
Suasana nya tiba tiba berubah menjadi dingin hawa panas yang diluar tak mampu membuat kedua orang yang saat ini berdiri di ambang pintu menjadi panas. Hawanya menjadi dingin karena mendengar apa yang dikatakan oleh laki laki yang tengah bercerita dengan sang ibu nya.
Cevdav yang juga mendengar dengan jelas percakapan itu meremas ujung bajunya dia terluka dia meneteskan air mata karena dia tak menyangka orang yang dicintai malah berkata seperti itu.
Dia mencoba untuk tetap diam tapi tidak dengan laki laki yang berada di depannya, rahangnya begitu mengeras dadanya naik turun menahan emosi dari tadi.
" Ibu aku tahu aku salah telah merebut Cevdav dari Tuan Kemal tapi waktu itu Tuan Kemal sendiri yang melepaskan Cevdav untukku. Jadi ini semua bukan salahku saja…" Katanya dengan mengusap wajahnya berulang kali.
" Tapi sekarang semua orang menyalahkanku atas mereka yang tidak jadi menikah seperti ini. Padahal dari awal aku sudah menolaknya dan Tuan Kemal yang menyakinkan ku untuk menikah dengan Cevdav. Aku tahu bahwa keluarga mereka begitu terkenal di dunia bisnis tak pantas mendapatkan menantu seperti ku tapi mereka juga gak bisa menghina ku seperti ini terus Bu…" Dia juga merasakan kesedihan setiap kali dia harus dihina.
" Ini bukan untuk pertama kalinya aku mendapatkan hinaan seperti ini Bu, aku sering mendapatkannya. Bahkan mertua ku sendiri juga sering menghina ku. Aku selama ini diam karena aku menjaga perasaan Cevdav agar dia tak terluka tapi sepertinya ini sudah tak bisa aku bendung…" Sambungnya dengan menunduk.
" Sekarang aku sadar bahwa aku dan Cevdav berbeda, dia terlalu indah disini…" Matanya berkaca-kaca.
" Kejadian tadi membuat aku sadar bahwa aku tak akan mampu menggapai nya. Aku yang ingin berusaha menjadi seperti Tuan Kemal malah membuat semua nya kacau. Semua keluarga nya selalu membanggakan Kemal, selalu membandingkan aku dengan Kemal tapi tidak di depan Cevdav…" Ada kesedihan di setiap kata kata nya.
" Aku pernah dihina ketika aku tak sengaja berada di perusahan Papa bahkan dia menjadikan aku bahan lelucon di sana dan sekarang aku juga tak mendapatkan kontrak itu juga karena dia pemilik hotel itu yang membuat aku tak di terima. Ayah dari Tuan Kemal yang membuat aku tak bisa mendapatkan kontrak itu. Apa mungkin kedai ini sepi juga salah satu rencana mereka Bu?"
Bruak!!
Suara bantingan pintu dan gebrakan meja membuat kedua orang yang sedang berbincang itu langsung menoleh ke arah suara itu dengan segera. Mata Aslan terkejut melihat Kemal yang berdiri di sana dengan mata yang begitu melotot ke arah nya.
" Tuan Kemal…" Gumam nya dengan pelan.
Matanya juga sedikit membulat ketika melihat sosok wanita yang saat ini juga berdiri di ambang pintu dengan hanya diam berdiri dengan air mata yang terus menetes. Hatinya begitu sakit mendengar dengan jelas apa yang dikatakan oleh suaminya sendiri.
" Cev sejak kapan kalian di sana?" Tanyanya dengan gugup dengan dia yang berjalan mendekati istrinya.
__ADS_1
" Kau mau kemana hah? Jangan dekati Cevdav!" Kemal menarik tangan Aslan dengan kencang ketika dia berjalan melewatinya.
" Dia istriku!" Ujarnya dengan menatap kearah Kemal dengan menghempaskan tangan Kemal dengan kasar.
Kemal tersenyum sinis ketika dia mengatakan tentang siapa Cevdav bagi dirinya. " Istri?" Dia mengulangi kata kata Aslan.
" Apa anda lupa bahwa saya adalah suaminya…" Katanya dengan dingin.
" Suami? Kau menyebut dirimu suami setelah kau mengatakan semua yang kami dengar tadi?" Kemal mencengkram kerah baju Aslan dengan kesal.
Mata mereka saling bertatapan dengan dingin bahkan mereka malah semakin bersitegang saat ini. " Kau menuduh kami menyabotase kedai mu yang sepi ini, apa kau tak berpikir dengan ucapanmu itu heh?"
Aslan menghempaskan tangan itu dengan kasar. " Apa yang aku katakan mungkin ada benarnya, keluarga kalian yang kaya raya itu tak akan membiarkan aku maju mengalahkan kalian."
" Apa yang kau katakan Aslan?"
Semua masalah yang saat ini menimpah dirinya seakan berputar-putar di otaknya hingga membuat dia merasa pusing sedari tadi. " Dan aku rasa kedai ini sepi juga karena kali-"
Bug!!
Kemal yang tak terima kini dengan cepat melayangkan bogem mentah ke arah Aslan hingga dia mundur ke belakang dengan hampir jatuh.
" Kau berkata apa barusan hah?" Kemal mengejar Aslan yang dia masih berusaha mencernah apa yang terjadi.
" Kemal apa yang kau-"
" Kau masih ingin membela laki laki siala* ini? Dia menuduh keluargamu dan dia menjelekan keluargamu apa kau tak mendengarnya tadi?" Kemal terpancing situasi dia juga emosi sama hal nya dengan Aslan saat ini.
__ADS_1
" Kemal aku mendengarnya tapi ini pasti ada kesalahpaham-"
" Kesalahpahaman dari mana? Kau jangan tertutupi oleh cinta butamu itu! Buka matamu…" Kemal berteriak di depan Cevdav yang membuat wanita itu memejamkan matanya. " Kau berhak membela suamimu tapi lihat suami yang salah atau benar! Dan dia salah."
" Cevdav apa yang dikatakan oleh Kemal benar kau tak berhak membela ku, aku yakin semua orang tak akan percaya bahwa apa yang aku katakan benar bahwa Papa mu yang menghinaku membandingkan aku dengan Kemal. Laki laki yang sempurna di mata keluargamu."
Cevdav menatap aslan dengan tatapan masih tak menyangka dia menggeleng pelan dengan perasaan kecewa.
" Apa yang ada di pikiranmu hingga kamu menuduh keluargaku seperti itu? Kedai mu sepi pun keluargaku tak tahu tapi lihatlah kau malah menuduhnya dengan arogan…" Dia juga terpancing saat ini.
" Aku tak menuduhnya Cev, Papa dari sahabatmu ini membatalkan kerja sama dengan kedai ku hanya karena dia tahu bahwa aku pemiliknya."
" Hentikan menyalahkan orang lain Aslan!
Kau harusnya merenung dan mencari jalan keluarnya bukan seperti ini."
" Aslan sudah cukup nak! Kalian tak perlu berdebat seperti ini. Aslan kau harus meminta maaf kepada Tuan Kemal dan istrimu…" Timpal sang ibu yang ada di sana.
" Ibu tahu aku tak mungkin berbohong, ibu tahu itu. Kenapa sekarang malah menyuruhku untuk meminta maaf?"
" Aslan apa yang kau katakan tak ada buktinya. Semua anak akan marah jika kedua orang tuanya dituduh yang bukan-bukan. Sekarang kau minta maaf nak!" Aslan malah terpojok saat ini. Sang ibu tau bahwa anaknya tak mungkin berbohong tapi dia juga tak ingin permasalahan ini bertambah panjang nantinya.
" Aku tidak akan meminta maaf…" Aslan menekan kata-katanya. " Jika aku meminta maaf maka aku sama saja mengakui bahwa apa yang aku katakan tadi hanya karangan bukan yang sebenarnya…" Tolaknya.
" Jika begitu kau tak bisa melindungi Cevdav, kau disini hanya menyalahkan istrimu atas semua kondisimu bukan. Baik jika kau tak mengakui kesalahanmu…" Kemal menatap tajam kearah Aslan.
" Jangan salahkan aku jika Cevdav aku bawah pergi darimu."
__ADS_1
Nah loe Cevdav di bawah pergi abang kemal ni 😁 ramaikan jejak kalian ya 🙏🙏