Cinta Bernoda Darah

Cinta Bernoda Darah
Ketulusan Kemal 3


__ADS_3

" Nona anda disini?" Erik asisten dari Kemal merasa heran melihat wanita yang dicintai oleh bosnya sekarang berdiri di depan lobi kantornya.


" Erik, saya ingin bertemu Kemal saya sengaja menunggu disini. Apa Kemal ada kemana dia tak datang bersamamu?" Cevdav mencari sosok laki laki yang dia cari di belakang sang asisten tapi tampaknya tak ada siapapun di sana.


" Hari ini Tuan Kemal tidak ada di kantor Nona, Tuan Kemal sedang sakit jadi dia tak akan datang."


" Sakit? Astaga ini pasti gara gara-" Cevdav tak jadi melanjutkan ucapannya.


" Maafkan saya Nona tapi apa yang anda pikirkan benar, Tuan sakit perut karena makan kue itu…" Erik sengaja mengatakan hal itu supaya wanita yang ada di depannya saat ini merasa bersalah karena sudah membuat bosnya seperti ini.


" Astaga!" Cevdav kini merasa sangat bersalah karena Kemal harus menderita karena ulahnya. " Aku harus kemana untuk melihat Kemal aku sungguh tidak enak hati."


" Tuan berada di apartemennya Nona, anda bisa datang kesana jika anda mau saya akan mengantarkan anda…" Tawarnya.


" Baiklah ayo antar aku kesana tapi-" Cevdav tak melanjutkan ucapannya dan berpikir sejenak. " Antar aku kerumah Mama dulu, aku akan meminta pelayan untuk membuat bubur."


Erik mengangguk mengerti setidaknya rencananya saat ini berhasil karena ingin mendekatkan Cevdav dengan Tuan nya yang saat ini tak berdaya di apartemen miliknya sendiri. Erik menarik bibirnya sedikit rencana awalnya akan dipastikan berhasil saat ini.


Mungkin dulu dia tak berhasil tapi sekarang dipastikan semua ini akan berhasil dengan caranya sendiri. Erik bukan orang yang kejam tapi dia tak tega melihat bosnya selalu murung kegelapan karena cintanya harus dibalas dengan rasa sakit. 


Tak butuh waktu lama mereka berdua sampai di depan rumah Cevdav, wanita itu segera turun dari mobil dia berjalan agak cepat supaya tak menunggu lama untuk dia melihat keadaan sahabatnya itu.


" Cevdav!" 


" Mama!" Cevdav merasa canggung karena untuk pertama kalinya semenjak dia menikah hari ini dia pertama menginjak kaki ke rumah itu. 


" Sayang apa kabar astaga!" Mereka saling berpelukan dengan erat melepaskan rasa rindu. " Astaga kau tampak kurusan dan lihat penampilan mu memalukan!" Cibir sang Mama dengan memandang anaknya dari atas kebawah.

__ADS_1


" Mama maafkan aku tapi aku tak punya waktu untuk mendengar komentar Mama, aku kesini untuk mengambil bubur yang aku pesan dibuatkan oleh pelayan."


" Bubur? Siapa yang sakit? Astaga suamimu menyuruhmu datang kemari untuk meminta bubur disini? Memalukan!" Tampak sangat jelas bahwa Mama Melike tak menyukai suami dari sang putrinya. 


Dia sangat terus terang untuk mencibirnya menantunya tepat di depan putrinya, bahkan dia sangat tak peduli jika putrinya tersinggung dengan ucapannya karena dia harus menunjukan bahwa dia memang sangat tak menyukai menantunya yang berbeda kasta itu.


" Astaga Mama itu bukan untuk Aslan tapi untuk Kemal, dia sedang sakit di apartemennya dan aku tak bisa memasak jadi aku menyuruh pelayan untuk membuat bubur."


" Kemal sakit? Astaga!" Cevdav kini menceritakan pertemuannya dengan Kemal kemarin hingga dia memakan kue yang rasanya mungkin sangat berantakan dan sangat kacau dan itu membuat nya sekarang lemas tak berdaya di unitnya.


" Astaga Cevdav! Kau harus merawatnya dia sakit karena ulahmu, Mama tidak mau tahu kau harus menjaganya…" Sambung Nya setelah dia mendengar apa yang diceritakan oleh putrinya.


" Nona ini buburnya!" Seorang dari belakang mereka kini memberitahu bahwa buburnya telah siap.


" Baiklah Mama aku harus pergi…" Cevdav memeluk sebentar Mamanya yang kemudian dia pergi bersama Erik sang asisten nya.


" Mungkin dulu Cevdav belum mencintainya karena mereka belum dekat tapi sekarang ku pastikan kalian memiliki waktu luang untuk bersama. Jika Aslan saja bisa merebut hati Cevdav maka sekarang giliran Kemal yang harus merebut hati Cevdav kembali…" Gumam sang Mama dengan senyum liciknya.


***


Cevdav merasa sangat bersalah ketika melihat Kemal kini terbaring dengan memejamkan mata dengan infus di tangannya, Kemal yang selalu membantunya harus terbaring tak berdaya karena ulahnya. Cevdav kini mendekat dia duduk di sisi ranjang Kemal menyentuh keningnya dengan lembut.


Kemal merasakan ada sentuhan tangan di keningnya membuatnya langsung membuka matanya dengan pelan. Mata mereka bertemu dengan Kemal yang tak percaya bahwa di depannya saat ini adalah wanita yang ada di hatinya.


Kemal berusaha untuk menepis bayangan ini dia yang berpikir bahwa dia tengah bermimpi dan berhalu karena dia dari kemarin berharap bahwa Cevdav ada di sini untuknya tapi harapan itu seakan angin  lalu yang tidak mungkin bisa terwujud karena status mereka yang berbeda.


" Maaf!" Lirihnya dengan sedih serta menunduk.

__ADS_1


Kemal yang mendengar suara wanita itu dengan jelas segera membuka matanya kembali dan terkejut bahwa apa yang dilihat olehnya bukanlah mimpi.


" Cevdav kau disini?" Kemal masih tidak menyangka bahwa wanita itu ada didepannya sekarang.


" Maafkan aku! Jika aku tahu kue yang aku buat rasanya kacau aku tak akan membiarkan kamu memakannya dan membuatmu seperti ini."


" Ini bukan karena kue mu Cev jangan menyalahkan dirimu sendiri, aku memang lagi kurang enak badan…" Kemal kini berusaha untuk duduk dan Cevdav dengan cepat membantu Kemal untuk bangun.


Wajah mereka yang begitu dekat membuat salah sedikit saja dapat dipastikan bahwa mereka akan saling menempelkan pipi mereka seperti orang yang sedang mencium. Tapi Kemal berusaha untuk tidak bergerak agar tak membuat kesalahan dan membuat semuanya menjadi fatal.


" Terima kasih…" Ucapnya dengan gugup.


" Kau jahat sekali kau harusnya mengatakan kepada ku bahwa kue mu tak enak kenapa kau harus berkata berbohong dan sekarang lihatlah kau menyiksa dirimu sendiri…" Omelnya panjangnya lebar.


" Aku tak apa Cevdav aku sungguh tak apa."


" Bagaimana tak apa sekarang lihatlah kau di infus badanmu panas dan kau mengatakan tak apa dasar kau ini…" Cevdav menggeleng pelan. " Aku bawakan bubur untukmu makan kau harus makan dan minum obatmu."


Kemal terdiam. " Tenang saja bukan aku yang memasak sendiri bubur itu, aku meminta pelayan rumah Mama membuatnya untukmu…" Cevdav tahu bahwa Kemal mungkin akan takut untuk makan yang dibuat olehnya.


Cevdav dengan segera mengambil bubur yang ada di nangkas sebelahnya. " Biarkan aku makan sendiri Cev."


" Aku akan jadi perawat mu hari ini jadi buka mulutmu…" Perintahnya.


" Tapi-"


" Buka mulutmu Kemal astaga kau susah sekali di perintah heh!" 

__ADS_1


Tak ada jalan lain selain Kemal menuruti apa yang dikatakan oleh perawat Cevdav. Senyumnya sedikit tersembunyi ketika melihat wanita itu begitu perhatian kepadanya. Dadanya terasa senang tapi dia juga tak boleh merasa diawan dia sadar status mereka yang berbeda.


__ADS_2