
Pov Kemal
Hari hari ku kosong tanpa ada sosok istri di sampingku. Tak ada dirinya membuatku menyadari bahwa seharusnya aku memang tak perlu mengatakan hal bodoh itu. Harusnya aku tak membongkar ini semua.
Sudah dua hari berlalu begitu cepat tak terasa hari hari ku terasa hampa tampa Cevdav di sebelahku. Aku sekarang sadar apa yang dikatakan oleh Ibuku kemarin benar harusnya aku lebih bisa menahan emosi ku agar semuanya tak menjadi kacau seperti ini.
Aku menghela nafas ku dengan berat ketika banyangan-bayangan sosok istri di rumah malah membuat ku sangat merindukannya. Aku ingin memeluknya aku ingin meminta maaf kepadanya asal dia bisa kembali lagi.
Sayang! Apa kau marah padaku hingga kau tak ingin kembali kesini? Aku tahu aku salah dan aku sangat menyesal. Aku tak memikirkan jauh apa akibat dari ini semua, aku tak berpikir jauh mengatakan kebenarannya. Meskipun apa yang aku katakan adalah kebenaran tapi seharusnya aku tak berhak melampiaskan emosiku padamu karena aku yakin bahwa kamu tak bersalah dalam hal apapun.
Aku harusnya bisa menerima mu disini, menerima semua bantuan yang akan kau lakukan untukku. Aku yakin kau tak ingin menghinaku, aku yakin kau tulus membantuku hanya saja aku yang terlalu emosi dan tak memiliki pikiran jauh untuk ini semua.
" Ibu apa aku salah jika aku ingin menjemput istriku di rumah orang tuanya?" Aku tak tahu apa yang akan aku lakukan saat ini benar. Jika saja aku datang kesana pun apa salah.
" Kau sungguh ingin datang kesana?"
" Apa aku salah jika aku datang kesana Bu?" Aku menatap ke arah Ibu dengan sedikit cemas karena pemikirannya dan pikiranku mungkin berbeda.
__ADS_1
" Aku sekarang tahu kenapa Ibu kemarin mencegah ku dan menyuruhku meminta maaf! Sekarang aku menyesal telah melakukan nya Bu. Andai waktu bisa aku putar aku pasti akan langsung meminta maaf kepadanya…" Aku menyesal telah melakukan ini semua.
Ibu pasti dapat bisa melihat wajah penyesalan yang ada di dalam mataku, aku sungguh menyesal berjauhan dengan istriku saat ini. Tapi semuanya sudah menjadi bubur semuanya sudah terlanjur jauh saat ini.
" Dari kemarin seharusnya kamu sadar bahwa kamu salah melakukan ini semua Aslan, jika kamu tahu akibatnya maka tak akan terjadi seperti ini. Tapi sudahlah semuanya sudah terjadi yang terpenting kau menyesal itu yang penting…" Ibu orang yang selalu membuat ku tenang apapun yang aku lakukan Ibu selalu menasehatiku dengan dia yang bijak hanya kadang aku yang tak pernah memikirkan apa yang beliau katakan untuk kebaikan ku sendiri.
" Apa aku pantas datang kesana Bu? Aku yakin Kemal sudah mengatakan apa permasalahan kami hingga dia membawa Cevdav pulang…" Aku yakin mereka sudah membahasnya dengan kedua mertua ku. Tapi aku harap mereka bisa memaafkan aku.
" Kau berhak menjemput istrimu nak! Aku yakin Cevdav menunggumu menjemputnya…" Apa juga yakin istriku menunggu ku saat ini. Tapi bagaimana dengan keluarganya apa mereka akan memberikan anaknya untuk kembali kemari atau malah mereka menentang ku.
Aku akan mencobanya jika aku tak mencobanya maka tak akan tahu apa yang mereka lakukan. Tapi apapun yang terjadi nanti aku harus berhasil membawa istriku kembali. Aku sudah tekad dengan keputusan ku saat ini.
" Permisi saya ingin bertemu dengan Tu-"
" Tuan Aslan! Silahkan masuk. Nona pasti senang melihat anda di sini…" Seorang pembantu wanita yang tadi kebetulan ada di depan langsung mengenalku. Dia tersenyum senang melihat aku berdiri di sana sedangkan para penjaga di sana seakan mempersiapkan pertahananya untuk melarang ku masuk.
Aku masuk dengan jantung yang tak karuan, keringat dingin mungkin sudah besar besar di keningku, tapi aku harus berani aku harus membawa kembali istriku. Dia milikku hanya miliki saat ini.
" Apa yang kau pikirkan sebenarnya Cev?"
__ADS_1
" Aku merindukan suamiku tapi sampai sekarang dia tak ada kabar bahkan tak menjemputku. Apa memang dia tak ingin meminta maaf atas kesalahannya?" Aku mendengar suara orang yang aku rindukan, aku menatap kedua punggung orang yang sedang duduk di taman.
" Aku yakin dia pasti akan menjemputmu nanti, Aslan sangat mencintaimu aku yakin dia hanya butuh waktu untuk menenangkan pikirannya. Kamu juga butuh tenang jika nanti kalian bertemu tak ada emosi lagi yang kalian rasakan…" Sekarang aku semakin merasa bersalah melampiaskan emosiku kepada kedua orang yang tak tahu apapun.
Mungkin kedua orang tua mereka bersalah tapi seharusnya aku tak boleh melampiaskan ini semua kepada mereka. Meskipun kemarin aku ada perkelahian antara Kemal tapi dia masih bisa berpikir positif kepada ku. Aku merasa malu sekarang telah menuduhnya yang tidak-tidak. Sampai kapan pun sepertinya aku tak bisa menyamakan diriku dengannya. Dia memiliki pikiran yang begitu dewasa tidak seperti itu yang mudah marah.
" Apa kau yakin dia akan menjemputku?" Aku menangkap kesedihan di setiap nada bicaranya. Tentu saja aku akan menjemputmu sayang, aku sudah disini membawamu pulang.
" Aku yakin dia akan datang menjemputmu, aku yakin. Jadi jangan pikirkan hal lainnya. Kau bisa pegang kata kataku pasti dia akan datang membawamu kembali kerumahnya…" Maafkan aku jika aku membuat semuanya seperti ini.
Sekarang aku tahu bahwa kau tak akan mungkin mengambil Cevdav dari ku. Jika saja dia berniat mengambilnya maka dari sekarang dia pasti bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk mengambil hati nya tapi apa yang aku dengar malah membuat ku malu sendiri. Dia tak ada niatan mengambil Cevdav dari sisiku padahal selama dua hari ini dia memiliki banyak kesempatan.
" Cev jika nanti atau kapan kau bertemu dengan Aslan aku harap kalian sudah tenang, kalian bisa saling bertukar pikiran bicara baik-baik jangan ada pertengkaran atau perdebatan lagi. Dengarkan alasannya karena aku yakin dia memiliki alasan yang kuat atas ucapannya itu."
" Aku juga berpikir seperti itu, aku harus mendengarkan alasannya apapun itu aku harus mendengarkannya. Jika dia bisa berkata seperti itu aku yakin dia memiliki alasan yang begitu kuat tentang ini semua. Kemal apa kau percaya dengan Aslan, bahwa dia tak mungkin mengatakan hal itu tanpa ada sebabnya?"
" Aku percaya bahwa tak mungkin Aslan berkata seperti itu jika dia tak memiliki sebab di balik ini semua. Aku yakin dia memiliki sesuatu yang disembunyikan olehnya hanya saja aku belum tahu apa yang disembunyikan itu. Aku akan mencari tahu nya jika ini ada kaitan tentang kedua keluarga kita maka aku sendiri yang akan meminta mereka meminta maaf kepada Aslan."
__ADS_1
Deg!!