitu licik. Apa yang diinginkan oleh wanita itu harus segera didapatkan entah bagaimana caranya.
" Kemal aku saat ini akan sangat senang membantumu, aku akan menjauhkan Cevdav dari Aslan agar kamu yang mendekatinya dan aku menggantikan posisi Cevdav. Kau nanti akan berterima kasih dan harus membayar semua yang akan aku lakukan…" Tawanya begitu kencang di dalam mobil yang dikendari oleh dirinya.
" Ariana kau harus main cantik jangan sampai terlihat oleh mereka jika aku akan sengaja mendekati mereka membuatnya membalas budi…" Ariana wanita yang sangat licik dulu dia mungkin mengejar Kemal tapi ketika dia merasa bahwa Kemal tak akan mungkin didapatkan dia merasa lelah dan tanpa sengaja dia bertemu dengan Aslan yang waktu itu mempromosikan kue nya.
__ADS_1
" Aku mungkin tak akan mampu bersaing dengan Cevdav dan aku juga tak akan mungkin bisa mendapatkan hati Kemal. Tapi jika untuk mendapatkan Aslan dengan membantunya perlahan dan menemukan seorang yang dibutuhkan olehnya saat ini, mungkin itu akan membuat peluang bagi ku untuk mendapatkan hatinya dan masuk kedalam hatinya dengan perlahan..." Ariana begitu yakin bahwa dia akan berhasil mendapatkan hati Aslan dengan mencarikan sesuatu yang dibutuhkan Aslan saat ini.