
Ketika Ariana dan Aslan telah melangkah untuk keluar dari hotel itu, kini Kemal dengan langkah yang dingin serta kaku berjalan menuju ke arah teman satunya yang saat ini masih duduk di sana dengan mengotak atik ponselnya.
" Bagaimana kalian mengenal Aslan? Dan kenapa Aslan bisa di sini?" Suara tegas itu membuat Jen langsung menatap ke depan.
" Kemal kau membuat ku terkejut!" Dia memegang dadanya karena dia memang terkejut saat ini karena Aslan secara tiba-tiba berucap dengan nada yang dingin.
" Bagaimana kalian bisa mengenal Aslan?" Dia tak peduli dengan Jen yang terkejut akan suaranya dia malah bertanya untuk kedua kalinya saat ini.
Jen hanya membuang nafasnya dengan kasar sebelum dia menjawab pertanyaan dari laki laki yang saat ini hanya berdiri dengan tatapan dinginnya.
" Jen…" Geram nya karena wanita itu tak menjawab pertanyaan dirinya. " Kau mau aku menarik semua modal yang sudah aku berikan?"
" Tentu saja tidak bos!" Jen langsung tersenyum dia yang tadi ingin memarahi laki laki dingin itu kini terpaksa harus menelan emosinya saat ini. " Ariana yang menawarkan kue-kue Aslan tadi dan aku memang menyukai semua yang dia buat."
" Lalu kau menerima nya untuk bekerja sama dengannya?" Tanyanya dengan dia yang tetap dingin.
" Bos Kemal kenapa kau kejam sekali membiarkan aku harus menatapmu yang begitu tinggi sedangkan aku duduk, leherku terasa kebas…" Jen selalu ada cara untuk membuat temannya yang dingin itu hanya menatap dirinya dengan malas.
Kemal yang terpaksa segera duduk di depan temannya itu, menatap dengan pandangan yang tak bisa diartikan sama sekali.
" Aku memang menyukai semua kue yang dia buat tapi aku tau diri. Aku tak akan memutuskan apapun tanpa berunding dengan para pemilik saham, ya terutama denganmu yang memiliki saham begitu tinggi disini…" Sendirnya dengan halus.
" Jadi kau tau diri juga rupanya…" Decak Kemal yang begitu sinis.
" Tak bisakah kau berucap baik kepada ku. Aku pemilik hotel ini apa kau lupa?" Jen yang selalu biasa menghadapi dingin Kemal hanya bisa berkata dengan apanya. Meskipun begitu Jen tak pernah marah ataupun memaki laki laki itu.
__ADS_1
" Kau hanya pemilik namanya. Yang membiayai semua hotel ini sampai berdiri siapa heh kalau bukan aku, bahkan aku yang menjadi penanam saham yang paling besar di sini tapi aku tak ingin nama ku ada di sini, aku memakai namamu untuk menutupinya. Apa kau juga lupa Nona Jen."
Jen hanya tersenyum kuda dia tadi hampir lupa siapa laki laki yang ada di depannya. Laki laki yang memiliki apapun, hingga hotel ini berdiri saja Kemal lah orang yang membantu semuanya.
" Baiklah kau menang karena apa yang kau katakan memang benar…" Jen merasa kesal karena dia yang kalah dari perdebatan ini. " Tapi tunggu dulu bagaimana kau mengenal Aslan?"
" Bukan urusanmu!"
" Ayolah kawan kita sudah menjadi teman begitu lama maka tak ada salahnya jika aku tau tentang kamu…" Jen yang mengangkat kedua alisnya membuat Kemal hanya menggeleng serasa kesal dengan wanita yang ada di depannya.
" Kita hanya teman jadi kita memiliki privasi yang tak boleh kau tau…" Jawabnya dengan sinis.
" Cih!! Apa kau tak ingat kau mabuk dengan mengatakan kau mencintai teman kecilmu. Sekarang kau mengatakan privasi? Dasar laki laki kaku…" Jen kini tak memiliki kesabaran lagi dia begitu santainya berdebat dengan laki laki itu.
" Terus saja kau mengungkit masalah itu, jika aku sudah marah maka tanggung sendiri akibatnya."
Kemal menghela nafasnya dengan berat dia memikirkan apa yang harus dia lakukan. Dia ingin membantu Aslan tapi disisi lain jika semua orang tau hotel ini masih ada campur tangan nya maka dapat dipastikan bahwa semua orang akan merendahkan Aslan untuk kesekian kalinya.
" Kemal kau tak sedang merencanakan sesuatu bukan? Atau kau ingin aku tidak menerimanya karena dia datang bersama Ariana?"
" Apa hubungannya dengan Ariana? Ini tak ada hubungannya dengan wanita licik seperti dia…" Memang ini tak ada hubungannya dengan Ariana hanya saja dia perlu memikirkan semua resiko yang ada.
" Lalu? Kau yakin tidak cemburu Ariana dengan laki laki lain. Maksudku kau dengan Ariana pernah memiliki hubungan cukup lama jadi wajar jika rasa itu masih tertinggal di sana…" Tunjuknya tepat di dada Kemal.
" Ini bukan masalah Ariana, kau tau sendiri hubungan dengan Ariana hanya saling membutuhkan waktu itu. Aku yang membutuhkan dia dan dia yang membutuhkan uang ku, simple kan kami saling melakukan dengan saling membutuhkan…." Kemal memperjelasnya dengan menekan kata kata nya. " Jadi aku tak mungkin memiliki rasa dengan Ariana, aku tak peduli jika dengan siapa asal jangan dengan Aslan."
__ADS_1
" Kau sepertinya sangat cemas, dari tadi aku memperhatikanmu. Sebenarnya siapa Aslan? Apa kalian sudah lama mengenal atau bagaimana?"
Kemal mengusap wajahnya dengan kasar saat temannya ini malah bertanya jauh tentang laki laki yang bernama Aslan.
" Kemal ayolah katakan jika kamu mau mengatakan aku akan membantumu menjaga Aslan dari Ariana…" Jen tau seperti apa wanita yang bernama Ariana itu.
Meskipun dia tak terlalu menyukai Ariana tapi dia tak terlalu memperlihatkan kepada wanita itu. Dia hanya diam diam tak menyukainya.
" Kau akan terkejut nanti jika tau siapa Aslan itu. Bisa-bisa kau serangan jantung."
" Tidak akan!" Katanya dengan penasaran.
" Aslan adalah suami dari Cevdav wanita yang mau aku nikahi."
" Apa? Kau bercanda. Tidak mungkin Cevdav menikah dengan- astaga ini tak bisa ku terima akal sehat…" Jen malah terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh temannya itu.
" Sudah ku katakan kau akan jantungan mendengar siapa Asla itu."
" Astaga! Aku pernah menyumpahi laki-laki itu dan sekarang dia malah ada di depan ku dan ingin kerja sama dengan ku. Astaga! Tidak ini tidak bisa…" Jen menggeleng pelan dia tak ingin menerima Aslan karena ini adalah pribadinya.
Jen masih ingat betul hancurnya teman nya saat wanita yang dicintai dari kecil memilih menikah dengan laki laki lain. Jen juga tau seperti apa perjuangan Kemal tapi pada akhirnya dia kalah karena takdir berkata lain tentang hubungan mereka berdua.
" Kenapa sekarang malah kamu yang memutuskan ini semua?"
" Aku tidak bisa bekerja sama dengan orang yang sudah aku sumpahi waktu itu, jika dia datang kemari membawa sial karena sumpah yang aku katakan bagaimana? Aku tidak ingin hotel ku terkena sial."
__ADS_1
" Jen.. jen.. pikiranmu sungguh tidak logis…" Kemal malah tak suka masalah pribadi di bawah di dalam dunia bisnis karena itu akan menghancurkan pekerjaan mereka semua