Cinta Bernoda Darah

Cinta Bernoda Darah
Pertemuan 3


__ADS_3

" Jangan bodoh jadi laki laki Kemal!" Cibirnya dengan kesal. " Dia laki laki yang merebut calon istrimu malah kau masih berbaik hati dengannya? Astaga kau sungguh naif…" Sambungnya.


" Jen aku tak pantas menghakimi seseorang karena dia mengambil Cevdav. Lagian itu keputusan aku dan Cevdav, aku melupakannya ketika dia mencintai laki laki lain dan aku sudah melihatnya bahwa ada cinta di antara mereka maka dari itu aku melepaskan Cevdav."


" Kau melupakannya? Kau yakin kau bisa melupakan wanita yang sudah bertahun-tahun ada di hati mu?" Jen yang memang mengenal Kemal dari dulu tak yakin jika temannya itu bisa melupakan orang yang dicintai oleh dirinya.


Kemal hanya diam seribu bahasa dia memang tak mungkin bisa melupakan Cevdav begitu saja di tambah cinta nya dari dulu hingga sekarang tak pernah pudar sedikitpun. Bahkan rasa itu tak mungkin hilang hingga dia tak bisa membuka hatinya untuk wanita lain.


" Kau diam kan? Aku tau kau tak akan mungkin melupakan wanita yang kau cintai itu. Kau terlalu baik untuk musuhmu. Aku tak masalah kau baik dengan Cevdav karena dia memang cinta pertamamu, tapi ayolah jangan bersikap baik dengan orang yang sudah merebut wanitamu itu…" Jen seakan tak terima jika temannya itu masih saja memikirkan laki laki yang sudah merebut wanita yang dicintai oleh temannya itu.


Kemal menghela nafasnya dengan berat dia sadar dia memang tak akan mungkin bisa melupakan atau melepaskan Cevdav sepenuhnya tapi dia juga tak mungkin tega melukai orang yang dicintai oleh Cevdav. Dia tak ingin melihat Cevdav terluka karena ulahnya.


" Sudahlah jangan ikut campur urusan ku sebaiknya kau terima saja Aslan tadi aku yakin hotel ini akan maju dan terkenal karena kue yang dia buat akan memancing para tamu yang datang…" Kemal menghindar dari pembicaraan  yang menurutnya tak penting.


" Tidak! Aku tak akan mau menerima Aslan bekerja di sini, aku tak ingin kerja sama dengan orang yang sudah menghancurkan sahabatku…" Tolaknya dengan tegas.


" Yang berhak memutuskan aku bukan kamu jadi jangan membantah. Sampai aku dengar bukan Aslan yang membuat kue, aku akan mencabut semuanya dan hotel ini akan hancur…" Ancamnya sebelum dia kembali berdiri dan meninggalkan Jen yang menatap dirinya dengan kesal.


" Kemal kau sungguh naif…" Teriaknya tak di hiraukan oleh laki laki yang kini melangkah pergi dari hotel tersebut.


Dari kejauhan tampak seorang laki laki yang sedang memakai topi untuk menutupi wajahnya dia dari tadi mengintai di mana ada Aslan serta dua wanita yang kemudian di susul oleh Kemal yang juga ada di sana.

__ADS_1


" Apa ini ada hubungannya dengan Tuan Kemal? Jika iya, maka aku tak bisa masuk ke sana untuk mengancam mereka…" Gumam nya yang melihat mereka semua sekarang telah keluar dari sana.


" Apa yang harus aku lakukan sekarang? Aku tak mungkin bisa maju saat ini, jika aku maju maka semuanya akan ketahuan dan itu akan membuat semuanya hancur…" Dia yang bingung harus berbuat apa, jika saja saat ini tak ada Kemal mungkin dia bisa maju untuk mengancam pemilik hotel agar tak bisa bekerja sama dengan Aslan tapi sayangnya hotel ini ada kaitan dari Kemal.


" Sebaiknya aku katakan saja dulu kepada  si bos…" Katanya dengan kemudian pergi dari sana.


Sedangkan Kemal seakan melihat ada laki laki bertopi yang dari tadi melihat ke arah hotel dengan mencurigakan dia yang ingin menangkap nya malah kini melihatnya sudah tak ada satupun orang di balik pohon tersebut.


" Erik kau tak melihat ada yang mencurigakan atau ada orang yang sedang mengintai kita?" Mata Kemal mencari sosok yang membuatnya curiga dari tadi. 


" Hanya perasaan anda Tuan dari tadi saya di sini tak melihat orang yang mencurigakan sama sekali…" Erik yang sebenarnya juga merasa curiga kini lebih memilih untuk berbohong karena dia tak ingin bosnya yang turun tangan sendiri.


" Biasanya kau yang terlalu sensitif jika ada yang mengintai kita…" Katanya dengan menatap ke luar.


" Ingat Erik kau asisten ku jadi jangan berbuat kesalahan melindungi orang yang sedang aku cari. Aku tak peduli bahwa mereka telah di suruh oleh keluargaku sekalipun, aku hanya ingin tau ada apa di balik ini semua…" Kemal seakan tau bahwa asisten ini pasti akan menyembunyikan sesuatu darinya jika menyangkut tentang keluarga besarnya.


" Saya paham Tuan!" Erik hanya bisa menghela nafasnya dia juga bingung jika apa yang dicurigai oleh bosnya memang terbukti bahwa keluarganya di balik ini semua. 


\=\=\=\=


" Aslan maafkan aku! Aku tak tau jika mobilnya harus mogok seperti ini…" Kedua orang itu kini berhenti di pinggir jalan mobil dari Ariana tiba-tiba berhenti karena secara tiba-tiba mobilnya berhenti.

__ADS_1


" Tak apa Arin ini bukan salahmu…" Ucapnya. " Jika saja aku bisa membenarkan mobil mungkin kita tak mungkin menunggu di sini."


" Keahlian semua orang berbeda-beda Aslan. Kau ahli dalam membuat kue sedangkan orang lain ahli dalam membenarkan mobil."


Mereka saling tersenyum karena memang benar setiap orang memiliki keahlian dalam masing-masing pekerjaan. Di saat mereka saling menatap dan saling tersenyum ada seorang yang dari tadi memperhatikannya dengan rasa yang begitu marah. 


Rasa cemburu itu seakan menusuk ke hatinya, hatinya begitu terluka melihat sosok suaminya bersama wanita lain, tersenyum dengan wanita lain. Jantungnya seakan sesak seakan ada ribuan pisau yang menancap di dada nya hingga dia sulit bernafas saat ini.


Dia memejamkan matanya mencoba untuk menetralkan jantungnya tapi dia tak bisa semakin dia membuat semuanya baik-baik saja semakin membuatnya terluka.


" Nona apa tidak sebaiknya anda turun mendekati mereka berdua? Maafkan saya tapi jika ada yang mengenal Tuan Aslan ini akan membuat salah paham antara Tuan dan Tuan Besar…" Sang supir tau masalah apa yang sedang menimpah bos mudahnya.


" Tidak! Biarkan saja! Ayo pergi saja…" Cevdav rupanya tak sanggup mendekati mereka yang begitu akrab dan begitu dekat seakan tak ada keraguan diantara mereka. 


" Anda yakin Nona?" Sang supir menyakinkan bos mudahnya lagi agar tak ada penyesalan. Sang supir segera melanjutkan perjalan mereka meninggalkan kedua orang yang saat ini sedang di pinggir jalan.


" Aku yakin mereka hanya seorang teman."


" Maafkan saya nona cinta itu tumbuh di antara kedua teman yang saling kesepian dan pada akhirnya saling melengkapi. Saya sendiri tak percaya dengan Term teman, kadang mereka menyembunyikan cintanya di tengah pertemanan mereka."


" Buktinya aku dan Kemal murni menjadi sepasang sahabat."

__ADS_1


" Anda saja yang tak sadar bahwa Tuan Kemal menyukai anda."


Deg!?


__ADS_2