
" Aslan bisakah kita bertemu besok ada seorang teman ku yang ingin mengajak kita makan siang, dia ingin tau semua macam-macam kue mu…" Sebuah panggilan malam-malam yang membuat Aslan senang bukan main.
Dia yang memang mengharapkan ini tentu saja tidak akan menyia-nyiakan kesempatan lagi. Tentu saja ini akan menjadi kabar gembira untuk dirinya dan seluruh pegawainya yang menggantungkan nasibnya kepada kedai miliknya.
" Tentu bisa Ariana sangat bisa…" Suaranya begitu senang dia sudah lama berharap tentang ini semua.
" Jika begitu besok kau bisa datang di hotelnya. Tapi apa tidak sebaiknya kita datang berdua, aku yang akan menjemputmu…" Ariana dengan berbagai cara untuk mendekati laki laki yang sudah memiliki seorang istri meskipun dia tau ini tak akan mungkin terjadi.
" Baiklah aku akan menunggumu di kedai besok!"
" Oke aku datang kesana."
" Ariana sekali lagi terima kasih, aku harap ini adalah jembatan untuk kedai ku. Aku sangat berharap ini adalah hal yang terakhir yang aku lakukan untuk kedai dan para pegawai ku. Aku tidak ingin mereka merasakan kesedihan karena kedai ku terancam tutup…" Suaranya bergetar dia sungguh tidak ingin hal ini terjadi. Dia tak ingin kedainya ditutup karena tak ada pelanggan sama sekali.
" Aslan semua masalah pasti akan menemukan jalan, kamu orang baik aku yakin ada orang yang akan menolongmu hanya saja kau harus bersabar dalam hal ini. Aku hanya bisa membantumu untuk mencarikan orang yang ingin bekerja sama denganmu tapi untuk hal yang lainnya itu tergantung kamu dengan orangnya."
" Tak masalah Ariana, kamu membantuku seperti ini saja sudah membuat ku senang. Kau mendapatkan orang yang ingin bekerja sama dengan ku saja itu adalah anugrah yang tak bisa aku katakan dengan kata-kata. Berminggu-minggu saya mengharapkan ada orang yang ingin bekerja sama dengan ku tapi tak ada satupun dan hari ini aku sangat senang."
" Aku harap kita besok mendengarkan kabar baik dari teman ku itu."
" Aku juga berharap seperti itu…" Doa mereka hanya Tuhan yang tau dan hanya Tuhan yang akan mengabulkannya.
Tak ada orang yang tau apakah Tuhan akan berada di pihak mereka atau tidak, hanya Takdir yang bisa menjawabnya besok. Tuhan dan Takdir yang akan menentukan semuanya bukan seorang manusia yang hanya bisa berdoa saat ini.
__ADS_1
\=\=\=
" Aku sangat puas dengan semua kue yang kamu bahwa Tuan Aslan. Kue mu ini tak kalah lezatnya dari hotel-hotel lainnya…" Seorang pemiliki wanita mudah yang saat ini sedang mencoba kue-kue yang di bawah oleh Aslan dan Ariana.
" Terima kasih Nona Jen, saya harap anda menyukai kue yang saya buat ini…" Aslan melebarkan senyumnya dia senang pemilik hotel yang ada di depannya kini sangat menyukai kue nya.
" Tapi disini saya ingin memperkenalkan kue coklat Tuan, jika anda tidak keberatan anda bisa membuatkan kue yang memiliki rasa coklatnya lebih kental. Seperti yang anda lihat hotel ini bernuansa coklat, warna nya yang coklat serta di depan tadi di depan pintu bahwa ada sebuah air mancur yang bertema coklat. Jadi saya disini ingin memperkenalkan semuanya dengan coklat, karena kebetulan saya pecinta coklat…" Dia sedikit tersenyum ketika dia yang mengatakan bahwa dia sangat menyukai makanan coklat.
" Jen jangan khawatir tentang itu, Aslan ini memiliki kue spesial yang memang belum di keluarkan, aku sudah mengatakan bahwa kamu adalah pecinta coklat jadi dia membuat kue yang dari cokelat untukmu…' Timpal Ariana yang juga ada di sana.
" Benarkah? Aku tak sabar…" Pemilik hotel tersebut tak sabar ingin merasakan kue coklat itu tumpah di dalam mulutnya.
Aslan dengan segera mengeluarkan dua kue coklat yang sudah telah disiapkan. Mata wanita itu berbinar seakan dia begitu senang melihat kue coklat yang ada di depannya saat ini.
" Aslan…" Suara laki laki dari arah samping membuat semua orang yang ada di sana langsung melihat ke arah suara tersebut.
" Sedang apa kau di sini bersama kedua wanita ini…" Tanyanya dengan melirik ke arah wanita yang ada di belakang Aslan. Mereka saling mengenal hanya saja tak ada yang berani menyapa satu sama lain.
" Tuan Kemal saya hanya ingin menawarkan kue-kue saya tidak lebih…" Aslan dengan cepat memperjelasnya dengan segera.
Kemal hanya diam dengan melihat semua makanan yang ada di meja itu, kue-kue itu ada di sana dan Aslan berkata jujur.
Tapi kenapa bisa bersama Ariana dan Jen. Nanti saja aku tanyakan dengan Jen tentang ini sebaiknya aku pura-pura tak mengenal kedua wanita ini.
__ADS_1
" Tuan sedang apa disini? Apa anda bersama Cevdav?" Tanyanya dengan penasaran.
" Saya ada meeting kebetulan rekan bisnis saya ingin disini jadi saya datang kemari…" Elaknya dengan cepat. " Cevdav sedang berada di rumahnya mungkin."
" Tuan bisakah anda merahasiakan kita bertemu di sini, saya tidak ingin Cevdav salah paham karena saya datang kemari bersama teman saya Ariana…" Bisiknya dengan cepat.
" Baiklah! Tapi ingat jangan terlalu sering berbohong karena akan merusak rumah tanggamu. Aku sebaiknya pergi…" Kemal dengan cepat pergi meninggalkan mereka semua yang ada di sana.
Pemikirannya masih tertuju kepada kedua wanita bagaimana mereka bisa mengenal Aslan atau Aslan yang mengenal Ariana.
" Aku harap ini tak akan terjadi sesuatu tentang hubungan Cevdav dan Aslan…" Kemal mengusap wajahnya dengan kasar dia tau betul seperti apa wanita yang bernama Ariana itu.
" Ariana, aku tak yakin kau mendekati Aslan tanpa sebab. Aku harap kau tak salah langkah kali ini, jika kau berani macam-macam aku sendiri yang akan menyeretmu…" Gumamnya sendiri dengan dia yang berpikir tentang ketiga orang tadi.
" Aku menyukai semua kue yang kamu buat Tuan Aslan, saya akan bahas ini dengan manajer saya. Tapi saya pastikan bahwa kita akan bekerja sama Tuan."
" Apa kau tak bisa memutuskan sendiri Jen?"
" Ariana Sayang maafkan aku, tapi tak bisa. Meskipun aku yang memiliki hotel ini tapi aku juga harus berunding dengan yang lain tapi kamu jangan cemas aku akan menyakinkan mereka untuk bekerja sama dengan teman mu…" Jen menyakinkan mereka berdua untuk tetap menunggunya.
" Tak apa Ariana itu sudah sewajarnya dilakukan. Nona Jen saya akan menunggu kabar baik dari anda, saya harap saya segera mendapatkan kabar itu."
" Secepatnya saya akan mengabari anda Tuan Aslan."
__ADS_1
Kini mereka berdua keluar dari sana tinggal Jen yang tetap duduk di sana dengan mengotak atik ponselnya.
" Bagaimana kalian mengenal Aslan? Dan kenapa Aslan bisa di sini?" Suara tegas itu membuat Jen langsung menatap ke depan.