Cinta Bernoda Darah

Cinta Bernoda Darah
Yakin


__ADS_3

Beberapa hari telah terlewatkan begitu saja, Cevdav yang selalu datang ke kedai melihat kesibukan orang-orangnya dalam membuat kue-kue. Setiap hari pemandangan seperti inilah yang selalu Cevdav lihat. Sedangkan Aslan dan Ariana selalu sibuk juga dengan aktivitasnya yang selalu mendapatkan telpon untuk membuat kue-kue nya.


Meskipun hati Cevdav bergejolak cemburu tak karuan tapi dia berusaha untuk menepis rasa cemburu itu, dia yakin suaminya tak akan mungkin seperti itu, apalagi sampai berpaling darinya. Cevdav menelan pahit rasa cemburu yang membakar jiwanya setiap dia melihat sang suami bersama wanita lain.


" Sayang aku dan Ariana harus pergi mengantar kue-kue ini. Maaf aku harus meninggalkanmu dulu di sini hem…" Aslan hari ini memang harus segera mengantar kue nya karena hari ini untuk pertama kalinya kue mereka di pasarkan.


Cevdav tersenyum meskipun dia merasakan gejolak yang tak karuan. Dia tak mungkin mencegah suaminya untuk pekerjaannya. " Pergilah Sayang aku tak apa."


Aslan tau istrinya merasakan rasa cemburu karena terlihat jelas dari matanya bahwa ada ketidak relaan dia melepaskan dia pergi bersama wanita lain. " Apa seharusnya kamu ikut saja, aku tak ingin ada kesalahpahaman nantinya." 


" Tidak perlu sayang, aku di sini saja. Aku bersama dengan yang lain saja di sini. Kamu nanti pasti akan sangat repot, jika nanti aku ada di sana konsen mu akan terbagi. Aku di sini saja membantu yang ada di sini…" Bukan karena Cevdav tak ingin ikut bersama suaminya hanya saja dia tak ingin melihat suaminya yang akan sering bersama patner kerjanya. Dia lebih baik tak melihat apapun di banding harus melihat dan membuatnya sakit hati.


Aslan menatap wajah istrinya meskipun ada senyuman tipis di sana tapi wajah murungnya masih tergambar jelas di wajah ayu istrinya. " Baiklah jika itu yang kamu mau, tapi ingat kamu harus tunggu aku pulang jangan pulang dulu oke!" 


" Aku akan menunggu mu!" Mereka saling tersenyum dengan arti yang saling mencintai dan saling percaya.


Saat ini rasa percaya harus mereka pertaruhkan, rasa curiga rasa cemburu harus mereka buang buang jauh. Saat ini dia harus berusaha untuk menyakinkan dirinya untuk lebih percaya kepada pasangan nya.


Cevdav menatap punggung kedua orang yang sudah menghilang di balik pintu tersebut. Jantungnya merasa tak karuan saat ini tapi dia berusaha untuk menepisnya berulang kali. Dia yakin suaminya sangat mencintai dirinya.

__ADS_1


" Nak kenapa kau tak ikut saja tadi?" 


" Tidak Ibu!" Dia tersenyum.


" Apa kamu tidak takut dengan Nona Ariana, Ibu melihat dia menyukai Aslan."


Cevdav tersenyum. " Ibu aku percaya kepadanya Aslan dia tak mungkin berani berpaling dari ku. Kami saling mencintai dan aku sangat yakin dia tak akan memiliki rasa sedikit pun kepada Nona Ariana…" Dia yakin bahwa Aslan suaminya tak akan berani berpaling darinya.


Terdengar sang Ibu hanya menghela nafasnya dengan kasar. " Sayang kamu mungkin percaya dengan Aslan yang tak akan berani macam-macam. Ibu tau dia sangat mencintaimu, tapi kita tak tau apa yang ada di pikiran Ariana itu. Jangan terlalu percaya dengan kedekatan antara laki laki dan perempuan…" Sang Ibu tampak memperingatkan menantunya yang membuat Cevdav berpikir sebentar.


" Aku hanya ingin Aslan tak merasa terbebani jika aku selalu ikut kemana dia pergi Bu, sebenarnya aku dari dulu selalu tak percaya dengan kata 'teman' antara laki laki dan perempuan tapi aku yakin Aslan tak mungkin berbuat macam-macam dengan nya, jadi aku membiarkan mereka berdua saja tanpa adanya aku…" Meskipun dia tau bahwa ini tak mudah bagi dirinya tapi dia berusaha untuk yakin jika suaminya tak mungkin berbuat hal yang akan menyakitkan hatinya.


" Nak Ibu tak melarangmu untuk percaya dengan suamimu tapi kau harus ingat bahwa kau harus lebih hati-hati dengan wanita yang ingin merusak hubungan kalian. Jangan hanya karena masalah pekerjaan kau menyampingkan perasaanmu. Ibu tau kau harus mengubur rasa cemburumu tapi kau juga harus ingat bahwa tak semua orang harus diam ketika melihat pasangan bersama patner kerjanya dengan lawan jenis…" Lagi lagi Cevdav diam apa yang dikatakan oleh Ibu mertuanya memang benar dia tak mungkin selamanya harus menahan rasa sakit hatinya.


" Bukannya salah Nak, tapi untuk sekarang kamu harus lebih hati-hati. Jangan biarkan suamimu selalu bersama dengan wanita lain. Waktu kalian berdua juga sangat terbatas jadi jangan biarkan wanita lain mengisi waktu itu untuk mengambil hati Aslan."


Cevdav membuang nafasnya dengan berat dia menatap sang Ibu dengan senyuman serta harapan. Apa yang dikatakan oleh Ibu mertuanya sekarang benar dia tak mungkin selalu berada di belakang Aslan, dia yang berhak berada di samping suaminya.


" Jangan pernah merasa berpikir bahwa kamu beban untuk Aslan, aku yakin dia akan senang jika kamu berada di samping nya. Apapun yang terjadi kamu harus yakin dia hanya butuh kamu bukan butuh orang lain."

__ADS_1


" Terima kasih Bu!" Cevdav memeluk Ibu mertuanya dengan segera dia yakin saat ini bahwa Ibu mertuanya tetap bersamanya meskipun bukan dia yang menemukan pekerjaan untuk putranya.


\=\=\=\=\=


" Kemal jadi kau tak akan datang pagi ini? Ayolah kau tau bukan hari ini aku baru meresmikan hotel."


" Jen kau tau juga bukan bahwa pasti disana nanti ada Aslan dan Ariana aku tak ingin ada pertanyaan dan perdebatan antara aku dengan mereka."


" Persetan dengan mereka berdua, kau adalah pemilik saham terbesar di sini jadi kau juga berhak ada di sini. Mereka hanya orang-orangmu, mereka mendapatkan gaji juga nanti mu, kenapa kau malah yang tak enak dengan mereka…" Jen merasa kesal karena sahabatnya enggan untuk datang padahal hari ini mereka sudah memiliki rencana untuk memotong pita untuk peresmian hotel yang akan mereka buka mulai hari ini.


" Ayolah Jen aku hanya tak ingin ada perdebatan di sana. Di sana nanti pasti banyak orang yang akan hadir banyak media yang akan meliput, tak lucu jika kami berdua nanti jadi bahan perbincangan semua orang."


" Seharusnya aku tidak menuruti perintahmu jika kau tak mau datang hanya karena mereka berdua…" Ucapnya dengan kesal.


" Jangan berdebat dengan ku Jen, hari ini aku juga sangat sibuk banyak pekerjaan yang harus aku urus jadi masalah hotel kau saja yang menanganinya."


" Kau tau aku bisa saja menipu mu dan mengambil uangmu yang ada di sini jika kau tak datang…" Ancamnya.


Kemal bukannya takut dia malah hanya tertawa di ujung telpon. " Aku yakin kau tak akan berani berbohong kepada ku. Tapi jika kau ingin mengambilnya maka lakukan, aku tak masalah kau mengambil uang ku saat ini."

__ADS_1


" Kemal kau…" Jen tak bisa berkata apalagi dia hanya menahan rasa kesalnya saat ini. 


Seharusnya pemilik saham dan pemilik nama hotel yang saat ini berdiri,berada di depan media untuk memotong pita untuk meresmikan hotel tersebut. 


__ADS_2