Cinta Bernoda Darah

Cinta Bernoda Darah
Merasa Bersalah 2


__ADS_3

Aku semakin merasa berdosa dengan apa yang aku dengar, mereka yang sudah aku tuduh seperti itu kini malah masih percaya kepadaku. Mereka masih ingin mencari tahu semua kebenarannya. Tuhan aku sungguh merasa bersalah kepada mereka. Hatiku tambah kacau mendengar percakapan mereka berdua.


Aku tahu tak mudah bagi Kemal melepaskan wanita yang dicintainya tapi sekarang aku melihat dan mendengar sendiri bahwa dia sungguh berperan sebagai sahabat yang benar-benar tulus kepada Cevdav.


Maafkan aku jika semua yang aku katakan kemarin membuat luka hati kalian berdua. Maafkan jika semuanya menjadi kacau karena aku yang berkata kasar kemarin. Maafkan jika ini semua karena aku yang membuat ini semakin sulit.


" Aslan sedang apa kau di sana…" Suara yang berteriak membuat ku terkejut bukan main. Aku langsung menoleh ke arah sumber suara yang berada di anak tangga.


" Maa maafkan aku! Aku hanya ingin bertemu istriku!" Aku gugup bukan karena takut tapi karena suaranya yang bernada tinggi setengah berteriak padaku membuat ku terkejut jantungku memompa begitu cepat. Aliran darah mengalir begitu cepat.


" Istri kau bilang? Istri mana yang kau sebut istri heh?" Aku menunduk aku tahu ini akan menjadi masalah dan aku juga tahu bahwa masalah ini pasti akan menjadi bom yang kapanpun akan meledak.


" Aslan kau di sini?" Aku menatap istriku dengan tatapan kerinduan aku harap dia tahu bahwa aku sangat merindukannya.


" Sejak kapan kau berdiri di sini?" Aku tahu apa yang mereka bicarakan tadi tapi kenapa Kemal begitu ketus kepadaku.


Aku tahu kesalahan ku mungkin dia belum bisa memaafkan aku karena ucapanku kemarin tapi tadi dia seakan memberikan aku dukungan untuk mencari tahu semuanya tapi kenapa sekarang dia malah bicara ketus.


" Sejak tadi! Aku mendengar semua yang kalian ucapkan. Aku minta-"


" Untuk apa kau datang kemari?" Bariton dingin itu aku yakin Papa mertua ku. 


Aku memejamkan mataku menguatkan diriku untuk ini semua. Setelah mendengar apa yang dikatakan oleh istriku, aku yakin dia akan percaya padaku hanya saja sekarang berdebat dan bertengkar dengan mereka percaya akan hanya membuat aku sulit untuk membawa istriku.


" Dia ingin membawa istrinya pergi dari sini Pa!" Aku tahu mereka tak menyukai ku maka kesalahan ku akan menjadi bumerang bagi keluarga kecil ku.

__ADS_1


Aku yakin ini akan dimanfaatkan oleh mereka untuk menjauhkan kami berdua, aku juga yakin ini akan menjadi senjata buat mereka untuk memisahkan kami berdua.


" Paa,, Maa,, maafkan saya. Saya datang kemari untuk menjemput istri saya. Ini sudah dua hari dia disini dan sekarang saya ingin membawa pulang istri saya…" Aku menatap ke arah mertua ku. Aku harap mereka tahu bahwa aku datang kemari untuk cinta kami yang tulus.


" Aslan kau datang kemari untuk menjemput ku?" Aku menatap kearah istriku, ada raut wajah bahagia dan aku juga tersenyum bahagia menatap nya.


" Tidak! Cevdav tak akan pergi kemana-mana…" Apa maksudnya dengan yang diucapkan oleh Papa mertua ku.


" Apa yang Papa katakan?"


" Kau masih bertanya kenapa? Setelah semua yang kau tuduhkan pada kami, apa kau pikir aku akan menyerahkan putri ku satu-satunya kepada laki laki sepertimu. Kau pikir aku terima kau membuat putri ku menangis."


" Papa aku tahu aku salah dan maafkan aku tentang itu. Sekarang aku sadar bahwa aku memang tak seharusnya menuduh kalian seperti itu. Aku memang menantu kurang ajar…" Aku mengalah kali ini, aku tak ingin bertengkar karena aku ingin membawa istriku kembali. Aku lebih baik mengalah dan tak melanjutkan masalah ini.


" Kau sekarang merasa bersalah setelah di tinggal pergi putriku atau hanya datang kemari dengan maksud tertentu heh?" Aku tahu ini tak mudah tapi aku harus berusaha untuk menyakinkan mereka bahwa aku merasa sangat menyesal.


" Cukup Cevdav hentikan cinta butamu itu!" Aku sedikit terkejut ketika wanita yang sudah aku sakiti kemarin kini malah membela ku di sini, membela dengan dia berani menentang Papa nya sendiri.


" Paa aku tahu dia tidak mungkin datang kemari dengan maksud tertentu jadi jangan katakan seperti itu Paa…" Hati seorang laki laki mana yang tak tersentuh mendengar apa yang dikatakan oleh istrinya.


Dia membela ku dengan sungguh-sungguh. Sekarang aku semakin bertambah bersalah karena aku menuduhnya yang bukan-bukan kemarin. 


" Kemal bahwa di masuk ke dalam!"


" Tidak Paa, jangan pisahkan kami berdua. Aku tahu aku salah aku datang kemari untuk minta maaf. Aku sungguh menyesal telah melakukan ini semua, aku menyesal membuat Cevda menangis kemarin, aku juga menyesal telah menuduh kalian yang bukan-bukan…" Aku segera mengatakan permintaan maafku meskipun sebenarnya Papa mertua ku tahu bahwa aku tak berbohong masalah ini.

__ADS_1


Aku yakin dia tahu bahwa apa yang aku katakan adalah kebenaran tapi disini aku tak ingin berdebat atau mengulanginya pertengkaran kemarin. Aku disini untuk meminta maaf dan mengakui semuanya adalah kesalahanku.


" Maaf? Setelah semua yang kau tuduhkan pada kami sekarang kau meminta maaf! Aku tak akan memaafkan orang yang ingin memisahkan aku dan putriku…" Aku tak berniat memisahkan mereka kenapa mereka tetap menuduhku dengan itu.


" Aslan katakan kepada kita semua apa alasan kau berkata seperti itu kemarin? Agar semua orang juga tahu alasanmu. Mungkin dengan ini semua kedua orang tuaku akan mengerti…" Aku diam aku tak memiliki alasan apapun. Karena semua yang aku katakan adalah benar tak ada kebohongan sama sekali.


Aku hanya bisa diam karena aku tak memiliki alasan apapun saat itu. " Kau lihat dia hanya bisa diam bukan? Dia tak memiliki alasan atau apa yang Papa katakan benar? Dia hanya ingin memisahkan kita, kau dan keluargamu saling membenci hanya itu alasannya."


" Tidak! Tidak seperti itu Cev, Paa. Aku tak mungkin kurang ajar tega memisahkan seorang putri dengan kedua orang tuanya. Itu tak mungkin. Percayalah kepada ku Cev aku tak seperti itu…" Aku harap istriku saat ini percaya. 


" Aku tak memiliki alasan apapun hanya saja pikiranku begitu kacau hingga semua yang aku pikirkan bisa saja terjadi. Aku tak memiliki alasan yang kuat untuk semuanya hanya saja pemikiran ku yang begitu bodoh."


Aku dan Cevdav saling bertatapan satu sama lain aku tahu dia kecewa dengan jawaban ku tapi aku tak ingin mengatakan alasan nya.


" Maa bawah Cevdav masuk ke dalam karena Papa tak mungkin membiarkan laki laki ini membawanya pergi setelah semua yang dikatakan."


" Paa jangan bawah Cevdav aku mohon! Aku minta maaf aku janji aku tak akan melakukannya lagi, aku salah aku salah…" Aku memohon aku menatap istriku yang di tarik paksa oleh Ibunya.


" Paa biarkan aku kembali pulang."


" Masuk."


Bugh!!!


Aku berlutut menjatuhkan harga diriku saat ini dan aku tak peduli.

__ADS_1


Bersambung besok ya jangan lupa like dan ramaikan kolom komentar makasih yang sudah mampir disini 😍


__ADS_2