
" Katakan Cev kau menerima ada orang yang menjelekan keluargamu? Oke mungkin kau akan diam saja jika mendengar dia menjelekkan keluargaku tapi aku tidak! Keluargamu adalah keluargaku, kedua orang tuamu sudah seperti orang tuaku dan aku tak terima suami mu yang brengse* itu mengatakan yang tidak tidak tentang kedua keluarga ku…" Ujarnya dengan dingin.
" Aku yakin dia memiliki alasan yang kuat kenapa dia berkata seperti itu…" Ucapnya dengan menunduk. Cevdav tak berani menatap ke arah sahabatnya yang saat ini tengah marah kepadanya.
" Apapun alasannya dia tak berhak berkata seperti itu apalagi dia sudah menuduh keluarga kita yang tidak-tidak. Apa dia pikir kami tak memiliki pekerjaan yang lain atau kita hanya mengurus kedai kecil nya itu…" Kemal juga melampiaskan kesal nya kepada sahabatnya.
" Sekarang coba kau pikir alasan apa yang tepat dia menjelekan keluarga kita?" Sambungnya dengan bertanya. Cevdav hanya menggeleng karena dia tak bisa berpikir apapun saat ini.
" Mama dan Papa mu dari awal mungkin kecewa dengan kalian tapi lihatlah mereka masih menikahkan kalian bahkan Papa mu ingin membuka sebuah restoran untuknya, tapi kalian tolak waktu itu. Lalu dimana unsur benci mereka untuk suami mu itu…" Kemal mengatakan dengan nada yang sedikit sinis.
Sedangkan Erik hanya menatap dari kaca atas kepalanya. Erik tahu bosnya saat ini begitu marah kepada laki laki yang bernama Aslan. Membawa pergi Cevdav adalah keputusan yang tepat saat ini.
" Sekarang kau pikir apa pantas seorang menantu menjelekan mertua nya di depan anak nya sendiri jika tak ada indikasi sesuatu?, Coba kau pikir. Buka matamu jangan tertutupi oleh cinta butamu itu…" Ucapnya dengan kesal.
Cevdav tak menjawabnya dia hanya bisa menangis dengan tubuhnya yang bergetar. Sebenarnya Kemal tak tega tapi dia harus lakukan ini agar sahabatnya bisa berpikir.
" Tapi Ke-"
" Jangan banyak bicara Cev sebaiknya kau tenangkan dirimu dan pikirkan cari alasan yang tepat ketika kedua orang tuamu bertanya kenapa kau menangis."
" Jangan katakan kepada mereka ku mohon…" Dia memohon lagi. " Aku tak ingin Aslan terlihat jelek di mata mereka, aku mohon!"
Kemal menggeleng dengan rasa kesalnya dia masih tak habis pikir. " Kau masih ingin membelanya menutupi kesalahannya? Jangan berharap aku tak berkata jujur kepada mereka."
" Aku mohon! Aku sudah ikut denganmu dan pulang kerumah Mama tapi please jangan katakan apapun aku akan mencari alasan agar mereka tak curiga dengan masalahku."
" Jika kau sudah cinta aku rasa kau mulai bodoh…" Gumam nya dengan sinis dan dingin. " Kau mencintai tak masalah tak ada yang melarang kau mencintai suami tapi jangan jadi wanita bodoh. Kau menutup mata dan menutup telinga ketika dia mengatakan yang tidak-tidak tentang keluargamu kau membelanya meskipun kau dengar sendiri bahwa dia begitu mengatakan kedua keluarga kita…" Desis nya dengan kesal.
__ADS_1
" Aku hanya ingin mendengar alasannya hanya itu saja…" Elaknya lagi.
" Sudahlah Cev aku tak ingin membahasnya dengan mu, aku akan tetap berkata jujur kepada kedua orang tuamu. Aku tak peduli dengan alasan apapun."
" Kemal…" Bertepatan mobil itu berhenti di depan rumah Cevdav.
Kemal tak peduli dengan Cevdav yang memohon berulang kali, emosinya saat ini sudah tak memperdulikan apa yang akan terjadi setelah ini. Yang jelas dia harus memberi tahu apa yang terjadi karena apapun Cevdav adalah putri satu satu mereka.
" Kemal ku mohon.. Kemal…" Teriaknya yang ingin mencegah sahabatnya yang sudah masuk terlebih dahulu. Dia tak ingin keluarga malah membenci suaminya karena alasan yang belum jelas.
" Cressida di mana Mama dan Papa!" Kemal bertanya kepada kepala pembantu yang ada di sana ketika menyambut dia datang.
" Tuan Kemal selamat datang! Tuan besar dan Nyonya sedang berada di halaman belakang."
" Kemal…" Lagi lagi Cevdav mengejarnya dan itu tak membuat Kemal peduli. Kemal langsung menghampiri kedua orang tua dari sahabatnya yang sudah dianggap sebagai orang tuanya sendiri.
" Maa, Pa…" Kemal yang langsung berdiri di depan kedua orang tua yang saat ini tengah bersantai membuat kedua orang itu sedikit terkejut.
" Kemal kau membuat kami terkejut."
" Kemal…" Cevdav langsung berhenti agak jauh ketika dia melihat kedua orang tuanya sudah bertemu dengan Kemal. Dia menghapus air matanya dengan cepat agar mereka tak tahu apa yang terjadi.
" Cevdav sayang! Kau kemari…" Sang Mama senang sekali putrinya datang kerumah nya. " Kemari nak kenapa kau hanya berdiri di sana…" Perintahnya.
Tapi Cevda tak bergerak dia tetap diam di sana dia takut sang Mama tahu bahwa matanya sembab karena menangis. Dia hanya meremas bajunya sendiri dia juga tak tahu apa yang akan terjadi setelah ini.
" Ma ada yang ingin aku katakan."
__ADS_1
" Ada apa Kemal?" Timpal sang Papa yang merasa heran. " Duduklah!"
" Tidak! Kemal tidak ingin berkata apa-apa…" Cevdav langsung menarik tangan Kemal. Tapi Kemal tak bergerak dia tetap berdiri di sana.
" Lepaskan Cev percuma kau melarangku…" Ucapnya dengan penuh penekanan.
" Kemal, Cevdav ada apa ini? Kenapa dengan kalian berdua!"
" Tidak ada apa-apa Pa kami sedang-"
" Aku menyesal telah melepaskan Cevdav demi laki laki lain Pa…" Potongnya dengan cepat. Mata mereka bertemu dengan tatapan yang berbeda. " Aku menyesal."
" Apa yang kau katakan Kemal!" Sang Mama yang mendengar itu menatap kearah suaminya dengan bingung.
" Apa yang aku katakan benar! Aku menyesal telah melepaskan Cevdav untuk laki laki lain, aku pikir dia akan bahagia dengan laki laki itu, tapi aku salah. Dia tak bahagia bahkan dia ingin sekali menjauhkan kita dari Cevdav…" Kali ini Cevdav tak bisa berkutik saat ini dia hanya bisa memejamkan matanya.
" Cevdav apa yang terjadi?" Sang Mama langsung menarik tangan putrinya agar mereka saling berhadapan. " Kau tak bahagia dengan Aslan? Apa yang terjadi?"
" Maa…" Dia tak mampu berkata hanya air mata yang mampu menjawab ini semua. Bukan karena dia tak bahagia dia sedih karena masalahnya diketahui oleh kedua orang tuanya.
" Apa yang terjadi kenapa kau malah menangis sayang? Kemal ada apa ini?" Sang Mama langsung memeluk tubuh putrinya yang bergetar. Air mata itu tak mampu dibendung lagi dia menangis begitu deras seperti air hujan.
" Siapa yang membuatmu seperti ini? Apa Aslan yang sudah membuatmu seperti ini hah?" Sang Papa tampak tak terima jika melihat putrinya menangis seperti ini.
" Kemal ada apa? Katakan kepada kami!"
" Mama tanya sendiri kepada wanita bodoh itu, apa dia masih ingin menyembunyikan kesalahan suaminya atau dia malah berkata jujur kepada kita."
__ADS_1
" Cevdav apa ada nak? Katakan kepada kami agar Papa mu tak marah."