Cinta Bernoda Darah

Cinta Bernoda Darah
Hawa Dingin 2


__ADS_3

" Kemal maaf aku mengganggumu! Sebaiknya aku pergi saja…" Cevdav merasa bersalah karena masuk ke dalam tanpa permisi.


Seharusnya dia tak pernah masuk dan melihat adegan dimana sahabatnya Kemal sedang bersama wanita yang diketahui adalah sekretarisnya. Mereka memang tak melakukan apapun hanya saja tadi tangan wanita itu berada di dada Kemal dan itu membuat malu Cevdav yang sengaja melihatnya.


" Tidak ada yang mengganggu! Masuklah."


" Kemal!" Dia sungguh tak enak hati merusak hari sahabatnya yang akan bermesraan dengan wanita lain.


" Kamu masuk sendiri atau aku akan menggendongmu!" Ancamnya.


Cevdav yang mendengar ancaman tersebut kini mau tak mau dia harus mengalah masuk kembali ke dalam ruangan tersebut. Sebenarnya dia tak enak hati. Andaikan saja dia tak datang mungkin dia tak akan melihat adegan tersebut.


Cevdav masuk dengan wajah datarnya dia menunduk karena dia sendiri yang malu. Sedangkan wanita itu yang berdiri di ambang pintu merasa kesal karena rencananya yang ingin menggoda bosnya harus gagal dan selama ini selalu gagal.


" Cev duduklah dulu aku harus bicara sebentar dengan seorang."


" Baiklah…" Cevdav duduk di sana. 


Pikirannya begitu terpecah dia memikirkan Aslan yang tak bisa diajak bicara baik baik saat ini. Apa yang ditawarkan olehnya malah di tolak mentah-mentah olehnya dan malah marah kepadanya. Sedangkan yang satu nya dia seperti melihat Aslan masuk ke dalam sebuah hotel. Pikirannya sedang kacau sangat kacau saat ini. 


Kemal yang menutup pintu ruangan tersebut dengan kasar menarik tangan sang sekretaris itu. " Sakit Tuan…" Rintihnya yang merasakan rasa sakit pada tangannya tersebut.


Kemal tak peduli dia melempar wanita itu dengan cukup kasar hingga dia terduduk di kursi cukup keras. Dia meringis kesakitan ketika panta* nya harus terbating kasar dan tangannya yang sakit akibat tarikan tersebut.


" Tuan sakit…" Dia menahan rasa sakitnya ketika tangan Kemal mencengkram keras dagu wanita itu.


Tatapan Kemal begitu mematikan dia begitu marah bahkan tatapan itu sanggup membuat tubuh wanita itu merinding seketika. 


" Jika sekali lagi kau berani menggoda ku maka ku pastikan nama mu tak bisa masuk ke seluruh perusahan di seluruh dunia dan aku akan membuat hidupmu berantakan dan mati dengan cara mengenaskan…" Ancamnya dengan penuh penekanan.

__ADS_1


" Ampuni.. saya.. Tuan.. tapi saya tak bermaksud menggoda anda.. saya hanya ingin membenarkan dasi anda…" Nafasnya tersengal dia ketakutan tubuh bergetar mata nya hampir berkaca kaca.


" Kau pikir aku tidak tahu kau dari kemarin mencoba menggoda ku?, Sekali lagi kau berani menggoda ku kau akan tanggung akibatnya. Kau dengar itu…" Bentaknya dengan penuh penekanan. 


" Saya.. tidak akan berani Tuan.. saya janji…" Jawabnya dengan nafas yang hampir putus.


Mata yang tadi berkaca kaca kini akhirnya jatuh ke pipinya ketika Kemal melepaskan cengkraman itu dengan kasar. Dia menahan tangisan nya dia mencoba untuk diam tapi rasa sakit pada dagunya serta hatinya kini membuat air mata itu terus menetes.


" Tuan ada apa?" Sang asisten datang dengan tergesa gesa dia yang tadi hanya ke bawah sebentar.


Plak!! Satu tamparan yang dilayangkan Kemal membuat sang asisten diam dengan menunduk dia tak bertanya apa apa meskipun dia sendiri tak tahu apa kesalahannya saat ini. Dia melirik ke arah wanita yang duduk dengan menahan tangisannya.


" Kau cari sekretaris atau cari jalan* di sini heh? Aku tidak menerima jalan* aku mencari sekretaris. Urus dia atau kalian berdua yang tanggung akibatnya…" Kemal langsung pergi meninggalkan kedua orang yang sama sama menunduk dengan ketakutan.


Raut wajahnya yang begitu dingin membuat sang asisten sedikit mengerti bahwa ada sesuatu yang tak beres di sini. Ditambah wanita itu malah menangis dengan menunduk ketakutan.


" Sebenarnya apa kesalahanmu hingga bos marah seperti itu? Kenapa bos juga berkata tidak mencari jalan*?" 


" Argh.. ampun…" Asisten itu kini menjambak rambut panjang wanita itu dengan kencang. " Berani sekali kau menggoda bos hah? Kau ingin naik derajat dengan menjadi wanita Tuan Kemal? Dasar jalan*..." sambungnya dengan amarah yang tertahan.


" Maaf.. saya hanya ingin membenarkan dasinya bukan untuk menggodanya…" Kepalanya terasa sakit karena tarikan yang begitu kencang.


" Kau tak pantas bekerja di sini!" Desis nya dengan kesal. " Karena ulahmu aku juga terkena imbasnya. Kau mengundurkan diri sekarang atau ku buat hidupmu di neraka di perusahaan ini?" Ancamnya dengan sungguh sungguh.


" Hiks.. hiks.. jangan pecat saya.. saya membutuhkan pekerjaan untuk keluarga saya…" Dia memohon agar diberi kesempatan sekali lagi.


" Saya tidak peduli…" Tekan nya.


" Ah.. ampuni saya.. saya akan mengundurkan diri…" Dia mengalah ketika kepalanya terasa sangat sakit ketika tarikan nya begitu kencang.

__ADS_1


" Bagus! Aku tunggu suratmu besok pagi…" Dia melepaskannya dengan kasar hingga membuat kepala wanita itu hampir terbentur meja yang ada di depannya.


Sang asisten langsung pergi meninggalkan ruangan tersebut meninggalkan wanita itu yang telah menyesal karena sudah mencoba api yang malah membuat dirinya terbakar sendiri di dalam sana. Dia menangis karena harus kehilangan pekerjaan yang gaji nya begitu tinggi.


Apa yang harus aku lakukan sekarang? Aku tidak akan tinggal diam di perlakukan seperti ini dan di buang seperti itu oleh mereka. Lihat saja aku akan membalas apa yang kalian lakukan kepadaku. 


Dia mengusap air matanya dengan pikiran yang begitu licik. Banyak cara kotor yang ia pikiran tanpa memikirkan akibatnya nanti.


\=\=\=\=\=


" Jadi kau yang bernama Aslan?" Seorang laki laki mudah itu menyambut kedatangan Aslan yang berdiri di depannya saat ini.


" Maaf sudah membuat anda menunggu! Saya Aslan…" Mereka saling mengulurkan tangan untuk berjabat tangan.


" Silahkan duduk…" Aslan dan laki laki itu kini saling duduk berhadapan satu sama lain. " Jadi anda ingin bekerja sama dengan kami?"


" Benar Tuan! Saya bisa membuat kue apapun yang anda minta, anda bisa mencoba kue yang saya bawah…" Aslan membuka keranjang yang tadi ia bawah.


Berbagai kue yang ada di sana begitu cantik dengan hiasan yang begitu menggiurkan siapa saja yang melihatnya. Sang manager menelan ludahnya dengan kasar ketika melihat kue yang begitu menggoda.


Satu kue itu masuk ke dalam mulutnya dan itu langsung membuat laki laki itu memujinya dengan mengacungkan jempol. Aslan tersenyum senang karena ada orang yang menguji kue nya lagi.


" Ini sungguh enak…" Pujinya dengan mencoba kue yang lainnya.


" Terima kasih. Sebenarnya saya juga memiliki kedai Tuan tapi saya kali ini ingin mencoba yang baru jadi saya ingin bekerja sama dengan hotel anda."


" Hmm.. semua kue mu terasa enak aku yakin banyak pelanggan yang akan puas dengan semua kue mu. Tapi saya juga tak bisa mengambil keputusan sekarang, berikan saya waktu, besok saya akan mengabarimu."


" Baik Tuan tak masalah. Saya akan menunggu kabar dari anda."

__ADS_1


Aslan senang dia yakin kali ini dia akan berhasil mendapatkan pekerjaan ini. Senyumnya dari tadi mengembang dia yakin dia akan berhasil.


__ADS_2