Cinta Bernoda Darah

Cinta Bernoda Darah
Patah Hati 1


__ADS_3

Dari tadi Ariana yang berada di ujung pintu melihat adegan mesra seorang suami istri yang sedang menahan sesuatu yang ingin mereka lampiaskan dari tadi. Tangannya meremas bajunya dengan mata yang hampir meneteskan air mata.


Mencintai orang yang bukan milik kita adalah hal yang menyiksa bahkan sangat tersisa ketika melihat orang yang dicinta malah bermesraan dengan orang lain.


" Nona Ariana sedang apa anda di sini?" Sebuah pertanyaan yang dari belakang mengejutkan nya dengan cepat Ariana menghapus air mata itu.


" Nyonya maafkan saya, saya tadi ingin ke kamar mandi tapi saya malah di sini!" Elaknya dia yang berbohong membuat orang tua itu tak percaya begitu saja.


Sedangkan orang yang sedang berpelukan itu seperti mendengar orang yang sedang mengobrol satu sama lain di ambang pintu.


" Sayang turunkan aku sepertinya ada orang di luar!" 


Aslan dengan cepat menggendong tubuh istrinya menurunkannya dengan segera. Kedua orang itu kini berjalan ke arah pintu ingin melihat siapa orang yang berada di ambang pintu tersebut.


" Ibu, Ariana!" Gumam Aslan yang bingung ketika melihat kedua orang itu berada di sana.


Ariana kini langsung menatap ke arah pasangan yang saat ini juga menatap ke arahnya dengan pandangan yang berbeda. Ariana mencoba tersenyum meskipun senyumnya begitu pahit.


" Aku ingin ke kamar mandi tapi aku malah di sini. Maaf aku tidak tau letak kamar mandi nya…" Ariana tersenyum kecut meskipun hatinya seperti di siram api tapi dia berusaha untuk tersenyum agar semuanya terlihat normal.


Bukankah kamar mandi ada di depan sana dan itu bertulisan begitu besar kenapa malah ke sini. 


" Ah tidak apa Arin, kamar mandi ada di depan saja ujung sana…" Aslan yang tidak memiliki pikiran apapun hanya membantunya menunjukan tempat yang ingin dituju oleh Ariana.

__ADS_1


Ariana yang tersenyum langsung meninggalkan tempat itu, wajahnya yang terasa panas seakan membuat dirinya terasa di panggang hidup-hidup di sana. Ariana segera masuk ke kamar mandi mencuci wajahnya dengan segera.


Tuhan kenapa dengan ini semua, dia sudah memiliki seorang istri yang sangat dicintai. Dia tak mungkin melihat kearahku, tak mungkin.


Ariana menyandarkan punggungnya menatap ke bawah dia sadar bahwa semuanya tak akan mudah. Dia tak ingin meraih apa yang saat ini tak bisa di raih olehnya. Tapi semakin dia menolak semakin hatinya ingin mendekati nya.


" Argh… sial.. sial…" Umpatnya untuk berulang kali ketika dia merasa dia yang malah terjebak di sini.


Drt!! Drt!! Drt!!!


Getaran di ponselnya membuyarkan semuanya, Ariana meraih ponsel itu dengan menatap nama siapa yang tertera di ponselnya. Ada seulas senyuman di ujung bibirnya, ia berharap ini adalah kabar baik.


" Jen kau cepat sekali menghubungiku! Apa sudah ada kabar baik?" Suaranya langsung berubah senang, kesedihan tadi kini ia kubur untuk menutupi dirinya yang begitu sedih saat ini.


Jen tak langsung menjawabnya dia menghela nafasnya sebentar, Ariana yang mendengarnya memiliki perasaan yang kacau ada sesuatu yang tak beres.


Jen yang tadi bertemu begitu semangat kini tiba-tiba merasa berubah, ada kesedihan dan ada sesuatu yang terpendam yang belum dia katakan. Tapi Ariana bisa menebak apa yang terjadi.


Gagal, pasti ini gagal. Batinnya dengan penuh kecemasan.


" Aku tau kue-kue yang kalian bawah tadi memang sangat lezat bahkan pas untuk hotel kami yang baru buka. Aku yakin kue kalian akan memancing para tamu untuk mampir ke tempat kami. Hanya saja-" Jen menghentikan ucapannya dengan sebentar.


Ariana yang mendapatkan nya langsung berjalan keluar. " Jen menghubungiku!" Gumam nya dengan pelan kepada Aslan yang berdiri di sana.

__ADS_1


Mereka semua kini penasaran dengan wajah Ariana yang begitu tegang, bahkan Ariana juga tak lupa untuk membesarkan suara ponselnya agar semua orang bisa mendengar apa yang dikatakan oleh wanita yang bernama Jen tadi.


" Hanya saja apa Jen? Please jangan membuat ku penasaran, kau tau aku sangat cemas mendengar apa yang ingin kau katakan…" Ada keraguan di suara Jen saat ini, Ariana juga tak tau apa yang mengubah orang yang tadi bersemangat kini secara tiba-tiba merasa sedih.


" Kau tadi sudah berjanji bukan untuk mengusahakan semuanya agar kami menerima kontrak itu, lalu kenapa sekarang? Apa ada yang tidak ingin menerima kami? Atau kamu di ancam seseorang?" Ariana kini langsung berpikir bahwa tadi dia yang bertemu dengan Kemal adalah hal yang begitu buruk hingga wanita itu mengubah pikirannya.


Ariana tau seperti apa hubungan Jen dengan Kemal mereka memiliki hubungan kental antara persahabatan yang tak bisa dikatakan dengan hanya kata-kata. Ariana sendiri yang menjadi saksi seberapa setia mereka menjalin persahabatan yang begitu kental.


Lagi lagi Jen tak menjawabnya dia hanya menghela nafasnya dengan berat dan itu membuat semua orang yang mendengarnya begitu cemas. Jantung mereka kini seakan lompat dari rongga tubuh mereka ketika mereka harus menunggu jawaban dari wanita yang ada di seberang ponsel.


" Tak ada yang mengancam ku Ariana, tak ada yang bisa mengancam ku camkan itu…" Jen menekan kata-katanya dia tau apa yang di maksud oleh wanita itu. Jen yakin bahwa Ariana menuduh Kemal jika ini semua batal.


" Oke aku minta maaf jika kamu tersinggung tapi ada apa? Jangan membuatku takut? Aku dan Aslan serta semua orang berharap kami mendapatkan kontrak itu. Kamu menyukainya lalu apalagi jen? Bahkan aku masih ingat kau menyukai semua kue-kue yang kami bawah tadi…" Ariana ingin sekali tau ini ada apa.


" Aku memang menyukai semua kue-kue yang kalian bahwa, aku memang mengakui bahwa kue-kue kalian memang sangat lezat. Tapi aku hanya ingin memastikan bahwa kue yang kalian bawah tadi adalah buatan kalian sendiri."


" Tentu saja Aslan sendiri yang membuatnya aku pernah melihatnya membuat. Bahkan kedai nya begitu ramai dia memiliki banyak pegawai yang membantunya di sini. Tapi saat ini Aslan ingin sedikit mengibarkan sayapnya untuk masuk ke bisnis yang sedikit besar, hanya itu…" Ariana menceritakan apa yang dia lihat. Aslan yang juga ada di sana mengangguk sebentar kepada Ariana.


" Kau tau sendiri ini memang hotel ku tapi jika tak ada investor maka hotel ini tak mungkin bisa berdiri seperti ini. Aku sendiri sebenarnya berubah pikiran karena ada satu hal yang mengganggu pikiranku dari tadi dan aku yakin kau tau maksudku?"  Ariana mengerutkan keningnya. 


Apa Kemal mengatakan siapa Aslan ini. 


" Tapi apa boleh buat jika pemegang saham terbesar di sini ingin kalian yang mengisi dapur kami."

__ADS_1


" Maksud nya?"


" Kalian mendapatkan kontrak nya."


__ADS_2