
" Kemal? Untuk apa Kemal ada di sana?" Laki laki itu terkejut mendengar nama anaknya disebut oleh orang yang dia suruh untuk mengawasi gerak-geraki dari Aslan.
" Iya Tuan! Saya juga tak tau kenapa Tuan Kemal bisa ada di sana. Yang jelas tadi saya melihat Tuan Kemal berbicara dengan wanita yang ditemui oleh Aslan."
Laki laki itu berpikir sejenak dia mencoba mengingat siapa wanita yang menjadi teman dari putranya itu. Karena seingatnya hanya Cevdav teman wanita yang ada di sekeliling Kemal.
" Apa mungkin Cevdav?" Gumannya dengan pelan.
" Sepertinya tidak Tuan! Saya tau Nona Cevdav. Aku belum pernah melihat wanita ini."
" Lalu jika bukan Cevdav siapa? Aku hanya tau bahwa Cevdav adalah teman dari Kemal dan aku yakin tak ada wanita lain yang berada di sekeliling Kemal…" Ayahnya yakin bahwa tak ada yang akan menjadi teman dari putranya itu. Karena selama ini Kemal hanya mau bekerja dan bekerja tidak memiliki waktu untuk berkumpul meskipun hanya untuk mengobrol dengan teman.
" Apa saya perlu untuk mengambil fotonya Tuan? Jika iya maka saya akan berusaha mendekati wanita itu untuk mengambil fotonya?"
" Ambilah karena aku penasaran dengan wanita ini. Atau jangan-jangan Kemal sudah bisa melupakan Cevdav atau dia wanita yang sedang dekat dengannya saat ini?" Pikirannya bingung mencari jawaban atas pertanyaan yang keluar dari mulutnya sendiri.
Karena dia sebagai Ayah juga paham betul bahwa putra gila kerja hingga Kemal jarang untuk berkumpul dengan teman-teman nya karena itu dia begitu terkejut mendengar Kemal sedang berada di hotel bersama sosok wanita asing.
Ceklek!!
" Tuan di luar ada Tuan Kemal ingin bertemu…" Laki laki itu hanya mengangguk dan seakan memberikan isyarat untuk laki laki yang ada di depannya saat ini untuk keluar segera. Laki laki itu hanya menunduk memberikan hormat lalu pergi keluar.
Kemal dan Laki laki itu tanpa sengaja bertabrakan di depan pintu ruangan besar tersebut. Mata Kemal menatapnya dengan tatapan tanda tanya sedangkan laki laki itu tak berani menatap ke arah Kemal terlalu lama, dia hanya menunduk memberikan hormat kepadanya yang kemudian untuk segera pergi dari sana.
" Siapa dia Pa?" Kemal langsung duduk di sofa dan segera mempertanyakan siapa laki laki yang baru saja keluar dari ruangan Ayah nya.
__ADS_1
" Hanya orang suruhan Papa! Dia sengaja Papa sewa untuk urusan perusahan…" Elaknya dengan dia yang menghampiri putranya.
Kemal hanya diam dia masih ingat betul jaket serta topi orang yang dari tadi mengintai mereka dari kejauhan.
" Ada perlu apa kamu datang nak?"
" Tak ada Pa.. tadi kebetulan aku lewat sini lalu ingin mampir ke perusahan."
" Jam segini kenapa kamu ada di luar apa ada meeting dengan klien di luar?" Tanyanya penuh dengan selidik.
" Seperti itu Pa tadi aku memang bertemu dengan seorang untuk membahas pekerjaan tapi hanya sebentar karena orangnya ada keperluan mendadak…" Sang Ayah hanya mengangguk mengerti sekarang.
Apa mungkin tadi klien nya Kemal? Tapi jika kliennya kenapa bertemu juga dengan Aslan? Siapa orang itu? Hatinya bergejolak tak karuan saat ini dia sungguh penasaran siapa wanita yang ditemui oleh Aslan beserta putranya.
\=\=\=\=
" Pemilik hotel itu menyukai kue kita…" Perkataan Aslan membuat semua orang langsung bersorak senang. " Tapi mereka belum bisa memutuskan karena masih harus berunding dengan beberapa orang. Tapi dia bakal memastikan bahwa mereka akan menerima kita."
Suara sorak itu kembali terdengar riuh mereka begitu senang setidaknya mereka memiliki harapan baru untuk kue kue mereka yang tak akan sia-sia dibuang kembali.
" Jangan senang dulu kita harus berdoa agar mereka semua menyukai kue-kue kita dan mereka akan mau menerima kita bekerja sama."
" Kita akan selalu berdoa Tuan Aslan…" Timpal salah satu pegawainya yang juga sangat senang dengan kabar ini.
" Dan jangan lupa untuk berterima kasih kepada Nona Ariana karena berkatnya kita memiliki harapan. Kalau tidak ada dia mungkin saat ini kita masih jalan di tempat. Ini semua berkata Nona Ariana…" Aslan lagi lagi tersenyum menatap Ariana yang ada di sana.
__ADS_1
" Terima kasih Nona ini semua berkat anda jika tidak ada kami tidak tau bagaimana nasib kita yang akan menjadi pengangguran…" Salah satu dari mereka kini mengucapkan dengan suara yang benar tulus.
" Anda tau sendiri bukan jika mencari pekerjaan di jaman sekarang sangatlah susah. Dan akhirnya kita memiliki harapan yang akan membuat kita bangkit lagi."
" Ayo semangat!" Teriaknya.
" Terima kasih banyak Nona Ariana!" Semua orang yang ada di sana kini tiba-tiba mengucapkan secara bersamaan dan itu membuat Ariana tersenyum senang.
Dia merasaka kebahagian ada di antara mereka semua, dia baru melihat orang yang tadi nya kesusahan kini tersenyum penuh dengan bahagia. Dia tak menyangka berada di antara orang-orang yang bahagia hanya karena bantuannya yang kecil ini.
Ini hanya masalah kecil tapi mereka begitu bahagia mendengar kabar yang belum pasti, mereka sangat berharap bahwa Jen bisa menerima kue yang mereka buat. Dan mereka memiliki harapan agar kue mereka bisa terjual kembali.
Cevdav yang dari tadi ada di dapur kini merasa dirinya tak berguna, di saat suaminya mengalami kesulitan kini malah dia tak bisa berbuat apa-apa sehingga seorang wanita yang bisa membantu suaminya untuk berdiri kembali.
" Dari awal aku sudah ingin membantumu tapi kau malah menolak ku! Tapi di saat ada orang lain yang ingin membantu kau sungguh terlihat senang. Apa kamu tak yakin dengan apa yang ingin aku lakukan?" Gumam nya dengan masih menatap ke arah mereka yang begitu senang.
Cevdav juga senang dia juga tersenyum melihat mereka yang begitu senang seperti itu hanya saja dia meneteskan air matanya karena dia tak bisa berbuat apa-apa malah orang lain yang menolongnya.
" Kau harus senang Cev suamimu sudah menemukan jalan keluar dari permasalahan ini…" Gumam nya dengan dia menghapus air matanya yang lancang ingin keluar dari sudut matanya.
" Sayang ada apa?" Ibu mertua nya kini menyentuh pundak dari nya membuat Cevdav sedikit terkejut dengan segera menghapus air mata.
" Tak ada Bu, aku senang melihat mereka yang begitu senang karena Aslan akan mendapatkan orang yang akan bekerja sama dengan kedai ini…" Cevdav menutupi kesedihannya karena dia tak ingin melihat mertuanya sedih saat ini.
" Aslan mendapatkannya?"
__ADS_1
" Aku yakin Aslan pasti mendapatkannya Bu, itu semua berkat Nona Ariana yang membantunya keluar dari masalah ini…" Cevdav tersenyum getir saat ini.