Cinta Bernoda Darah

Cinta Bernoda Darah
Berbohong 1


__ADS_3

" Paa biarkan aku kembali pulang."


" Masuk…" Bentaknya dengan lantang.


" Papa aku mohon biarkan aku membawa Cevdav! Aku mencintainya, aku tak akan menyakitinya lagi aku janji…" Aslan memohon dia berkata dengan suara yang begitu gemetar. Dia takut tak akan bisa bertemu dengan Istrinya lagi.


" Dengar Aslan aku tak akan membiarkan kamu membawa putriku lagi, kau membawanya dalam kesusahan yang begitu dalam, kau sengaja ingin menjauhkan kami dengan nya…" Laki laki tua itu melotot dengan amarah yang tak tertahan. Dia memang tak terima karena melihat putrinya menangis kemarin tapi dia juga tak terima dengan tuduhan yang terlontar itu.


" Maa please aku mohon! Biarkan aku kembali dengan Aslan, kami saling mencintainya…" Cevdav memberontak dia tak ingin berpisah dengan Suaminya.


" Kau buta karena cintamu itu!" Ujar sinis sang Mama yang masih berusaha membawa masuk putrinya.


" Paa setidaknya kita dengarkan dulu penjelasan dari Aslan, aku yakin dia memiliki alasan di balik ini semua…" Timpal Kemal yang dari tadi diam kini dia merasa tak tega melihat kedua orang yang saling mencintai harus dipisahkan seperti ini.


" Diam Kemal! Diam! Kau tak perlu berkata apa-apa atau membantu mereka lagi, sudah cukup! Kau terlalu baik dengan mereka tapi lihat kau malah dituduh yang bukan-bukan. Jadi diam dan jangan membelanya…" Kemal terdiam ketika untuk pertama kalinya laki laki tua itu membentaknya dengan nada emosi.


Padahal biasanya dia selalu menerima apa yang dikatakan oleh Kemal dan selalu menyetujui apa saja yang dikatakan olehnya. Tapi saat ini laki laki itu menolak apa yang dikatakan olehnya.


" Sebaiknya kau pergi dari sini karena aku sebagai Papa dari Cevdav menolakmu membawa putriku, jadi sebaiknya kau pergi dari sini…" Usirnya dengan tegas.


" Tidak Pa! Tidak! Aku tidak akan pergi tanpa membawa Cevda istriku. Aku memiliki hak penuh kepadanya, Papa tak bisa memisahkan kami begitu saja. Papa tak bisa memisahkan kami hanya karena masalah ini…" Aslan tentu saja tak akan pergi tanpa membawa istrinya, dia datang kemari untuk membawa istrinya.


" Disini aku yang lebih berhak karena aku Papa nya! Kau hanya seorang suami yang akan menjadi mantan suami."

__ADS_1


" Aku tidak akan mau berpisah dengannya Paa! Tidak!" Tolaknya. " Cevdav…" Aslan yang ingin berlari menghampiri istrinya kini dengan cepat kilat di seret oleh Sadhat.


Bug!! Sadhat menariknya dengan sedikit melemparkannya hingga dia terjatuh di lantai cukup keras.


" Aslan…" Teriak sang Istri yang tak tega.


" Jika kau berani sekali lagi mengejar putriku, aku pastikan aku akan menghajarmu di sini tanpa ampun…" Ancamnya dengan Aslan yang berusaha untuk berdiri dibantu oleh Kemal.


" Kemal lepaskan dia, kenapa kau membantunya heh? Kau lupa dia orang yang memisahkan kamu dengan Cevdav dan dia juga yang menuduhnya yang bukan-bukan kenapa sekarang kau malah membantunya heh?" Sadhat kini menatap Kemal dengan pandangan yang berbeda. Dia tak menyangka laki laki itu masih mau mengulurkan tangan kepada orang yang membuatnya hancur.


" Paa sudah hentikan aku mohon! Biarkan Cevdav dan Aslan berbicara. Mereka butuh bicara berdua…" Kemal tak peduli dengan apa yang dikatakan oleh Sadhat dia juga berusaha untuk membantu kedua orang itu agar Sadhat mengizinkan mereka bicara.


" Tidak! Sekali tidak maka tidak…" Ucapnya dengan tegas. 


" Paa aku hanya ingin bicara ku mohon!" Timpal Cevdav.


" Ayo Cev masuk sebelum Papa mu benar-benar marah dan bisa berbuat yang tidak-tidak kepada Aslan!" Katanya dengan sedikit berbisik.


" Tapi Maa aku ingin pulang bersama suamiku!" Dia masih berusaha tapi sang Mama tak peduli dia tetap menarik Cevdav untuk masuk kedalam kamarnya.


Bugh!!!


Suara yang keras itu membuat semua orang yang ada di sana kini langsung menoleh kearah suara itu. Aslan yang langsung bersujud menundukan kepalanya dia berharap inilah jalan satu-satunya agar Papa mertuanya mengizinkan dia.

__ADS_1


" Aku tahu aku salah dan aku minta maaf masalah itu. Tapi dari dalam hatiku, aku tak mungkin dengan sengaja melukai hati Cevdav kami saling mencintai dan aku tidak ingin kehilangannya, aku tak mungkin membiarkan dia pergi hanya karena kesalahpahaman ini. Maafkan aku Pa aku telah berkata dan menuduh kalian yang tidak-tidak karena apa yang aku katakan murni karena pikiranku yang sedang kacau…" Aslan merendahkan harga dirinya dia bersujud disana menatap semua orang yang ada di depannya.


" Aku mengatakan hal itu karena itu hanya pikiranku saja, apa yang aku katakan hanya bohong. Ini semua salahku, aku berkata yang tak logis dengan menuduh keluarga istriku. Aku minta maaf! Aku minta maaf!" Aslan terpaksa berbohong dia mengatakan hal itu mengakui semuanya demi untuk dirinya agar bisa bersama dengan istrinya.


" Aku sengaja berkata seperti itu karena aku merasa cemburu ketika mertua selalu membangga-banggakan laki laki lain yaitu Tuan Kemal. Aku ingin seperti Tuan Kemal yang dibanggakan oleh mertua ku sendiri, aku ingin berdiri seperti Tuan Kemal. Aku tak memiliki semua yang dimiliki Tuan Kemal dan kedai ku akan bangkrut membuatku kehilangan akal hingga aku menuduh kalian semua. Aku memang ingin menjadikan diriku seperti Tuan Kemal dan aku mulai bersiasat untuk menjauhkan istriku dengan kalian-"


Plak!! Satu tamparan yang keras membuat semua orang terkejut di sana. Sadhat menampar Aslan dengan dada naik turun, dia begitu emosi mendengar semua penjelasan yang dikatakan oleh menantunya itu.


" Papa…" Gumam Cevdav dari tengah-tengah tangga.


" Kau sengaja memprovokasi ini semua? Jadi apa yang dipikirkan oleh Kemal benar, kau ingin menjauhkan kami dengan putri ku?" Nadanya tinggi.


Aslan memejamkan matanya lalu mengatur nafasnya, Aslan membuka matanya. " Paa maafkan saya! Saya hanya merasa iri karena Papa hanya membanggakan Tuan Kemal. Sedangkan Papa tak pernah melihat ke arah ku."


" Melihat ke arah mu?" Ujarnya dengan mengejek. " Apa yang harus aku lihat darimu? Nyatanya kau licik sekarang."


Aslan diam begitu saja hatinya begitu sakit dia tau ini semua adalah kebohongan yang sengaja yang ia lakukan.


" Maa, Paa, beri aku waktu untuk berbicara dengan Aslan hanya berdua aku mohon!" Mintanya. Cevdav tak menyangka bahwa suaminya bisa melakukan ini semua tapi dia harus meminta penjelasan lebih jelas lagi.


" Paa biarkan Cevdav dan Aslan saling bicara, semakin Papa menjauhkan mereka maka semakin ini tambah panjang…" Kemal kini membantu kedua orang itu dengan dia berkata lembut menyentuh lengan laki laki tua itu.


Sadhat menatap tajam kearah Aslan yang menunduk malu. Sadhat membuang nafasnya dengan kasar. 

__ADS_1


" Jika tak ada Kemal aku sudah mengusirmu dari sini…" Ucapnya dengan dingin. " Bicaralah tapi setelah itu kau harus pergi biarkan Cevdav di sini karena ini semua ulahmu kau harus menerima hukuman mu."


Sambung besok ya karena mince lagi gak enak badan, perut lagi ga enak di ajak kompromi 🤗


__ADS_2