
" Kau berkata apa Jen?"
" Kalian mendapatkan kontraknya datanglah besok untuk menandatangani nya."
Semua orang yang ada di sana kini bersorak senang mendengar kabar gembira itu, semua orang yang tadi cemas kini langsung bersorak senang dengan rasa lega. Setidaknya mereka sekarang mendapatkan naungan lain yang lebih besar.
" Jen terima kasih! Kami akan datang besok!"
Tak ada jawaban apapun dari Jen dia langsung mematikan telfon itu dengan segera.
" Aahhhh…" Ariana berteriak pelan dengan dia yang tiba-tiba memeluk Aslan.
" Akhirnya kita mendapatkannya Aslan! Akhirnya!" Semua orang yang ada di sana langsung terdiam ketika melihat Ariana yang tiba tiba memeluk Aslan dengan erat. Bahkan Cevdav yang ada di sana juga langsung diam dengan rasa yang begitu sakit.
" Ya kita mendapatkannya…" Aslan dengan pelan melepaskan pelukan itu membuat Ariana sadar bahwa dia tiba-tiba memeluk temannya itu.
" Maaf aku tidak sengaja…" Dia yang berucap dengan rasa canggungnya.
Sial…
" Tak apa! Kita sudah mendapatkannya!" Aslan berpura-pura untuk tersenyum agar hawa yang tiba-tiba dingin itu berubah menjadi cair lagi.
Aslan dengan cepat menggenggam tangan istrinya yang dari tadi hanya diam tanpa berkata apa-apa. Cevdav hanya tersenyum dengan dia yang menahan rasa sakit hatinya.
" Selamat Sayang!" Dia berkata dengan pelan.
" Terima kasih ini juga berkat doa mu!" Aslan yang tau istrinya tak nyaman dengan situasi ini dia mencoba untuk mencairkan suasana dengan cepat.
" Nona Ariana terima kasih atas bantuanmu? Jika tak ada kamu kita tak mungkin mendapatkannya."
" Kita semua yang kerja keras Nyonya Cevdav, apa yang dikatakan oleh Aslan benar ini juga berkat doa mu…" Dia tersenyum getir ketika dia membenarkan apa yang dikatakan oleh Aslan.
Saat ini dia semakin yakin bahwa dia tak mungkin bisa meraih cinta Aslan, terlihat jelas dari pancaran mata mereka cinta mereka begitu besar dengan cinta mereka yang tulus. Cinta mereka yang tak mungkin bisa di pisahkan.
__ADS_1
Cevdav saja bisa melepaskan Kemal laki laki yang sempurna, laki laki yang tak memiliki kejelekan sedikit pun, laki laki yang memiliki kedudukan tinggi dan tidak akan pernah membuat wanitanya sengsara. Tapi Cevdav bisa melepaskannya dan memilih bersama laki laki sederhana seperti Aslan.
Ariana kini tau bahwa cinta begitu bisa mengalahkan semuanya, cinta mereka begitu kuat hingga tak ada yang mampu memisahkan mereka meskipun saat ini mereka dalam kesulitan.
Harta tak pernah menjamin kehidupan seseorang bahagia rupanya, aku yakin Cevdav adalah wanita yang tak kekurangan apapun saat itu. Tapi sekarang dia rela berdiri di antara kesusahan demi cinta yang menjanjikan kebahagian. Ucap Ariana yang menatap kedua pasangan yang saat ini hanya saling tersenyum tapi senyumnya itu terpancar cinta.
Aku tak akan mungkin bisa menggantikan posisi Cevdav sampai kapanpun. Wanita yang bergelimang harta seperti Cevdav rela berdiri di samping laki laki yang tak memiliki apapun. Cinta mereka begitu kuat, cinta mereka bisa mengalahkan harta.
\=\=\=\=\=
" Jen kau sudah menyiapkan kontrak untuk Aslan besok?" Kemal yang saat ini secara tiba-tiba datang membuat Jen sedikit terkejut.
" Kau hari ini sudah dua kali datang kemari hanya untuk bertanya hal itu?" Suara Jen begitu dingin.
Kemal tak menjawabnya dia hanya duduk dengan dia menatap ke arah temannya dengan datar.
" Asisten ku sudah membuatnya, besok mereka sudah bisa membacanya dan akan menandatanganinya…" Jen langsung menjawab apa yang menjadi pertanyaan dari temannya.
" Kau datang hanya untuk bertanya hal seperti ini?" Jen mengangangkat satu alisnya dengan menatap dingin.
" Jangan urusi aku Jen, kau bekerja saja agar pendapatan kita naik bulan ini."
" Cih!! Kau hanya ada uang di pikiranmu…" Sindirnya dengan kesal.
Ceklek!!
Deg!!
Jantung orang yang baru ingin membuka pintu langsung terhenti ketika melihat siapa yang membuka pintu ruangan yang ingin dia masuki. Tatapan Kemal begitu dingin tapi dia tak berkata apa-apa selain dia melangkah.
" Aku ingatkan untuk pertama dan terakhir kalinya, jangan pernah mengganggu rumah tangga Aslan, jika kau berani mengganggunya ku pastikan kau hancur di tanganku…" Bisiknya ketika dia melewati wanita yang saat ini sedang berdiri tak bergeming di sana.
Kemal setelah mengancamnya kini melangkah untuk pergi meninggalkan wanita itu yang tak berkutik di depan pintu. Dia saat ini sedang mengontrol jantungnya agar dia bisa berbicara dengan temannya.
__ADS_1
" Jen."
" Ariana! Masuklah! Untuk apa kau datang kemari?" Jen yang tadi duduk segera berdiri menghampiri temannya yang berjalan masuk. " Duduklah!"
" Aku tadi bertemu Kemal di depan pintu, apa dia yang tak mengizinkan mu untuk menerima Aslan?" Ariana langsung pada poinnya dia tak basa basi saat ini. Jen mengerutkan keningnya yang kemudikan dia tertawa keras di sana.
" Apa ada yang lucu, kenapa kau malah tertawa?"
" Kau sungguh naif Ariana!" Jen menggeleng pelan dengan sisa tawanya saat ini. " Kemal datang kemari untuk urusan lain tapi jika kamu ingin tau dia mengancamku atau tidak, maka jawabannya adalah tidak."
" Lalu kenapa kau secara tiba-tiba mengatakan kau berubah pikiran, padahal dari awal kamu sangat menikmati kue Aslan. Aku datang kemari untuk bertanya hal ini karena dari tadi aku begitu penasaran."
" Kenapa kau penasaran bukankah kalian sudah mendapatkan kontrak…" Jen menyandarkan punggungnya menatap temannya dengan datar.
" Meskipun kami mendapatkannya hanya saja aku penasaran dengan hal apa yang membuatmu berubah pikiran."
" Ariana.. Ariana.. sebenarnya kau tau siapa Aslan bukan? Dia laki laki yang membuat sahabatku kehilangan cintanya. Apa kau pikir aku ingin bekerja sama dengan orang yang membuat sahabat ku menderita berbulan-bulan."
" Jadi kau tau bahwa?"
" Jika Kemal tak mengatakan dan aku yang mendesaknya aku yakin dia tak akan bercerita siapa Aslan itu. Tapi jika kamu menuduh Kemal aku tak setuju, karena jika bukan Kemal yang meminta ku untuk memberikan kesempatan untuk kalian maka aku sendiri yang tak akan menerimanya…" Ucapnya dengan dingin dan sinis.
" Jen.. aku tau kau akan membela Kemal karena dia sahabatmu, aku minta maaf karena aku merahasiakan siapa Aslan."
" Sudahlah yang terpenting kalian sudah mendapatkan kontraknya bukan, jadi tak perlu tau lebih jauh tentang semuanya."
" Tapi tunggu dulu! Apa hotel ini juga ada saham dari kemal?" Satu pertanyaan lagi yang membuat Jen semakin mengerutkan keningnya.
" Ada saham nya Kemal atau tidak seharusnya kau tak perlu tau jauh tentang ini Ariana, yang jelas kau dan Aslan berterima kasihlah kepada Kemal karena kebaikan hatinya kalian masih aku beri kesempatan dan aku tak melihat urusan pribadi di sini."
Ariana terdiam dia tidak mungkin mengatakan bahwa Kemal ada di balik mereka di terima. Jika Aslan tau dia yakin pasti Aslan tak jadi mengambil kontrak ini.
__ADS_1