Cinta Bernoda Darah

Cinta Bernoda Darah
Mencari Tau


__ADS_3

Malam yang biasanya hangat kini menjadi malam yang dingin, malam yang kelabu tak ada bintang tak ada bulan yang menghiasi langit. Hati kedua insan yang sedang berjauhan juga merasakan ada kegelapan yang biasanya indah.


Cevdav kini berdiri di atas balkon kamarnya menatap langit yang juga mendung diatas sana. Dia memeluk tubuhnya sendiri merasakan hawa dingin yang menembus kulitnya.


" Aslan apa kamu juga sedang memikirkanku di sana? Atau kau hanya menganggap ini semua biasa saja!" Dia bergumam pelan dengan dia memejamkan matanya.


Menangis pun percuma karena tak ada yang perlu ditangisi saat ini. Dia berpikir bahwa dia harus segera mendengarkan penjelasan dari suaminya. Tapi dia juga tak bisa berkutik ketika dia tak tahu caranya untuk menghubungi suaminya, tas serta ponselnya pun tak ada di sana.


" Aslan kenapa kamu seakan membenci keluargaku? Ada apa denganmu sebenarnya? Kenapa kamu begitu tega menyalahkan keluarga ku dan Kemal atas kedai kita yang sepi…" Cevdav bertanya dalam dirinya sendiri tapi nyatanya dia tak menemukan jawaban atas pertanyaan itu sendiri.


Pikirannya sibuk mencari jawaban atas semua yang dia dengar tadi tapi dia tak menemukan jawaban satupun atas semua yang terjadi saat ini. Antara dia yang bingung atas semuanya dan antara dia yang tak mengerti dengan pemikiran suaminya.


" Apa salah Kemal? Kenapa kau malah membencinya?" Dia menghela nafasnya dengan berat dia sama sekali tak menemukan jawaban atas semua yang ada di otaknya saat ini.


Cevdav kini menatap langit langit itu kembali dengan perasaan yang sangat kacau. Hatinya berantakan, hatinya menjadi kacau dengan semua yang ada si pikirannya. Dia memeluk tubuhnya sendiri memejamkan matanya seakan dia merasakan bahwa suaminya ada di sana memeluknya dengan mesra.


" Sayang apapun yang terjadi jangan pernah pergi! Berjanjilah untuk tetap di sini di sisiku selamanya…" Ucap Aslan.


" Aku janji apapun yang terjadi kita tak akan pernah saling berpisah! Kita akan selalu bersama apapun yang terjadi kita akan tetap bersama selamanya."


" Terima kasih sudah mau berada di sini dan menerima semua kekurangan ku dan menerima kesederhanaan ini."


" Sayang aku mencintaimu bukan karena harta aku mencintaimu karena kamu yang apa adanya."


" Aku mencintai!"


" Aku juga mencintaimu."

__ADS_1


Mereka dulu saling mengungkap rasa cinta, saling menunjukan bahwa mereka akan bahagia selamanya. Tak ada yang mampu memisahkan mereka tak ada yang mampu merobohkan dinding cinta mereka tapi malam ini semua apa yang dikatakan itu membuat Cevdav merasa sedih.


Semuanya hanya ungkapan tak ada pembuktian. Kecewa ya mungkin saat ini Cevdav kecewa tapi untuk saat ini mereka hanya butuh untuk saling menenangkan diri saling berpikir dengan pemikiran yang tenang tak ada emosi.



Sedangkan Aslan juga menatap bed nya yang kosong yang tak ada orang yang dicintainya berada disana. Biasanya ada sang istri yang menemaninya tapi malam ini tak ada siapapun hanya dia yang seorang diri berada di sana.


Aslan meraba sebelahnya dia membayangkan istrinya yang ada di sana tapi sayangnya hanya kosong, hanya bantal yang menemaninya saat ini. Aslan memejamkan matanya.


" Sayang bangun ini sudah pagi!" Cevdav menggoyangkan tubuh suaminya mencoba membangunkan suaminya yang masih tidur dengan lelap.


" Hmm.. sebentar lagi…" Gumam nya dengan dia yang masih memejamkan matanya yang mengantuk.


" Sayang astaga!" Cibirnya dengan duduk di sisi ranjang. " Bangun kamu harus bangun! Jika tidak maka aku akan menciumi mu sampai kamu bangun!" Ancamnya dengan tersenyum.


" Sayang-" Aslan terbangun dengan dia menatap sekelilingnya yang tak ada siapapun di sana. Bayangan istrinya malah membuat malamnya tambah hampa.


" Apa kamu juga sedang memikirkan ku Sayang? Apa kamu sekarang sedang bersama Kemal?" Tanyanya dalam dirinya sendiri.


Bayangan istrinya bersama sahabatnya yang bernama Kemal malah membuatnya menjadi gusar, dia ketakutan karena istrinya bersama laki laki lain.


" Apa kamu juga tahu bahwa Kemal sangat mencintaimu? Atau kau sebenarnya tahu tapi hanya pura-pura tak tahu agar kalian tetap menjadi sahabat?" Dia menghela nafasnya dengan berat membayangkan istrinya bersama laki laki lain.


Aslan membuang nafasnya dengan berat menatap langit-langit kamarnya. " Aku tak pernah percaya dengan term teman kalian, tak ada kata kata sahabat antara wanita dan laki laki…" Ujarnya dengan dia memikirkan istrinya.


" Tuhan jaga dia untukku! Aku tak ingin kehilangannya. Aku sangat mencintainya sangat mencintainya…" Gumam nya dengan pelan.

__ADS_1


Dia berharap tak ada yang mampu merusak kebahagian mereka meskipun itu Takdir. " Tuhan engkau yang tahu semuanya dan hanya engkau yang tahu bahwa aku benar dalam hal ini…" Tak ada cara lain selain dia yang memohon kepada Tuhan tentang semuanya.


" Sayang maafkan aku! Tapi aku harap kamu bisa memaafkan atas semua sikapmu. Aku tak bermaksud apapun aku hanya merasa dada ku sesak karena semuanya berputar-putar di otakku. Sekali lagi maafkan aku…" Aslan memejamkan matanya berharap semuanya nanti akan segera berakhir dan dia yang bangun pagi nanti semuanya kembali seperti semula. 



Kedua insan itu berharap bahwa mereka telah bermimpi buruk karena perpisahan ini. Mereka berharap ini hanya ujian rumah tangga mereka yang harus mereka lewati. Mereka mencoba kuat dan tegar apapun yang terjadi nanti mereka berharap semuanya akan kembali seperti semula.


Hal terberat mereka adalah perpisahan sementara, meskipun mereka berpisah tapi hati dan pikiran mereka tetap terpaku dengan satu nama mereka masing-masing. Cinta mereka akan tetap bersama, hanya saat ini mereka butuh waktu untuk sendiri dan saling menenangkan pikiran mereka yang butuh waktu untuk memikirkan ini semuanya.


\=\=\=\=



" Kenapa Aslan begitu menyalahkan kedua orang tua ku dan Cevdav? Ada apa sebenarnya?" Kemal dari tadi berpikir ada sesuatu yang aneh dari ini semua tapi dia sendiri juga tak tahu jawaban itu.


" Apa ada yang sengaja melakukan kejahatan kepada Aslan! Hingga Aslan mengira bahwa ini ulah keluarga ku dan Cevdav? Atau memang dia tahu sesuatu sehingga dia memiliki alasan kuat atas semua ucapannya?" Dia memikirkan ini semua dengan raut wajah yang penasaran. Kemal mengusap wajahnya dengan kasar.


" Tuan apa ada yang anda pikirkan?" Erik yang dari tadi melihat bosnya kini penasaran kenapa wajah bosnya seperti memikirkan sesuatu.


" Tidak! Hanya saya aku merasa heran kenapa Aslan bisa bicara seperti itu. Aku yakin dia memiliki alasan yang kuat kenapa dia berkata seperti itu."


" Apapun alasannya sebenarnya tak pantas jika dia berkata yang tidak-tidak tentang keluarga Nona Cevdav. Dia sebagai menantu seharusnya lebih sopan Tuan."


" Tapi aku yakin dia memiliki alasan yang kuat!" Kemal berpikir keras tapi dia tetap tak menemukan apapun atas semuanya.


" Erik aku ingin kau mencari tahu apa yang terjadi selama ini, Apapun yang kau temukan aku ingin kau melaporkan kepadaku, karena aku ingin tahu semuanya dari hal yang sekecil apapun…' Perintahnya dengan tegas.

__ADS_1


" Baik Tuan! Aku akan segera melaporkannya kepada anda…" Tak ada bantahan apapun.


__ADS_2